Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).

Sudah lima menit lalu kelas berakhir, namun Wulan masih duduk di kursinya. Telapak tangannya menopang kepalanya yang tertunduk dengan kedua siku di atas meja.

Kelas hening. Sepertinya semua siswa telah meninggalkan ruangan. Wulan masih tak berniat beranjak dari duduknya. Sedari pagi kepalanya sudah terasa berat. Ditambah lagi mengajar anak - anak bengal yang tentu saja menguras emosi dan tenaganya.

Wulan pelan mengangkat kepalanya ketika ada seseorang mengetuk - ngetuk mejanya.

"Hei, minum alkohol dan begadang tidak baik untuk wanita seumuranmu." Wajah tengil Max tepat berada di depan wajahnya karena posisi badannya yang condong ke arahnya.

Wulan mengerenyitkan keningnya heran. Wanita seumuranku? Dia mengatakannya seakan - akan aku ini wanita tua, sialan!

"Lihat matamu mirip .. panda," ujar Max seraya memutar - mutar jari telunjuknya di dekat matanya sendiri. Senyumnya tipis saja namun mampu membuat darah Wulan mendidih.

Namun sejurus kemudian Wulan bertanya - tanya dalam hati. Dari mana anak ini bisa tahu kalau semalam ia begadang dan minum - minum.

Mungkin Max hanya menebak saja.

Wulan buru - buru membereskan buku - bukunya di atas meja dan mengejar langkah Max keluar dari kelas.

"Max, aku sungguh - sungguh dengan perkataanku kemarin. Kau harus mengunjungi Patrick di Les Marais," ujar Wulan.

Max tak bergeming. Ia terus saja berjalan menelusuri koridor.

"Max, aku tahu kau punya masalah dengan keluargamu, atau lingkungan tempat tinggalmu, atau apa pun itu, tapi jangan biarkan semua itu menghancurkanmu. Kau harus tetap semangat dan meraih masa depanmu."

"Kau tidak tahu apa - apa tentang hidupku," sahut Max.

"Kalau begitu bagaimana kalau kau memberitahuku?" tantang Wulan. "Aku bisa memposisikan diriku sebagai teman bicara yang baik."

Max menyeringai. Lalu menoleh ke arah Wulan sekilas.

"Bagaimana dengan hidupmu sendiri?" Max balik bertanya.

"Apa?"

"Kau mau jadi pahlawan sementara kau sendiri tidak bisa mengurus hidupmu?"

Wulan tersentak mendengar perkataan Max. "Apa maksudmu?"

Max tersenyum sinis. "Urus hidupmu terlebih dahulu, Miss, baru kau bisa mengurus hidup orang lain," ujarnya sembari mempercepat langkahnya meninggalkan Wulan.

"Kau ...!" Wulan mengepalkan kedua tangannya geram. "Dasar anak menyebalkan," desisnya.

***

Sembari menyandarkan punggungnya di dinding luar sekolah, Max memperhatikan Wulan di kejauhan yang sepertinya tengah dirayu oleh Damien untuk masuk ke dalam mobil pria itu.

Etienne yang baru saja datang, menggerak - gerakkan telapak tangannya di depan wajah Max sembari mengikuti arah pandangan sahabatnya itu.

"Oo, Max!" panggilnya ketika beberapa saat Max tak menggubris kehadirannya.

Max mengangkat tangannya. Memberi isyarat pada Etienne untuk diam. Ia berjalan meninggalkan Etienne dengan wajah bengongnya, menuju ke arah Damien dan Wulan yang berdiri di sisi jalan.

"Miss, aku ingin bicara!" serunya membuat Wulan dan Damien terkejut. "Tentang pelajaran," lanjutnya menjawab keheranan kedua Guru itu.

"Harus sekarang? Ini sudah di luar jam sekolah, kami berencana untuk minum kopi," sahut Damien menunjukkan wajah tak sukanya.

"Je ne parle pas avec toi (aku tidak bicara denganmu)," tukas Max pada Damien. "Miss?" Ia memandang ke arah Wulan.

"Emmm .. ya, tentu saja," jawab Wulan ragu - ragu. Ia tidak yakin Max ingin berbicara tentang pelajaran dengannya. "Sorry, Damien, may be next time (mungkin lain kali)," ujarnya sembari melangkah meninggalkan Damien yang tampak kecewa.

Etienne yang melihat Max dan Wulan berjalan beriringan ke arahnya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.

"Aku pergi dulu," ucapnya pada Etienne.

Etienne memandang ke arah Wulan. Sementara Wulan hanya mengangkat tangannya sembari mengedikkan bahunya.

