Mauren menaiki taksi menuju ke kantor pusat perusahaan Young Group, ia membayar taksi itu menggunakan uang jatah belanja yang di berikan oleh Sean. Dia tidak mau naik ojek motor karena itu akan membuat rambut dan make upnya rusak. Kali ini ia mengikat setengah rambutnya dan sisanya dibiarkan menjuntai indah di punggung Mauren, dia menggunakan lipstick merah merona membuat siapapun yang memandangnya terkesima.
Dia masuk ke gedung perusahaan banyak pegawai laki-laki meliriknya tetapi ia cuek dan terus berjalan ke ruangan HRD.
Disana ia di training supaya tau pekerjaan yang harus di lakukannya, karena ia hanya lulusan SMA dia hanya sebatas menjadi pesuruh karyawan lain seperti memfotocopykan berkas, membuatkan minuman atau sekedar mengantar berkas penting dari ruangan ke ruangan lain.
Mauren cukup senang karena ia bisa membantu sang suami mencari uang.
Jam demi jam berganti waktunya istirahat tiba, di perusahaan Young Group para pegawainya mendapat makan gratis dan mendapat sekotak susu.
Setelah mengantri makanan di kantin yang nampak luas dan bersih ini, ia segera mencari meja kosong untuk makan.
Semua orang meliriknya seolah terpesona dengan kecantikan Mauren, Mauren hanya cuek dan tetap menyantap hidangan yang cukup lezat itu.
Sampai ia diperhatikan oleh manajer dari perusahaan itu, dia adalah Devano pria muda yang telah beristri tetapi belum di karuniai seorang anak. Sambil makan Devano sesekali melirik Mauren, ia sangat kagum dengan kecantikan gadis itu.
Setelah menghabiskan makananya, ia mengeluarkan handphone lalu mengecek pemberitahuan apakah suaminya menelpon atau tidak, ia cukup kecewa karena Sean tidak menelponnya.
Diruangan khusus presdir Young Group.
Sean nampak asyik menikmati makanan kelas bintang 5 nya, karena ia seorang direktur ia berada di ruangan khusus makan untuk dirinya.
Kali ini ia mengajak asisten Kim untuk makan bersamanya, asisten Kim terlihat cukup segan ketika harus makan diruangan mewah itu bersama sang tuan.
"Makanlah yang banyak! Jarang-jarang aku mengajakmu makan disini," ucap Sean.
"Baik tuan"
Asisten Kim lalu mengiris steak daging sapi sambil mendengarkan celotehan Sean yang seperti burung beo, karena ia malah fokus mendengarkan Sean sampai akhirnya garpu yang di pegangnya meleset dan potongan daging itu terlempar di hidung Sean.
Sean terkejut, ia menatap wajah asisten Kim dengan tajam.
Asisten Kim dengan cepat mengambil tisu lalu mengelap hidung Sean.
"Kim!"
"Maaf tuan"
"Pijat punggungku sampai pulang!"
Anda gila tuan? Jam pulang masih 6 jam lagi.
Dengan cepat asisten Kim memijat Sean, pijatan yang sangat enak sampai membuat Sean terkantuk-kantuk lalu tertidur bersandar di kursi termahal di dunia.
Asisten Kim berpindah posisi berada di samping tuannya sambil memijat bahu sebelah kiri Sean. Tanpa sengaja tangan Sean menyenggol air miliknya yang kemudian tumpah dibagian harta paling berharga di tengah celana asisten Kim.
Asisten Kim segera mengelap bagian tengahnya dengan tisu, saat itu juga Sean terbangun karena merasa jika asistennya berhenti memijat.
"Kau Kim!" ucap Sean sambil memandangi bagian tengah celana asisten Kim.
"Ini tidak seperti yang anda pikirkan tuan"
"Dasar beg*! Kau memijat tubuhku sampai mimpi basah begitu? Apa yang kau pikirkan hah?" ucap Sean sambil mendorong asisten Kim sampai terduduk di kursi lalu Sean menarik kerah asistennya.
Tiba-tiba pintu terbuka yang ternyata sekertaris Yuna.
"Pak Sean. Anda sudah selesai ma...... kan?" tanya Yuna sambil membuka pintu lalu terkejut ketika melihat adegan mereka yang cukup ambigu karena bagian tengah asisten Kim yang basah dan asisten Kim membawa kepalan tisu bekas yang jumlahnya cukup banyak di tangannya.
Sean menatap tajam ke arah Yuna yang masih posisinya seperti tadi, " Kau menggangguku untuk menghabisinya!" teriak Sean.
