Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).

LYCÉE JEAN BAPTISTE - SAY, SURESNES.

"Past Perfect tense," ujar Wulan seraya mengedarkan pandangannya pada seluruh kelas, yang seperti biasa, sibuk dengan aktifitas mereka masing - masing. Membuat kegaduhan.

Hanya ada beberapa siswa yang memperhatikan dengan seksama. Diantaranya adalah Nadia. Namun pandangan matanya tajam ia arahkan pada Wulan. Begitu sinis. Membuat Wulan dalam hati bergidik.

Ia mengalihkan pandangannya pada kursi Max. Kosong. Anak itu sudah tidak masuk selama tiga hari. Sebenarnya hal itu sedikit membuatnya lega, ia tidak harus bertatap muka dengan bocah tengil itu setelah apa yang dilakukannya tiga hari yang lalu. Malam itu di apartemennya.

Namun, senyumnya yang jahil itu terlintas begitu saja dalam benaknya tanpa permisi.

What the hell!

Wulan memejamkan matanya sekilas. Ia berusaha menepis perasaan - perasaan aneh yang akhir - akhir ini menghinggapinya, jika mengingat bocah bengal itu.

"Ada beberapa fungsi dari Past Perfect Tense."

Wulan mengambil boardmarker dan berjalan ke arah whiteboard.

"Menjelaskan moment yang telah selesai."

Rumus :

-After (simple past tense + after + past perfect tense)

Before by the time, when (past perfect tense + -before / by the time / when + simple past tense)

Contoh :

When he came last night, the cake had run out. 

"Ada yang bisa memberikan contoh lain?" tanya Wulan.

Nadia mengangkat tangannya. Senyum sinisnya masih tersungging.

"Oui, Nadia, silahkan."

"Last night, I caught my boyfriend had slept with my teacher (Kemarin malam, aku mendapati pacarku telah tidur dengan guruku).

Jawaban Nadia itu tak elak membuat seisi kelas menyorakinya.

Dada Wulan berdesir mendengar contoh jawaban yang diucapkan oleh Nadia. Entah apa maksud gadis itu.

Siapa yang ia maksud dengan pacar?

Max?

Apa ia tahu Max malam itu ada di apartemennya? Sehingga ia memberikan kalimat sindiran seperti itu.

"Bravo, Nadia. Ada yang lain?" Wulan menatap satu persatu wajah murid - muridnya itu. "Etienne?"

Etienne yang duduk di belakang kursi kosong yang biasa diduduki oleh Max hanya menggaruk kepalanya dan memasang wajah bingungnya. Membuat Wulan tak ingin lagi menambah beban pemuda itu.

"Okay, kita lanjutkan."

***

Damien menghampiri Wulan yang baru saja keluar dari kelasnya. Senyum Wulan tipis saja tersungging untuk pria berjambang tipis itu.

"Aku jemput kau malam ini, ya?" kata Damien sembari mensejajarkan langkahnya dengan Wulan.

Wulan mengerenyitkan dahinya. "Ah, ya, konsernya." Ia menepuk keningnya begitu mengingat janji menonton opera malam ini. "Okay," lanjutnya.

"Jam tujuh. Aku akan menjemputmu."

Wulan mengangguk kecil. Keberadaan Damien sedikit banyak bisa mengalihkan pikirannya dari Max.

"Monseiur (Pak)!"

Satu panggilan membuat keduanya menoleh ke belakang. Ada Nadia yang tengah berdiri tak jauh dari mereka. Wajahnya terlihat muram.

"Ya, Nadia?" tanya Damien dengan wajah datar.

"Aku sedang punya masalah. Aku harus bicara denganmu," ujar Nadia. Ia melirik sinis pada Wulan.

"Emm .. tapi, jam sekolah sudah selesai," sahut Damien seraya memeriksa jam di pergelangan tangannya.

Wulan menyentuh lengan Damien pelan. "Jangan membatasi dirimu dengan jam sekolah jika ada siswa yang membutuhkanmu."

Damien menghela nafas dalam - dalam. Ia sedang tidak ingin berurusan dengan Nadia.

"Ke ruanganku," ujarnya sembari memberi isyarat pada Nadia untuk mengikutinya. "Sampai nanti malam, Wulan!" serunya sembari berbalik sekilas dan melambaikan tangan pada Wulan.

Nadia melangkah melewati Wulan seraya menatapnya tajam. Wulan membalasnya dengan senyuman.

.

.

"Nadia, jaga sikapmu!" erang Damien begitu ia menutup ruangannya, dan mendapat serangan bibir tak terduga dari Nadia.

Damien memalingkan wajahnya dan mendorong tubuh Nadia pelan. Ia menyuruh gadis itu untuk duduk.

