Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).

Wulan tertegun memandangi lukisan dirinya, hasil goresan tangan Max yang telah ia bingkai rapi dan ia pasang di dinding ruang tamu apartemennya.

Ia tersenyum simpul.

Wajah serius Max ketika sedang melukis, tergambar jelas di benaknya. Terlihat lebih dewasa dari umurnya. Ketika mata birunya yang indah itu beradu dengan matanya, Wulan merasakan ada sesuatu hal aneh yang membuat dadanya, berdebar.

Membayangkannya saja membuat dadanya kembali berdesir.

Wulan, don't ever think about it (jangan coba - coba berpikir tentang itu).

Ia hanya sedang kesepian saja.

Dan kehadiran Max dengan segala permasalahan yang ia punya, sedikit banyak mampu mengalihkan pikirannya dari luka hati yang belum juga mengering.

Iya, hanya itu saja. Max sama dengan murid - muridnya yang lain. Mereka butuh perhatian dan butuh pendekatan.

Wulan menghela nafas dalam - dalam.

Ia berjalan pelan masuk ke dalam kamarnya. Mengganti pakaiannya dengan pijama, lalu berbaring di atas ranjang dan menarik selimut tebal menutupi badannya hingga ke leher.

Matanya menerawang menatap langit - langit kamar. Ia menoleh ke sampingnya. Bayangan Pierre yang tengah tertidur di sana menyusupi pikirannya. Sudah satu tahun lamanya sejak Pierre mengemasi barang - barangnya dan melangkah pergi. Namun terasa seperti baru saja terjadi kemarin. Masih segar dalam ingatannya.

Suara sirine mobil polisi yang sedang berpatroli meraung - raung di luar sana. Menjadi nyanyian sebelum tidur di setiap malam - malamnya.

Wulan berusaha memejamkan mata. Mengatur nafasnya pelan guna menetralkan pikirannya.

.

.

"Apa kabar, Wulan?"

"Ah, perkenalkan ini Amelie, calon isteriku."

Wulan terbelalak. Calon isteri? Secepat itukah?

Pierre menyeringai. Sementara Amelie, wanita berambut pirang dengan dandanan modis itu terbahak.

Amelie menunjuk wajah Wulan sembari terus mentertawakannya. Bahkan suara wanita itu terdengar menggaung memenuhi telinganya.

"Hentikan!" seru Wulan sembari menutup kedua telinga dengan telapak tangannya.

"Kau pecundang, Wulan!"

"Lihat dirimu, menyedihkan."

"Menyedihkan!"

"Menyedihkan!"

Wulan berlutut sembari terus menutup telinganya. Mencoba mengusir suara - suara yang bersahut - sahutan di kepalanya.

"Miss!"

Tangan kokoh Max meraih lengannya dan menariknya ke dalam pelukannya. Wulan merasa seakan - akan dunia berputar. Dan lantai tempatnya berpijak ambruk ke dasar bumi.

Wulan terbelalak ketika mendapati dirinya berada di pelukan Max. Bukan sembarang Max. Ia bersayap putih. Ia membawanya terbang naik ke langit.

Max membawanya mendarat di sebuah padang rumput luas nan indah. Mata birunya menatapnya penuh damba.

Entah bagaimana, bibir Max kini telah memagut bibirnya dengan lembut. Sangat lembut, namun dingin. Seperti salju.

"Je t'aime (aku mencintaimu), Miss Wulan."

.

.

Wulan terhenyak. Ia membuka matanya pelan. Nafasnya memburu. Ia menelan ludahnya, untuk membasahi tenggorokannya yang kering.

Ia meraih ponsel di atas nakas. Mengerjap - ngerjapkan matanya untuk melihat dengan jelas kiranya sekarang jam berapa.

Pukul satu dini hari.

Wulan mengusap wajahnya pelan. Mimpi macam apa itu. Dadanya berdegup kencang.

"Ya Tuhan ...."

***

LYCÉE JEAN - BAPTISTE SAY, SURESNES.

