Menikah

Sebuah perkampungan di pinggir kota ketika mereka menginjakan kaki mereka.

Mauren segera berjalan kerumahnya membawa Sean yang nampak yakin dan tenang, tetapi Mauren tidak yakin dengan orang tuanya akan setuju dengan pernikahannya yang mendadak terlebih lagi pada bapaknya.

Bapaknya memiliki sifat tegas dan galak jika berhubungan dengan cowok yang dibawa Mauren ke rumahnya.

Kalau bapak tidak setuju bagaimana ya?

Apa aku harus melakukan cara itu?

Mauren berpikir keras agar bapaknya merestui pernikahannya itu, ia tak lupa melantunkan doa setiap melangkahkan menuju rumahnya.

Rumah sederhana bercat kuning nampak terlihat, ya.. itu adalah rumah Mauren. Terlihat beberapa anak kecil bermain di teras rumahnya, ia juga melihat ibu Mauren tengah bersantai di depan teras.

"Emaaaak!" ucap Mauren berteriak memanggil ibunya.

Ibu Mauren nampak biasa saja, ia malah asyik memandangi cowok dibelakang Mauren. Sean sangat tampan, tubuhnya yang tinggi dan berotot membuat para wanita yang melihatnya terkesima.

Mauren memeluk ibunya yang masih memandangi Sean, cowok itu tersenyum dengan ramah membuat ibu Mauren meleleh.

Ibunya melepaskan pelukan Mauren, ia mendekati Sean. Sean lantas mencium tangan calon ibu mertuanya itu.

“Kamu siapa nak? Kamu tampan sekali!”

“Saya Se....” belum selesai menjawab tiba-tiba bapak Mauren datang membawa parang.

"Siapa kau?" tanya bapak Mauren sambil mengarahkan parang ke arah Sean.

Nyali Sean seakan ciut melihat wajah calon mertuanya yang nampak garang apalagi parang yang berada di tangan bapak Mauren membuat wajah Sean semakin panik dan takut.

Mauren memeluk bapaknya erat dan menyuruh Sean masuk rumah, ibu Mauren mengajak Sean segera masuk dan membuatkannya minuman.

Matilah Aku! Bapaknya garang amat!

Gimana nasibku nanti bapaknya mengetahui jika aku akan menikahi anaknya.

Sean duduk di sofa, ia menundukan kepala.

Ibu Mauren segera membuatkan minuman untuk Sean.

Bapak Mauren ikut duduk diseberang Sean, ia menatap Sean dengan muka garang di campur penasaran.

Mauren adalah anak perempuan satu-satunya, ia tidak pernah membawa sekalipun seorang cowok.

Parang yang dibawa oleh Bapak Mauren diletakkan diatas meja dengan mengeluarkan bunyi nyaring. Mauren lebih memilih duduk di dekat Sean membuat bapaknya semakin marah.

"Apa tujuanmu kemari?" tanya bapak sambil memelintir kumisnya yang panjang.

"Sa.. sa.. saya..," jawab Sean terbata-bata.

"Kita mau menikah!" celetuk Mauren.

Bapaknya seketika mengangkat parang dan diarahkannya ke wajah Sean. Mauren melindunginya sambil mengelus-elus perutnya sendiri.

"Jangan-jangan kau"

Mauren menganggukan kepala, Sean masih terbingung. Darah seketika mendidih di kepala bapak, ia tidak menyangka putrinya hamil di luar nikah padahal Mauren hanya berbohong supaya bapak merestui pernikahannya.

Bapak meletakkan parangnya, ia memegang kepalanya sendiri, ia kini cukup kecewa dengan dirinya sendiri karena gagal mendidik sang anak.

Tiba-tiba ibu datang dengan membawa 4 cangkir teh, ibu melihat situasi menjadi saling diam, akhirnya ia membuka pembicaraan.

"Ada apa ini?"

"Saya hamil mak," jawab Mauren.

Sean terkejut dan seketika membuka mulut untuk berbicara yang sebenarnya tetapi Mauren menginjak kakinya dengan keras membuat dirinya merasa kesakitan.

"Kita harus cepat nikahkan sebelum perutnya membesar"

Setelah ucapan dari sang bapak, mereka memutuskan untuk menikahkan Mauren hari ini juga dengan prosesi akad nikah sederhana. Sean masih terbingung dengan situasi ini terlebih lagi Mauren mengaku jika dirinya hamil. Padahal sebelumnya Sean hanya sebatas berpegangan tangan dengan Mauren dan belum pernah melakukan uhuk-uhuk.

Apa dia hamil dengan cowok lain?

