Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).

"Sebuah pelukan."

Max menundukkan kepala sembari mengusap rambutnya. Ia terlihat malu - malu. Namun sejurus kemudian ia membuka kedua tangannya, dan dengan wajah memelas meminta Wulan untuk segera memeluknya.

"Dalam mimpimu!" hardik Wulan seraya memukul ujung kepala Max. Lalu menekan luka di pelipis pemuda itu dengan keras.

"Auchh, sakit sekali, Miss." Max mengaduh sembari memegangi pelipisnya.

"You little rascal (dasar kau anak nakal)!" maki Wulan kesal. Namun kemudian ia menarik sudut bibirnya. Tersenyum tipis. Ekspresi wajah kesakitan anak bengal itu terlihat lucu. "Pulang sana!" usirnya.

"Boleh aku menginap di sini, Miss? Kepalaku sedikit pusing," pinta Max sembari memijit kepalanya.

"Kau bercanda, Max. Kau tidak boleh menginap di sini."

"Kenapa?"

"Karena ...." Wulan berusaha mencari - cari alasan untuk menolak permintaan Max. "Tidak enak dengan tetangga," lanjutnya asal.

Max terbahak. "Tidak masuk akal."

"Pokoknya kau harus pulang. Jangan membuat Ayahmu khawatir."

Max terbahak sekali lagi. "Ayahku tidak akan peduli," ujarnya. "S'il te plait (kumohon), Miss, aku janji tidak akan merepotkanmu." Max menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada, memohon pada Wulan.

Wulan menghela nafas dalam - dalam. Entah kenapa, sepasang mata biru itu membuatnya luluh. "Aku cuma punya satu kamar. Kau bisa tidur di sini." Ia menepuk - nepuk sofa yang sedang mereka duduki.

"Tidak apa - apa, Miss. Yang penting aku bisa dekat denganmu."

Dada Wulan berdesir mendengar ucapan Max. Ada semacam perasaan aneh bergelanyut dalam dadanya. Namun segera saja ia menepisnya.

"Aku akan mengambil bantal dan selimut untukmu."

Wulan beranjak dari duduknya dan melangkah menuju kamarnya. Mengambil satu selimut yang tak terlalu tebal, dan satu bantal. Lalu memberikannya pada Max.

"Merci, Miss."

Wulan hanya mengangguk. Ia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul sepuluh malam.

"Aku harus tidur, Max," ujarnya. Ia pun menguap beberapa kali. Entah dibuat - buat atau tidak, yang jelas, ia tidak ingin lama - lama berdekatan dengan anak itu. "Kalau kau merasa lapar, kau bisa menghangatkan makanan yang ada di kulkas."

"Okay."

"Bonne nuit (selamat malam), Max."

Max memandangi punggung Wulan yang beberapa saat kemudian menghilang di balik pintu kamarnya. Sesaat sebelum wanita itu mematikan lampu ruangan.

.

.

Wulan merasa tenggorokannya begitu kering. Ia pun beranjak dari ranjangnya dan memeriksa jam di ponselnya. Pukul dua dini hari. Ia berniat pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Sekalian saja mengecek keadaan Max yang tidur di ruang tamu.

Ia membuka pintu kamarnya perlahan. Sayup - sayup terdengar suara isak tangis yang tertahan dari arah sofa. Tangan Wulan meraih saklar lampu yang ada di sebelah pintu kamarnya.

Begitu lampu menyala, ia melihat Max yang sedang duduk di lantai menelungkupkan wajahnya ke lutut dan menyandarkan punggungnya di kaki sofa.

"Max? Ça va toi (kau baik - baik saja)?" tanya Wulan. Ia mendekat dan mengguncang punggung Max pelan.

Wulan mendecak sembari menggelengkan kepalanya begitu melihat dua botol anggur yang telah kosong tergeletak di atas meja.

