Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).

Wulan berlarian ke arah Max dan Etienne yang tengah berjalan keluar dari pintu utama sekolah. Ia menarik lengan Max keras. Memaksa pemuda itu untuk menoleh. Etienne yang berdiri di samping Max memanyunkan bibirnya sembari keningnya mengerenyit.

"Max, je veux parler avec toi (aku ingin bicara denganmu)!"

Max hanya menoleh sekilas pada Wulan. Kemudian melanjutkan langkahnya. Etienne menggaruk - garuk kepalanya pertanda ia sedang kebingungan.

"Max!" panggil Wulan.

"Max!" Etienne mengulangi panggilan Wulan.

Max mendecak. Lalu menghentikan langkahnya. Wulan memandang Etienne sekilas. Pemuda itu hanya mengedikkan bahunya.

"Quoi (apa), Miss?" tanya Max. Ia berbalik dan mendekat ke arah Wulan.

"Bon allez, je part (ya sudah, aku pergi)." Etienne menyeletuk sembari mengangkat kedua tangannya. Memandang Wulan dan Max secara bergantian dan kemudian berlalu.

"Max, ada masalah apa kau dengan Monsieur Arsenault?" cecar Wulan.

"Aku tidak menyukainya. Itu saja."

Wulan memperhatikan wajah Max yang sedikit tertunduk. Tinggi badan Max yang beberapa senti lebih tinggi darinya, membuat Wulan harus memiringkan kepalanya.

"Hanya itu?" tanya Wulan tak percaya.

"Iya."

Max membenarkan letak tas punggungnya dan melangkah meninggalkan Wulan menuju keluar area sekolah. Ia berjalan cepat menelusuri trotoar dan berhenti di seberang pintu masuk stasiun kereta bawah tanah Michel - Ange Auteuil.

Begitu lampu untuk pejalan kaki menyala, Max menyeberang jalan dan menuruni tangga masuk ke dalam stasiun.

Ia memasukkan T tiketnya ke lubang tiket di depan palang pintu otomatis. Setelah mesin menandai strip magnetik tiket dan keluar di lubang lainnya, Max mengambil tiket, lalu mendorong pintu otomatisnya.

Max melangkah membaur dengan mereka yang lalu lalang menuju peron.

Ia merasakan ada seseorang yang berdiri di sampingnya. Senyum tipisnya terbit ketika mendapati seraut wajah manis dengan mata indahnya tengah menatap tajam padanya.

"Apa lagi, Miss?" tanyanya.

"Apa pun masalahmu dengan Monsieur Arsenault, perlakuanmu padanya tidak bisa dibenarkan. Kau harus menjaga kesopananmu di depan seorang Guru. Apalagi, umurnya jauh lebih tua darimu," terang Wulan dengan lugasnya.

"Aku akan menghormati seseorang kalau memang dia pantas untuk dihormati."

"Memangnya Damien tidak pantas untuk dihormati?"

Max mengedikkan bahunya. "Kau nilai saja sendiri, Miss," ujarnya seraya melangkahkan kaki masuk ke dalam metro yang baru saja berhenti di hadapannya.

Wulan mengikuti Max dan duduk di sebelah pemuda itu.

"Ajakan makan malamku masih berlaku, Miss," kata Max sembari menyenggol pelan lengan Wulan.

"Memangnya kau punya uang?"

Max tergelak. "Uangku datang dan pergi dengan mudah."

Wulan mencebik. "Bagaimana kalau makan malam di apartemenku saja?" tawarnya membuat mata Max berbinar.

"Aku sangat setuju."

"Mais (tapi) .. ada syaratnya."

"C'est quoi (apa itu)?"

"Ajak teman - temanmu juga. Etienne, Frederick emm .. Chen."

"Tidak bisa!" seru Max lantang. Membuat beberapa orang yang ada di dalam kereta menoleh ke arahnya sekilas.

"Pourquoi (kenapa)?" tanya Wulan dengan wajah keheranan. "Aku ingin mengenal kalian lebih dekat."

