Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).

Wulan terkejut ketika menyadari Adrienne, rekan sesama gurunya, melongok pada selembar kertas yang tengah dipandanginya sembari menyunggingkan senyuman - senyuman kecil.

"Wow, siapa yang melukisnya? Bagus sekali," ujarnya terkagum - kagum.

"Sangat bagus sampai - sampai ekspresi wajahku yang jelek terlihat begitu jelas," seloroh Wulan. Namun dalam hati ia begitu memuji hasil coretan tangan Max itu.

Ia tak menyangka. Max ternyata mempunyai bakat terpendam yang luar biasa. Sayang sekali semua itu tenggelam oleh sikapnya yang bengal. Mungkin Wulan harus melakukan pendekatan pada anak itu. Ia yakin Max punya potensi yang tinggi. Max butuh seseorang yang memberi dukungan padanya. Sebagai pengajar, mungkin itu salah satu tugas Wulan.

"Ada yang mencarimu," kata Adrienne seraya memajukan dagunya ke arah pintu ruangan.

Wulan yang tengah membereskan buku - bukunya dan bersiap untuk pulang melempar pandangan ke arah pintu dan mendapati Damien yang baru saja masuk. Senyuman pria itu tersungging.

"Kau pacaran dengan Damien?" tanya Adriene setengah berbisik.

Wulan terbahak dan menggeleng. "Tentu saja tidak," bisiknya. Lalu beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Damien.

"Kau sudah selesai? Aku antar pulang, ya?" tawar Damien begitu mereka berjalan melewati koridor.

"Tidak usah, aku naik métro (kereta bawah tanah) saja," tolak Wulan halus.

"Atau mau minum sesuatu, mungkin?"

"Emmm .. aku sedikit lelah, désolé (maaf), Damien."

Damien mengangkat kedua bahunya sembari mencebik. "Bon, ben, a demain alors (ya sudahlah, sampai besok kalau begitu)," ujarnya. Lalu melangkah meninggalkan Wulan.

Wulan pun melangkah ke arah yang berlawanan. Ia melihat Max yang tengah mengunci lokernya. Lalu menyampirkan tas ke punggungnya, bersiap untuk pergi.

"Max!" panggil Wulan membuat Max menghentikan langkahnya.

"Quoi (apa)?" tanya Max dingin. Ia melanjutkan langkahnya tanpa menunggu jawaban Wulan. Membuat Wulan berlarian mengejar langkah panjangnya.

"Hei, lukisanmu bagus sekali, Max. Ya, walaupun wajahku terlihat jelek," kekeh Wulan. "Tapi aku serius. Kau sangat berbakat."

Max hanya menarik sudut bibirnya. Ia tak terkesan dengan pujian Wulan.

"Kau sering melukis?" tanya Wulan.

"Tidak."

"Sayang sekali." Wulan merengut kecewa. "Padahal potensimu besar sekali, Max. Kalau kau bisa mengembangkan bakatmu, kau pasti akan menjadi pelukis yang hebat."

"Hmmm ...." Hanya itu yang keluar dari mulut Max.

Keduanya kini telah berada di luar gerbang sekolah. Max berjalan menelusuri trotoar tanpa memperdulikan Wulan yang terus berjalan di sampingnya.

"Apa kau pernah mengunjungi sebuah galeri lukis kecil di dekat Museum Picasso? Di Les Marais. Aku dan suamiku pernah membeli satu lukisan di sana. Pemiliknya seorang kakek, emm .. kalau tidak salah namanya ...." Wulan berpikir sejenak sembari mengelus dagunya.

"Patrick!" seru Wulan.

Dada Max berdegup kencang. Namun ia tetap tak bergeming.

"Aku rasa kau harus bertemu dan belajar darinya. Lukisannya sangat bagus. Mungkin satu aliran denganmu."

"Kau sudah bersuami?" tanya Max tiba - tiba. Tanpa menoleh pada Wulan di sampingnya.

"Hah?" Wulan terkesiap. "Emm .. maksudku, mantan .. suamiku." Ia tercekat. Rasanya masih janggal memanggil Pierre dengan sebutan mantan suami.

