Setelah menyuruh Mauren tidur, Sean mengantar sang dokter dan asisten Kim sampai di teras rumah. Dokter muda itu masih heran siapa sebenarnya gadis itu, asisten Kim menyuruh dokter supaya tidak bertanya dan menutup mulutnya rapat-rapat.
"Jangan beri dia uang Kim! Dia tidak bekerja apa-apa kali ini," ucap Sean.
"Hey! Kau mengganggu istirahatku setidaknya beri aku uang bensin!" jawab dokter itu marah.
"Cih! Beri dia lima ribu Kim!"
Sean tidak berubah sama sekali dia masih sangat pelit.
Setelah mengantar mereka, Sean lalu menutup pintu dan jendela. Ketika akan membalikan badan ia terkejut melihat Mauren sudah berada di depannya sampai kepala Sean membentur pintu.
"Aaaaaw... Dasar pintu sial!" umpat Sean sambil mengelus kepalanya.
Sean melihat Mauren hanya bermuka datar menatapnya seolah sudah tidak memiliki tujuan hidup, ia segera mengajak Mauren untuk kembali di kamar.
Mereka merebahkan diri tidak lupa Sean menaruh guling di tengah ranjang sebagai pembatas tidur mereka.
"Oppa?" ucap Mauren sedih sambil menatap langit-langit kamar.
"Apa?"
"Kau mau menemaniku berfantasi liar?"
Fantasi liar? Batin Sean.
Pikiran kotor Sean mulai berkecamuk, ia membayangkan yang tidak-tidak.
Dia memulai menggerayangi tubuh Mauren, melepas baju Mauren dan mulai menciuminya dari atas sampai bawah, tak lupa ia mel*mat bibir Mauren dengan lembut.
Sang ular telah terbangun dan tidak bisa ditidurkan lagi sebelum masuk ke sarangnya, ia mulai membuka celana tetapi dia terkejut ketika ada yang memanggilnya.
"OPPA!" teriak Mauren membuyarkan lamunan Sean.
Mauren berteriak di telinga Sean membuat telinga itu berdengung kencang, ia menatap Mauren yang sudah berada di depan Wajahnya.
"Kau mau menemaniku berfantasi liar atau tidak?" tanya Mauren lagi.
Sean menganggukan kepala dan bersemangat membayangkan berfantasi liar dengan sang istri.
3 menit kemudian.
"Muah muah muah muah... Ayo balas ciumanku!" ucap Mauren.
Sean hanya terdiam menatap Mauren dengan heran. Dia menyesalkan sekali wajah Mauren yang cantik tetapi otaknya lengser.
Sean melempar boneka barbie berbentuk laki-laki ke dada Mauren, sedangkan Mauren memegang boneka barbie perempuan dengan gaun cantiknya. Sean merasa kesal karena malah diajak bermain boneka.
"Apanya yang berfantasi liar hah? Kau pikir aku anak kecil kau ajak bermain boneka? Kau harus ku ajak ke rumah sakit jiwa," ucap Sean kesal.
"Ini kan berfantasi liar. Boneka ini saling berciuman dan beradu kasih. Oh jangan-jangan?"
"Apa? Ketimbang kau main boneka lebih baik mainkan ularku bodoh!"
Hahaha ku kerjai kau oppa.
Rasakan itu!
Mauren merasa tertantang lalu ia mengambil ular tangga yang ia simpan di dalam tas, Sean masih menatapnya dengan heran.
Mauren menata ular tangga itu di atas ranjang, ia mengeluarkan 2 buah dadu.
"Kau mau kocok sendiri apa ku kocokkan?" tanya Mauren dengan polosnya.
"Aaaaarghhh! Pergi kau!" ucap Sean marah lalu menendang ular tangga itu sambil memegangi kepalanya yang sudah tidak tahan dengan kelakuan Mauren.
___________________________________
Sang ayam membangunkan dua orang terkonyol di dunia dari tidur nyenyaknya.
Sean bergegas untuk mandi, ia mandi sangat cepat seperti bebek. Dia mempunyai prinsip aku sudah tampan kenapa harus mandi berlama-lama?
Setelah itu ia keluar dari kamar mandi melihat Mauren berdandan rapi, Mauren sangat cantik membuat Sean terkesima.
Secara tidak sadar Sean mengecup bibir Mauren membuat gadis berponi itu terkejut.
Mauren tersenyum-senyum manja sampai menutup wajahnya.
"Mau kemana?" tanya Sean.
"Mau bekerja"
Sean mengerutkan dahi. Belum sempat bertanya bekerja dimana ia mendapat telepon dari asisten Kim karena sudah menunggunya di depan gang.
