Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).

Wulan melangkah gontai masuk ke dalam apartemennya. Dilemparnya mantel dan tasnya sembarang. Lalu ia berbaring lesu di atas ranjangnya.

Keterlaluan Si Max ini.

Ia memukul - mukul kasurnya geram. Lalu berbaring terlentang memandangi langit - langit kamarnya. Dirabanya saku celana guna mengambil ponselnya.

Wulan menggulir layar ponsel ke atas lalu kebawah, dan sebaliknya. Matanya tertuju pada satu nama di deretan kontak.

Pierre.

Ia menghembuskan nafasnya kasar. Tak yakin akan menelpon mantan suaminya itu untuk meminta bantuan. Tetapi jika harus menunggu sampai gaji turun artinya bulan ini ia akan menunggak membayar sewa. Bisa - bisa ia didepak dari sini. Paris tidak main - main mengenai hal ini.

Wulan meremas wajahnya frustrasi. Dadanya mendidih penuh amarah. Atau kasihan, mungkin. Amarah dan kasihan.

***

LYCÉE JEAN - BAPTISTE SAY, SURESNES.

Wulan menyapu pandangannya ke seluruh ruangan kelas dengan wajah muram. Ia mencari sosok Max. Namun kursi yang biasa pemuda itu duduki kosong.

Sialan.

Seisi kelas gaduh seperti biasanya. Tak bergeming dengan kehadiran Wulan di sana.

Wulan berjalan mendekati Etienne yang tengah sibuk mengobrol dengan dua temannya. Chen dan Frederick.

Ia mengetuk - ngetuk meja Etienne dengan punggung tangannya yang terkepal. Meminta perhatian pemuda itu.

"Mana Max?" tanya Wulan.

"Kenapa kau selalu menanyakan Max, Miss?" tanya Etienne.

"Aku mau tahu di mana alamat rumahnya."

"Kau menyukai Max, Miss?" goda Etienne disambut gelak tawa Chen dan Fred.

Kesal, Wulan mencengkeram lengan Etienne keras.

"Aauch, sakit, Miss," rengek Etienne.

"Beri tahu aku di mana alamat Max!" seru Wulan.

"Ben, Stalingrad (ya, stalingrad)," sahut Etienne dengan wajah polosnya.

Wulan menggebrak meja dengan keras. Menumpahkan kekesalannya di sana.

"Aku tahu rumahnya di Stalingrad. Gedung yang mana?" bentak Wulan.

"Ada apa denganmu, Miss? Kau memang menyukainya ya, sampai - sampai kau mencari alamatnya?"

Rasanya Wulan hendak mencekik pemuda bengal di hadapannya ini. Ia terdiam sejenak. Mengatur nafasnya guna mengendalikan amarahnya yang hampir saja meledak.

"Etienne ...." Wulan menurunkan nada bicaranya. "Kalau kau bertemu Max, bilang padanya aku mencarinya, d'accord(oke)?"

"Okay, Miss." Etienne mengangkat jempolnya.

Wulan bergantian menatap tajam sekilas pada Etienne, Chen dan Fred. Kemudian melangkah menuju ke arah papan tulis.

Past tense.

Wulan menuliskan dua kata di sana.

"Ada yang yang sudah tahu apa itu past tense?" serunya.

Hanya kegaduhan yang terdengar.

"Baiklah, kalian semua sudah tahu. Bravo!" sindir Wulan.

***

Etienne menghampiri Max yang tengah menyandarkan punggungnya di gang sempit dekat apartemennya. Merebut rokok yang tengah dihisap Max, dan ikut menyandarkan punggung di sampingnya.

"Hei, Miss Wulan mencarimu."

Max tak bergeming.

"Kau berhasil mencuri uang darinya?"

"Oui (ya)."

Etienne terbahak. "Pantas saja kemarin dia terlihat garang di kelas."

"Aku akan mengembalikannya," ujar Max sembari merebut kembali rokok di tangan Etienne.

"Kau sudah menyetorkan uang pada Nicholas dan Havier?"

"Aku sudah menyetorkannya."

"Lalu, bagaimana kau akan mengembalikan uang Miss Wulan?"

"Akan kupikirkan nanti."

Etienne mendecak. "Lagi pula untuk apa dikembalikan. Kau ingin berbuat baik atau bagaimana?"