"Maaf Pak Sean telah mengganggu waktu berdua anda dengan asisten Kim, kalian sungguh serasi," jawab sekertaris Yuna, ia segera menutup pintu dan meninggalkan bos gila dan asistennya itu.
Dasar orang gila! Bisa-bisanya melakukan hal mesum di kantor. Dan lagi pula apa enaknya main pedang-pedangan? Batin sekertaris Yuna.
"Apa aku salah bicara Kim?" tanya Sean kebingungan.
____________________________________
Mauren terlihat sedang memfotocopy berkas milik pegawai lain, ia sangat fokus sampai tidak menyadari Devano di belakangnya.
"Kau yang bernama Mauren?"
"Eh! Iya monyet!" ucap Mauren terkejut lalu tidak sengaja mengumpat ke pria itu dan kertas yang di bawanya berhamburan ke lantai.
Devano tersenyum kecil melihat ekspresi kaget Mauren yang imut, ia membantu Mauren mengambil kertas yang berserakan di lantai sampai tangannya tidak sengaja menyentuh tangan Mauren dan akhirnya mereka saling bertatapan lembut layaknya sebuah adegan FTV.
Ya Tuhan. Andai saja adegan ini kulakukan bersama Sean.
Membayangkan bersama Sean :
"Kau yang bernama Mauren?
"Eh! Iya monyet!" ucap Mauren terkejut lalu tidak sengaja mengumpat ke Sean dan kertas yang di bawanya berhamburan ke lantai.
"Apa? Kau bilang aku monyet hah? Kau itu yang monyet! Beg* kau! Bla... bla... bla..." umpat Sean.
Hmmm. Belum sempat adegan tidak sengaja menyentuh tangan mulutnya sudah nerocos duluan.
Lamunan Mauren terhenti saat Devano menepuk pundaknya pelan. Mauren terkejut saat kertas yang berhamburan sudah berada di tangan Devano semua.
Devano menyerahkan semua kertas itu lalu menyuruh Mauren datang keruangannya untuk membantu pekerjaannya.
Mauren menurutinya ia mengikuti dibelakang Devano.
Setelah sampai di ruangan Devano, ia segera menyuruh Mauren untuk mengetik laporan di komputer, Devano mengajarinya terlebih dahulu, ia sangat modus dengan Mauren.
Dia mendekatkan kepalanya ke kepala Mauren yang menghadap layar komputer dan tangannya memegang mouse.
"Maaf pak tapi apakah ini tidak terlalu dekat?" tanya Mauren risih.
"Dekat? Yang dekat seperti ini. Muah" jawab Devano sambil mencium pipi Mauren.
Mauren berdiri, ia menampar pipi Devano.
Devano hanya tersenyum manis sambil memegangi pipinya.
"Kau tidak tau aku siapa disini? Aku manajer perusahaan Young Group, beraninya kamu menamparku. Aku akan memecatmu sekarang juga"
Mauren terkejut, ia lalu meminta maaf kepada Devano. Dia tidak ingin di pecat karena ia baru sehari di perusahaan tersebut.
Devano tersenyum menyeringai tetapi tiba-tiba asisten Kim datang dengan membawa berkas-berkas. Dia terkejut saat melihat istri tuannya berada di ruangan Devano.
"Nona Mauren?" ucap asisten Kim sambil melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki Mauren.
"Ah! Koko Kim?"
"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Devano.
**
Diruangan Sean.
Pekerjaan Sean cukup senggang, ia bisa cukup bersantai sambil menikmati kopi.
Dia juga memandang foto imut Mauren, ia mengelus gambar itu sambil senyum-senyum sendiri bahkan sampai menciuminya.
"I love you Mauren," ucap Sean.
Dia merebahkan dirinya disofa panjang dan memeluk handphonenya. Dia menatap langit-langit ruangan itu.
"Jika aku mempunyai anak dengan Mauren wajahnya seperti apa ya? Huh! Tampannya pasti dariku dan tololnya pasti dari Mauren. Eh? Kenapa aku mengatai anakku tolol? Semoga saja dia sepertiku, tampan, baik, imut, pandai dan semoga saja anakku itu laki-laki, jangan perempuan. Aku tidak bisa membayangkan jika dihidupku ada 2 Mauren"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 233 Episodes
Comments
inayah machmud
mulai malu nih bang Sean...🤣🤣🤣
2023-12-01
0
Listia Dewi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2022-06-26
1
ardan
aduuhhh thor kamu jd favorit ku deh, semua isi cerita total membuatku bahagia 😂❤️
2022-04-13
0