Pulang kerja

Malam hari nampak mendung, terlihat kilatan-kilatan cahaya di langit. Hawa dingin menyeruak seakan menusuk tulang.

Jaket tipis Mauren tidak bisa melindungi dinginnya malam itu apalagi ia harus berdiri di pinggir jalan menunggu sebuah taksi atau angkot lewat tetapi belum ada yang lewat.

Handphonenya mati tidak memungkinkan untuk memesan ojek online.

Tiba-tiba sebuah mobil hitam mewah berhenti di depannya, ia menatapnya dengan bingung.

Asisten Kim menyuruhnya untuk masuk, ia sebelumnya telah memastikan tidak ada pegawai lain yang tahu.

Mauren masuk ke dalam mobil, ia memandang Sean tetapi pria itu malah memalingkan muka.

Mauren tidak memperdulikannya, ia bersandar dikursi sambil menatap kaca mobil. Tubuhnya hari ini sangat lelah karena aktivitas di perusahaan yang cukup padat, ia harus membantu banyak pegawai khususnya laki-laki. Mauren tau jika mereka hanya modus untuk mendekatinya saja, tetapi ia tidak mungkin menolak permintaan para pegawai itu.

"Mampir ke restoran dulu Kim!"

"Baik Tuan"

Asisten Kim melajukan mobilnya menuju restoran Ananta favorit tuannya.

Terlihat pasangan suami istri itu tengah saling memalingkan muka bahkan duduknya juga saling berjauhan.

"Nona Mauren baik-baik saja? Anda terlihat pucat," tanya Asisten Kim.

"Cih! Baru bekerja sehari sudah letoy, dirumah saja kau belajar masak!" ucap Sean mengejek.

Kau enak cuma duduk manis di ruangan mewahmu itu, sedangkan aku harus naik turun ke setiap lantai.

Mauren hanya terdiam, ia membayangkan kejadian tadi saat berada di ruangan Devano, ia sudah mendapatkan pelecehan yang tiba-tiba mencium pipi dan memfoto Mauren diam-diam. Tetapi Devano mengancam akan memecat jika dia tidak bisa diam dan menutup mulut.

"Koko Kim?" ucap Mauren.

Sebelum asisten Kim menjawab tiba-tiba Sean menjewer telinga Mauren. Dia sangat marah ketika Mauren memanggil Kim dengan sebutan koko.

"Aaaaw... Lepaskan!"

"Kau jangan memanggil dia koko, ku gampar mulut kau jika memanggil itu lagi"

Setelah itu Sean melepaskan jewerannya, ia kembali menatap kaca mobil. Sedangkan Mauren mengelus telinganya yang merah.

Dia memandang Sean dengan tatapan sinis.

"Oppa Kim?"

Sean terkejut lalu dengan cepat mendekati Mauren dan melum*t bibir Mauren, sepertinya cara kasar tidak bisa digunakan kepada Mauren. Setelah itu Sean melepaskan ciuman itu, memang benar cara itu bisa membuat Mauren terdiam, dia masih syok dengan ciuman tiba-tiba itu.

"Jangan panggil dia oppa! Sebutan oppa hanya untuk aku saja!" ucap Sean marah.

Mauren berdecak lalu merasa kesal melihat tingkah Sean yang kekanakan.

"Ayang Kim" goda Mauren.

Sean menatap tajam Mauren, Mauren mengejeknya dengan mengorek hidung.

Asisten Kim terlihat menahan tawa dan Sean berganti menatapnya.

Sean dengan cepat menarik kerah asistennya yang sedang mengemudikan mobil membuat mobil menjadi oleng ke kanan dan ke kiri.

"Ayo bertengkar Kim! Kau sepertinya senang jika membuatku marah"

Mauren panik lalu melerai Sean yang sudah seperti ingin membunuh, ia menarik Sean lalu menyuruhnya duduk tenang. Asisten Kim bernafas lega karena ia bisa fokus mengemudi bahkan sedikit lagi saja bisa menabrak truk di depan mobil mereka.

"Hey! Sedari tadi aku ingin bertanya dengan asisten Kim bahwa bagaimana sifat Pak Devano sebenarnya, ia sudah mencium pipiku dan memotretku diam-diam tapi kau oppa, kau selalu memotong omonganku. Sialan!" ucap Mauren tidak sadar dengan omongannya sendiri.