"Kau baik - baik saja?" tanya Damien. Ia memperhatikan wajah Wulan yang terlihat sayu. Tertunduk sembari mengaduk secangkir kopi yang sedari tadi tak kunjung dicecapnya.

"Ah, ya, aku baik - baik saja," jawab Wulan sembari menyunggingkan senyumnya. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kafetaria sekolah. Namun, kepalanya dipenuhi oleh bayangan mimpinya semalam.

"Kau belum mengiyakan ajakanku makan malam."

"Makan malam?" Wulan terkesiap.

"Iya, akhir pekan ini."

"Emm .. aku sudah punya janji akhir pekan ini."

Damien memanyunkan bibirnya. "Hari minggu, mungkin?"

"Maaf, Damien, aku selalu menghabiskan hari minggu untuk beristirahat total."

"Bagaimana kalau minggu depan?" tawar Damien sembari menyentuhkan telapak tangannya pada lengan Wulan.

Ia buru - buru menarik lengannya dengan canggung. "We'll see (kita lihat nanti)."

"D'accord (oke)."

.

.

Di sudut kafetaria, Nadia menatap tajam pada dua orang Guru yang tengah mengobrol di sudut lainnya. Wajah khas Timur Tengahnya terlihat geram. Kedua telapak tangannya mengepal.

Ia menggeleng. Ia benar - benar tidak suka dengan pemandangan itu. Damien dan Guru baru itu terlihat akrab. Hal itu benar - benar membuat Nadia marah. Ingin rasanya ia menyiram wanita itu dengan segelas lemon juice di atas mejanya itu.

Ia cemburu.

.

.

Nadia berdiri menyandarkan punggungnya di dinding koridor. Sembari tatapannya tajam mengarah pada dua orang Guru yang tengah berjalan berdua mendekat ke arahnya.

Ia memikirkan sesuatu. Ia ingin membuat Damien marah. Matanya beralih pada Max dan Etienne yang tengah bercengkrama di depan loker mereka.

Nadia menarik nafas dalam - dalam. Begitu Damien dan Wulan mulai mendekat, ia melangkah ke arah Max dan membalikkan badan pemuda itu.

Diraihnya leher Max dan dilu matnya bibir tipisnya dengan rakus. Max yang tak sempat menghindar kini berusaha melepaskan dirinya dengan mendorong bahu Nadia keras.

"Hei, jangan berciuman di lingkungan sekolah!" seru Damien yang terpaksa menghentikan langkahnya melihat adegan tidak senonoh yang dilakukan dua anak itu.

Wulan yang berada di sebelah Damien terbelalak kaget. Begitu juga dengan Max. Wajahnya terlihat pucat. Menatap Wulan dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan.

Nadia tersenyum miring. Misinya berhasil. Semoga saja. Sementara Etienne, seperti biasa, tampak kebingungan.

"Kalian berdua nanti keruanganku!" ujar Damien dengan suara tinggi. Lalu dengan langkah cepat ia pun berlalu.

Wulan menatap Max sekilas. Hanya sepersekian detik mata mereka bertemu. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia pun berlalu.

Max hanya bisa pasrah memandangi kepergian Wulan. Kini ia berbalik dan mendorong Nadia ke dinding.

"Qu'est - ce que tu fais (apa yang kau lakukan)!" bentaknya pada Nadia yang masih saja menyunggingkan senyum puasnya.

"Merci (terimakasih), Max," ujarnya dengan nada mengejek. Lalu mendorong dada Max dan meninggalkan pemuda itu dengan amarahnya yang meluap.

Etienne yang tidak mengerti apa pun hanya membulatkan matanya dan memasang wajah bengong.

"Merde (sialan)!" maki Max sembari memukul pintu lokernya keras.

