Kesialan

Sinar mentari tampak tak malu untuk masuk di kamar pengantin baru itu.

Mauren memasak pagi-pagi sekali supaya ia bisa berangkat wawancara di Young Group agar tidak terlambat.

Setelah memasak, ia memutuskan untuk menunggu Sean keluar dari kamar mandi.

Sean sangat lama berada di kamar mandi membuat Mauren tidak sabar.

Gadis itu melangkah mendekati kamar mandi, ia menempelkan telinganya di pintu tersebut.

"Ah.. ah.. Sial! Aw.. aw.. aw.."

Mata Mauren terbelalak mendengar suara Sean dari dalam kamar mandi. Dia memasang pendengarannya dengan lebar supaya ia bisa mendengar lebih jelas lagi.

"Ah.. Aw.. Bullsh*t!"

Dia sedang masturabi? Hehehe sebuah berita besar.

Mauren terfokus lagi dengan suara itu tetapi keheningan yang didapatnya. Dia tidak mendengar suara Sean lagi, ia berusaha menekan telinganya kuat di pintu supaya bisa mendengar tetapi tiba-tiba Sean membuka pintu membuat Mauren terkejut.

Sean menatap tajam Mauren seketika gadis itu mengalihkan pandangan keatas dan mulai bersiul.

"Cit cuit cit cuit cicak-cicak di dinding," ucap Mauren bernyanyi saat melihat seekor cicak diatas pintu kamar mandi.

Sean terkejut melihat cicak itu, ia panik dan menyuruh Mauren untuk segera mengusirnya. Mauren dengan cepat melempar cicak itu dengan kertas membuat hewan itu pergi kalang kabut entah kemana.

Mulut Mauren ternganga melihat Sean berdiri diatas sofa yang masih mengenakan handuk di tubuhnya.

Sean dengan cepat turun dari sofa dan berjalan menuju lemari pakaian.

Sementara itu Mauren mengambil sebotol minuman soda yang berada diatas meja, ia menenggaknya sampai habis.

"Ah... Ah... Ah... Ah... Enak sekali," ucap Mauren menggoda Sean.

Sean meliriknya dengan tatapan bingung dengan cepat ia mengambil pakaiannya di lemari.

"Aw.. Aw.. Aw.. Sudah puaskah sayang?" tanya Mauren mengelus dada Sean yang putih itu.

"Apa maksudmu?"

Ya Tuhan. Apa salah hambamu ini sampai engkau memberikan gadis kurang se-ons seperti ini**? Batin Sean.

Ketangkap basah kau sedang nganu-nganu. Batin Mauren.

15 menit yang lalu.

Sean menyiram tubuhnya menggunakan air hangat, tak lupa ia memakai sabun termahal yang pernah ada di dunia ini. Wangi sabun itu sangat kuat membuat kamar mandi ini sangat harum. Setelah asyik mandi, ia segera mengenakan handuk lalu menuju ke cermin tetapi sialnya ia terpeleset membuat tubuhnya terjatuh di lantai dengan benturan yang sedikit kuat.

"Ah.. Ah.. Sial! Aw.. aw.. aw..," ucap Sean kesakitan.

Dia mencoba berdiri tetapi sialnya ia terjatuh lagi, "Ah.. Aw.. Bullsh*t!"

Sean mencoba berdiri dengan berpegangan tembok, pinggangnya sedikit nyeri.

Setelah cukup dirasa tidak sakit ia berusaha bangkit kembali lalu berjalan keluar kamar mandi tetapi ia terkejut mengetahui istrinya sedang berada di depan pintu dengan ekspresi yang meningungkan.

18 menit kemudian.

"Apa maksudmu?" tanya Sean.

Mauren tidak menjawab pertanyaan dari Sean. Dia tersenyum menangkap basah sang suami sedang menyenangkan dirinya sendiri di kamar mandi, gadis itu menggigit bibir sambil menahan senyum.

Sean mendekatinya perlahan demi perlahan membuat Mauren berangsur mundur sampai ke tembok, kini Sean sudah mengunci tubuh Mauren dengan tangannya yang bersandar di tembok membuat gadis itu tidak bisa lari darinya.

