Ayam berkokok pertanda sudah pagi, dua pasangan aneh di dunia ini sudah nampak terbangun dari tidurnya, mereka dalam posisi duduk di ranjang saling menatap tajam.
Sesekali mereka melirik kamar mandi yang ada di kamar itu.
Awas kau! Ku bikin terlambat hari ini. Batin Sean.
Hey aku tidak sebodoh itu! Batin Mauren.
Tanpa aba-aba mereka langsung lari ke kamar mandi seperti sedang berlomba, mereka saling menarik baju satu sama lain supaya mereka bisa masuk ke kamar mandi duluan.
Tetapi tiba-tiba Sean jatuh terpeleset di depan kamar mandi dan membuatnya berteriak.
"Aaaaah.... Kaki ku terkilir," ucap Sean meringis kesakitan.
Mauren yang memenangkan lomba masuk kamar mandi akhirnya memutuskan keluar lagi untuk melihat keadaan Sean, ia khawatir karena Sean berteriak keras.
"Oppa tidak apa-apa? Mana yang sakit?"
Seketika Sean menatap tajam ke arah Mauren, ia tersenyum menyeringai.
Dengan cepat ia mendorong Mauren ke ranjang dan dia malah berlari masuk ke kamar mandi.
"Oppa. Buka pintunya! Awas kau oppa!"
Beberapa menit kemudian Sean keluar dari kamar mandi dengan tersenyum girang. Dia puas telah mengerjai istrinya itu
Mauren begitu kesal lalu dengan sengaja memegang sang ular dan merem*snya membuat Sean kesakitan.
"Gadis gila kau!"
"Wek!" ucap Mauren sambil menjulurkan lidah.
Mauren segera mandi, diam-diam dia menggunakan sabun mandi milik Sean yang termahal di dunia, aroma itu sangat wangi membuat pikirannya melayang lepas.
Sean yang sudah mengenakan jas hitam rapi mempunyai pikiran iseng kepada sang istri.
Dia dengan cepat mengunci pintu kamar mandi, dia sangat puas mengerjai sang istri.
Setelah itu Sean segera berangkat meninggalkan Mauren yang terkunci di kamar mandi.
Nampak asisten Kim sudah menunggu tuannya di depan rumah. Dia membukakan pintu untuk Sean. Setelah itu mereka menuju ke kantor perusahaan Young Group.
"Tuan. Dimana nona Mauren? Dia sudah berangkat?"
"Hehehehe. Kau tau Kim dia sudah ku kunci di dalam kamar mandi. M*mpuslah dia tidak bisa berangkat kerja hari ini. Hahaha"
"Maaf tuan. Jika nona Mauren kekurangan oksigen bagaimana? Terlebih lagi tuan akan pulang dalam waktu 12 jam lagi"
Sean terkejut, ia memegangi kepalanya.
Bayangan akan Mauren seketika tergambar jelas, ia membayangkan jika kini Mauren tengah menangis menyebut namanya.
"Bertahanlah Mauren. Oppa akan menjemputmu. Kim! Cepat putar balik! Hey kenapa kau diam saja? Cepat putar balik beg*!"
Tuan. Anda sungguh gila. Sedari tadi kita belum bergeser sedikitpun dari rumah anda.
Sean melihat ke kaca mobil, ia melihat jelas rumahnya berada di samping kirinya. Dia menatap tajam asistennya seperti ingin membunuh. Asisten Kim hanya terdiam menahan tawa, jika ia tertawa mungkin akan mati saat itu juga.
"Awas kau Kim sialan! Ku potong gaji kau!" umpat Sean lalu keluar dari mobil.
Sean berlari masuk rumahnya, ia sudah berpikiran jika Mauren menangis. Dia sudah membayangkan menjadi superman yang menolong gadisnya, tetapi setelah berada di depan kamar mandi ia malah mendengar suara yang menyakitkan di telinga.
"Ku menangis.... Membayangkan... betapa kejamnya kamu mengunci diriku. Aku harus bagaimana keluar dari sini? hooo hooo," ucap Mauren menyanyi lagu kesukaannya.
Sean bernafas lega karena Mauren baik-baik saja, lantas ia membuka pintu kamar mandi.
Dia melihat Mauren sudah selesai dengan aktivitasnya, dengan secepat kilat Mauren berganti pakaian formal dan sedikit berdandan.
Setelah selesai ia menggandeng tangan Sean, terlihat Sean menatap sinis melihatnya.
Di dalam mobil.
Mauren tampak melanjutkan berdandannya, kali ini ia memakai lipstick warna pink membuat siapa saja jatuh hati kepadanya.