"Aku rindu padamu, Damien," rajuk Nadia manja. Ia kembali menghambur ke arah Damien dan melingkarkan lengannya di leher pria itu.

"Jangan di sini, Nadia. Kumohon. Aku tidak mau mempertaruhkan pekerjaanku lagi," ujarnya seraya melepaskan lengan Nadia dari lehernya.

Nadia mendecak kesal. "Kau punya hubungan apa dengan Guru baru itu?" tanyanya terang - terangan. Memang itu tujuannya menemui Damien.

Damien mengusap rambutnya. Ia mencoba mencari kata - kata yang tepat untuk menjelaskan apa yang ada dalam benaknya pada Nadia.

"Dengar, aku butuh seseorang yang seumuran denganku untuk bisa aku ajak serius dalam sebuah hubungan."

"Lalu bagaimana denganku? Kau akan meninggalkanku?" hardik Nadia setengah berteriak. Ia geram bukan main.

Damien menempelkan jari telunjuknya di bibir. Menyuruh Nadia untuk diam, atau menurunkan nada bicaranya.

"Tidak. Aku tidak akan meninggalkanmu." Damien mengelus sekilas pipi gadis itu.

Nadia memanyunkan bibirnya. Kepalanya tertunduk. "Kau mau mengajaknya kemana nanti malam?"

"Hanya menonton konser," jawabnya sembari merapikan meja kerjanya.

Wajah Nadia masih merengut. Ia menghela nafas kasar.

"Hanya itu yang ingin kau bicarakan?" tanya Damien tanpa menoleh ke arah Nadia.

"Aku butuh uang," ucap Nadia.

"Aku akan mentransfernya nanti."

"Tapi, kapan aku bisa menghabiskan malam denganmu lagi?"

Damien menopang tubuhnya dengan kedua tangan di atas meja. "Aku akan mengabarimu, okay?" Ia memberi isyarat dengan gerakan kepalanya pada Nadia untuk meninggalkan ruangannya.

Kembali Nadia menghela nafas kasar. Dengan bibir cemberut ia melangkah keluar dan meninggalkan suara pintu yang ditutup dengan keras.

Damien menggeleng perlahan.

***

STALINGRAD, SURESNES.

"Putain (sialan)!" maki Etienne begitu sampai di rooftop gedung dan melihat Max tengah duduk menikmati rokoknya dengan santai di tepian gedung.

"Putain (sialan)!" makinya kembali begitu melihat bekas memar di wajah Max dan luka di pelipisnya yang telah mengering. "Apa yang terjadi padamu?" tanya Etienne sembari duduk di sebelah Max. Menyodorkan sekaleng bir yang sejak tadi dibawanya.

Max menghisap rokoknya dengan seksama. Lalu melempar puntungnya ke bawah gedung.

"Ada yang memukuliku."

"Putain!" Untuk kesekian kalinya Etienne memaki. "C'etait qui (siapa)?"

"Ben, je sais pas (ya, tidak tahu). Dua orang pria bertubuh besar. Aku tidak mengenal mereka."

"Hmmm .. jangan - jangan penjual Cannabis yang lain," gumam Etienne sembari mengelus - elus janggutnya.

Max mengedikkan bahunya. Ia tak terlalu memusingkan penganiayaan yang diterimanya oleh dua orang pria tak dikenal beberapa hari yang lalu. Dalam benaknya hanya ada Wulan dan amarah Ibu Gurunya itu padanya.

"Kau melihat Miss Wulan?" tanya Max.

"Apa maksudmu? Tentu saja aku melihatnya. Dia kan mengajar setiap hari di sekolah."

"Maksudku .. emm .. apa dia menanyakanku?"

Etienne mencebik. "Tidak. Kenapa memangnya?"

Max tak menjawab. Ia mengambil satu batang rokok dari bungkus milik Etienne lalu menyalakannya.

"Attend, attend (tunggu, tunggu). Kalian ini aneh sekali. Biasanya Miss Wulan yang selalu menanyakanmu kalau kau tidak masuk sekolah. Tapi sekarang, kau yang menanyakannya."

Max tak bergeming. Ia asyik menghisap rokoknya dan memainkan asap dengan mulutnya.

"Jangan - jangan .... ada sesuatu di antara kalian," ujar Etienne curiga.

Max mendesis. Ia kembali menghisap rokoknya. Tak menanggapi kata - kata Etienne.

"Aku menyukainya."

"C'est pas vrai (yang benar)?" Etienne membelalakkan matanya. "Bagaimana bisa? Sejak kapan? Kau serius, Max?"

Max hanya meringis sembari mengacak rambut hitam setengah gondrongnya. Pandangannya mengarah pada menara Eiffel yang tampak jauh lebih tinggi dari semua bangunan yang ada di Paris. Namun wajah Wulanlah yang tampak di pelupuk matanya.

