Sinar mentari tampak tak malu untuk masuk di kamar pengantin baru itu.
Mauren memasak pagi-pagi sekali supaya ia bisa berangkat wawancara di Young Group agar tidak terlambat.
Setelah memasak, ia memutuskan untuk menunggu Sean keluar dari kamar mandi.
Sean sangat lama berada di kamar mandi membuat Mauren tidak sabar.
Gadis itu melangkah mendekati kamar mandi, ia menempelkan telinganya di pintu tersebut.
"Ah.. ah.. Sial! Aw.. aw.. aw.."
Mata Mauren terbelalak mendengar suara Sean dari dalam kamar mandi. Dia memasang pendengarannya dengan lebar supaya ia bisa mendengar lebih jelas lagi.
"Ah.. Aw.. Bullsh*t!"
Dia sedang masturabi? Hehehe sebuah berita besar.
Mauren terfokus lagi dengan suara itu tetapi keheningan yang didapatnya. Dia tidak mendengar suara Sean lagi, ia berusaha menekan telinganya kuat di pintu supaya bisa mendengar tetapi tiba-tiba Sean membuka pintu membuat Mauren terkejut.
Sean menatap tajam Mauren seketika gadis itu mengalihkan pandangan keatas dan mulai bersiul.
"Cit cuit cit cuit cicak-cicak di dinding," ucap Mauren bernyanyi saat melihat seekor cicak diatas pintu kamar mandi.
Sean terkejut melihat cicak itu, ia panik dan menyuruh Mauren untuk segera mengusirnya. Mauren dengan cepat melempar cicak itu dengan kertas membuat hewan itu pergi kalang kabut entah kemana.
Mulut Mauren ternganga melihat Sean berdiri diatas sofa yang masih mengenakan handuk di tubuhnya.
Sean dengan cepat turun dari sofa dan berjalan menuju lemari pakaian.
Sementara itu Mauren mengambil sebotol minuman soda yang berada diatas meja, ia menenggaknya sampai habis.
"Ah... Ah... Ah... Ah... Enak sekali," ucap Mauren menggoda Sean.
Sean meliriknya dengan tatapan bingung dengan cepat ia mengambil pakaiannya di lemari.
"Aw.. Aw.. Aw.. Sudah puaskah sayang?" tanya Mauren mengelus dada Sean yang putih itu.
"Apa maksudmu?"
Ya Tuhan. Apa salah hambamu ini sampai engkau memberikan gadis kurang se-ons seperti ini**? Batin Sean.
Ketangkap basah kau sedang nganu-nganu. Batin Mauren.
15 menit yang lalu.
Sean menyiram tubuhnya menggunakan air hangat, tak lupa ia memakai sabun termahal yang pernah ada di dunia ini. Wangi sabun itu sangat kuat membuat kamar mandi ini sangat harum. Setelah asyik mandi, ia segera mengenakan handuk lalu menuju ke cermin tetapi sialnya ia terpeleset membuat tubuhnya terjatuh di lantai dengan benturan yang sedikit kuat.
"Ah.. Ah.. Sial! Aw.. aw.. aw..," ucap Sean kesakitan.
Dia mencoba berdiri tetapi sialnya ia terjatuh lagi, "Ah.. Aw.. Bullsh*t!"
Sean mencoba berdiri dengan berpegangan tembok, pinggangnya sedikit nyeri.
Setelah cukup dirasa tidak sakit ia berusaha bangkit kembali lalu berjalan keluar kamar mandi tetapi ia terkejut mengetahui istrinya sedang berada di depan pintu dengan ekspresi yang meningungkan.
18 menit kemudian.
"Apa maksudmu?" tanya Sean.
Mauren tidak menjawab pertanyaan dari Sean. Dia tersenyum menangkap basah sang suami sedang menyenangkan dirinya sendiri di kamar mandi, gadis itu menggigit bibir sambil menahan senyum.
Sean mendekatinya perlahan demi perlahan membuat Mauren berangsur mundur sampai ke tembok, kini Sean sudah mengunci tubuh Mauren dengan tangannya yang bersandar di tembok membuat gadis itu tidak bisa lari darinya.
"Kau tau aku sedang apa?" tanya Sean perlahan demi perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir Mauren.
"Se sedang te telan....jang?" jawab Mauren terbata-bata sambil melirik bagian bawah tubuh Sean.
Wajah Sean yang mencoba mendekatkan ke wajah Mauren terhenti seketika mendengar ucapan Mauren, dia melihat bagian bawah tubuhnya, ia kaget karena handuk yang dipakainya terlepas dan saat ini ia sedang telanjang tak mengenakan apa-apa.
"Aaaaaaaaaaarggghhhhh," teriak Sean.
**
Sean menyantap makan paginya dengan cemberut, kali ini istrinya hanya menyediakan telur goreng dan nasi hangat.
Sean tidak protes justru ia memakannya dengan lahap, ia melirik Mauren yang makan dengan gaya sok imut seperti tuan putri.
Kurasa dia pernah terjatuh tapi tidak ketahuan. Lihat gaya sok cantiknya itu! Jika tidak berponi dan memiliki gigi kelinci pasti aku tidak akan tertarik dengannya.
"Kau sudah melihat aset berhargaku dan kau yang pertama kali melihatnya"
"Oh jadi?" ucap Mauren santai.
"Cih!"
Sean melanjutkan makannya sampai habis lalu mengeluarkan dompet di sakunya, ia mengambil selembar uang seratus ribu dan ia berikan kepada Mauren. Gadis itu hanya menatapnya.
"Ambilah uang ini untuk belanja! Hari ini aku ingin makan ayam"
Dengan secepat kilat Mauren merebut uang itu dari tangan Sean. Setelah selesai makan Sean segera berangkat kerja, ia mengenakan baju biasa supaya Mauren tidak curiga.
