Kantor presdir Young Group terlihat mewah, bersih, luas dengan cat dinding berwarna putih. Nampak juga Sean sedang menandatangani berkas-berkas yang dibawa oleh sekertaris Yuna.
Kali ini sekertaris Yuna mengenakan blazer merah senada dengan roknya yang mini tetapi Sean tidak menatapnya sedetik pun.
Apa rumor tentang pak Sean benar jika dia gay? Lihat! Bahkan dia tidak melirikku.
Setelah menandatangi berkas itu, ia menyuruh Yuna keluar dengan mengibaskan jemarinya. Yuna nampak kecewa, ia keluar dengan wajah merengut.
Dia menuju ke ruangannya lalu bertemu dengan asisten Kim.
"Sekertaris Yuna. Hari ini ada beberapa calon karyawan baru untuk interview mereka semua perempuan, saya serahkan kepada anda"
"Oooh.. Baik...," jawab Yuna dengan nada bicara yang manja seperti Syahrani.
Sean yang berada di ruangannya sedang mengorek hidungnya. Entah kenapa akhir-akhir ini ia malah ketularan kebiasaan Mauren. Hidungnya merasa gatal, ia mengorek menggunakan jari tangannya.
Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk, sebelum menyuruh masuk pintu itu telah terbuka. Sean dengan cepat mencabut jarinya yang sedang didalam lubang harta karun.
"Sayang," ucap gadis cantik itu yang ternyata Alana.
"Maaf tuan. Nona Alana memaksa untuk masuk, saya tidak bisa mencegahnya," ucap asisten Kim khawatir jika tuannya akan marah.
Sean melihat asisten Kim, ia mengedipkan mata seakan memberi kode. Asisten Kim paham apa yang di maksud tuannya. Dia mendekati Sean dan berdiri disebelah Sean yang tengah duduk di kursi presdirnya.
Sean dengan cepat menggenggam tangan Kim dengan erat, Alana sedikit syok tetapi ia tahu bahwa Sean sedang berpura-pura gay di depannya.
"Jangan berpura-pura lagi Sean. Aku tau kalian hanya akting di depanku!" ucap Alana setengah berteriak.
Asisten Kim mendengar ucapan Alana segera melancarkan aksinya, dengan cepat ia mencium kening sang tuan membuat Sean terkejut setengah mati.
Maafkan saya tuan. Saya harus melancarkan rencana B jika rencana A gagal dan tidak dipercaya oleh nona Alana.
Alana sangat terkejut sampai menutup mulutnya dengan tangan saat ternganga.
Dia mundur perlahan dan berkata akan mengadukan ke ibu Sean, setelah itu ia berlari meninggalkan mereka berdua.
Asisten Kim melihat wajah Sean yang geram karenanya segera bersujud di kaki Sean dan memohon ampunan. Dia mengingatkan kepada Sean akan rencana B dan Sean menyetujuinya tetapi kini sang tuan tengah marah sambil menatap asistennya dengan tajam.
"Kau tau Kim?" tanya Sean dengan menggertakan gigi.
"Tidak tuan"
"Belum selesai ngomong beg*! Huh! Kau tau jika hari ini aku sangat bahagia karena Mauren pertama kalinya menciumku pagi tadi dan kebahagiaanku hancur berkeping-keping setelah kau menciumku dua menit yang lalu!"
"Potong gaji saya tuan. Tapi jangan pecat saya"
"Enak saja! Akan ku potong masa depanmu supaya kau tidak bisa merasakan uhuk-uhuk. Buaahahahaha"
Asisten Kim lalu memegang sesuatu di kedua kakinya setelah mendengar ucapan bosnya yang terkesan tak main-main.
____________________________________
Mauren percaya diri melangkah menuju ruangan interview. Dia sudah berpakaian hitam putih rapi dengan rambut panjang yang diikat menggunakan pita, poninya jatuh di keningnya dengan rapi nan cantik.
Hari ini ia memakai lipstick warna pink dengan blush on yang tipis membuat wajahnya sangat cantik bagi siapapun yang memandang, tubuhnya yang tinggi sekitar 170 cm membuat penampilannya oke.
Sekertaris Yuna memandang Mauren sedikit iri tetapi ia masih lega karena tubuh Mauren kurus tidak seperti dia yang bohay aduhai membuat mata berkedut-kedut.
