Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!

Wulan berjalan mondar - mandir di kamarnya. Dadanya masih saja berdegup dengan kencang. Sesekali ia menarik nafas dalam - dalam sembari memegangi dadanya.

Entah karena perjumpaan tak disengajanya dengan Pierre yang membuatnya tertekan, gelisah dan panik seperti ini, atau karena kekurangajaran Max yang menciumnya secara tiba - tiba.

Wulan mengginggit - gigit kukunya. Lalu beberapa saat kemudian memijit - mijit keningnya. Tak berapa lama ia membungkuk memeluk perutnya.

Ia menghempaskan badannya ke atas ranjang. Berbaring terlentang memandangi langit - langit kamarnya. Wajah Pierre melintas di benaknya. Pria itu berhasil mencapai bahagianya, bersama dengan wanita yang mungkin selama ini ia damba.

Wulan mulai memutar kembali waktu. Perkenalannya dengan Pierre dari sebuah situs online dating membawanya pada beberapa kali pertemuan dengan pria bermata abu - abu itu. Pierre datang ke Indonesia untuk menemuinya. Ia jatuh cinta. Sangat. Hingga ia mengangguk setuju begitu pria itu melamarnya setelah satu tahun menjalin hubungan. Ia pun mengikrarkan janji hidup bersama dengan Pierre di depan altar. Menyerahkan seluruh hidupnya pada pria Perancis yang romantis itu.

Menginjakkan kaki di La République, Lyon menjadi kota pilihannya untuk mengulang kembali janji pernikahan mereka. Di suatu hari musim panas yang indah.

Satu tahun bersama, Pierre mulai menunjukkan perubahan sikap yang drastis. Entah karena stres dengan pekerjaan kantornya ataukah bosan, Pierre mulai menunjukkan sikap tempramennya. Masalah sepele bisa berujung lebam - lebam di wajah Wulan. Cinta membuatnya bodoh. Membuatnya lemah. Seburuk apa pun Pierre memperlakukannya, ia tak pernah mampu untuk melangkah pergi.

Ia sangat mencintai Pierre dan terus menggantungkan harapan padanya. Sampai pada setahun yang lalu Pierre lah yang pergi meninggalkannya. Membuatnya benar - benar terpuruk. Ia merasa gagal. Bahkan untuk kembali ke Indonesia saja ia tidak sanggup. Ia adalah tulang punggung keluarga. Selama hidup bersama, meskipun Pierre memperlakukannya dengan buruk, untungnya ia masih sudi bertanggung jawab memberi nafkah finansial pada Wulan, yang selalu ia kirimkan pada keluarganya di Indonesia.

Dan, dua minggu yang lalu, satu lembar kertas dari Pengadilan Tinggi Kota Nantes, membuatnya resmi menjanda. Tak seorang pun dari keluarganya yang tahu tentang perceraiannya dengan Pierre.

Belum saatnya mereka tahu, mungkin.

Wulan mengusap wajahnya kasar. Menarik nafasnya dalam - dalam untuk membuat dirinya menjadi lebih tenang.

Kini justru bayangan wajah Max, si bocah bengal itu yang melintas di benaknya tanpa permisi.

Apa yang dipikirkan anak itu ketika nekat menciumnya di depan Pierre. Benarkah ia hanya ingin membantunya? Agar ia tidak terlihat seperti seorang pecundang di hadapan pria yang telah menjungkirbalikkan dunianya itu.

Ataukah?

Ah, C'est pas possible ( ah, tidak mumgkin).

***

LYCÉE JEAN - BAPTISTE SAY, SURESNES.

"Miss!"

Max berlarian mengejar langkah Wulan yang baru saja masuk pintu utama sekolah. Ia meraih lengan Wulan ketika wanita cantik itu hanya menoleh ke arahnya sekilas dan melanjutkan kembali langkahnya menelusuri koridor.

"Aku minta maaf, Miss," ucapnya ketika Wulan kini berdiri di hadapannya. "Aku tidak bermaksud apa - apa. Hanya ingin membantumu. Ide menciummu terlintas begitu saja."

"Terimakasih, Max," sindir Wulan. Lalu berbalik badan hendak meninggalkan Max.