"Kau tau aku sedang apa?" tanya Sean perlahan demi perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir Mauren.

"Se sedang te telan....jang?" jawab Mauren terbata-bata sambil melirik bagian bawah tubuh Sean.

Wajah Sean yang mencoba mendekatkan ke wajah Mauren terhenti seketika mendengar ucapan Mauren, dia melihat bagian bawah tubuhnya, ia kaget karena handuk yang dipakainya terlepas dan saat ini ia sedang telanjang tak mengenakan apa-apa.

"Aaaaaaaaaaarggghhhhh," teriak Sean.

**

Sean menyantap makan paginya dengan cemberut, kali ini istrinya hanya menyediakan telur goreng dan nasi hangat.

Sean tidak protes justru ia memakannya dengan lahap, ia melirik Mauren yang makan dengan gaya sok imut seperti tuan putri.

Kurasa dia pernah terjatuh tapi tidak ketahuan. Lihat gaya sok cantiknya itu! Jika tidak berponi dan memiliki gigi kelinci pasti aku tidak akan tertarik dengannya.

"Kau sudah melihat aset berhargaku dan kau yang pertama kali melihatnya"

"Oh jadi?" ucap Mauren santai.

"Cih!"

Sean melanjutkan makannya sampai habis lalu mengeluarkan dompet di sakunya, ia mengambil selembar uang seratus ribu dan ia berikan kepada Mauren. Gadis itu hanya menatapnya.

"Ambilah uang ini untuk belanja! Hari ini aku ingin makan ayam"

Dengan secepat kilat Mauren merebut uang itu dari tangan Sean. Setelah selesai makan Sean segera berangkat kerja, ia mengenakan baju biasa supaya Mauren tidak curiga.

Sean berpamitan untuk berangkat kerja, Mauren mencium tangannya dan mencium pipi Sean membuat suaminya itu kaget dan menahan senyum.

"Semangat oppa aku menunggumu pulang malam ini," ucap Mauren.

Jantung Sean berdetak dengan cepat, ia segera keluar rumah dan berjalan menuju depan gang, dia berjalan dengan tatapan kosong karena efek ciuman dari Mauren membuatnya meleleh dan otaknya sampai tidak bisa berpikir. Sampai akhirnya ia tidak menyadari sebuah batu besar berada di depannya, kakinya tidak sengaja menyandung batu itu seketika Sean terjatuh.

Bruuuuuk....

Asisten Kim yang mengetahui tuannya terjatuh segera menghampirinya, ia membantu Sean berdiri dan membersihkan celana Sean yang dipenuhi pasir dan dedaunan yang menempel.

Ketika sedang membersihkan, tangan mereka tidak sengaja bersentuhan dan membuat mereka saling berpandangan, mata mereka saling menatap lembut.

"Mau mati kau? Hah? Brengsek kenapa kau membiarkan batu berada disini? Kau suka jika aku terluka?" ucap Sean membentak asisten Kim membuat asistennya melepas tangannya yang tidak sengaja menempel pada tangan sang tuan.

"Maafkan saya tuan, saya akan memindahkan batu ini supaya lain kali anda tidak terjatuh"

Anda sering mengatakan jika istri anda gesrek tuan. Tetapi anda lebih gesrek daripada istri anda. Kalian memang pasangan serasi.

Sean segera berjalan meninggalkan asisten Kim yang sedang memindahkan batu, ia segera masuk ke dalam mobil.

Asisten Kim setengah berlari menuju bagasi mobil, ia segera mengambil pakaian jaz lengkap untuk tuan.

Sean segera memakainya di dalam mobil, ia mengibas-ngibaskan jarinya untuk memberikan kode supaya sang asisten untuk menjauhi mobil.

"Jangan ngintip kau Kim!"

"Saya masih normal tuan"

"Apa?!" tanya Sean melototi asistennya.