Setelah sadar, ia menutup mulut rapat-rapat dan duduk bergeser dekat pintu menjauhi Sean yang sudah terlihat marah. Asisten Kim juga sudah terkejut setengah mati mendengar ucapan Mauren.

"Setelah ini kau tau apa yang harus kau lakukan Kim?"

"Iya Tuan," jawab Asisten Kim dengan wajah garang seperti ingin membunuh.

"Apa yang akan kalian lakukan? Jangan! Aku takut dia akan memecatku," ucap Mauren ketakutan.

"Dasar beg*! Kau lebih takut kepadanya ketimbang denganku, padahal dia hanya bawahanku"

Otak Mauren mencerna, ia baru sadar posisi suaminya jika tertinggi di perusahaan itu.

Dia menatap Sean dengan takjub akan kuasa suaminya. Mauren mendekatinya lalu memijat lengan Sean, ia memberikan ekspresi yang imut.

Sean melepaskan pijatan Mauren, ia sangat marah kepadanya karena mau di cium oleh pria lain.

"Oppa, aku lapar"

Setelah sampai di restoran Ananta, Mauren dengan cepat memesan menu paling mahal, ia makan dengan lahap karena makanan itu sungguh lezat dan dia tidak pernah memakannya. Sean hanya berdecak melihat cara makan Mauren yang rakus sedangkan asisten Kim makan dengan tenang.

Terlihat restoran ini cukup senggang di banding sebelumnya, mungkin karena efek dari video panas istri dari pemilik restoran itu membuat pelanggan enggan untuk berkunjung.

"Bolehkah aku bergabung?" tanya pemilik restoran ini yaitu Reno.

Sean memandangnya lalu berdiri memeluknya dengan erat, ia merasa iba kepada teman baiknya itu karena sebentar lagi akan bercerai dengan istrinya.

Mauren hanya menatapnya cuek.

Setelah puas memeluk Reno, Sean segera duduk dan menyuruh Reno duduk di depannya.

Reno memandang gadis di samping Sean, ia belum pernah bertemu sebelumnya.

Sean yang sadar akan tatapan Reno, ia segera menarik kepala Mauren di bawah ketiaknya.

"Jangan tatap istriku! Sialan kau!"

Reno hanya tertawa dengan ucapan Sean, ia tidak marah dengan umpatan Sean karena ia sudah terbiasa mendengarnya.

"Oppa aku tidak bisa bernafas," ucap Mauren.

Sean lalu melepaskan kepala Mauren, wajah Mauren merengut lalu melanjutkan makannya. Sesekali ia melirik Reno seperti pernah melihatnya di televisi.

Otaknya kembali mencerna dan mengingat siapa lelaki di depannya.

"Oh Kau Reno Alexandre?" tanya Mauren berdiri sambil menggebrak meja.

"Duduk kau beg*!" ucap Sean seakan tidak suka.

Mauren berdecak lalu duduk kembali dan menatap Sean dengan sinis. Reno tersenyum melihat tingkah pasangan di depannya. Setelah itu mereka mengobrol panjang lebar, seperti biasa Reno menjadi pendengar setia dari Sean.

"Kamu menikah tanpa mengundangku Sean?"

"Kami menikah diam-diam, bahkan keluargaku belum tau"

Reno terkejut tetapi ia hanya tersenyum, ia tahu jika temannya itu menghindari sebuah perjodohan.

"Kau tau? Kehidupan orang kaya seperti kita sangat rumit, bahkan aku sudah lelah menjadi seorang pemimpin perusahaan. Rambutku setiap hari rontok karena memikirkan pekerjaan, tapi apalah dayaku aku hanya satu-satunya pewaris perusahaan kakek ku. Mau tidak mau aku harus melakukannya"

Oppa malah curhat padahal aku sudah mengantuk.

"Kau juga harus kuat Reno. Aku yakin setelah ini kamu mendapatkan pengganti Sonia yang jauh lebih baik," sambung Sean.

"Seperti dia?" ucap Reno menunjuk Mauren.

Dia memang sengaja menggoda Sean, Sean berubah menjadi sangat marah.