"Je sais pas (aku tidak tahu)." Max mengedikkan bahunya.

"Terserah kau saja," sahut Etienne asal. "Mana bungkus rokoknya?"

Max merogoh saku jaketnya dan memberikan sebungkus rokok pada Etienne.

***

Sudah tiga hari ini Max tidak menampakkan batang hidungnya di sekolah. Wulan menjadi gusar dibuatnya. Sementara Etienne dan teman - temannya tidak mau memberinya alamat Max. Kalau begini caranya ia memang harus ke Stalingrad mencari sendiri keberadaan anak itu dan meminta pertanggung jawaban.

Wulan berdiri di antara gedung - gedung kumuh area yang terkenal rawan itu. Tak bisa dipungkiri rasa takut sedikit banyak menyerangnya.

Catcalling (pelecehan secara verbal), ia terima dari penghuni Stalingrad sejak ia masuk kawasan itu beberapa menit lalu.

Ia menghela nafas dalam - dalam. Akan mulai dari mana ia mencari alamat anak itu.

Stalingrad cukup luas.

Mata Wulan tertuju pada segerombolan pemuda yang tengah bercengkrama di sudut gedung apartemen lima lantai dengan cat dinding yang telah kusam. Ia memberanikan diri untuk menghambiri mereka, berniat untuk menanyakan alamat Max.

"Excusez - moi (permisi) ...."

Para memuda itu menoleh ke arah Wulan. Terlihat mereka saling berbicara satu sama lain, tanpa melepaskan pandangan pada Wulan. Senyum - senyum jahil mulai tersungging dari bibir mereka.

"Wow, ada wanita cantik." Seorang pemuda berwajah Timur Tengah dengan rambut bercat merahnya mendekat pada Wulan. "Ada yang bisa aku bantu?" tanyanya sembari menyisir rambut dengan jemarinya.

"Apa kau mengenal seorang anak bernama Maximilian Guillaume?" tanya Wulan. Ia bersikap waspada ketika para pemuda yang lain mulai mengelilinginya.

"Guillaume? Max? Yaaa .. tentu saja," jawab Si Rambut Merah. "Ada perlu apa, Nona?"

"Aku ingin tahu di mana alamatnya."

"Oowh .. kau mau aku memberitahumu alamat Max?"

Wulan mengangguk. Si Rambut Merah tertawa seraya memandang teman - temannya.

"Boleh saja. Asal kau temani dulu kami di sini," ujarnya seraya meraih lengan Wulan.

Wulan langsung saja menepis cekalan tangan Si Rambut Merah dan mendorong pemuda itu hingga mundur beberapa langkah.

"Wah, berani sekali kau?" hardiknya seraya mendekati Wulan kembali.

"Malik!!"

Seseorang berseru dari arah belakang. Wulan mendapati Max berdiri tak jauh darinya. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku jaketnya. Ekspresi mukanya datar.

"Hei, Max .. ada yang mencarimu!" Rambut Merah yang dipanggil dengan nama Malik itu berseru.

"Ya, dia temanku," sahut Max sembari melangkah mendekati Wulan dan meraih lengannya kemudian membawanya pergi menjauh dari Malik dan gerombolannya.

Begitu sampai di dekat gang sepi di antara gedung - gedung apartemen, Wulan menarik lengannya kasar.

"Dasar kau anak kurang ajar!" seru Wulan sembari mendesak tubuh Max ke dinding. "Kenapa kau mencuri uangku?"

"Aku hanya meminjamnya," ujar Max membela diri.

"Meminjam tanpa sepengetahuan pemiliknya itu sama saja dengan mencuri!" bentak Wulan geram.

Max merogoh sakunya dan menyodorkan lima lembar 100 euro pada Wulan.

"Je suis désolé, Madame (aku minta maaf, Bu)," ucapnya.

Wulan yang tadinya hampir saja tak bisa membendung amarahnya kini berangsur - angsur melunak. Tatapannya pun melembut. Pelan dia mengambil lembaran - lembaran hijau bergambar jendela era Baroque dan Rococo itu. Kemudian memasukkannya ke dalam tasnya.

"Dari mana kau mendapatkan uangnya?" tanya Wulan setengah menginterogasi.

"C'est pas important (itu tidak penting)."