Asisten Kim segera menjauhi mobil, ia berjalan tak tentu arah membuat dirinya bertemu dengan Mauren yang tengah asyik menggosip bersama ibu rumah tangga lain. Sudah kebiasaan Mauren pagi-pagi harus menggosip sesuatu yang tak penting, ia harus mengecas mulutnya dahulu sebelum memulai aktivitas. Sampai ia menyadari laki-laki tampan berwajah oriental mengenakan jaz rapi membuat matanya terpana yang ternyata dia adalah asisten Kim.

Mauren mencoba mendekatinya.

"Hai koko? Sedang apa disini?" tanya Mauren heran.

Koko? Batin asisten Kim.

Ternyata asisten Kim tidak menyadari yang diajaknya mengobrol adalah istri tuannya, seperti biasa asisten Kim mengeluarkan senyuman maut yang membuat wanita-wanita terpana memandangnya tetapi tidak dengan Mauren, ia nampak biasa saja.

Di dalam mobil Sean nampak geram melihat asistennya tengah menggoda Mauren, ia membunyikan klakson mobil berkali-kali supaya asisten Kim segera menghampirinya.

Sedikit iseng Sean mengambil kunci mobilnya dan menyimpan di saku jaznya.

Terlihat asisten Kim berlari lalu memasuki mobil, ia melihat wajah tuannya marah.

Dia segera melajukan mobilnya tetapi kunci mobil itu sudah tidak ada di tempatnya.

Asisten Kim kebingungan, ia mencari kunci itu dibawah kursi tetapi tidak ada. Dia nampak kalang kabut tetapi tetap tidak menemukan kunci itu, sampai ia memberanikan diri kepada sang tuan yang menatapnya santai sambil tangannya bersedekap didada.

"Maaf tuan. Apakah anda melihat kunci mobil?"

"Jadi kau menuduh aku mencuri kunci mobilku sendiri?"

"Tidak tuan. Saya hanya bertanya"

"Siapa gadis itu? Apakah dia cantik? Apakah kau menyukainya?" tanya Sean.

"Iya tuan saya menyukai gadis cantik"

Sean lalu pindah ke kursi depan di sebelah sang asisten, tangannya mulai menyentuh pundak asisten Kim, perlahan demi perlahan tangan Sean naik keatas sampai leher Kim membuat asisten itu merasa geli.

Tuan. Saya masih normal tuan.

Situasi macam apa ini?

Dengan cepat Sean mencekik leher Kim, ia melampiaskan amarahnya karena sang asisten telah menggoda istrinya.

Kim nampak terbatuk-batuk tapi ia yakin tuannya tidak akan membunuhnya secepat itu.

"Itu istriku beg*! Sialan kau menggoda istri tuanmu sendiri!"

Sean melepaskan cekikannya, seketika membuat asisten Kim bernafas lega.

Dia segera meminta maaf karena tidak tau jika yang mengajaknya mengobrol adalah istri Sean. Kim tidak tau wajah istri sang tuan seperti apa karena sang tuan belum pernah menunjukan foto Mauren.

"Potong gaji saya tuan. Tetapi jangan pecat saya" pinta asisten Kim.

"Lakukanlah!" ucap Sean sambil melempar kunci mobil kepada sang asisten.