"Max, kau ini aneh sekali." Wulan yang berjalan di samping Max berucap. "Kau ingin membicarakan pelajaran denganku? Rasanya mustahil."

"Memang tidak." Max mencebik. "Aku hanya ingin membuat kesal Si Damien menyebalkan itu."

Wulan mendecak. "Sepertinya kau punya masalah besar dengan Damien, ya?"

"Aku tidak menyukainya. Itu saja," ucapnya membuat Wulan geleng - geleng kepala.

Max terus berjalan di trotoar entah menuju kemana. Wulan terpaksa mengikuti langkah pemuda itu. Sampai di seberang tangga menurun stasiun bawah tanah Michel - Ange Auteuil, Max tak menghentikan langkahnya. Ia terus saja berjalan lurus ke depan.

"Max, bagaimana kalau akhir pekan ini kita pergi ke Le Marais?" tawar Wulan. "Kita temui Patrick."

"Terserah," sahutnya.

"Okay." Wulan tersenyum senang. "Bagaimana kalau sekarang aku traktir kau makan."

"Aku belum lapar."

"Ayolah ...." Wulan berjalan mendahului Max sembari menoleh ke sana kemari, mencari restauran yang cocok dan tentu saja sesuai dengan isi dompet.

Ia berhenti di depan sebuah restauran Arabia yang berada di ujung persimpangan jalan. Wulan mengamatinya sejenak. Beberapa orang terlihat keluar masuk restauran.

Dari pintu masuk kaca, Wulan bisa melihat dengan jelas ruangan di dalam sana. Ia mengerjap - ngerjapkan matanya ketika melihat sesosok pria yang tengah bersiap - siap untuk keluar restauran.

Ia memastikan kalau pria yang dilihatnya itu adalah, Pierre.

Dadanya berdegup kencang. Wulan menggeser tubuhnya beberapa langkah dan merapatkan punggungnya ke dinding restauran. Ia merasakan keram di perutnya. Dadanya pun terasa nyeri. Keringat dingin membasahi keningnya.

"Miss? Ça va (kau tidak apa - apa)?" tanya Max terkejut. Disentuhnya punggung Wulan pelan.

Wulan mengangkat tangannya. Memberi tanda kalau ia baik - baik saja. Sementara Max menoleh ke pintu restauran, mendapati seorang pria tampan berjambang tipis dengan rambut rapi dan mata abu - abunya, mengandeng seorang wanita berambut pirang, berjalan ke arahnya dan Wulan.

"Wulan?" panggil pria itu.

Wulan mengangkat wajahnya pelan. Benar adanya. Pierre. Pria itu ada di hadapannya. Pria yang memporakporandakan hatinya. Pria yang membuat lima tahun dalam hidupnya seperti berada dalam limbo, dunia antara hidup dan mati.

Pria yang pernah sangat ia cintai.

Bibir Wulan bergetar. Ia bahkan tak mampu mengucapkan nama pria itu. Matanya nanar memandang ke arah wanita yang berada di samping Pierre. Sepertinya ia diperlakukan dengan baik oleh mantan suaminya itu. Lihatlah, Pierre menggandeng mesra tangannya. Hati Wulan terasa perih.

Kenapa kau tidak pernah menggandengku seperti itu, Pierre.

Max memposisikan dirinya di samping Wulan dan menatap tajam pada Pierre. Sepertinya ia mengerti apa yang sedang terjadi. Ia dengan mudah menebak siapa pria di hadapannya ini.

"Apa kabar, Wulan?" tanya Pierre. "Ah, perkenalkan ini Amelie, calon isteriku."

Wanita yang dipanggil Amelie itu tersenyum. Sebuah senyum penuh kemenangan.

Wulan tercekat. Ia mengenal nama itu. Calon isteri? Secepat itu. Tentu saja, mereka telah menjalin hubungan lama. Jauh sebelum perceraiannya dengan Pierre.

"Dan kau?" tanya Pierre pada Max.

"Aku kekasihnya." Max merangkul Wulan mesra. Maraih dagunya dan melu mat bibir tipisnya lembut.

Wulan yang tak menyangka akan mendapat perlakuan seperti itu dari Max tak sempat menghindar. Ia membulatkan matanya. Terkejut bukan main.

"Kami akan bertunangan sebentar lagi," ujar Max begitu melepaskan ciumannya.

Pierre terbahak. " Ah bon (ohya)?" Ia memandang Wulan tak percaya. "Apa kau begitu putus asa sampai - sampai menjadikan seorang anak remaja sebagai kekasihmu?"