Max mendecak. Wajahnya terlihat muram. "Mereka sangat menyebalkan, Miss. Mereka cerewet, tidak sopan dan makannya banyak."

"Memangnya kau tidak menyebalkan?" tukas Wulan.

"Aku berbeda, Miss."

Wulan terbahak mendengar penuturan bocah tengil di sampingnya itu. Lalu ia merogoh tasnya dan mengambil buku jurnal kecil dan pensil. Ia membukanya dan menuliskan sesuatu di sana.

Wulan menyobek kertas yang baru saja ia tulisi dan menyerahkannya pada Max.

"Alamatku. Kalian bisa datang akhir pekan. Jam tujuh malam."

"Kau serius mau mengajak mereka juga, Miss?" tanya Max. Berharap wanita cantik itu akan berubah pikiran.

"Ya," jawab Wulan sembari mengangguk mantap.

Max mendecak sebal. Dengan wajah cemberut ia menyilangkan kedua lengannya di depan dada.

"Bagaimana kalau sekarang saja aku ikut ke apartemenmu?" tawarnya dan disambut satu pukulan kecil di ujung kepalanya.

"Hari sabtu. Jam tujuh malam. Ajak teman - temanmu."

"Tapi aku ingin berdua denganmu."

Wulan membelalakkan kedua mata indahnya.

"Ma - maksudku, aku tidak bisa bebas mengobrol denganmu kalau ada mereka."

"Memangnya kenapa? Bukankah mereka adalah teman - teman dekatmu. Sudah kubilang, Max .. aku ingin mengenal kalian lebih dekat," terang Wulan. "Owh, kau juga bisa mengajak Nadia. Atau yang lainnya."

"Nadia?" Max mengerenyitkan dahinya.

"Ya," jawab Wulan sembari berdiri dan bersiap - siap untuk keluar metro ketika mendengar pengumuman pemberhentian di stasiun berikutnya.

"Bye, Max." Wulan melambai kecil pada Max begitu kereta telah berhenti dengan sempurna.

"Tunggu, Miss."

Max mengikuti langkah Wulan keluar dari pintu otomatis dan berjalan mensejajarkan langkahnya dengan Wulan menuju tangga naik ke jalan raya.

"Kenapa kau turun di sini?" tanya Wulan keheranan.

"Aku jalan saja dari sini. Lagi pula hanya beberapa kilometer saja."

Keduanya berjalan bersebelahan di sisi jalan. Max menyunggingkan senyum tipisnya setiap kali melirik ke arah wanita mungil di sampingnya itu.

"Berapa umurmu, Miss?" tanya Max memulai obrolannya.

"Tidak sopan menanyakan umur pada seorang wanita," hardik Wulan. "Yang jelas aku jauh lebih tua darimu. Bahkan sangat jauh."

Max terkekeh. "Maaf," ucapnya sembari mengacak rambut hitam setengah gondrongnya. "Kau berasal dari negara mana, Miss?"

"Menurutmu?" tantang Wulan sembari menaik turunkan telapak tangan di depan wajahnya sendiri. Memaksa Max untuk menebaknya.

"Emmm ...." Max memiringkan kepalanya dan mencoba meneliti wajah Wulan. "Thaïlande?"

Wulan menggeleng.

"Philippine?"

"Non, Indonesie."

"Owh, aku pernah mendengarnya. C'est tres loin d'ici (sangat jauh dari sini)," gumamnya. "Aku belum pernah pergi ke luar negeri, Miss," ujar Max sembari terkekeh malu.

"C'est pas grave (tidak apa - apa). Umurmu masih sangat muda. Masih banyak waktu untuk berpetualang nanti."

Wulan menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu masuk sebuah apartemen.

"Aku sudah sampai," ujarnya. "Ya sudah, sampai besok kalau begitu, Max."

"Kau tidak mau menyuruhku masuk?"

Wulan mendecak. "Aku harus beristirahat, Anak Nakal!"