***

***

***

Terpopuler

Comments

nyiuhh

nyiuhh

novelnya bagus thorrr...beda dr yg aku baca sebelumnya...btw, aq mampir kesini coz komen mom Sephinasera...novelis fav ku

2021-07-10

0

𝕭𝖚𝖊 𝕭𝖎𝖒𝖆 💱

𝕭𝖚𝖊 𝕭𝖎𝖒𝖆 💱

iiiiishh..awalnya cmn mimpi...kok kenyataannya menyebalkan..🤔🤔🤔

2021-06-08

0

Emi Wash

Emi Wash

anak2 labil....

2021-05-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2 Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3 Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4 Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5 Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6 Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7 Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8 Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9 Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10 Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11 Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12 Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13 Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14 Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15 Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16 Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17 Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18 Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19 Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20 Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21 Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22 Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23 Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24 Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25 Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26 Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27 Bab 27. Another Day Of The pain.
28 Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29 Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30 Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31 Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32 Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33 Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34 Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35 Bab 35. Don't Do This To Me.
36 Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37 Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38 Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39 Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40 Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41 Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42 Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43 Bab 43. I Miss You Like Hell.
44 Bab 44. Where We heading?
45 Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46 Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47 Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48 Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49 Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50 Bab 50. Morning Glor-ny.
51 Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52 Bab 52. Past Stays In The Past.
53 Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54 Bab 54. Blame It All On Me.
55 Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56 Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57 Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58 Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59 Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60 Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61 Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62 Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63 Bab 63. Struggling.
64 Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65 Bab 65. Next To You, My Love.
66 Bab 66. What Does Jolene Want?
67 Bab 67. Winter Holiday Planning.
68 Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69 Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70 Bab 70. What A Nice Painting.
71 Bab 71. A Christmas Gift
72 Part 72. Into The Storm.
73 Part 73. Trapped By The She Devil.
74 Part 74. Aku Sakit, Max.
75 Part 75. Please Forgive Me.
76 Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77 Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78 Bab 78. I Believe In You.
79 Part 79. She Does What She Wants.
80 Part 80. This Isn't Over
81 Part 81. Obstacle Continues.