"Tunggu, Miss!" serunya kembali meraih lengan Wulan. Namun segera ditepisnya pelan.

"Apa lagi?" tanya Wulan dingin. Rasanya ia masih kesal dengan bocah bermata biru di depannya ini.

"Kita ke Le Marais akhir pekan ini. Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu."

Wulan memicingkan matanya. Menatap Max penuh selidik.

"D'accord (oke)?"

Wulan berpikir sejenak. Lalu menarik nafasnya dalam - dalam. Mata biru Max memandangnya dengan tatapan memohon. Wulan luluh.

"Okay."

Max tersenyum lebar seraya melangkah mundur dan membalikkan badannya meninggalkan Wulan.

Wulan menggeleng. Ia masih berdiri mematung sembari memandangi punggung Max yang mulai menjauh.

"Hmm .. sudah mulai akrab dengan si anak bengal itu rupanya."

Adrienne yang muncul entah dari mana membuat Wulan terperanjat. Ia hanya terkekeh menimpali rekan sesama gurunya itu.

"Aneh sekali. Baru kali ini aku melihat Max berbicara cukup dekat dengan seorang Guru." Adrienne berucap sembari mengimbangi langkah Wulan menuju ruang Guru. "Ditambah dengan senyuman," lanjutnya.

"Pendekatan pada para siswa. Bukankah itu tugas seorang Guru?" sahut Wulan.

"Ya, tentu saja. Tapi Max? Damien saja menyerah menghadapinya."

"Aku berusaha untuk membangun komunikasi yang baik dengan Max, dan juga murid - murid lainnya di sini."

"Hmm .. aku rasa lebih baik kau saja yang menjadi Guru Pembimbing," gurau Adrienne.

Wulan terbahak sembari membuka pintu Ruang Guru. Ia menyapa Paul dan Monique, lalu melangkah menuju meja kerjanya diikuti oleh Adrienne.

"Atau jangan - jangan anak itu menyukaimu, Wulan," kata Adrienne setengah berbisik.

Wulan membulatkan kedua matanya mendengar penuturan Adrienne. Ia menggeleng.

"Hati - hati, Wulan. Jangan sampai kau terjebak drama percintaan dengan muridmu sendiri."

"Kau bercanda," tukas Wulan.

"Aku serius, Wulan. Hmm .. aku terpaksa harus menceritakan ini padamu."

"Apa itu?" Wulan menggeser kursinya mendekat ke kursi yang tengah diduduki Adrienne.

"Ini tentang Damien," kata Adrienne. " Kasusnya terjadi satu tahun lalu. Pihak sekolah mengetahui hubungan terlarangnya dengan seorang murid dari kelas 11."

Wulan memasang wajah seriusnya. Menunggu Adrienne melanjutkan ceritanya.

"Aku menyebutnya hubungan terlarang karena memang di sini aturannya, tidak diperbolehkan seorang Guru menjalin hubungan asmara dengan Murid yang bisa dikatakan masih di bawah umur. Itu termasuk kekerasan seksual di mata hukum. Walaupun sebenarnya mereka melakukannya atas dasar suka sama suka. Akan menjadi skandal di sini."

Wulan mengangguk - angguk.

"Damien hampir saja dipecat. Tapi entah bagaimana akhirnya dia hanya diberi surat peringatan. Mungkin karena dia punya keluarga yang menjadi share holder di sekolah ini," kata Adrienne. "Nepotisme!" lanjutnya.

"Wow, Guru Pembimbing macam apa dia," gumam Wulan. Ia teringat kata - kata Max tentang ketidaksukaannya dengan Damien. Mungkin itu alasannya.

"Murid yang terlibat kasus dengan Damien itu masih berada di sekolah ini?" tanya Wulan penasaran.

Adrienne mengangguk. "Ya, satu kelas dengan Max. Namanya Nadia Kareem."

Kembali Wulan mengangguk - angguk. Tentu saja ia mengenal murid bernama Nadia Kareem itu.

"Berhati - hatilah, Wulan. Jangan sampai kau terlibat kasus seperti Damien dan Nadia."