"Kau mau mati dengan cara apa hah?" tanya Sean marah.

"Siapa yang mati? Kau mati oppa? Tapi kau masih hidup" ucap Mauren terbangun dari rasa mengantuknya.

Terpopuler

Comments

Aysana Assyafa

Aysana Assyafa

yehe

2025-01-05

0

Aysana Assyafa

Aysana Assyafa

iyyy

2025-01-04

0

Aysana Assyafa

Aysana Assyafa

iay

2025-01-03

0

lihat semua
Episodes
1 Nikahan sang mantan
2 Dilema
3 Perjalanan
4 Menikah
5 Tuan Sean
6 Gadis gila!
7 Kesialan
8 Wawancara
9 Tukang Parkir
10 Visual karakter di novel ini
11 Terluka
12 Fantasi liar
13 Mulai bekerja
14 Ruangan presdir
15 Melanggar aturan
16 Pulang kerja
17 Berangkat kerja
18 Hukuman
19 Marah
20 Galau
21 Kehujanan
22 Pelecehan
23 Meminta restu
24 Di pecat
25 Ternyata dia gay?
26 Marah
27 Merayu Mauren
28 Curhatan Tuan Sean
29 Kebaikan dibalas keburukan
30 Pingsan
31 Apartemen mewah
32 Semalam bersama Asisten Kim
33 Apartemen
34 Gagal lagi
35 Sean Marah
36 Ketahuan
37 Mall
38 Bertengkar
39 Sean Marah
40 Permen kah?
41 Tower of YG
42 Makan malam keluarga
43 Fucek boy
44 Akhirnyaaaaaaaa
45 Sean Bahagia
46 Shopping untuk Mauren.
47 Ingat
48 Klub motor
49 Ketahuan
50 Supir baru.
51 Hukuman
52 Sakit perut
53 Sakit perut
54 Taman
55 Meeting
56 Meeting
57 Kamar rahasia
58 Bukan update
59 Visual
60 Bab 57 : Membeli hadiah
61 Bab 58 : Kucing oren
62 Pengumuman
63 Bab 59 : Emas
64 Bab 60 : Tidak sengaja
65 Bab 61 : Karma Tuan Sean
66 Bab 62 : Firasat
67 Bab 63 : Ku menangis....
68 Bab 64 : ....... Membayangkan
69 Bab 65 : Pesta Alana
70 Bab 66 : Sean panik, Mauren menghilang?
71 Bab 67 : Orenku
72 Sean VS Asisten Kim
73 Bab 68 : Meminta maaf
74 Bab 69 : Kena prank kalian
75 Bab 70 : Mata-mata
76 Bab 71 : Sawo Sean
77 Bab 72 : Pertemuan denganmu
78 Bab 73 : Pertemuan denganmu 2
79 Bab 74 : Pertemuan denganmu 3
80 Bab 75 : Pertemuan denganmu 4
81 Bab 76 : Masa lalu ku dan Kim
82 Bab 77 : Masa laluku dan Kim 2
83 Bab 78 : Futsal
84 Bab 79 : Futsal 2
85 Bab 80 : Masa lalu ku dan Kim 3
86 Bab 81 : Masa lalu ku dan Kim 4
87 Bab 82 : Sean, Mauren dan Kim
88 Bab 83 : Persahabatan itu indah
89 Bab 84 : Hukuman lagi?
90 Bab 85 : Hukuman lagi? 2
91 Bab 86 : Hukuman lagi? 3
92 Bab 87 : Aku di kerjai?
