Mauren cukup lega ia sudah di terima bekerja di perusahaan Young Group.
Lalu dia mengingat suaminya, ia membelikan makanan enak untuk Sean lalu ia membawanya ke tempat kerja Sean yang berada di mall naungan Young Group.
Mauren menghubungi suaminya, ia akan memberitahu jika ia akan datang membawakan makanan untuk Sean.
"Hallo oppa?"
"Ya?"
Sean saat ini sedang istirahat dan tengah asyik menyantap makan siangnya.
Dia menyuapkan sesendok berisi makanan sambil mendengarkan suara Mauren dari telpon genggamnya.
DEG!
Jantungnya seakan copot mendengar Mauren akan datang ke tempat kerjanya yang sebagai tukang parkir sampai sendok yang dipegangnya terjatuh di celana, celana termahalnya di dunia menjadi kotor.
"Kim! Kim!" teriak Sean berjalan mondar mandir sambil memegang dagunya.
Asisten Kim berlari masuk ke dalam ruangan Sean, ia melihat wajah sang tuan panik.
"Kau lama sekali! Lihat celana mahalku kotor!"
Asisten Kim melihat celana biru dongker tuannya terlihat sedikit basah dan ada beberapa butir nasi yang masih menempel, ia dengan cepat mengambil tisu dan mencoba mengelap celana itu dengan posisi badan yang membungkuk 90 derajat dan Sean yang berdiri, membuat siapapun yang melihat akan berpikiran macam-macam.
Sean sangat terkejut dan setengah meloncat mundur, ia sangat geram melihat ulah asistenmya makin lama makin gila seperti istrinya ( padahal dia sendiri lebih gila, hehe)
"Jangkrik kau! Apa yang kau lakukan hah? Pantas saja orang-orang menyebut kita gay! Dasar beg*!"
"Maaf tuan. Jangan pecat saya"
"Huh! Cepat siapkan mobil! Antar aku ke mall B dan siapkan baju parkir untukku! Huh! Mauren akan tiba setengah jam lagi," ucap Sean marah sambil berjalan mondar mandir.
"Maaf tuan tetapi tidak memungkinkan ke mall B menggunakan mobil, alangkah baiknya menggunakan helikopter untuk mempersingkat perjalanan"
"Siapkan helikopter!"
"Sekarang tuan?"
"Tidak! Nunggu ayam beranak! Ya sekarang gobl*k!"
Hehe menggoda tuan asyik juga.
**
Setelah membeli dua bungkus nasi, Mauren segera menuju ke mall B menggunakan ojek online, ia sangat bahagia karena sebentar lagi ia akan mendapat gaji yang banyak dan setiap hari akan makan enak.
Setelah sampai di depan mall, ia segera turun dari ojek dan segera membayar dengan uang lembaran 50 ribuan, dengan bangganya ia menyuruh si tukang ojek untuk mengambil kembalinya.
Setelah itu ia berjalan menuju ke arah tempat parkir yang berada di bawah gedung mall yang megah itu tetapi langkahnya terhenti ketika mendengar suara helikopter yang mendekat. Mauren mendongakkan kepalanya, ia melihat helikopter itu seakan berhenti di atas gedung mall.
Cih! Dasar orang kaya!
Mauren cuek lalu kembali berjalan ke arah tempat parkir. Sementara itu Sean turun dari helikopter, ia berjalan dengan langkah panjang dan diikuti oleh asisten Kim dan beberapa bodyguardnya. Tak lupa ia keluar dari helikopter mengenakan kaca mata hitam supaya orang-orang terkesima melihatnya. (Padahal disitu tidak ada orang)
Sean segera berjalan menuju kamar mandi untuk berganti pakaian, para pengikutnya tetap mengikuti sampai depan kamar mandi membuat Sean merasa risih.
"Kalian mau menunggu orang BAB?" tanya Sean sedikit kesal.
"Kau tak berguna Kim! Kenapa kau membawa orang-orang ini? Pergi kalian!" lanjut Sean sambil menutup pintu kamar mandi sampai menimbulkan suara yang keras.
Mauren sempat bingung mencari keberadaan Sean, ia sempat bertanya pada juru parkir yang lain tetapi ia tak mengenal juru parkir bernama Sean. Dia mencari kesana kemari dan ia yakin jika tidak salah mall.
Sampai matanya tertuju pada pria tampan, tinggi, putih yang sedang mengenakan kaca mata hitam membuat ketampanannya tidak ada yang menyaingi di dunia ini.
Pria itu adalah Sean, ia kini tengah menjadi tukang parkir dan terlihat sedang mengarahkan beberapa mobil yang hendak akan keluar masuk ke mall megah ini.
Ya Tuhan. Ternyata suamiku memang tampan.
Disudut lain asisten Kim tertawa ketika melihat sang tuan sedang berpura-pura menjadi tukang parkir, ia merekamnya supaya menjadi kenang-kenangan yang tidak bisa dilupakan.
"Kiri! Kiri! Kiri lagi! Kiri beg*! Kenapa kau malah ke kanan? Hah? Bisa nyetir atau tidak?" ucap Sean membentak dan menendang mobil itu ketika mengarahkannya yang hendak keluar dari posisi parkirnya.