82 Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83 Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84 Bab 84. Tropical Love.
85 Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 Adieu Le Passé (Selamat Tinggal Masa Lalu).
2
Bab 2. J'ai Besoin De Ce Boulot (Aku Butuh Pekerjaan Ini)
3
Bab 3 . C'est Qui? C'est Max (Siapa Dia? Dia Max)
4
Bab 4. Max Avec Son Probléme (Max Dengan Masalahnya).
5
Bab 5. Je m'appelle Damien Arsenault (Namaku Damien Arsenault).
6
Bab 6. Max, Ça Va Toi? (Max, Kau Baik - Baik Saja)?
7
Bab 7. Pourquoi Tu Fais Ça, Max (Kenapa Kau Lakukan Itu, Max)?
8
Bab 8. Je Suis Désolé, Madame (Maafkan aku, Bu).
9
Bab 9. Tu As Attiré Mon Attention (Kau Menarik Perhatianku).
10
Bab 10. Lui Et Sa Passion (Dia dan Gairahnya).
11
Bab 11. The Burden I Have To Carry (Beban Yang Harus Kutanggung).
12
Bab 12. I Just Wanna Help (Aku Hanya Ingin Membantu).
13
Bab 13. Fais Attention, Wulan (Berhati - hatilah, Wulan)!
14
Bab 14. Let Me Draw You (Biarkan Aku Menggambarmu).
15
Bab 15. Son Bon cœur ( Hatinya Yang Baik).
16
Bab 16. If Only You Knew (Andai Kau Tahu).
17
Bab 17. Don't Ever Think About It (Jangan Coba - Coba Berpikir Tentang Itu).
18
Bab 18. Nothing To Be Sorry For (Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan).
19
Bab 19. You Little Rascal (Dasar Kau Anak Nakal).
20
Bab 20. Tu Me Manque (Aku Rindu Padamu).
21
Bab 21. Why Do I Wish It Was You (Kenapa Aku Berharap Itu Kau).
22
Bab 22. T'es Tres Belle Aujourd'hui (Kau Cantik Sekali Hari Ini).
23
Bab 23. She's Just A Friend (Dia Hanya Teman), Miss.
24
Bab 24. Je Suis Là Pour Toi ( Aku Di Sini Untukmu), Miss.
25
Bab 25. Don't Touch Her (Jangan Sentuh Dia).
26
Bab 26. Lonely Heart And Angry Mind.
27
Bab 27. Another Day Of The pain.
28
Bab 28. T'es Ou (Kau Di mana)?
29
Bab 29. Can I Borrow Your Shoulder (Bisa Aku Pinjam Bahumu)?
30
Bab 30. I Am Screwed (Aku Kacau).
31
Bab 31. I'm Keeping An Eye On You (Aku Mengawasimu).
32
Bab 32. How Do I Get To Your Heart (Bagaimana Caranya Meraih Hatimu).
33
Bab 33. Oh Mon Dieu (Ya Tuhan).
34
Bab 34. Je Dois Arrêter Ça (Aku Harus Menghentikan Ini).
35
Bab 35. Don't Do This To Me.
36
Bab 36. C'est Qui Christophe (Siapa Itu Christophe)?
37
Bab 37. The More I Deny My Feeling, The More It Grows.
38
Bab 38. My Gaze Belongs To You (Tatapanku Itu Milikmu).
39
Bab 39. Karma Has No Menu. You Got Served What You Deserve (1).
40
Bab 40. Karma Has No Menu, You Got Served What You Deserve (2).
41
Bab 41. Bittersweet Seventeen.
42
Bab 42. Everybody Needs Some Time On Their Own.
43
Bab 43. I Miss You Like Hell.
44
Bab 44. Where We heading?
45
Bab 45. Je Veux Parler Avec Toi, Papa (Aku Ingin Bicara Denganmu, Papa).
46
Bab 46. J'ai Peur (Aku Takut).
47
Bab 47. Your Body Is A Wonderland.
48
Bab 48. Elle S'appelle Jolene Dupont (Namanya Jolene Dupont).
49
Bab 49. I Wanna Celebrate Something (Aku Ingin Merayakan Sesuatu), Miss.
50
Bab 50. Morning Glor-ny.
51
Bab 51. Your Scent Calms Me Down (Aroma Tubuhmu Menenangkanku).
52
Bab 52. Past Stays In The Past.
53
Bab 53. Why Did He Hold You Like That?
54
Bab 54. Blame It All On Me.
55
Bab 55. Don't Get Mad, I'm Just Joking, Miss.
56
Bab 56. Lui Pour Moi, Moi Pour Lui (Aku untuk Dia, Dia Untuk Aku).
57
Bab 57. You're Holding A Ticking Time Bomb.
58
Bab 58. It's Not That Easy (Tidak Semudah Itu).
59
Bab 59. I Am Really In A Bad Mood.
60
Bab 60. A Doubtful Heart (Hati Yang Penuh Keraguan).
61
Bab 61. When I Look Into Your Eyes.
62
Bab 62. C'est Fini (Semua Telah Berakhir)?
63
Bab 63. Struggling.
64
Bab 64. This Pain Is Just So Real. I can't Take It!
65
Bab 65. Next To You, My Love.
66
Bab 66. What Does Jolene Want?
67
Bab 67. Winter Holiday Planning.
68
Bab 68. Elle Est Indonesienne, Ta Copine?
69
Bab 69. I Adore You, I Value You, I Treasure You.
70
Bab 70. What A Nice Painting.
71
Bab 71. A Christmas Gift
72
Part 72. Into The Storm.
73
Part 73. Trapped By The She Devil.
74
Part 74. Aku Sakit, Max.
75
Part 75. Please Forgive Me.
76
Bab 76. Nothing's Gonna Hurt You, Baby.
77
Bab 77. She Makes Me A Better Man.
78
Bab 78. I Believe In You.
79
Part 79. She Does What She Wants.
80
Part 80. This Isn't Over
81
Part 81. Obstacle Continues.
82
Bab 82. You Get What You Deserve (1).
83
Bab 83. You Get What You Deserve (2).
84
Bab 84. Tropical Love.
85
Part 85. To Love, Laughter, And Happily Ever After (The End).

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!