"Anak ini!" ujarnya.

"Miss ...."

Max mengangkat kepalanya. Wajahnya yang kacau tampak basah oleh air mata. Kedua matanya sembab. Ia merangkak ke arah Wulan dan memeluk lutut Ibu Gurunya itu dengan erat.

"Max?" Ragu - ragu Wulan menyentuh rambut pemuda itu dan mengelusnya dengan lembut. Entah karena pengaruh alkohol atau apa, Max tampak begitu rapuh.

"Je suis fatigué (aku lelah), Miss," isaknya.

"Max, jangan begini. Kau mabuk."

"J'ai besoin de toi (aku membutuhkanmu)." Max kembali mengangkat kepalanya. Lalu beranjak dari lantai dan duduk di sebelah Wulan. Ia melingkarkan lengannya ke leher Wulan dan menelusupkan kepalanya di sana.

"Max, Max .. please, jangan begini." Wulan berusaha melepaskan pelukan Max dengan mendorong dada pemuda itu pelan. Namun rengkuhan Max cukup kuat. Ia sama sekali tak berniat melepaskan Wulan.

"Tolonglah, Miss .. peluk aku," pintanya setengah merintih. Ia semakin erat mendekap Wulan sembari mendusalkan wajah ke leher jenjangnya.

Ragu - ragu Wulan akhirnya meraih punggung Max dan mengelusnya lembut. Pikirnya, anak ini mungkin benar - benar butuh pelukan. Butuh seseorang untuk menampung apa pun yang sedang ia rasakan. Lagi pula, bukankah ini yang Wulan inginkan, dekat dengan Max, atau murid - muridnya yang lain.

"Wulan ...." Max menarik wajahnya dari leher Wulan. Pelan namun pasti, ia melepaskan jaket hoodienya, kemudian kaosnya, lalu melemparnya ke atas meja. Wulan terperangah menyaksikan pemandangan aneh di depan matanya itu. Sesaat otaknya berusaha mencerna apa yang sedang terjadi.

Max bertelanjang dada, menampakkan otot - otot dada dan perutnya yang mulai kokoh.

"Max .. apa .. yang .. kau .. lakukan?" Tenggorokannya seakan tercekat. Ia merasa seakan jantungnya tidak lagi berdetak dengan normal.

"Miss, aku belum pernah melakukannya dengan wanita mana pun."

A - apa?"

Max meraih dagu Wulan dan mendekatkan bibir padanya. Wulan terperangah. Untuk sekian detik lamanya ia seakan tak bisa menggerakkan tubuhnya. Ia hampir saja menerima pasrah perlakuan tak terduga murid bengalnya itu. Bahkan ia sempat memejamkan matanya. Menunggu ada sentuhan lembut di bibirnya. Mungkin.

Wulan terkesiap dan tersadar dari lamunannya. Seketika di dorongnya tubuh Max dengan kencang.

"Jangan kurang ajar, Max!" hardiknya seraya berdiri dan menyambar jaket serta kaos milik Max dan melemparkannya tepat di wajah pemuda itu.

"Keluar!" Wulan menunjuk ke arah pintu dengan muka yang telah merah padam.

"Miss .. aku ...."

"Pakai bajumu dan keluar, Max. Sekarang!" teriak Wulan.

"Miss, maafkan aku .. aku terbawa suasana. Aku ...," ucap Max terbata sembari memakai kaos dan jaketnya.

Wulan berjalan cepat ke arah pintu dan membukanya lebar - lebar. Lalu dengan gerakan kepalanya ia memberi titah pada Max untuk segera pergi.

Max berjalan mendekat ke arah Wulan dan berusaha untuk meraih lengannya. Namun dengan cepat Wulan menepisnya.

"Maafkan aku," ucap Max memelas.