"Dia kan .. wanita dewasa. Dan kau .. baru enam belas tahun."

"Tujuh belas tahun, akhir tahun ini." sela Max.

"Ya, ya .. terserah." Etienne mengibaskan tangannya. "Sejak kapan kau menyukainya?" Ia mengulang pertanyaannya.

"Sejak pertama kali aku melihatnya. Kau ingat sewaktu aku menendang bola ke arahnya?"

Etienne mengangguk - angguk. Ingatannya kembali pada interaksi pertama kalinya mereka dengan Wulan di halaman sekolah.

"Elle est tres belle (dia sangat cantik)," gumam Max sembari menyunggingkan senyumnya. "Aku rindu padanya," lanjutnya.

Etienne memukul pelan puncak kepala Max sembari terbahak.

"Fais Attention (hati - hati), Max .. kau bisa membuat Miss Wulan terkena masalah."

***

***

***

Terpopuler

Comments

H!@t>🌟😉 Rekà J♡R@

H!@t>🌟😉 Rekà J♡R@

Huwoowwww... Max mengakui perasaan nya.. 🥰🥰🥰

2021-05-04

1

im

im

lady kalo mo ngasih vote kemana nih kasih ke ben apa hayden?? 😄😄😄😄😄 apa me c max

2021-04-16

0

yuko྅≞⃗ .☀

yuko྅≞⃗ .☀

pendek amir nyii...panjangin dikit napa ..🙄🙄
kl kek gini aku kan jd bayangin besok ceritanya pegimane ..😣😣
yg ini aja aku salah bayangan, aku bayanginnya tuh si Max ngejar ngejar bu guru minta maap, trus diner spagheti gt d apartemen.., terus gandengan, terus pelukan , teruuuus ...🤔 cuci piring bareng 😶😯👉👈

2021-04-16

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2 Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3 Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4 Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5 Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6 Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7 Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8 Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9 Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10 Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11 Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12 Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13 Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14 Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15 Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16 Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17 Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18 Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19 Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20 Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21 Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22 Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23 Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24 Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25 Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26 Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27 Bab 27. Another Day Of The pain.
28 Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29 Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30 Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31 Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32 Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33 Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34 Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35 Bab 35. Don't Do This To Me.
36 Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37 Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38 Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39 Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40 Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41 Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42 Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43 Bab 43. I Miss You Like Hell.
44 Bab 44. Where We heading?
45 Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46 Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47 Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48 Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49 Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50 Bab 50. Morning Glor-ny.
51 Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52 Bab 52. Past Stays In The Past.
53 Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54 Bab 54. Blame It All On Me.
55 Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56 Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57 Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58 Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59 Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60 Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61 Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62 Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63 Bab 63. Struggling.
64 Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65 Bab 65. Next To You, My Love.
66 Bab 66. What Does Jolene Want?
67 Bab 67. Winter Holiday Planning.
68 Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69 Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70 Bab 70. What A Nice Painting.
71 Bab 71. A Christmas Gift
72 Part 72. Into The Storm.
73 Part 73. Trapped By The She Devil.
74 Part 74. Aku Sakit, Max.
75 Part 75. Please Forgive Me.
76 Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77 Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78 Bab 78. I Believe In You.
79 Part 79. She Does What She Wants.
80 Part 80. This Isn't Over
81 Part 81. Obstacle Continues.
82 Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83 Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84 Bab 84. Tropical Love.
85 Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2
Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3
Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4
Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5
Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6
Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7
Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8
Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9
Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10
Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11
Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12
Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13
Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14
Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15
Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16
Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17
Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18
Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19
Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20
Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21
Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22
Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23
Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24
Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25
Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26
Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27
Bab 27. Another Day Of The pain.
28
Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29
Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30
Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31
Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32
Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33
Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34
Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35
Bab 35. Don't Do This To Me.
36
Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37
Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38
Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39
Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40
Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41
Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42
Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43
Bab 43. I Miss You Like Hell.
44
Bab 44. Where We heading?
45
Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46
Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47
Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48
Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49
Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50
Bab 50. Morning Glor-ny.
51
Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52
Bab 52. Past Stays In The Past.
53
Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54
Bab 54. Blame It All On Me.
55
Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56
Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57
Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58
Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59
Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60
Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61
Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62
Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63
Bab 63. Struggling.
64
Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65
Bab 65. Next To You, My Love.
66
Bab 66. What Does Jolene Want?
67
Bab 67. Winter Holiday Planning.
68
Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69
Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70
Bab 70. What A Nice Painting.
71
Bab 71. A Christmas Gift
72
Part 72. Into The Storm.
73
Part 73. Trapped By The She Devil.
74
Part 74. Aku Sakit, Max.
75
Part 75. Please Forgive Me.
76
Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77
Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78
Bab 78. I Believe In You.
79
Part 79. She Does What She Wants.
80
Part 80. This Isn't Over
81
Part 81. Obstacle Continues.
82
Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83
Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84
Bab 84. Tropical Love.
85
Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!