"Aku hanya bercanda, Miss." Max menyunggingkan senyum jahilnya.

Wulan memukul pelan bahu Max. "A demain (sampai besok)," ujarnya sembari mendorong pintu dan melangkah masuk ke dalam gedung.

Beberapa saat Max berdiri mematung sembari terus menyunggingkan senyumnya. Lalu ia mendongak ke atas berharap Wulan muncul di salah satu balkon berpagar besi di sana.

***

***

***

Terpopuler

Comments

Violet Agfa

Violet Agfa

seerruuu

2021-04-24

1

yuko྅≞⃗ .☀

yuko྅≞⃗ .☀

bakalan ada yg jedag jedug ni, senyam senyum ndi Max..aku jd mesam mesem dw, 😄😄..ingeet..ajak temenmu , ada ettiene , chen..nah...nah ..adekmu ajak sekalian , biar makin deket PDKT nye
besok besok dateng ndiri ..muehehe

2021-04-12

0

cimplung

cimplung

ihiiiiwwww...modus ach si max...

si wulan pasti lemes tu di belakang pintu...🤣🤣

2021-04-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2 Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3 Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4 Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5 Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6 Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7 Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8 Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9 Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10 Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11 Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12 Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13 Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14 Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15 Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16 Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17 Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18 Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19 Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20 Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21 Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22 Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23 Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24 Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25 Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26 Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27 Bab 27. Another Day Of The pain.
28 Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29 Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30 Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31 Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32 Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33 Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34 Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35 Bab 35. Don't Do This To Me.
36 Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37 Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38 Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39 Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40 Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41 Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42 Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43 Bab 43. I Miss You Like Hell.
44 Bab 44. Where We heading?
45 Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46 Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47 Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48 Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49 Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50 Bab 50. Morning Glor-ny.
51 Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52 Bab 52. Past Stays In The Past.
53 Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54 Bab 54. Blame It All On Me.
55 Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56 Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57 Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58 Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59 Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60 Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61 Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62 Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63 Bab 63. Struggling.
64 Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65 Bab 65. Next To You, My Love.
66 Bab 66. What Does Jolene Want?
67 Bab 67. Winter Holiday Planning.
68 Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69 Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70 Bab 70. What A Nice Painting.
71 Bab 71. A Christmas Gift
72 Part 72. Into The Storm.
73 Part 73. Trapped By The She Devil.
74 Part 74. Aku Sakit, Max.
75 Part 75. Please Forgive Me.
76 Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77 Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78 Bab 78. I Believe In You.
79 Part 79. She Does What She Wants.
80 Part 80. This Isn't Over
81 Part 81. Obstacle Continues.
82 Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83 Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84 Bab 84. Tropical Love.
85 Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2
Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3
Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4
Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5
Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6
Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7
Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8
Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9
Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10
Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11
Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12
Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13
Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14
Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15
Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16
Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17
Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18
Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19
Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20
Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21
Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22
Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23
Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24
Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25
Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26
Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27
Bab 27. Another Day Of The pain.
28
Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29
Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30
Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31
Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32
Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33
Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34
Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35
Bab 35. Don't Do This To Me.
36
Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37
Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38
Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39
Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40
Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41
Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42
Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43
Bab 43. I Miss You Like Hell.
44
Bab 44. Where We heading?
45
Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46
Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47
Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48
Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49
Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50
Bab 50. Morning Glor-ny.
51
Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52
Bab 52. Past Stays In The Past.
53
Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54
Bab 54. Blame It All On Me.
55
Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56
Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57
Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58
Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59
Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60
Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61
Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62
Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63
Bab 63. Struggling.
64
Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65
Bab 65. Next To You, My Love.
66
Bab 66. What Does Jolene Want?
67
Bab 67. Winter Holiday Planning.
68
Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69
Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70
Bab 70. What A Nice Painting.
71
Bab 71. A Christmas Gift
72
Part 72. Into The Storm.
73
Part 73. Trapped By The She Devil.
74
Part 74. Aku Sakit, Max.
75
Part 75. Please Forgive Me.
76
Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77
Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78
Bab 78. I Believe In You.
79
Part 79. She Does What She Wants.
80
Part 80. This Isn't Over
81
Part 81. Obstacle Continues.
82
Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83
Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84
Bab 84. Tropical Love.
85
Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!