Kenapa begitu bodohnya aku tiba-tiba mengajaknya menikah?

Bapak dan emak segera mengurus akad nikah mereka yang akan dilakukan siang ini juga, mereka harus menikahkan putrinya jika tidak cowok itu akan kabur.

Sean masih menatap Mauren dengan tatapan kosong, ia melihat gadis itu menyeringai.

"Batalkan pernikahan ini, kau tidak bilang jika sedang hamil?"

"Kau mau mati hah? Lagipula aku cuman berbohong supaya bapak dan emakku menyetujui pernikahan ini"

"Cih! Tidak bilang dari tadi"

2 jam kemudian mereka melaksanakan prosesi ijab qobul. Acara berjalan lancar sesuai yang diinginkan, tetangga mulai ramai membicarakan pernikahan Mauren yang mendadak. Rumor tentang kehamilan Mauren tersebar di seluruh desa, memang mulut tetangga secepat kilat jika bergosip hal yang negatif. Mereka suka mencibir padahal jika dicibir mereka tidak terima. Benar kan?

"Kau sudah menjadi suami dari putriku, aku serahkan semua tanggung jawab putriku kepadamu. Oh ya pekerjaanmu apa?" tanya bapak.

"Eeem... Saya hanya tukang parkir di sebuah mall besar di kota sebelah"

Mauren berubah ekspresi menjadi syok, bayangan akan bos besar lenyap seketika.

Dia memandang dari atas sampai bawah tubuh suaminya itu yang memakai barang branded semua. Mulut Mauren menganga dan menggelengkan kepala seakan tidak percaya, Sean yang menyadari hal itu menjelaskan jika barang yang dikenakan hanya barang palsu kualitas paling rendah yang ada di pasaran, seketika Mauren pingsan.

___________________________________

Pagi hari terlihat cerah, ayam sedang bernyanyi seperti kaset rusak membuat telinga yang mendengarnya seakan berdengung kesakitan.

Mauren terbangun dari pingsannya, ia pingsan selama 10 jam. Itu bukan pingsan tapi tidur!

Mauren melirik pria yang ada di sebelahnya, ia kaget sampai tak sadar mundur lalu terjatuh dari tempat tidur.

Gubraaak...

Ah! Bok*ngku yang berharga!

Dia mengelus bok*ngnya karena kesakitan akibat terjatuh tadi, ia melihat Sean menatapnya tersenyum sambil memegang handphonenya. Sean menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Mauren yang konyol.

Mauren dengan cepat meraih semprotan anti nyamuk dan mengarahkannya kearah Sean seperti tengah menodongkan pistol.

"Apa yang kau lakukan tadi malam dengan tubuhku?" tanya Mauren yang siap menyemprotkan semprotan anti nyamuk.

"Hahaha... percaya diri sekali kau! Dengan tubuh sekurus itu tidak mungkin kau membuatku nafsu dan juga 2 bolamu hanya sebesar bola ping pong"

Mauren tersentak lalu melihat dadanya dan menutupi dengan kedua tangannya.

Dia merasa gagal menjadi seorang wanita seutuhnya, ia menatap kaca dan memperhatikan tubuhnya dengan seksama.

Postur tubuhnya tinggi dan kurus dengan tulang dibawah lehernya terlihat menonjol.

Sean mendekatinya lalu memeluknya dari belakang, Mauren menatapnya dari pantulan cermin dengan tatapan membunuh.

"Aku menikahimu bukan karena bentuk tubuhmu, aku menikahimu karena untuk kepentinganku sendiri. Jadi cepat kita selesaikan pernikahan ini lalu berpisah dan seolah tidak terjadi apa-apa," ucap Sean menyeringai.

Mauren tidak terkejut dengan ucapan Sean, justru sebaliknya ia merasa tertantang.

Dia malah teringat akan mantan pacarnya yaitu Reza, ia ingin membalas dendam kepada Reza dengan menunjukan jika ia sudah menikah dengan orang tampan walaupun hanya seorang tukang parkir.

"Kupikir kau seorang tuan muda kaya seperti novel yang sering kubaca ternyata hanya tukang parkir. Baiklah tak masalah yang terpenting tampangmu masih berharga untukku," jawab Mauren sambil memegang pipi Sean.

Huh! Semua wanita memang matre!

Apa salahnya menjadi tukang parkir? Batin Sean.

Bagaimana kau bisa memenuhi semua kebutuhan skincareku? Huh! Aku harus segera bekerja di Young Group. Batin Mauren.