Terpopuler

Comments

inayah machmud

inayah machmud

kocak abis

2023-12-01

0

Ny.Su'eb

Ny.Su'eb

ya ampuunn kocak bangett 😁😁

2023-09-08

0

Walie

Walie

novel kedua yg bikin aku ngakak

2022-12-20

1

lihat semua
Episodes
1 Nikahan sang mantan
2 Dilema
3 Perjalanan
4 Menikah
5 Tuan Sean
6 Gadis gila!
7 Kesialan
8 Wawancara
9 Tukang Parkir
10 Visual karakter di novel ini
11 Terluka
12 Fantasi liar
13 Mulai bekerja
14 Ruangan presdir
15 Melanggar aturan
16 Pulang kerja
17 Berangkat kerja
18 Hukuman
19 Marah
20 Galau
21 Kehujanan
22 Pelecehan
23 Meminta restu
24 Di pecat
25 Ternyata dia gay?
26 Marah
27 Merayu Mauren
28 Curhatan Tuan Sean
29 Kebaikan dibalas keburukan
30 Pingsan
31 Apartemen mewah
32 Semalam bersama Asisten Kim
33 Apartemen
34 Gagal lagi
35 Sean Marah
36 Ketahuan
37 Mall
38 Bertengkar
39 Sean Marah
40 Permen kah?
41 Tower of YG
42 Makan malam keluarga
43 Fucek boy
44 Akhirnyaaaaaaaa
45 Sean Bahagia
46 Shopping untuk Mauren.
47 Ingat
48 Klub motor
49 Ketahuan
50 Supir baru.
51 Hukuman
52 Sakit perut
53 Sakit perut
54 Taman
55 Meeting
56 Meeting
57 Kamar rahasia
58 Bukan update
59 Visual
60 Bab 57 : Membeli hadiah
61 Bab 58 : Kucing oren
62 Pengumuman
63 Bab 59 : Emas
64 Bab 60 : Tidak sengaja
65 Bab 61 : Karma Tuan Sean
66 Bab 62 : Firasat
67 Bab 63 : Ku menangis....
68 Bab 64 : ....... Membayangkan
69 Bab 65 : Pesta Alana
70 Bab 66 : Sean panik, Mauren menghilang?
71 Bab 67 : Orenku
72 Sean VS Asisten Kim
73 Bab 68 : Meminta maaf
74 Bab 69 : Kena prank kalian
75 Bab 70 : Mata-mata
76 Bab 71 : Sawo Sean
77 Bab 72 : Pertemuan denganmu
78 Bab 73 : Pertemuan denganmu 2
79 Bab 74 : Pertemuan denganmu 3
80 Bab 75 : Pertemuan denganmu 4
81 Bab 76 : Masa lalu ku dan Kim
82 Bab 77 : Masa laluku dan Kim 2
83 Bab 78 : Futsal
84 Bab 79 : Futsal 2
85 Bab 80 : Masa lalu ku dan Kim 3
86 Bab 81 : Masa lalu ku dan Kim 4
87 Bab 82 : Sean, Mauren dan Kim
88 Bab 83 : Persahabatan itu indah
89 Bab 84 : Hukuman lagi?
90 Bab 85 : Hukuman lagi? 2
91 Bab 86 : Hukuman lagi? 3
92 Bab 87 : Aku di kerjai?
93 Bab 88 : Apakah aku di prank, Dokter?
94 Bab 89 : Sabar Sean! Demi bayimu