Dia malah memarahi dan memaki pemilik mobil, pemilik mobil itu keluar. Dia terkejut ketika sang tukang parkir adalah bos besarnya, ia lalu menundukan kepala memberi hormat. Pemilik mobil itu meminta maaf kepada Sean dan memohon agar tidak memecatnya. Asisten Kim yang melihat dari jauh tertawa terbahak-bahak melihat tingkah sang tuan yang konyol.
"Akan ku potong gaji kau!"
"Salah saya apa tuan hingga tuan memotong gaji saya?"
"Kau bikin aku naik darah! Kau tak bisa menyetir mobil dengan benar!"
Si pemilik mobil itu terdiam, ia tidak berani membantah. Dia lalu memberi hormat kepada Sean dan lalu pergi dengan menyetir mobil dengan hati-hati.
Sementara itu Mauren tepuk tangan dari jauh, ia mengira jika suaminya di tindas oleh pemilik mobil itu karena hanya seorang tukang parkir, ia juga mengira Sean melakukan pembelaan dan perlawanan.
Mauren lalu menghampiri Sean, ia memeluknya dari belakang.
"Oppa...," ucap Mauren.
Sean terkejut lalu segera melepas pelukan Mauren, ia tidak ingin siapapun melihatnya bersama Mauren karena mall ini adalah mall milik perusahaan yang di jalankannya.
"Ayo kita makan! Aku lapar," ucap Sean sambil menggandeng tangan Mauren menuju tempat istirahat para juru parkir.
Sean terlihat lahap memakan makanan itu, walaupun seorang bos besar tetapi ia tidak pilih-pilih makanan yang akan ia makan.
Dia sudah biasa tinggal di perumahan biasa membuat dirinya harus bisa makan makanan rumahan.
Mauren menatapnya dengan tubuh tidak bisa diam, ia lalu melepas kaca mata Sean yang sedari tadi menempel di mata Sean, Sean sedikit terkejut.
Pantas saja suasana terlihat gelap, aku lupa melepas kaca mataku.
"Kau berdandan?" tanya Sean menatap wajah Mauren.
"Iya"
"Kau terlihat cantik"
"Uuuuuh... Te ri ma kasih oppa," jawab Mauren manja, badannya menggeliat ke kanan dan ke kiri dan juga tangannya memegangi area bawah sensitifnya.
Nah! Nah! Sintingnya mulai lagi kan? Batin Sean.
Sean melanjutkan makannya dengan lahap, ia tidak menghiraukan Mauren.
Dia menyendokkan makanan dalam porsi besar karena kelaparan.
"Uuuhhh.. Uuuuhhh.. Iiiihh.. Iiiiihh...," desah Mauren sambil menggeliat dan memegang area sensitifnya.
Sean menatapnya tajam," Kenapa kau?"
"Ke be let pi pis oppa!" jawab Mauren terbata-bata.
10 menit kemudian.
Huft lega juga akhirnya. Gara-gara ruangan wawancara sial itu begitu dingin sampai aku harus menahan pipis.
Setelah mengantar Mauren ke kamar mandi, Sean berpamitan untuk bekerja kembali. Dia menyuruh Mauren pulang, Mauren meminta uang lagi kepada Sean untuk ongkos pulang.
Sean terkejut karena ia sudah memberikan uang 100 ribu saat pagi tadi, Sean memang terkenal dengan sifat perhitungannya dengan uang atau bahasa gaunnya pelit atau kikir.
Dengan berat hati Sean memberi uang 100 ribu lagi untuk Mauren.
Gaji tukang parkir berapa? Banyak sekali uangnya.
Setelah Mauren pulang, asisten Kim menghampiri tuannya untuk kembali ke perusahaan, ia sempat bingung ketika Sean berjalan ke arah yang salah.
"Helikopter ada di atas tuan"
"Helikopter bapak kau!" bentak Sean sambil menatap asisten Kim.
"Cepat panggilkan mobil!" lanjut Sean.
**
1 jam yang lalu saat naik helikopter.
"Hueeek hueeek hueek hueek," Sean yang muntah saat naik helikopter, terlihat hanya air yang keluar dari muntahan Sean.
Asisten Kim lupa jika Sean tidak bisa naik helikopter karena ia bisa mabuk lalu muntah parah.
Asisten Kim dan para bodyguard panik, ia segera menolong Sean yang sudah lemas terkapar.
"Huuuuueeeekk"
Asisten Kim memberi minyak angin dan menepuk punggung Sean, beberapa bodyguard membantu memijat kepala Sean dan sisanya membersihkan muntahan Sean yang tercecer di lantai helikopter.
Untunglah aku membawa bodyguard.
Saat seperti ini mereka bisa membantuku.
Aku juga lupa jika tuan Sean tidak bisa naik helikopter. Terus untuk apa tuan memiliki 3 helikopter?
M*mpus! Pasti gajiku di potong lagi oleh tuan Sean.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 233 Episodes
Comments
inayah machmud
lama 2 asisten kim gak di gaji kalo gaji nya di potong terus.
2023-12-01
0
susanxie
lama lama gaji asistennya ngak ada🤣🤣
2022-10-28
1
LenidewiLestari
hahahahhahaha aduh perutku sakittt..
2022-07-04
0