Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?

CAFÉ GEORGE V, CHAMPS ELYSÉES, PARIS.

Wulan menopang dagunya dengan kedua lengannya, menjadikan meja bundar di depannya sebagai tumpuan sikunya. Ia memandang ke arah bangunan melengkung yang berdiri dengan gagahnya di kejauhan sana. Salju tipis menyelimuti pepohonan tanpa daun yang tumbuh di sepanjang jalan.

Arc De Triomphe.

Monumen peninggalan Napoleon Bonaparte itu menjadi pemandangan segar sore hari yang dingin di Paris.

"Vanilla Café au Lait (kopi susu vanila), untuk Guru Bahasa Inggris yang baru."

Suara Damien membuat Wulan terkesiap. Pria itu datang membawa dua cangkir kopi.

"Merci (terimakasih)," ujar Wulan seraya meraih cangkir yang disodorkan Damien padanya.

Damien menarik kursi di bawah meja dan duduk di hadapan Wulan. Mencecap cangkir kopinya sembari menaikkan kedua alis tebalnya. "Mmm ... c'est très bon (ini enak sekali)," ujarnya memuji kopi yang baru saja diteguknya.

"Yeah," sahut Wulan menyetujui.

"Aku ingin tahu kau berasal dari mana? Thailand? Philippine? Atau ...."

"Indonesia."

"Ah, bon (ohya)?" Damien menunjukkan rasa tertariknya untuk mengetahui lebih dalam tentang Wulan. "Sudah berapa lama tinggal di Paris?"

"Lima tahun."

"Kau bekerja atau ...."

Wulan tersenyum kecut. "Aku mengikuti suamiku ... emm ... mantan suamiku."

"Owh, maaf," ujar Damien ketika dilihatnya air muka Wulan berubah muram.

"It's okay."

"Emm ... kuharap kau betah mengajar di Jean - Baptiste Say." Damien mencoba mengalihkan pembicaraan.

Wulan terbahak. "Aku tidak punya pilihan. Sulit mencari pekerjaan di Paris. Aku beruntung bisa diterima di sana. Padahal aku belum punya pengalaman apa pun sebagai seorang Guru," ujarnya. "Ngomong - ngomong, aku lulus dari Sorbonne setahun yang lalu."

"Benarkah?"

Wulan mengangguk.

"Very nice (bagus sekali)," ujar Damien dengan bahasa Inggris beraksen Perancisnya.

"Wulan," panggilnya.

"Oui (ya)?"

"Kalau kau butuh bantuan, bilang saja padaku. Aku sudah menjadi Guru Pembimbing selama tiga tahun di Jean - Baptiste Say. Aku sudah hafal tabiat anak - anak di sana. Hampir setiap hari ada siswa yang aku panggil ke ruanganku untuk aku beri bimbingan."

"Terimakasih, Damien," ucap Wulan seraya meneguk kopinya yang mulai dingin. Dilemparnya kembali pandangan pada Arc De Triomphe yang kini tampak indah dengan sorotan lampu - lampu jalanan yang membiaskan cahaya pada ornamen - ornamen yang menempel di dindingnya, membuat monumen kemenangan yang menjadi salah satu icon kota Paris itu terlihat elegan.

***

Wulan merapatkan mantel tebalnya demi menghalau hawa dingin yang begitu menusuk. Angin yang menerpa membuat wajahnya terasa kaku.

Minus dua derajat celcius jika diperkirakan suhunya.

Wulan mempercelat langkahnya menyelusuri trotoar luas yang lengang. Ingin rasanya ia cepat sampai di apartemennya dan berlindung di bawah selimut tebal di dalam kamarnya dengan penghangat ruangan yang menyala.

Ia menghentikan langkahnya ketika mendengar ada keributan di sebuah gang kecil yang berada beberapa meter di depannya.

Penasaran, Wulan melangkah pelan mendekati gang dan melongok ke dalam. Dia terperanjat ketika melihat ada dua orang pria berjaket hitam lengkap dengan hoodienya, tengah memukuli seorang remaja yang terdesak ke dinding gang.

"Max!" serunya. Ia terkejut mengetahui siapa remaja yang tengah dipukuli itu.