" Perkenalkan dirimu!"
"Hallo nama Saya Mauren Adelia Azahra Setia Cahya Kinanti Kasih biasa di panggil Mauren"
Sekertaris Yuna menganggukan kepala, ia lalu melihat lagi berkas lamaran milik Mauren.
Dia membaca lebih teliti.
"Umurmu 19 tahun?"
"Iya. Saya lulusan tahun ini," jawab Mauren dengan senyum yang lebar.
"Bukannya jika lulus berumur 18 tahun?"
"Karena guru saya sangat sayang dengan saya, dia memberikan saya kesempatan duduk di kelas 11 selama 2 tahun. Ah! saya jadi merindukan guru itu," jawab Mauren percaya diri.
Sekertaris Yuna menatapnya dengan mulut ternganga, Mauren masih membuat senyuman yang lebar hingga menunjukan gigi kelincinya.
"Ah! Kau diterima," ucap sekertaris Yuna.
"Ha?"
"Kau diterima bekerja disini, kau bisa mulai bekerja besok. Silahkan baca peraturan yang harus dipatuhi, setelah itu tanda tangani surat kontrak ini!"
Dia terlihat seperti gadis bodoh. Itu bisa membuatku aman untuk tetap menjadi sekertaris tuan Sean. Tidak ada yang bisa menyaingi kepandaianku. Hahaha.
Mauren membaca satu persatu peraturan yang harus di patuhi, ia meresapi setiap peraturan yang tertulis pada kertas itu, ia menggaruk-garukan kepala seolah heran.
Ini isi dari peraturan itu :
Barang siapa yang berkhianat dengan cara memiliki status hubungan menikah, pacaran, saudara kandung di dalam perusahaan ini maka orang-orang itu harus angkat kaki dari perusahaan dan akan menjadi daftar hitam di semua perusahaan utama atau perusahaan cabang. Dan orang itu harus membayar denda sebesar 100 juta.
Barang siapa yang berkhianat dengan cara memiliki status hubungan menikah, pacaran, saudara kandung di dalam perusahaan ini maka orang-orang itu harus angkat kaki dari perusahaan dan akan menjadi daftar hitam di semua perusahaan utama atau perusahaan cabang. Dan orang itu harus membayar denda sebesar 100 juta.
Barang siapa yang berkhianat dengan cara memiliki status hubungan menikah, pacaran, saudara kandung di dalam perusahaan ini maka orang-orang itu harus angkat kaki dari perusahaan dan akan menjadi daftar hitam di semua perusahaan utama atau perusahaan cabang. Dan orang itu harus membayar denda sebesar 100 juta.
Para karyawan atau pegawai Young Group tidak boleh bertegur sapa dan tidak boleh saling melempar senyum.
Para karyawan atau pegawai Young Group harus bekerja ikhlas dan mengejar target dibawah tekanan pimpinan.
Para karyawan atau pegawai Young Group harus mematuhi semua peraturan tertulis maupun tidak tertulis, jika tidak akan mendapat pemotongan gaji atau paling parah terkena pemutusan hubungan kerja secara tidak hormat.
Bla bla bla... Dst...
Mauren mengangkat tangannya, ia mulai bertanya kepada sekertaris Yuna.
"Maaf. Kenapa poin 1, 2 dan 3 sama?"
"Oh itu hanya penekanan dan jangan sampai lupa bahwa poin itu adalah poin utama di perusahaan ini, tidak boleh memiliki hubungan spesial sesama pegawai entah itu menikah, pacaran atau saudara kandung. Mengerti?"
Mauren menganggukan kepala pertanda mengerti akan aturan nyeleneh di perusahaan itu. Sekertaris Yuna dan Mauren berjabat tangan, lalu ia menyuruh Mauren untuk pulang.
Selamat bergabung di perusahaan gila ini.
Haha aku rasa kamu tidak akan betah berada disini. Batin sekertaris Yuna.
Hehe gaji besar sedang menungguku.
Serum oh serum kini aku bisa membelimu dengan mudah. Batin Mauren.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 233 Episodes
Comments
Mayyuzira
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2024-12-26
0
inayah machmud
nama nya Mauren panjang amat. 🤣🤣
2023-12-01
0
LenidewiLestari
🤣🤣🤣
2022-07-04
0