95 Bab 90 : Sabar Sean! Demi bayimu 2
96 Bab 91 : Tolong yang sabar ya Sean!
97 Bab 92 : Obrolan malam
98 Bab 93 : Bertahanlah Mauren!
99 Bab 94 : Jangan sakiti Orenku!
100 Bab 95 : Asisten Kim
101 Bab 96 : Teman laknat
102 Bab 97 : Adik laknat
103 Bab 98 : Edukasi
104 Bab 99 : Edukasi 2
105 Bab 100 : Seanku :*
106 Bab 101 : Bertengkar
107 PENGUMUMAN
108 Bab 102 : Rencana jahat
109 Bab 103 : Kemarahan Tuan Sean
110 Bab 104 : Kemarahan Tuan Sean 2
111 Bab 105 : Kemarahan Tuan Sean 3
112 Bab 106 : Kemarahan Tuan Sean 4
113 Bab 107 : Trauma
114 Bab 108 : SPESIAL
115 Bab 109 : Orang tua egois
116 Bab 110 : Pria misterius
117 Bab 111 : Who is Arkan?
118 Bab 112 : Sean VS Oren
119 Bab 113 : Kejar-kejaran
120 Bab 114 : Surat cinta?
121 Bab 115 : Salah paham
122 Bab 116 : Salah paham 2
123 Pengumuman
124 Bab 117 : Penjelasan
125 Bab 118 : Mama Sean
126 Bab 119 : Berbaikan?
127 Bab 120 : Asisten Kim
128 Bab 121 : CEO jualan sayur di pasar
129 Bab 122 : CEO jualan sayur di pasar 2
130 Pengumuman
131 PENGUMUMAN INI DI HAPUS
132 Bab 123 : Pasar
133 Bab 124 : Preman pasar
134 Bab 125 : Kesialan Tuan Sean
135 Bab 126 : Deklarasi
136 Bab 127 : Gosip
137 Bab 128 : Gengsi Sean
138 Bab 129 : Bab panjang
139 Bab 130 : Mauren VS gadis SMA
140 Bab 131 : Asisten Kim
141 Bab 132 : Es krim
142 Bab 133 : Kejutan!
143 Bab 134 : Kado spesial buat Kak Kim
144 Bab 135 : Oppa merajuk?
145 Bab 136 : Surprise!
146 PENGUMUMAN INI DI HAPUS
147 Bab 137 : Bodyguard?
148 Bab 138 : Sean pening
149 Bab 139 : Touring 1
150 Bab 140 : Touring 2 (ilmu kedokteran VS ilmu kebatinan)
151 Bab 141 : Touring 3 ( Hotel )
152 Bab 142 : Touring 4 (Cerita seram)
153 Bab 143 : Touring 5 (Desa diatas awan)
154 Bab 144 : Touring 6 ( Tersesat )
155 Bab 145 : Touring 7 ( Burung )
156 Bab 146 : Touring 8 ( Akhirnya )
157 Bab 147 : Anak pungut?
158 Bab 148 : Mamaku?
159 Bab 149 : Gaun Mauren
160 Bab 150 : Pesta pernikahan (Final Episode)
161 MMSM 2 : Bab 151 - Season 2
162 MMSM 2 : Bab 152 - Aku ingin bayi itu
163 MMSM 2 : Bab 153 - Bulan Madu (Malaysia)
164 MMSM 2 : Bab 154 - Bulan madu (Malaysia)
165 MMSM 2 : Bab 155 - Bulan madu (Thailand)
166 MMSM 2 : Bab 156 - Bulan madu (Korea)