Mauren mencium pipi Sean membuat Sean terbang melayang ke angkasa.
"Lagi! Cium aku lagi!" ucap Sean sedikit membungkuk menyerahkan keningnya.
Mauren seketika memeluk Sean dan tangannya merangkul leher Sean.
"Kau budek? Ku bilang cium bukan peluk!" ucap Sean kesal.
Mauren terkejut mendengar ucapan Sean, ia menginjak kaki Sean sekuat mungkin lalu menjulurkan lidah. Sean merasa kesakitan, ia mengelus kakinya. Mauren kesal karena Sean selalu mengumpat kasar kepadanya.
Kau yang bikin aku emosi. Batin Sean.
"Uluh-uluh... Jangan manyun gitu cantik. Aku janji tidak akan mengumpat kasar kepadamu lagi istriku," ucap Sean sedikit menggoda Mauren.
3 menit kemudian.
"Hey kau tidak masak nasi? Hah? Telur goreng lagi? Bodoh kau! Uang belanja sehari 100 ribu cuman dapat telur aja hah?......." umpat Sean ngoceh-ngoceh tidak jelas.
Setelah berhenti mengoceh, Sean segera berjalan ke gang terlihat asisten Kim menghampirinya dan menunduk hormat kepada Sean tetapi sang tuan tidak menghiraukannya. Asisten Kim menyerahnya jaz hitam milik Sean yang termahal di dunia ini. Setelah berganti pakaian mereka segera berangkat ke kantor pusat perusahaan Young Group.
"Apa pagi ini jadwalku cukup senggang Kim? Aku ingin mampir sarapan dulu," tanya Sean.
"Pagi ini cukup senggang tuan, hanya ada rapat dengan direktur Stars Group jam 11 siang"
"Oh ayah dari Sonia? Si gadis yang baru saja terkena skandal video panas?"
"Benar tuan"
"Cari kan linknya Kim!"
Anda sungguh gila tuan. Saya akan carikan tetapi jangan suruh saya menonton bersama anda. Batin asisten Kim.
Setelah itu mereka mampir di warung makan sederhana berlaukkan makanan rumahan.
Orang-orang mengamati mereka karena berpakaian formal rapi dan terlihat sangat tampan. Kali ini Sean memilih menu soto ayam dan asisten Kim memilih rendang daging sapi, Sean meliriknya dengan tatapan sinis.
Cih! Bosnya makan suwiran ayam, asistennya malah makan daging.
Setelah makan mereka segera menuju mobil dan kali ini Sean duduk di depan sebelah asisten Kim yang mengemudi. Asisten Kim berfirasat buruk ketika tuannya memilih duduk di sampingnya. Ternyata benar Sean menyuruh mencari video panas itu lalu menyuruh Kim menonton bersamanya.
Kedua pria aneh itu menonton tanpa berkedip dan sesekali Sean menggeleng-gelengkan kepala. Setelah selesai menonton asisten Kim segera memasukan handphone itu ke dalam saku jaznya.
"Kim?"
"Iya tuan"
"Apa yang kau rasakan Kim?"
"Seperti lelaki pada umumnya tuan"
Sean menepuk bahu asisten Kim,
"Baguslah Kim. Mulai sekarang aku tidak takut denganmu lagi. Kita sama-sama normal," ucap Sean tersenyum senang.
Asisten Kim hanya terdiam, ia sangat sabar menghadapi tuannya. Dia segera melajukan mobil menuju ke perusahaan, ia sesekali melirik sang tuan tersenyum sendiri.
Asisten Kim tau pasti tuannya memikirkan hal yang macam-macam bersama istrinya itu.
Asisten Kim cukup senang ketika tuannya telah menemukan cinta sejati.
Dia dulu sangat tertutup dengan perempuan bahkan temannya saja hanya laki-laki.
Hanya Alana saja yang pernah dekat dengan Sean karena mereka berteman sejak kecil.
Tetapi Alana kini mengkhianati pertemanan mereka dan malah jatuh cinta kepada Sean.
*****
Hallo ini author :)
Kisah Sonia si gadis di dalam video panas yang di tonton Sean dan Kim ada di novel "ku cinta kau Sonia". Tak kalah seru dengan cerita ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 233 Episodes
Comments
inayah machmud
sean itu bos besar tapi pelit nya bikin amit2....
2023-12-01
0
moey
😂😂😂😂😂
2023-09-15
0
ardan
wkwkwkw, paraahhhh aduh pipi pegel nih ketawa teruuusss 🤣
2022-04-13
0