Max menuruni tangga stasiun kereta bawah tanah diikuti dengan Wulan.

Michel-Ange Auteuil, nama stasiunnya.

"Kenapa kau mengikutiku?" tanya Max begitu mereka tiba di samping rel kereta, menunggu métro datang.

"Kita satu arah, Max," tegas Wulan.

***

Max membuka pintu apartemennya pelan. Ruang tamu yang tak terlalu besar tampak lengang. Ia tidak melihat Ayahnya di sana. Biasanya pria paruh baya itu tengah menenggak minuman sembari menunggunya pulang, dan menggeledah isi dompetnya.

Namun ruangan itu hening.

Max yang merasakan ada sesuatu yang aneh segera melangkah menuju kamar Ayahnya. Pintunya sedikit terbuka. Max membuka pintu pelan dan terperanjat mendapati Sang Ayah tergeletak di lantai dengan posisi menelungkup.

"Oh, no, Papa!" serunya sembari menghambur pada pria itu dan dengan susah payah membalikkan badannya.

"Papa!" panggilnya seraya menepuk - nepuk pipi Ayahnya. "Papa! Papa!" Max semakin panik. Dia mengguncang tubuh Ayahnya dengan keras.

"Ludovic!" panggil Max putus asa.

Ludovic, Sang Ayah, membuka matanya pelan. Dia mengerjap - ngerjapkan matanya. Lalu memandang sekeliling. Begitu melihat sosok Max yang tengah memegangi dadanya, ia segera menepis tangan puteranya itu.

"Minggir!" hardiknya seraya mendorong tubuh Max hingga terjengkang ke belakang.

"Putain (sialan)!" maki Max antara kesal dan lega melihat Ayahnya baik - baik saja. Ia menangkup kening dengan kedua tangannya.

"Sedang apa kau di sini, sana keluar!"

Max memukul lantai dengan kepalan tangannya. Lalu segera bangkit dan melangkah meninggalkan kamar Ludovic.

Ia terduduk lesu di lantai kamarnya sembari menyandarkan punggungnya ke tepian ranjang.

Sudut matanya mengembun.

Laki - laki tidak boleh menangis.

Dengan sekuat tenaga Max menahan agar air matanya tidak terjatuh. Ia mendongak menatap langit - langit kamarnya.

***

RUE DE LA ROCHELLE, STALINGRAD, SURESNES.

Gang itu sempit, kumuh dan penuh dengan bak sampah. Max, biasanya melakukan transaksi penjualan cannabisnya di tempat itu.

Seperti saat ini, Max ditemani oleh Etienne, tengah menemui seseorang yang beberapa hari lalu memesan barang darinya.

Transaksi berjalan dengan lancar. 1000 euro masuk dalam kantongnya. Separuhnya akan disetorkan pada Nicholas dan Havier, si pemasok barang.

"Minum?" Etienne menaik - naik alisnya.

"Tentu," sahut Max sembari menghisap rokoknya dan membantingnya ke lantai. Lalu menginjaknya.

Keduanya bergerak keluar area Stalingrad.

.

.

Max dan Etienne duduk di lantai trotoar di deretan pertokoan yang telah tutup. Di seberang jalan ada toko liquor tempat di mana mereka membeli dua botol Benedectine beberapa saat lalu.

Max menenggak minumannya langsung dari botolnya. Merasakan cairan hangat yang mengalir di tenggorokannya.

"Hei, bukankah itu Miss Wulan?" tunjuk Etienne pada seseorang yang baru saja masuk ke dalam toko liquor.

Max melempar pandangannya ke seberang. Ia hanya melihat sekilas seorang wanita bermantel tebal dengan topi rajut musim dinginnya menghilang di balik pintu toko.

Beberapa menit kemudian wanita itu keluar dengan membawa satu tote bag yang ia apit dengan satu lengannya.

Max memberi isyarat pada Etienne untuk diam ketika melihat sahabatnya itu hendak memanggil Wulan yang berdiri mematung di depan toko, dengan wajah yang terlihat murung.