167 MMSM 2 : Bab 157 - Bulan madu (Paris)
168 MMSM2 : Bab 158 - Bad Honeymoon
169 MMSM 2 : Bab 159 - Racun Dasha
170 MMSM2 : Bab 160 - Keputusan Mauren
171 MMSM 2 : Bab 161 - Hampir saja
172 MMSM 2 : Bab 162 - Surat perceraian
173 MMSM 2 : Bab 163 - Mauren pergi?
174 MMSM 2 : Bab 164 - Ketika aku masih menjadi kekasihmu
175 MMSM 2 : Bab 165 - Mesum?
176 MMSM 2 : Bab 166 - Sean gila
177 MMSM 2 : Bab 167 - Selamat datang, Arseina.
178 MMSM2 : Bab 168 - Asisten baru
179 MMSM 2 : Bab 169 - Baju Seina
180 MMSM 2 : Bab 170 - Kabar duka
181 MMSM 2 : Bab 171 - Seina rewel
182 MMSM 2 : Bab 172 - Sera dan Ali
183 MMSM 2 : Bab 173 - Ali dan Sera
184 MMSM 2 : Bab 174 - Sera Ali
185 MMSM 2 : Bab 175 - Sean gemas
186 MMSM 2 : Bab 176 - Ali mencium Sera
187 MMSM 2 : Bab 177 - Terbongkar
188 MMSM 2 : Bab 178 - Penyakit hati
189 MMSM 2 : Bab 179 - Demi Sera
190 MMSM 2 : Bab 180 - Aku tidak mencintaimu
191 MMSM 2 : Bab 181 - Pengorbanan ibu
192 MMSM 2 : Bab 182 - Rest in peace
193 MMSM 2 : Bab 183 - Mual
194 MMSM 2 : Bab 184 - Suami siaga
195 MMSM 2 : Bab 185 - Sean puasa
196 MMSM 2 : Bab 186 - Mengidam
197 MMSM 2 : Bab 187 - Awas, Seina!
198 MMSM 2 : Bab 188 - Hampir saja
199 MMSM 2 : Bab 189 - Wasiat Tuan Askar untuk Kim
200 Hai semuanya...
201 MMSM 2 : Bab 190 - Kim dan Sera
202 MMSM 2 : Bab 191 - Sudah besar
203 MMSM 2 : Bab 192 - Kebun binatang
204 MMSM 2 : Bab 193 - Pembulian
205 MMSM 2 : Bab 194 - Cutter
206 MMSM 2 : Bab 195 - Test pack
207 MMSM 2 : Bab 196 - Papa Mauren?
208 MMSM 2 : Bab 197 - Benci
209 MMSM2 : Bab 198 - Tertabrak
210 MMSM 2 : Bab 199 - Pulang
211 MMSM 2 : Bab 200 - Rumah duka
212 MMSM 2 : Bab 201 - Maaf
213 MMSM 2 : Bab 202 - Keluarga utuh
214 MMSM 2 : Bab 203 - Hadirnya Navier
215 MMSM 2 : Bab 204 - Kebersamaan
216 MMSM 2 : Bab 205 - Tuan Muda Daleon
217 MMSM 2 : Bab 206 - Menuju terakhir
218 SEAN MAUREN TAMAT : Bab 207 - Foto keluarga
219 -
220 Ekstra part
221 -
222 -
223 -
224 Ekstra part (Kisah Sean Mauren sebelum punya anak)
225 -
226 Sorry
227 KIMSERA : Bab 209
228 Sorry 3
229 Sorry 4
230 KIMSERA : Bab 212
231 Nih..
232 Promosi novel
233 Novel baru
Episodes