"Merci (terimakasih)," ucap Wulan.

Max tersenyum tipis seraya mengelus tengkuknya canggung.

"Jangan ulangi lagi!" hardik Wulan seraya menunjuk wajah Max.

Max mengangkat kedua tangannya sembari mencebikkan bibirnya.

"Jangan membolos lagi!" seru Wulan. "A demain (sampai besok)," sambungnya seraya berlalu.

"Eemm .. Miss!" panggil Max seketika membuat langkah Wulan terhenti. "Aku antar sampai keluar Stalingrad, ya?"

"Tidak usah."

Max mendecak. Tanpa menunggu persetujuan Wulan, ia berjalan mensejajarkan langkah dengannya. Tatapannya lurus ke depan tanpa menoleh ke arah Wulan. Wajahnya angkuh seperti biasa.

"Aku bilang tidak usah!"

***

***

***

Terpopuler

Comments

𝕭𝖚𝖊 𝕭𝖎𝖒𝖆 💱

𝕭𝖚𝖊 𝕭𝖎𝖒𝖆 💱

eehhhmm...mulai marahon..

2021-06-08

0

Theresia Setyawati

Theresia Setyawati

seperti nya aq mencium aroma2 guru dan murid niyh...

2021-04-16

1

⛤Mursini Zahwa🆘

⛤Mursini Zahwa🆘

aku suka..aku suka😗😗😗

2021-04-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2 Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3 Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4 Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5 Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6 Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7 Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8 Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9 Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10 Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11 Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12 Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13 Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14 Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15 Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16 Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17 Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18 Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19 Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20 Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21 Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22 Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23 Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24 Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25 Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26 Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27 Bab 27. Another Day Of The pain.
28 Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29 Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30 Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31 Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32 Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33 Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34 Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35 Bab 35. Don't Do This To Me.
36 Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37 Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38 Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39 Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40 Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41 Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42 Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43 Bab 43. I Miss You Like Hell.
44 Bab 44. Where We heading?
45 Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46 Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47 Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48 Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49 Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50 Bab 50. Morning Glor-ny.
51 Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52 Bab 52. Past Stays In The Past.
53 Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54 Bab 54. Blame It All On Me.
55 Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56 Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57 Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58 Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59 Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60 Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61 Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62 Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63 Bab 63. Struggling.
64 Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65 Bab 65. Next To You, My Love.
66 Bab 66. What Does Jolene Want?
67 Bab 67. Winter Holiday Planning.
68 Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69 Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70 Bab 70. What A Nice Painting.
71 Bab 71. A Christmas Gift
72 Part 72. Into The Storm.
73 Part 73. Trapped By The She Devil.
74 Part 74. Aku Sakit, Max.
75 Part 75. Please Forgive Me.
76 Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77 Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78 Bab 78. I Believe In You.
79 Part 79. She Does What She Wants.
80 Part 80. This Isn't Over
81 Part 81. Obstacle Continues.
82 Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83 Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84 Bab 84. Tropical Love.
85 Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2
Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3
Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4
Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5
Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6
Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7
Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8
Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9
Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10
Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11
Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12
Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13
Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14
Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15
Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16
Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17
Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18
Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19
Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20
Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21
Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22
Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23
Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24
Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25
Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26
Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27
Bab 27. Another Day Of The pain.
28
Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29
Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30
Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31
Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32
Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33
Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34
Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35
Bab 35. Don't Do This To Me.
36
Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37
Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38
Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39
Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40
Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41
Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42
Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43
Bab 43. I Miss You Like Hell.
44
Bab 44. Where We heading?
45
Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46
Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47
Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48
Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49
Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50
Bab 50. Morning Glor-ny.
51
Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52
Bab 52. Past Stays In The Past.
53
Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54
Bab 54. Blame It All On Me.
55
Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56
Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57
Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58
Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59
Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60
Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61
Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62
Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63
Bab 63. Struggling.
64
Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65
Bab 65. Next To You, My Love.
66
Bab 66. What Does Jolene Want?
67
Bab 67. Winter Holiday Planning.
68
Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69
Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70
Bab 70. What A Nice Painting.
71
Bab 71. A Christmas Gift
72
Part 72. Into The Storm.
73
Part 73. Trapped By The She Devil.
74
Part 74. Aku Sakit, Max.
75
Part 75. Please Forgive Me.
76
Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77
Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78
Bab 78. I Believe In You.
79
Part 79. She Does What She Wants.
80
Part 80. This Isn't Over
81
Part 81. Obstacle Continues.
82
Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83
Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84
Bab 84. Tropical Love.
85
Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!