93 Bab 88 : Apakah aku di prank, Dokter?
94 Bab 89 : Sabar Sean! Demi bayimu
95 Bab 90 : Sabar Sean! Demi bayimu 2
96 Bab 91 : Tolong yang sabar ya Sean!
97 Bab 92 : Obrolan malam
98 Bab 93 : Bertahanlah Mauren!
99 Bab 94 : Jangan sakiti Orenku!
100 Bab 95 : Asisten Kim
101 Bab 96 : Teman laknat
102 Bab 97 : Adik laknat
103 Bab 98 : Edukasi
104 Bab 99 : Edukasi 2
105 Bab 100 : Seanku :*
106 Bab 101 : Bertengkar
107 PENGUMUMAN
108 Bab 102 : Rencana jahat
109 Bab 103 : Kemarahan Tuan Sean
110 Bab 104 : Kemarahan Tuan Sean 2
111 Bab 105 : Kemarahan Tuan Sean 3
112 Bab 106 : Kemarahan Tuan Sean 4
113 Bab 107 : Trauma
114 Bab 108 : SPESIAL
115 Bab 109 : Orang tua egois
116 Bab 110 : Pria misterius
117 Bab 111 : Who is Arkan?
118 Bab 112 : Sean VS Oren
119 Bab 113 : Kejar-kejaran
120 Bab 114 : Surat cinta?
121 Bab 115 : Salah paham
122 Bab 116 : Salah paham 2
123 Pengumuman
124 Bab 117 : Penjelasan
125 Bab 118 : Mama Sean
126 Bab 119 : Berbaikan?
127 Bab 120 : Asisten Kim
128 Bab 121 : CEO jualan sayur di pasar
129 Bab 122 : CEO jualan sayur di pasar 2
130 Pengumuman
131 PENGUMUMAN INI DI HAPUS
132 Bab 123 : Pasar
133 Bab 124 : Preman pasar
134 Bab 125 : Kesialan Tuan Sean
135 Bab 126 : Deklarasi
136 Bab 127 : Gosip
137 Bab 128 : Gengsi Sean
138 Bab 129 : Bab panjang
139 Bab 130 : Mauren VS gadis SMA
140 Bab 131 : Asisten Kim
141 Bab 132 : Es krim
142 Bab 133 : Kejutan!
143 Bab 134 : Kado spesial buat Kak Kim
144 Bab 135 : Oppa merajuk?
145 Bab 136 : Surprise!
146 PENGUMUMAN INI DI HAPUS
147 Bab 137 : Bodyguard?
148 Bab 138 : Sean pening
149 Bab 139 : Touring 1
150 Bab 140 : Touring 2 (ilmu kedokteran VS ilmu kebatinan)
151 Bab 141 : Touring 3 ( Hotel )
152 Bab 142 : Touring 4 (Cerita seram)
153 Bab 143 : Touring 5 (Desa diatas awan)
154 Bab 144 : Touring 6 ( Tersesat )
155 Bab 145 : Touring 7 ( Burung )
156 Bab 146 : Touring 8 ( Akhirnya )
157 Bab 147 : Anak pungut?
158 Bab 148 : Mamaku?
159 Bab 149 : Gaun Mauren
160 Bab 150 : Pesta pernikahan (Final Episode)
161 MMSM 2 : Bab 151 - Season 2
162 MMSM 2 : Bab 152 - Aku ingin bayi itu
163 MMSM 2 : Bab 153 - Bulan Madu (Malaysia)
164 MMSM 2 : Bab 154 - Bulan madu (Malaysia)
165 MMSM 2 : Bab 155 - Bulan madu (Thailand)