Dua orang pria itu menghentikan aksinya begitu melihat kehadiran Wulan. Lalu mendorong tubuh Max hingga tersungkur dan membentur kotak sampah.

"Awas kau!" ancam salah seorang dari mereka pada Max. Mereka berjalan melewati Wulan dan berlalu menjauh.

"Max, ça va toi (kau baik - baik saja)?" tanya Wulan seraya meraih tangan Max dan berusaha membantunya untuk berdiri. Namun Max menepisnya dengan kasar.

"Minggir!" serunya sembari mendorong tubuh Wulan dan berjalan melewatinya.

"Tunggu!" Wulan menarik lengan Max dan memaksa pemuda itu untuk berhenti. "Kenapa mereka memukulimu? Lihat wajahmu memar begini."

"Bukan urusanmu!" hardik Max.

"Hei, kalau kau punya masalah, kau bisa bicara denganku, Max."

Max menyeringai seraya menarik lengannya dari genggaman tangan Wulan dengan kasar dan menatap Wulan sinis.

"Je n'ai pas besoin de ton aide (aku tidak butuh bantuanmu)," ujarnya sembari berlalu meninggalkan Wulan.

"Max!" panggil Wulan. Namun pemuda itu tak bergeming dan terus berjalan menjauh.

Wulan menggeleng pelan. Dia termenung sejenak.

Ada apa dengan anak itu?

***

Max membuka pintu apartemennya pelan. Lampu ruangan langsung menyala dan seperti biasa, sang Ayah telah menunggunya. Satu botol minuman beralkohol yang telah kosong dilemparkan oleh pria paruh baya itu ke samping tempat duduknya.

"Kau baru pulang?" Sang Ayah terkekeh. "Tentunya kau mendapat banyak uang malam ini, Max?"

"Je n'ai pas d'argent (aku tidak punya uang)," jawabnya seraya melangkah menuju kamarnya.

"Mais, attends (tunggu)!" seru sang Ayah sembari bangkit dari duduknya dan menarik jaket Max.

"Aku tidak punya uang, Papa. Apa kau tidak lihat aku babak belur seperti ini, hah?"

"Memangnya aku peduli? Kau, harus membayar kematian Ibumu padaku, mengerti? Mana dompetmu?" Sang Ayah mengulurkan telapak tangannya dan menggerak - gerakkan jemarinya ke dalam, memberi isyarat pada Max untuk segera menyerahkan dompetnya.

Max merogoh saku jaketnya dan mengambil dompet di sana, lalu memberikannya pada sang Ayah.

Dengan kasar pria paruh baya itu merebut dompet di tangan Max. Wajahnya memerah begitu melihat isi dompet yang kosong.

Plakkk

Satu tamparan mendarat di pipinya.

"Mau mengerjaiku, ya?"

"Kau lihat sendiri aku tidak punya uang."

Sang Ayah menggeledah jaket dan celana Max dengan mata nanar. "Kau jangan main - main denganku, Max!"

Max mendorong tubuh sang Ayah yang sedikit sempoyongan karena pengaruh alkohol hingga terduduk di kursinya kembali. Lalu buru - buru melangkah menuju kamarnya. Menutup dan menguncinya rapat - rapat.

"Dasar anak tidak berguna!"

Terdengar suara makian sang Ayah di luar sana. Max terduduk lesu sembari menyandarkan punggungnya di pintu.

"Fils de pute (ba jingan)!" maki Max geram.

***

Wulan berlarian di koridor sekolah mengejar Etienne yang berjalan cepat menuju ke cafetaria.

"Etienne!" panggilnya pada pemuda berkulit hitam itu.

"Hei, Miss .. quoi de neuf (ada apa)?" tanya Etienne sembari memandang Wulan dengan mata genitnya.

"Kau tahu kenapa Max tidak masuk hari ini?"

"Max? Emm ... je sais pas (aku tidak tahu)."

Wulan menyentuh lengan Etienne pelan. "Ayolah, kau sahabat dekatnya. Kau pasti tahu apa yang terjadi padanya."

"Memangnya ada apa dengannya?"

"Aku hanya ingin tahu."

Etienne mencebik. "Kenapa kau ingin tahu?"

Wulan mendecak. "Aku ingin tahu ada masalah apa dengannya. Hei, kemarin aku melihat memar di wajahnya."