Updated 233 Episodes

1
Nikahan sang mantan
2
Dilema
3
Perjalanan
4
Menikah
5
Tuan Sean
6
Gadis gila!
7
Kesialan
8
Wawancara
9
Tukang Parkir
10
Visual karakter di novel ini
11
Terluka
12
Fantasi liar
13
Mulai bekerja
14
Ruangan presdir
15
Melanggar aturan
16
Pulang kerja
17
Berangkat kerja
18
Hukuman
19
Marah
20
Galau
21
Kehujanan
22
Pelecehan
23
Meminta restu
24
Di pecat
25
Ternyata dia gay?
26
Marah
27
Merayu Mauren
28
Curhatan Tuan Sean
29
Kebaikan dibalas keburukan
30
Pingsan
31
Apartemen mewah
32
Semalam bersama Asisten Kim
33
Apartemen
34
Gagal lagi
35
Sean Marah
36
Ketahuan
37
Mall
38
Bertengkar
39
Sean Marah
40
Permen kah?
41
Tower of YG
42
Makan malam keluarga
43
Fucek boy
44
Akhirnyaaaaaaaa
45
Sean Bahagia
46
Shopping untuk Mauren.
47
Ingat
48
Klub motor
49
Ketahuan
50
Supir baru.
51
Hukuman
52
Sakit perut
53
Sakit perut
54
Taman
55
Meeting
56
Meeting
57
Kamar rahasia
58
Bukan update
59
Visual
60
Bab 57 : Membeli hadiah
61
Bab 58 : Kucing oren
62
Pengumuman
63
Bab 59 : Emas
64
Bab 60 : Tidak sengaja
65
Bab 61 : Karma Tuan Sean
66
Bab 62 : Firasat
67
Bab 63 : Ku menangis....
68
Bab 64 : ....... Membayangkan
69
Bab 65 : Pesta Alana
70
Bab 66 : Sean panik, Mauren menghilang?
71
Bab 67 : Orenku
72
Sean VS Asisten Kim
73
Bab 68 : Meminta maaf
74
Bab 69 : Kena prank kalian
75
Bab 70 : Mata-mata
76
Bab 71 : Sawo Sean
77
Bab 72 : Pertemuan denganmu
78
Bab 73 : Pertemuan denganmu 2
79
Bab 74 : Pertemuan denganmu 3
80
Bab 75 : Pertemuan denganmu 4
81
Bab 76 : Masa lalu ku dan Kim
82
Bab 77 : Masa laluku dan Kim 2
83
Bab 78 : Futsal
84
Bab 79 : Futsal 2
85
Bab 80 : Masa lalu ku dan Kim 3
86
Bab 81 : Masa lalu ku dan Kim 4
87
Bab 82 : Sean, Mauren dan Kim
88
Bab 83 : Persahabatan itu indah
89
Bab 84 : Hukuman lagi?
90
Bab 85 : Hukuman lagi? 2
91
Bab 86 : Hukuman lagi? 3
92
Bab 87 : Aku di kerjai?
93
Bab 88 : Apakah aku di prank, Dokter?
94
Bab 89 : Sabar Sean! Demi bayimu
95
Bab 90 : Sabar Sean! Demi bayimu 2
96
Bab 91 : Tolong yang sabar ya Sean!
97
Bab 92 : Obrolan malam
98
Bab 93 : Bertahanlah Mauren!
99
Bab 94 : Jangan sakiti Orenku!
100
Bab 95 : Asisten Kim
101
Bab 96 : Teman laknat
102
Bab 97 : Adik laknat
103
Bab 98 : Edukasi
104
Bab 99 : Edukasi 2
105
Bab 100 : Seanku :*
106
Bab 101 : Bertengkar
107
PENGUMUMAN
108
Bab 102 : Rencana jahat
109
Bab 103 : Kemarahan Tuan Sean
110
Bab 104 : Kemarahan Tuan Sean 2
111
Bab 105 : Kemarahan Tuan Sean 3
112
Bab 106 : Kemarahan Tuan Sean 4
113
Bab 107 : Trauma
114
Bab 108 : SPESIAL
115
Bab 109 : Orang tua egois
116
Bab 110 : Pria misterius
117
Bab 111 : Who is Arkan?
118
Bab 112 : Sean VS Oren
119
Bab 113 : Kejar-kejaran
120
Bab 114 : Surat cinta?
121
Bab 115 : Salah paham
122
Bab 116 : Salah paham 2
123
Pengumuman
124
Bab 117 : Penjelasan
125
Bab 118 : Mama Sean
126
Bab 119 : Berbaikan?
127
Bab 120 : Asisten Kim
128
Bab 121 : CEO jualan sayur di pasar
129
Bab 122 : CEO jualan sayur di pasar 2
130
Pengumuman
131
PENGUMUMAN INI DI HAPUS
132
Bab 123 : Pasar
133
Bab 124 : Preman pasar
134
Bab 125 : Kesialan Tuan Sean
135
Bab 126 : Deklarasi
136
Bab 127 : Gosip
137
Bab 128 : Gengsi Sean
138
Bab 129 : Bab panjang