Tempat di mana mereka duduk cukup gelap. Sehingga Wulan tak bisa melihat keberadaan mereka. Namun Max dan Etienne bisa melihat wajah Wulan dengan jelas di bawah bias lampu jalan.

Sesekali Wulan terlihat menarik nafas dalam - dalam, lalu mendongakkan kepalanya ke langit beberapa saat, menyentuh wajahnya dan membuat gerakan seperti menghapus air mata di pipinya.

Max tertegun. Wanita mungil di seberang sana itu terlihat rapuh. Sendirian, kesepian.

Jika ia sedang memegang peralatan lukisnya saat ini, ingin rasanya menuangkan pemandangan indah di depan matanya itu ke atas canvas.

Woman from nowhere.

Mungkin begitu judul yang akan ia sematkan pada lukisannya.

Tak terasa pandangan matanya mengikuti gerakan tubuh Wulan yang mulai menjauh.

***

***

***

Terpopuler

Comments

Byla

Byla

Wulaan..

2022-01-17

0

Seikha Aludra

Seikha Aludra

Cocok nih max-wulan😊

2021-07-06

0

Atoen_

Atoen_

aaah lagi2 penggambaran yg luar biasa... seolah-olah bisa melihat secara gamblang setting yg di ceritakan ... 👍👍👍👍👍

2021-06-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2 Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3 Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4 Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5 Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6 Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7 Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8 Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9 Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10 Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11 Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12 Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13 Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14 Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15 Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16 Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17 Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18 Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19 Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20 Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21 Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22 Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23 Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24 Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25 Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26 Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27 Bab 27. Another Day Of The pain.
28 Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29 Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30 Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31 Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32 Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33 Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34 Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35 Bab 35. Don't Do This To Me.
36 Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37 Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38 Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39 Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40 Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41 Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42 Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43 Bab 43. I Miss You Like Hell.
44 Bab 44. Where We heading?
45 Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46 Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47 Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48 Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49 Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50 Bab 50. Morning Glor-ny.
51 Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52 Bab 52. Past Stays In The Past.
53 Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54 Bab 54. Blame It All On Me.
55 Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56 Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57 Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58 Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59 Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60 Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61 Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62 Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63 Bab 63. Struggling.
64 Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65 Bab 65. Next To You, My Love.
66 Bab 66. What Does Jolene Want?
67 Bab 67. Winter Holiday Planning.
68 Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69 Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70 Bab 70. What A Nice Painting.
71 Bab 71. A Christmas Gift
72 Part 72. Into The Storm.
73 Part 73. Trapped By The She Devil.
74 Part 74. Aku Sakit, Max.
75 Part 75. Please Forgive Me.
76 Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77 Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78 Bab 78. I Believe In You.
79 Part 79. She Does What She Wants.
80 Part 80. This Isn't Over
81 Part 81. Obstacle Continues.
82 Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83 Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84 Bab 84. Tropical Love.
85 Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2
Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3
Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4
Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5
Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6
Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7
Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8
Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9
Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10
Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11
Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12
Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13
Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14
Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15
Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16
Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17
Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18
Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19
Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20
Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21
Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22
Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23
Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24
Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25
Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26
Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27
Bab 27. Another Day Of The pain.
28
Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29
Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30
Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31
Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32
Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33
Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34
Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35
Bab 35. Don't Do This To Me.
36
Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37
Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38
Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39
Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40
Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41
Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42
Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43
Bab 43. I Miss You Like Hell.
44
Bab 44. Where We heading?
45
Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46
Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47
Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48
Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49
Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50
Bab 50. Morning Glor-ny.
51
Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52
Bab 52. Past Stays In The Past.
53
Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54
Bab 54. Blame It All On Me.
55
Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56
Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57
Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58
Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59
Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60
Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61
Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62
Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63
Bab 63. Struggling.
64
Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65
Bab 65. Next To You, My Love.
66
Bab 66. What Does Jolene Want?
67
Bab 67. Winter Holiday Planning.
68
Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69
Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70
Bab 70. What A Nice Painting.
71
Bab 71. A Christmas Gift
72
Part 72. Into The Storm.
73
Part 73. Trapped By The She Devil.
74
Part 74. Aku Sakit, Max.
75
Part 75. Please Forgive Me.
76
Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77
Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78
Bab 78. I Believe In You.
79
Part 79. She Does What She Wants.
80
Part 80. This Isn't Over
81
Part 81. Obstacle Continues.
82
Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83
Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84
Bab 84. Tropical Love.
85
Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!