"Tenang saja." Wulan menepuk - nepuk lengan Adrienne pelan. "Tidak akan pernah terjadi. Jatuh cinta dengan muridku sendiri? Membayangkannya saja terasa aneh."

Adrienne mencebik sembari mengangkat kedua tangannya.

"Apa pun bisa terjadi, Wulan. Aku hanya memperingatkanmu. Kau tidak ingin kehilangan pekerjaanmu, bukan?"

Wulan tersenyum. Tentu saja tidak.

"Bon, ben (baiklah). Aku harus masuk ke kelas. Sampai nanti, Adrienne," ujar Wulan seraya bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari Ruang Guru.

***

***

***

La Républic - Julukan untuk negara Perancis.

Terpopuler

Comments

𝑀𝒶𝓎𝑀𝑜𝓊

𝑀𝒶𝓎𝑀𝑜𝓊

nadia kareem🤔🤔🤔masih ada hubungan ama nadiem kareem ga🤭🤭🤭🤭

2021-06-20

0

Daisy🇵🇸HilVi

Daisy🇵🇸HilVi

hais max suka sama nadin kah🤔

2021-05-29

0

Emi Wash

Emi Wash

oh makanya max sebel sama damian...karna cinta segitiga sama kaki kah....?😀😀

2021-05-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2 Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3 Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4 Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5 Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6 Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7 Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8 Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9 Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10 Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11 Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12 Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13 Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14 Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15 Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16 Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17 Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18 Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19 Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20 Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21 Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22 Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23 Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24 Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25 Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26 Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27 Bab 27. Another Day Of The pain.
28 Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29 Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30 Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31 Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32 Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33 Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34 Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35 Bab 35. Don't Do This To Me.
36 Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37 Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38 Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39 Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40 Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41 Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42 Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43 Bab 43. I Miss You Like Hell.
44 Bab 44. Where We heading?
45 Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46 Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47 Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48 Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49 Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50 Bab 50. Morning Glor-ny.
51 Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52 Bab 52. Past Stays In The Past.
53 Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54 Bab 54. Blame It All On Me.
55 Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56 Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57 Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58 Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59 Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60 Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61 Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62 Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63 Bab 63. Struggling.
64 Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65 Bab 65. Next To You, My Love.
66 Bab 66. What Does Jolene Want?
67 Bab 67. Winter Holiday Planning.
68 Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69 Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70 Bab 70. What A Nice Painting.
71 Bab 71. A Christmas Gift
72 Part 72. Into The Storm.
73 Part 73. Trapped By The She Devil.
74 Part 74. Aku Sakit, Max.
75 Part 75. Please Forgive Me.
76 Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77 Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78 Bab 78. I Believe In You.
79 Part 79. She Does What She Wants.
80 Part 80. This Isn't Over
81 Part 81. Obstacle Continues.
82 Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83 Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84 Bab 84. Tropical Love.
85 Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2
Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3
Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4
Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5
Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6
Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7
Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8
Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9
Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10
Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11
Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12
Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13
Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14
Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15
Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16
Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17
Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18
Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19
Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20
Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21
Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22
Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23
Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24
Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25
Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26
Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27
Bab 27. Another Day Of The pain.
28
Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29
Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30
Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31
Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32
Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33
Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34
Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35
Bab 35. Don't Do This To Me.
36
Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37
Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38
Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39
Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40
Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41
Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42
Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43
Bab 43. I Miss You Like Hell.
44
Bab 44. Where We heading?
45
Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46
Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47
Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48
Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49
Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50
Bab 50. Morning Glor-ny.
51
Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52
Bab 52. Past Stays In The Past.
53
Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54
Bab 54. Blame It All On Me.
55
Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56
Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57
Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58
Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59
Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60
Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61
Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62
Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63
Bab 63. Struggling.
64
Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65
Bab 65. Next To You, My Love.
66
Bab 66. What Does Jolene Want?
67
Bab 67. Winter Holiday Planning.
68
Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69
Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70
Bab 70. What A Nice Painting.
71
Bab 71. A Christmas Gift
72
Part 72. Into The Storm.
73
Part 73. Trapped By The She Devil.
74
Part 74. Aku Sakit, Max.
75
Part 75. Please Forgive Me.
76
Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77
Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78
Bab 78. I Believe In You.
79
Part 79. She Does What She Wants.
80
Part 80. This Isn't Over
81
Part 81. Obstacle Continues.
82
Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83
Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84
Bab 84. Tropical Love.
85
Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!