166 MMSM 2 : Bab 156 - Bulan madu (Korea)
167 MMSM 2 : Bab 157 - Bulan madu (Paris)
168 MMSM2 : Bab 158 - Bad Honeymoon
169 MMSM 2 : Bab 159 - Racun Dasha
170 MMSM2 : Bab 160 - Keputusan Mauren
171 MMSM 2 : Bab 161 - Hampir saja
172 MMSM 2 : Bab 162 - Surat perceraian
173 MMSM 2 : Bab 163 - Mauren pergi?
174 MMSM 2 : Bab 164 - Ketika aku masih menjadi kekasihmu
175 MMSM 2 : Bab 165 - Mesum?
176 MMSM 2 : Bab 166 - Sean gila
177 MMSM 2 : Bab 167 - Selamat datang, Arseina.
178 MMSM2 : Bab 168 - Asisten baru
179 MMSM 2 : Bab 169 - Baju Seina
180 MMSM 2 : Bab 170 - Kabar duka
181 MMSM 2 : Bab 171 - Seina rewel
182 MMSM 2 : Bab 172 - Sera dan Ali
183 MMSM 2 : Bab 173 - Ali dan Sera
184 MMSM 2 : Bab 174 - Sera Ali
185 MMSM 2 : Bab 175 - Sean gemas
186 MMSM 2 : Bab 176 - Ali mencium Sera
187 MMSM 2 : Bab 177 - Terbongkar
188 MMSM 2 : Bab 178 - Penyakit hati
189 MMSM 2 : Bab 179 - Demi Sera
190 MMSM 2 : Bab 180 - Aku tidak mencintaimu
191 MMSM 2 : Bab 181 - Pengorbanan ibu
192 MMSM 2 : Bab 182 - Rest in peace
193 MMSM 2 : Bab 183 - Mual
194 MMSM 2 : Bab 184 - Suami siaga
195 MMSM 2 : Bab 185 - Sean puasa
196 MMSM 2 : Bab 186 - Mengidam
197 MMSM 2 : Bab 187 - Awas, Seina!
198 MMSM 2 : Bab 188 - Hampir saja
199 MMSM 2 : Bab 189 - Wasiat Tuan Askar untuk Kim
200 Hai semuanya...
201 MMSM 2 : Bab 190 - Kim dan Sera
202 MMSM 2 : Bab 191 - Sudah besar
203 MMSM 2 : Bab 192 - Kebun binatang
204 MMSM 2 : Bab 193 - Pembulian
205 MMSM 2 : Bab 194 - Cutter
206 MMSM 2 : Bab 195 - Test pack
207 MMSM 2 : Bab 196 - Papa Mauren?
208 MMSM 2 : Bab 197 - Benci
209 MMSM2 : Bab 198 - Tertabrak
210 MMSM 2 : Bab 199 - Pulang
211 MMSM 2 : Bab 200 - Rumah duka
212 MMSM 2 : Bab 201 - Maaf
213 MMSM 2 : Bab 202 - Keluarga utuh
214 MMSM 2 : Bab 203 - Hadirnya Navier
215 MMSM 2 : Bab 204 - Kebersamaan
216 MMSM 2 : Bab 205 - Tuan Muda Daleon
217 MMSM 2 : Bab 206 - Menuju terakhir
218 SEAN MAUREN TAMAT : Bab 207 - Foto keluarga
219 -
220 Ekstra part
221 -
222 -
223 -
224 Ekstra part (Kisah Sean Mauren sebelum punya anak)
225 -
226 Sorry
227 KIMSERA : Bab 209
228 Sorry 3
229 Sorry 4
230 KIMSERA : Bab 212
231 Nih..
232 Promosi novel
233 Novel baru
Episodes