Dia mengaca di sebuah cermin sambil bibirnya manyun.
Cih! Sok cantik sekali dia.
Lihat bibirnya! Seperti burung beo.
Belum puas dengan warna pink yang ia kenakan. Mauren dengan cepat menimpa warna itu dengan lipstick warna merah.
Sean semakin menatap sinis.
"Rem mobilnya Kim!"
CIIIIIIT....
Asisten Kim mengerem mobil secara mendadak, untungnya jalanan masih senggang. Terlihat Mauren membentur kursi di depannya, ia menatap Sean dengan tajam.
Sean tertawa terbahak-bahak melihat wajah Mauren yang ternyata lipstick itu mencoret panjang dari bibir sampai telinga Mauren.
"Buaaahahaha... Cantik sekali kau Mauren.
Uluh-uluh istri siapa ini sayang," ucap Sean mengejek.
Mauren mengambil tisu basah, ia mengelap bekas coretan lipstick yang panjang itu.
Sean masih menatapnya dengan tersenyum.
Dia lalu mencium pipi Mauren membuat gadis itu terkejut.
Setengah jam kemudian.
Tak terasa sebentar lagi mereka akan sampai di kantor pusat Young Group. Tampak hari ini sinar mentari sangat cerah secerah harapan Mauren, ia sangat bersemangat bekerja di perusahaan itu. Bayangan gaji besar yang akan di terimanya membuat ia makin yakin untuk bertahan di Young Group.
"Berhenti Kim! Turunkan Mauren disini!"
"Oppa. Kan masih jauh"
"Terus jika ada yang melihat kita bagaimana? Kau bisa keluar dari perusahaanku. Kau mau?"
Mauren menuruti ucapan suaminya. Memang jelas di perusahaan itu sesama pegawai tidak boleh memiliki hubungan spesial seperti berpacaran, saudara kandung maupun menikah. Dia tidak ingin di keluarkan karena masalah sepele itu.
"Oppa. Aku minta uang!" pinta Mauren merayu.
"Untuk apa? Di perusahaan kan sudah mendapat makan gratis. Untuk beli apa lagi kau?"
"Naik ojek oppa. Kau suruh aku jalan kaki hah?"
Sean berdecak lalu mengambil dompetnya, Mauren mengintip dompet suaminya yang tebal dengan kartu debit maupun kredit, di dompet itu terlihat uang lembaran seratus ribuan yang berjumlah banyak, dengan cepat Sean mengulurkan uang itu.
Mauren menerimanya dengan terkejut, ternyata suaminya memang sangat pelit.
"Oppa! Uang 10 ribu untuk apa? Naik ojek pun kurang," gerutu Mauren.
"Pukul kepala tukang ojek itu jika kurang!"
Dasar oppa pelit! Awas kau oppa!
"Oppa. Oppa. Oppa," rayu Mauren.
Mauren dengan cepat mendekati Sean, ia naik ditubuh Sean lalu mencium bibir Sean dengan mesra, Sean hanya menatap matanya lembut.
Gadis itu kini berpindah mencium leher suaminya seolah tidak mempedulikan asisten Kim yang ada di depan. Sean nampak menikmatinya.
"Oppa. Bolehkah aku minta uang?" rayu Mauren sedikit mendesah di telinga Sean.
"Kamu mau berapa sayang?"
"Semua uang yang ada di dompetmu sayang"
Sean dengan cepat mengeluarkan semua uang berjumlah satu juta lebih di dompetnya, Mauren menerimanya dengan senang.
Setelah mendapatkan apa yang di inginkan, Mauren segera turun dari pangkuan Sean.
Sean masih memandangi Mauren seolah sedang terhipnotis, ia tersenyum memandang Mauren yang mulai membuka pintu mobil.
"Hey oppa! Terima kasih untuk uangnya. Muaaah," ucap Mauren menutup mobil dengan keras dan kabur membawa uang itu.
Sean tersentak, ia membuka dompetnya yang ternyata tidak ada uang sama sekali alias kosong. Dia sungguh marah dan menatap tajam asisten Kim.
"Apa salah saya tuan?"
"Sialan! Kau bodoh! Kenapa kau tidak cepat menyadarkanku? Huh! Uangku di bawa cewek aneh itu! Cepat seret dia Kim!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 233 Episodes
Comments
inayah machmud
sampai sakit perut ku karena ketawa terus. ..😂😂😂
2023-12-01
0
Tary Ashar
suamiq bilang mau bawa aq kerumah sakit jiwa gara² ketawa sendiri,,padahal cuma baca novel
2023-01-11
1
Yunitri
ya ampun kram perut q thor
2022-11-26
1