Bahkan Wulan tak mampu memandang ke arah Max. Ia mendorong tubuh pemuda itu keluar dan menutup pintu rapat - rapat.

Ia menyandarkan punggungnya pada pintu sembari menarik nafasnya dalam - dalam. Menggeleng, membenturkan kepalanya ke belakang pelan, lalu menangkup keningnya dengan kedua telapak tangan.

Badannya pelan merangsek turun. Kini ia terduduk menyandarkan kepalanya ke pintu. Mendongak, berusaha mencegah buliran embun yang muncul dari sudut matanya.

Entah perasaan macam apa ini.

***

***

***

Terpopuler

Comments

Seikha Aludra

Seikha Aludra

Botcah dewasa sebelum waktunya kah🤣

2021-07-07

0

Daisy🇵🇸HilVi

Daisy🇵🇸HilVi

hais almost

2021-05-29

1

Emi Wash

Emi Wash

aduh dd max....mau ngapain coba?

2021-05-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2 Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3 Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4 Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5 Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6 Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7 Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8 Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9 Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10 Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11 Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12 Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13 Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14 Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15 Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16 Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17 Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18 Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19 Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20 Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21 Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22 Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23 Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24 Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25 Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26 Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27 Bab 27. Another Day Of The pain.
28 Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29 Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30 Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31 Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32 Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33 Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34 Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35 Bab 35. Don't Do This To Me.
36 Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37 Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38 Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39 Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40 Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41 Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42 Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43 Bab 43. I Miss You Like Hell.
44 Bab 44. Where We heading?
45 Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46 Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47 Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48 Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49 Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50 Bab 50. Morning Glor-ny.
51 Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52 Bab 52. Past Stays In The Past.
53 Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54 Bab 54. Blame It All On Me.
55 Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56 Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57 Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58 Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59 Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60 Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61 Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62 Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63 Bab 63. Struggling.
64 Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65 Bab 65. Next To You, My Love.
66 Bab 66. What Does Jolene Want?
67 Bab 67. Winter Holiday Planning.
68 Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69 Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70 Bab 70. What A Nice Painting.
71 Bab 71. A Christmas Gift
72 Part 72. Into The Storm.
73 Part 73. Trapped By The She Devil.
74 Part 74. Aku Sakit, Max.
75 Part 75. Please Forgive Me.
76 Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77 Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78 Bab 78. I Believe In You.
79 Part 79. She Does What She Wants.
80 Part 80. This Isn't Over
81 Part 81. Obstacle Continues.
82 Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83 Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84 Bab 84. Tropical Love.
85 Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2
Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3
Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4
Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5
Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6
Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7
Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8
Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9
Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10
Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11
Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12
Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13
Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14
Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15
Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16
Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17
Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18
Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19
Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20
Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21
Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22
Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23
Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24
Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25
Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26
Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27
Bab 27. Another Day Of The pain.
28
Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29
Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30
Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31
Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32
Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33
Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34
Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35
Bab 35. Don't Do This To Me.
36
Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37
Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38
Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39
Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40
Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41
Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42
Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43
Bab 43. I Miss You Like Hell.
44
Bab 44. Where We heading?
45
Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46
Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47
Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48
Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49
Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50
Bab 50. Morning Glor-ny.
51
Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52
Bab 52. Past Stays In The Past.
53
Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54
Bab 54. Blame It All On Me.
55
Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56
Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57
Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58
Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59
Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60
Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61
Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62
Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63
Bab 63. Struggling.
64
Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65
Bab 65. Next To You, My Love.
66
Bab 66. What Does Jolene Want?
67
Bab 67. Winter Holiday Planning.
68
Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69
Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70
Bab 70. What A Nice Painting.
71
Bab 71. A Christmas Gift
72
Part 72. Into The Storm.
73
Part 73. Trapped By The She Devil.
74
Part 74. Aku Sakit, Max.
75
Part 75. Please Forgive Me.
76
Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77
Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78
Bab 78. I Believe In You.
79
Part 79. She Does What She Wants.
80
Part 80. This Isn't Over
81
Part 81. Obstacle Continues.
82
Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83
Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84
Bab 84. Tropical Love.
85
Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!