Updated 233 Episodes

1
Nikahan sang mantan
2
Dilema
3
Perjalanan
4
Menikah
5
Tuan Sean
6
Gadis gila!
7
Kesialan
8
Wawancara
9
Tukang Parkir
10
Visual karakter di novel ini
11
Terluka
12
Fantasi liar
13
Mulai bekerja
14
Ruangan presdir
15
Melanggar aturan
16
Pulang kerja
17
Berangkat kerja
18
Hukuman
19
Marah
20
Galau
21
Kehujanan
22
Pelecehan
23
Meminta restu
24
Di pecat
25
Ternyata dia gay?
26
Marah
27
Merayu Mauren
28
Curhatan Tuan Sean
29
Kebaikan dibalas keburukan
30
Pingsan
31
Apartemen mewah
32
Semalam bersama Asisten Kim
33
Apartemen
34
Gagal lagi
35
Sean Marah
36
Ketahuan
37
Mall
38
Bertengkar
39
Sean Marah
40
Permen kah?
41
Tower of YG
42
Makan malam keluarga
43
Fucek boy
44
Akhirnyaaaaaaaa
45
Sean Bahagia
46
Shopping untuk Mauren.
47
Ingat
48
Klub motor
49
Ketahuan
50
Supir baru.
51
Hukuman
52
Sakit perut
53
Sakit perut
54
Taman
55
Meeting
56
Meeting
57
Kamar rahasia
58
Bukan update
59
Visual
60
Bab 57 : Membeli hadiah
61
Bab 58 : Kucing oren
62
Pengumuman
63
Bab 59 : Emas
64
Bab 60 : Tidak sengaja
65
Bab 61 : Karma Tuan Sean
66
Bab 62 : Firasat
67
Bab 63 : Ku menangis....
68
Bab 64 : ....... Membayangkan
69
Bab 65 : Pesta Alana
70
Bab 66 : Sean panik, Mauren menghilang?
71
Bab 67 : Orenku
72
Sean VS Asisten Kim
73
Bab 68 : Meminta maaf
74
Bab 69 : Kena prank kalian
75
Bab 70 : Mata-mata
76
Bab 71 : Sawo Sean
77
Bab 72 : Pertemuan denganmu
78
Bab 73 : Pertemuan denganmu 2
79
Bab 74 : Pertemuan denganmu 3
80
Bab 75 : Pertemuan denganmu 4
81
Bab 76 : Masa lalu ku dan Kim
82
Bab 77 : Masa laluku dan Kim 2
83
Bab 78 : Futsal
84
Bab 79 : Futsal 2
85
Bab 80 : Masa lalu ku dan Kim 3
86
Bab 81 : Masa lalu ku dan Kim 4
87
Bab 82 : Sean, Mauren dan Kim
88
Bab 83 : Persahabatan itu indah
89
Bab 84 : Hukuman lagi?
90
Bab 85 : Hukuman lagi? 2
91
Bab 86 : Hukuman lagi? 3
92
Bab 87 : Aku di kerjai?
93
Bab 88 : Apakah aku di prank, Dokter?
94
Bab 89 : Sabar Sean! Demi bayimu
95
Bab 90 : Sabar Sean! Demi bayimu 2
96
Bab 91 : Tolong yang sabar ya Sean!
97
Bab 92 : Obrolan malam
98
Bab 93 : Bertahanlah Mauren!
99
Bab 94 : Jangan sakiti Orenku!
100
Bab 95 : Asisten Kim
101
Bab 96 : Teman laknat
102
Bab 97 : Adik laknat
103
Bab 98 : Edukasi
104
Bab 99 : Edukasi 2
105
Bab 100 : Seanku :*
106
Bab 101 : Bertengkar
107
PENGUMUMAN
108
Bab 102 : Rencana jahat
109
Bab 103 : Kemarahan Tuan Sean
110
Bab 104 : Kemarahan Tuan Sean 2
111
Bab 105 : Kemarahan Tuan Sean 3
112
Bab 106 : Kemarahan Tuan Sean 4
113
Bab 107 : Trauma
114
Bab 108 : SPESIAL
115
Bab 109 : Orang tua egois
116
Bab 110 : Pria misterius
117
Bab 111 : Who is Arkan?
118
Bab 112 : Sean VS Oren
119
Bab 113 : Kejar-kejaran
120
Bab 114 : Surat cinta?
121
Bab 115 : Salah paham
122
Bab 116 : Salah paham 2
123
Pengumuman
124
Bab 117 : Penjelasan
125
Bab 118 : Mama Sean
126
Bab 119 : Berbaikan?
127
Bab 120 : Asisten Kim
128
Bab 121 : CEO jualan sayur di pasar
129
Bab 122 : CEO jualan sayur di pasar 2
130
Pengumuman
131
PENGUMUMAN INI DI HAPUS
132
Bab 123 : Pasar
133
Bab 124 : Preman pasar
134
Bab 125 : Kesialan Tuan Sean
135
Bab 126 : Deklarasi
136
Bab 127 : Gosip
137
Bab 128 : Gengsi Sean
138
Bab 129 : Bab panjang