"Hei, umurku 25 tahun, okay?" hardik Max geram. "Allez, Bébé (ayo, sayang)!"

Max meraih lengan Wulan kemudian berlalu dari hadapan Pierre dan Amelie.

Wulan masih saja terdiam. Ia terlihat shock. Hingga beberapa meter mereka berjalan, ia berhenti dan menarik kasar lengannya dari genggaman Max.

Plakk.

Satu tamparan mendarat di pipi Max. "Kau benar - benar kurang ajar!" teriaknya.

Max mengelus pipinya yang terasa panas.

"Keterlaluan sekali kau, Max. Aku Gurumu, for god's sake (demi Tuhan)!"

"Hei, aku hanya ingin membantumu," erang Max.

Wulan hendak menampar kembali wajah Max namun segera diurungkannya. Ia menghentakkan telapak tangannya yang terkepal erat.

Tanpa menoleh pada Max, Wulan berlalu cepat dari hadapan pemuda itu.

"Miss!" panggil Max. Namun Wulan tak menghiraukannya. Ia terus saja melangkah menjauh.

"Miss!"

"Wulan!"

"Merde (sial)!" makinya.

***

***

***

Terimakasih Kangspoer a. k. a Septira Wihartanti author kecenya Lady's Gentleman atas rekomendasi visualnya Maximilian. 🤣🤣

Terpopuler

Comments

Byla

Byla

Dan ya Othor kesayanganku juga Septira.. Dan gw mulai tertarik nih baca kisah ini.. Menarik.. Salam kenal Othor Lady

2022-01-17

0

Byla

Byla

Shuuttt man!!

2022-01-17

0

🪴Thalia💚

🪴Thalia💚

Cool!!!!!!

2021-12-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2 Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3 Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4 Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5 Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6 Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7 Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8 Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9 Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10 Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11 Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12 Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13 Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14 Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15 Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16 Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17 Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18 Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19 Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20 Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21 Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22 Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23 Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24 Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25 Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26 Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27 Bab 27. Another Day Of The pain.
28 Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29 Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30 Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31 Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32 Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33 Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34 Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35 Bab 35. Don't Do This To Me.
36 Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37 Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38 Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39 Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40 Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41 Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42 Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43 Bab 43. I Miss You Like Hell.
44 Bab 44. Where We heading?
45 Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46 Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47 Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48 Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49 Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50 Bab 50. Morning Glor-ny.
51 Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52 Bab 52. Past Stays In The Past.
53 Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54 Bab 54. Blame It All On Me.
55 Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56 Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57 Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58 Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59 Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60 Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61 Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62 Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63 Bab 63. Struggling.
64 Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65 Bab 65. Next To You, My Love.
66 Bab 66. What Does Jolene Want?
67 Bab 67. Winter Holiday Planning.
68 Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69 Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70 Bab 70. What A Nice Painting.
71 Bab 71. A Christmas Gift
72 Part 72. Into The Storm.
73 Part 73. Trapped By The She Devil.
74 Part 74. Aku Sakit, Max.
75 Part 75. Please Forgive Me.
76 Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77 Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78 Bab 78. I Believe In You.
79 Part 79. She Does What She Wants.
80 Part 80. This Isn't Over
81 Part 81. Obstacle Continues.
82 Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83 Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84 Bab 84. Tropical Love.
85 Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2
Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3
Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4
Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5
Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6
Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7
Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8
Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9
Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10
Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11
Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12
Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13
Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14
Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15
Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16
Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17
Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18
Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19
Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20
Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21
Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22
Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23
Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24
Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25
Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26
Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27
Bab 27. Another Day Of The pain.
28
Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29
Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30
Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31
Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32
Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33
Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34
Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35
Bab 35. Don't Do This To Me.
36
Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37
Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38
Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39
Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40
Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41
Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42
Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43
Bab 43. I Miss You Like Hell.
44
Bab 44. Where We heading?
45
Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46
Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47
Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48
Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49
Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50
Bab 50. Morning Glor-ny.
51
Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52
Bab 52. Past Stays In The Past.
53
Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54
Bab 54. Blame It All On Me.
55
Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56
Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57
Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58
Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59
Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60
Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61
Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62
Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63
Bab 63. Struggling.
64
Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65
Bab 65. Next To You, My Love.
66
Bab 66. What Does Jolene Want?
67
Bab 67. Winter Holiday Planning.
68
Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69
Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70
Bab 70. What A Nice Painting.
71
Bab 71. A Christmas Gift
72
Part 72. Into The Storm.
73
Part 73. Trapped By The She Devil.
74
Part 74. Aku Sakit, Max.
75
Part 75. Please Forgive Me.
76
Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77
Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78
Bab 78. I Believe In You.
79
Part 79. She Does What She Wants.
80
Part 80. This Isn't Over
81
Part 81. Obstacle Continues.
82
Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83
Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84
Bab 84. Tropical Love.
85
Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!