139
Bab 130 : Mauren VS gadis SMA
140
Bab 131 : Asisten Kim
141
Bab 132 : Es krim
142
Bab 133 : Kejutan!
143
Bab 134 : Kado spesial buat Kak Kim
144
Bab 135 : Oppa merajuk?
145
Bab 136 : Surprise!
146
PENGUMUMAN INI DI HAPUS
147
Bab 137 : Bodyguard?
148
Bab 138 : Sean pening
149
Bab 139 : Touring 1
150
Bab 140 : Touring 2 (ilmu kedokteran VS ilmu kebatinan)
151
Bab 141 : Touring 3 ( Hotel )
152
Bab 142 : Touring 4 (Cerita seram)
153
Bab 143 : Touring 5 (Desa diatas awan)
154
Bab 144 : Touring 6 ( Tersesat )
155
Bab 145 : Touring 7 ( Burung )
156
Bab 146 : Touring 8 ( Akhirnya )
157
Bab 147 : Anak pungut?
158
Bab 148 : Mamaku?
159
Bab 149 : Gaun Mauren
160
Bab 150 : Pesta pernikahan (Final Episode)
161
MMSM 2 : Bab 151 - Season 2
162
MMSM 2 : Bab 152 - Aku ingin bayi itu
163
MMSM 2 : Bab 153 - Bulan Madu (Malaysia)
164
MMSM 2 : Bab 154 - Bulan madu (Malaysia)
165
MMSM 2 : Bab 155 - Bulan madu (Thailand)
166
MMSM 2 : Bab 156 - Bulan madu (Korea)
167
MMSM 2 : Bab 157 - Bulan madu (Paris)
168
MMSM2 : Bab 158 - Bad Honeymoon
169
MMSM 2 : Bab 159 - Racun Dasha
170
MMSM2 : Bab 160 - Keputusan Mauren
171
MMSM 2 : Bab 161 - Hampir saja
172
MMSM 2 : Bab 162 - Surat perceraian
173
MMSM 2 : Bab 163 - Mauren pergi?
174
MMSM 2 : Bab 164 - Ketika aku masih menjadi kekasihmu
175
MMSM 2 : Bab 165 - Mesum?
176
MMSM 2 : Bab 166 - Sean gila
177
MMSM 2 : Bab 167 - Selamat datang, Arseina.
178
MMSM2 : Bab 168 - Asisten baru
179
MMSM 2 : Bab 169 - Baju Seina
180
MMSM 2 : Bab 170 - Kabar duka
181
MMSM 2 : Bab 171 - Seina rewel
182
MMSM 2 : Bab 172 - Sera dan Ali
183
MMSM 2 : Bab 173 - Ali dan Sera
184
MMSM 2 : Bab 174 - Sera Ali
185
MMSM 2 : Bab 175 - Sean gemas
186
MMSM 2 : Bab 176 - Ali mencium Sera
187
MMSM 2 : Bab 177 - Terbongkar
188
MMSM 2 : Bab 178 - Penyakit hati
189
MMSM 2 : Bab 179 - Demi Sera
190
MMSM 2 : Bab 180 - Aku tidak mencintaimu
191
MMSM 2 : Bab 181 - Pengorbanan ibu
192
MMSM 2 : Bab 182 - Rest in peace
193
MMSM 2 : Bab 183 - Mual
194
MMSM 2 : Bab 184 - Suami siaga
195
MMSM 2 : Bab 185 - Sean puasa
196
MMSM 2 : Bab 186 - Mengidam
197
MMSM 2 : Bab 187 - Awas, Seina!
198
MMSM 2 : Bab 188 - Hampir saja
199
MMSM 2 : Bab 189 - Wasiat Tuan Askar untuk Kim
200
Hai semuanya...
201
MMSM 2 : Bab 190 - Kim dan Sera
202
MMSM 2 : Bab 191 - Sudah besar
203
MMSM 2 : Bab 192 - Kebun binatang
204
MMSM 2 : Bab 193 - Pembulian
205
MMSM 2 : Bab 194 - Cutter
206
MMSM 2 : Bab 195 - Test pack
207
MMSM 2 : Bab 196 - Papa Mauren?
208
MMSM 2 : Bab 197 - Benci
209
MMSM2 : Bab 198 - Tertabrak
210
MMSM 2 : Bab 199 - Pulang
211
MMSM 2 : Bab 200 - Rumah duka
212
MMSM 2 : Bab 201 - Maaf
213
MMSM 2 : Bab 202 - Keluarga utuh
214
MMSM 2 : Bab 203 - Hadirnya Navier
215
MMSM 2 : Bab 204 - Kebersamaan
216
MMSM 2 : Bab 205 - Tuan Muda Daleon
217
MMSM 2 : Bab 206 - Menuju terakhir
218
SEAN MAUREN TAMAT : Bab 207 - Foto keluarga
219
-
220
Ekstra part
221
-
222
-
223
-
224
Ekstra part (Kisah Sean Mauren sebelum punya anak)
225
-
226
Sorry
227
KIMSERA : Bab 209
228
Sorry 3
229
Sorry 4
230
KIMSERA : Bab 212
231
Nih..
232
Promosi novel
233
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!