139
Bab 130 : Mauren VS gadis SMA
140
Bab 131 : Asisten Kim
141
Bab 132 : Es krim
142
Bab 133 : Kejutan!
143
Bab 134 : Kado spesial buat Kak Kim
144
Bab 135 : Oppa merajuk?
145
Bab 136 : Surprise!
146
PENGUMUMAN INI DI HAPUS
147
Bab 137 : Bodyguard?
148
Bab 138 : Sean pening
149
Bab 139 : Touring 1
150
Bab 140 : Touring 2 (ilmu kedokteran VS ilmu kebatinan)
151
Bab 141 : Touring 3 ( Hotel )
152
Bab 142 : Touring 4 (Cerita seram)
153
Bab 143 : Touring 5 (Desa diatas awan)
154
Bab 144 : Touring 6 ( Tersesat )
155
Bab 145 : Touring 7 ( Burung )
156
Bab 146 : Touring 8 ( Akhirnya )
157
Bab 147 : Anak pungut?
158
Bab 148 : Mamaku?
159
Bab 149 : Gaun Mauren
160
Bab 150 : Pesta pernikahan (Final Episode)
161
MMSM 2 : Bab 151 - Season 2
162
MMSM 2 : Bab 152 - Aku ingin bayi itu
163
MMSM 2 : Bab 153 - Bulan Madu (Malaysia)
164
MMSM 2 : Bab 154 - Bulan madu (Malaysia)
165
MMSM 2 : Bab 155 - Bulan madu (Thailand)
166
MMSM 2 : Bab 156 - Bulan madu (Korea)
167
MMSM 2 : Bab 157 - Bulan madu (Paris)
168
MMSM2 : Bab 158 - Bad Honeymoon
169
MMSM 2 : Bab 159 - Racun Dasha
170
MMSM2 : Bab 160 - Keputusan Mauren
171
MMSM 2 : Bab 161 - Hampir saja
172
MMSM 2 : Bab 162 - Surat perceraian
173
MMSM 2 : Bab 163 - Mauren pergi?
174
MMSM 2 : Bab 164 - Ketika aku masih menjadi kekasihmu
175
MMSM 2 : Bab 165 - Mesum?
176
MMSM 2 : Bab 166 - Sean gila
177
MMSM 2 : Bab 167 - Selamat datang, Arseina.
178
MMSM2 : Bab 168 - Asisten baru
179
MMSM 2 : Bab 169 - Baju Seina
180
MMSM 2 : Bab 170 - Kabar duka
181
MMSM 2 : Bab 171 - Seina rewel
182
MMSM 2 : Bab 172 - Sera dan Ali
183
MMSM 2 : Bab 173 - Ali dan Sera
184
MMSM 2 : Bab 174 - Sera Ali
185
MMSM 2 : Bab 175 - Sean gemas
186
MMSM 2 : Bab 176 - Ali mencium Sera
187
MMSM 2 : Bab 177 - Terbongkar
188
MMSM 2 : Bab 178 - Penyakit hati
189
MMSM 2 : Bab 179 - Demi Sera
190
MMSM 2 : Bab 180 - Aku tidak mencintaimu
191
MMSM 2 : Bab 181 - Pengorbanan ibu
192
MMSM 2 : Bab 182 - Rest in peace
193
MMSM 2 : Bab 183 - Mual
194
MMSM 2 : Bab 184 - Suami siaga
195
MMSM 2 : Bab 185 - Sean puasa
196
MMSM 2 : Bab 186 - Mengidam
197
MMSM 2 : Bab 187 - Awas, Seina!
198
MMSM 2 : Bab 188 - Hampir saja
199
MMSM 2 : Bab 189 - Wasiat Tuan Askar untuk Kim
200
Hai semuanya...
201
MMSM 2 : Bab 190 - Kim dan Sera
202
MMSM 2 : Bab 191 - Sudah besar
203
MMSM 2 : Bab 192 - Kebun binatang
204
MMSM 2 : Bab 193 - Pembulian
205
MMSM 2 : Bab 194 - Cutter
206
MMSM 2 : Bab 195 - Test pack
207
MMSM 2 : Bab 196 - Papa Mauren?
208
MMSM 2 : Bab 197 - Benci
209
MMSM2 : Bab 198 - Tertabrak
210
MMSM 2 : Bab 199 - Pulang
211
MMSM 2 : Bab 200 - Rumah duka
212
MMSM 2 : Bab 201 - Maaf
213
MMSM 2 : Bab 202 - Keluarga utuh
214
MMSM 2 : Bab 203 - Hadirnya Navier
215
MMSM 2 : Bab 204 - Kebersamaan
216
MMSM 2 : Bab 205 - Tuan Muda Daleon
217
MMSM 2 : Bab 206 - Menuju terakhir
218
SEAN MAUREN TAMAT : Bab 207 - Foto keluarga
219
-
220
Ekstra part
221
-
222
-
223
-
224
Ekstra part (Kisah Sean Mauren sebelum punya anak)
225
-
226
Sorry
227
KIMSERA : Bab 209
228
Sorry 3
229
Sorry 4
230
KIMSERA : Bab 212
231
Nih..
232
Promosi novel
233
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!