Sean berpamitan untuk berangkat kerja, Mauren mencium tangannya dan mencium pipi Sean membuat suaminya itu kaget dan menahan senyum.
"Semangat oppa aku menunggumu pulang malam ini," ucap Mauren.
Jantung Sean berdetak dengan cepat, ia segera keluar rumah dan berjalan menuju depan gang, dia berjalan dengan tatapan kosong karena efek ciuman dari Mauren membuatnya meleleh dan otaknya sampai tidak bisa berpikir. Sampai akhirnya ia tidak menyadari sebuah batu besar berada di depannya, kakinya tidak sengaja menyandung batu itu seketika Sean terjatuh.
Bruuuuuk....
Asisten Kim yang mengetahui tuannya terjatuh segera menghampirinya, ia membantu Sean berdiri dan membersihkan celana Sean yang dipenuhi pasir dan dedaunan yang menempel.
Ketika sedang membersihkan, tangan mereka tidak sengaja bersentuhan dan membuat mereka saling berpandangan, mata mereka saling menatap lembut.
"Mau mati kau? Hah? Brengsek kenapa kau membiarkan batu berada disini? Kau suka jika aku terluka?" ucap Sean membentak asisten Kim membuat asistennya melepas tangannya yang tidak sengaja menempel pada tangan sang tuan.
"Maafkan saya tuan, saya akan memindahkan batu ini supaya lain kali anda tidak terjatuh"
Anda sering mengatakan jika istri anda gesrek tuan. Tetapi anda lebih gesrek daripada istri anda. Kalian memang pasangan serasi.
Sean segera berjalan meninggalkan asisten Kim yang sedang memindahkan batu, ia segera masuk ke dalam mobil.
Asisten Kim setengah berlari menuju bagasi mobil, ia segera mengambil pakaian jaz lengkap untuk tuan.
Sean segera memakainya di dalam mobil, ia mengibas-ngibaskan jarinya untuk memberikan kode supaya sang asisten untuk menjauhi mobil.
"Jangan ngintip kau Kim!"
"Saya masih normal tuan"
"Apa?!" tanya Sean melototi asistennya.
Asisten Kim segera menjauhi mobil, ia berjalan tak tentu arah membuat dirinya bertemu dengan Mauren yang tengah asyik menggosip bersama ibu rumah tangga lain. Sudah kebiasaan Mauren pagi-pagi harus menggosip sesuatu yang tak penting, ia harus mengecas mulutnya dahulu sebelum memulai aktivitas. Sampai ia menyadari laki-laki tampan berwajah oriental mengenakan jaz rapi membuat matanya terpana yang ternyata dia adalah asisten Kim.
Mauren mencoba mendekatinya.
"Hai koko? Sedang apa disini?" tanya Mauren heran.
Koko? Batin asisten Kim.
Ternyata asisten Kim tidak menyadari yang diajaknya mengobrol adalah istri tuannya, seperti biasa asisten Kim mengeluarkan senyuman maut yang membuat wanita-wanita terpana memandangnya tetapi tidak dengan Mauren, ia nampak biasa saja.
Di dalam mobil Sean nampak geram melihat asistennya tengah menggoda Mauren, ia membunyikan klakson mobil berkali-kali supaya asisten Kim segera menghampirinya.
Sedikit iseng Sean mengambil kunci mobilnya dan menyimpan di saku jaznya.
Terlihat asisten Kim berlari lalu memasuki mobil, ia melihat wajah tuannya marah.
Dia segera melajukan mobilnya tetapi kunci mobil itu sudah tidak ada di tempatnya.
Asisten Kim kebingungan, ia mencari kunci itu dibawah kursi tetapi tidak ada. Dia nampak kalang kabut tetapi tetap tidak menemukan kunci itu, sampai ia memberanikan diri kepada sang tuan yang menatapnya santai sambil tangannya bersedekap didada.
"Maaf tuan. Apakah anda melihat kunci mobil?"
"Jadi kau menuduh aku mencuri kunci mobilku sendiri?"
"Tidak tuan. Saya hanya bertanya"
"Siapa gadis itu? Apakah dia cantik? Apakah kau menyukainya?" tanya Sean.
"Iya tuan saya menyukai gadis cantik"
Sean lalu pindah ke kursi depan di sebelah sang asisten, tangannya mulai menyentuh pundak asisten Kim, perlahan demi perlahan tangan Sean naik keatas sampai leher Kim membuat asisten itu merasa geli.
Tuan. Saya masih normal tuan.
Situasi macam apa ini?
Dengan cepat Sean mencekik leher Kim, ia melampiaskan amarahnya karena sang asisten telah menggoda istrinya.
Kim nampak terbatuk-batuk tapi ia yakin tuannya tidak akan membunuhnya secepat itu.
"Itu istriku beg*! Sialan kau menggoda istri tuanmu sendiri!"
Sean melepaskan cekikannya, seketika membuat asisten Kim bernafas lega.
Dia segera meminta maaf karena tidak tau jika yang mengajaknya mengobrol adalah istri Sean. Kim tidak tau wajah istri sang tuan seperti apa karena sang tuan belum pernah menunjukan foto Mauren.
"Potong gaji saya tuan. Tetapi jangan pecat saya" pinta asisten Kim.
"Lakukanlah!" ucap Sean sambil melempar kunci mobil kepada sang asisten.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 233 Episodes
Comments
inayah machmud
kocak abis
2023-12-01
0
Ny.Su'eb
ya ampuunn kocak bangett 😁😁
2023-09-08
0
Walie
novel kedua yg bikin aku ngakak
2022-12-20
1