"Kau tidak ingin tahu ada masalah apa denganku, Miss?" Etienne menaik - naikkan alisnya menggoda Wulan.

"Etienne! Jangan bercanda!" seru Wulan kesal.

Etienne terkekeh. "Kau cantik sekali kalau sedang marah, Miss."

Tangan Wulan bergerak memukul ujung kepala Etienne. "Tidak ada gunanya bicara denganmu!" erangnya sembari bersungut - sungut meninggalkan Etienne.

Terdengar gelak tawa Etienne di balik punggungnya. Wulan memejamkan matanya sejenak sembari menggelengkan kepalanya pelan.

"Miss, mau kencan denganku tidak?" Etienne berseru padanya dari kejauhan.

Wulan mengangkat tangannya tanpa menoleh ke arah Etienne. Kembali terdengar suara gelak tawanya yang membuat Wulan memutar bola matanya jengah.

***

***

***

Terpopuler

Comments

Seikha Aludra

Seikha Aludra

Why max why?

2021-07-05

1

H!@t>🌟😉 Rekà J♡R@

H!@t>🌟😉 Rekà J♡R@

pemandanganx mantabb,, namun dingin yaa..ck,, -2 °C begitu beku dong klo stay diluar.🥶🥶🥶

2021-05-02

2

Cicik Imut

Cicik Imut

ettienne lucu

2021-04-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2 Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3 Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4 Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5 Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6 Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7 Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8 Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9 Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10 Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11 Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12 Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13 Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14 Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15 Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16 Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17 Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18 Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19 Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20 Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21 Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22 Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23 Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24 Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25 Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26 Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27 Bab 27. Another Day Of The pain.
28 Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29 Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30 Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31 Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32 Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33 Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34 Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35 Bab 35. Don't Do This To Me.
36 Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37 Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38 Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39 Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40 Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41 Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42 Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43 Bab 43. I Miss You Like Hell.
44 Bab 44. Where We heading?
45 Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46 Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47 Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48 Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49 Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50 Bab 50. Morning Glor-ny.
51 Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52 Bab 52. Past Stays In The Past.
53 Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54 Bab 54. Blame It All On Me.
55 Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56 Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57 Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58 Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59 Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60 Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61 Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62 Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63 Bab 63. Struggling.
64 Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65 Bab 65. Next To You, My Love.
66 Bab 66. What Does Jolene Want?
67 Bab 67. Winter Holiday Planning.
68 Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69 Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70 Bab 70. What A Nice Painting.
71 Bab 71. A Christmas Gift
72 Part 72. Into The Storm.
73 Part 73. Trapped By The She Devil.
74 Part 74. Aku Sakit, Max.
75 Part 75. Please Forgive Me.
76 Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77 Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78 Bab 78. I Believe In You.
79 Part 79. She Does What She Wants.
80 Part 80. This Isn't Over
81 Part 81. Obstacle Continues.
82 Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83 Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84 Bab 84. Tropical Love.
85 Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2
Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3
Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4
Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5
Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6
Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7
Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8
Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9
Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10
Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11
Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12
Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13
Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14
Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15
Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16
Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17
Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18
Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19
Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20
Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21
Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22
Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23
Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24
Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25
Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26
Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27
Bab 27. Another Day Of The pain.
28
Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29
Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30
Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31
Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32
Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33
Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34
Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35
Bab 35. Don't Do This To Me.
36
Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37
Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38
Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39
Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40
Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41
Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42
Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43
Bab 43. I Miss You Like Hell.
44
Bab 44. Where We heading?
45
Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46
Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47
Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48
Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49
Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50
Bab 50. Morning Glor-ny.
51
Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52
Bab 52. Past Stays In The Past.
53
Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54
Bab 54. Blame It All On Me.
55
Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56
Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57
Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58
Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59
Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60
Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61
Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62
Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63
Bab 63. Struggling.
64
Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65
Bab 65. Next To You, My Love.
66
Bab 66. What Does Jolene Want?
67
Bab 67. Winter Holiday Planning.
68
Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69
Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70
Bab 70. What A Nice Painting.
71
Bab 71. A Christmas Gift
72
Part 72. Into The Storm.
73
Part 73. Trapped By The She Devil.
74
Part 74. Aku Sakit, Max.
75
Part 75. Please Forgive Me.
76
Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77
Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78
Bab 78. I Believe In You.
79
Part 79. She Does What She Wants.
80
Part 80. This Isn't Over
81
Part 81. Obstacle Continues.
82
Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83
Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84
Bab 84. Tropical Love.
85
Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!