Terpopuler

Comments

inayah machmud

inayah machmud

konyol banget kelakuan nya Mauren. 🤣🤣

2023-12-01

0

Ganuwa Gunawan

Ganuwa Gunawan

uhuk uhuk mh batuk atuh thor..
ada ge ...ehem ehem..

2022-10-30

1

Ganuwa Gunawan

Ganuwa Gunawan

aaaaah jdi inget sm mas Adam nya mba Inul

2022-10-30

0

lihat semua
Episodes
1 Nikahan sang mantan
2 Dilema
3 Perjalanan
4 Menikah
5 Tuan Sean
6 Gadis gila!
7 Kesialan
8 Wawancara
9 Tukang Parkir
10 Visual karakter di novel ini
11 Terluka
12 Fantasi liar
13 Mulai bekerja
14 Ruangan presdir
15 Melanggar aturan
16 Pulang kerja
17 Berangkat kerja
18 Hukuman
19 Marah
20 Galau
21 Kehujanan
22 Pelecehan
23 Meminta restu
24 Di pecat
25 Ternyata dia gay?
26 Marah
27 Merayu Mauren
28 Curhatan Tuan Sean
29 Kebaikan dibalas keburukan
30 Pingsan
31 Apartemen mewah
32 Semalam bersama Asisten Kim
33 Apartemen
34 Gagal lagi
35 Sean Marah
36 Ketahuan
37 Mall
38 Bertengkar
39 Sean Marah
40 Permen kah?
41 Tower of YG
42 Makan malam keluarga
43 Fucek boy
44 Akhirnyaaaaaaaa
45 Sean Bahagia
46 Shopping untuk Mauren.
47 Ingat
48 Klub motor
49 Ketahuan
50 Supir baru.
51 Hukuman
52 Sakit perut
53 Sakit perut
54 Taman
55 Meeting
56 Meeting
57 Kamar rahasia
58 Bukan update
59 Visual
60 Bab 57 : Membeli hadiah
61 Bab 58 : Kucing oren
62 Pengumuman
63 Bab 59 : Emas
64 Bab 60 : Tidak sengaja
65 Bab 61 : Karma Tuan Sean
66 Bab 62 : Firasat
67 Bab 63 : Ku menangis....
68 Bab 64 : ....... Membayangkan
69 Bab 65 : Pesta Alana
70 Bab 66 : Sean panik, Mauren menghilang?
71 Bab 67 : Orenku
72 Sean VS Asisten Kim
73 Bab 68 : Meminta maaf
74 Bab 69 : Kena prank kalian
75 Bab 70 : Mata-mata
76 Bab 71 : Sawo Sean
77 Bab 72 : Pertemuan denganmu
78 Bab 73 : Pertemuan denganmu 2
79 Bab 74 : Pertemuan denganmu 3
80 Bab 75 : Pertemuan denganmu 4
81 Bab 76 : Masa lalu ku dan Kim
82 Bab 77 : Masa laluku dan Kim 2
83 Bab 78 : Futsal
84 Bab 79 : Futsal 2
85 Bab 80 : Masa lalu ku dan Kim 3
86 Bab 81 : Masa lalu ku dan Kim 4
87 Bab 82 : Sean, Mauren dan Kim
88 Bab 83 : Persahabatan itu indah
89 Bab 84 : Hukuman lagi?
90 Bab 85 : Hukuman lagi? 2
91 Bab 86 : Hukuman lagi? 3
92 Bab 87 : Aku di kerjai?
93 Bab 88 : Apakah aku di prank, Dokter?
94 Bab 89 : Sabar Sean! Demi bayimu
95 Bab 90 : Sabar Sean! Demi bayimu 2
96 Bab 91 : Tolong yang sabar ya Sean!
97 Bab 92 : Obrolan malam
98 Bab 93 : Bertahanlah Mauren!
99 Bab 94 : Jangan sakiti Orenku!
100 Bab 95 : Asisten Kim
101 Bab 96 : Teman laknat
102 Bab 97 : Adik laknat
103 Bab 98 : Edukasi
104 Bab 99 : Edukasi 2
105 Bab 100 : Seanku :*
106 Bab 101 : Bertengkar
107 PENGUMUMAN
108 Bab 102 : Rencana jahat
109 Bab 103 : Kemarahan Tuan Sean
110 Bab 104 : Kemarahan Tuan Sean 2
111 Bab 105 : Kemarahan Tuan Sean 3
112 Bab 106 : Kemarahan Tuan Sean 4
113 Bab 107 : Trauma
114 Bab 108 : SPESIAL
115 Bab 109 : Orang tua egois
116 Bab 110 : Pria misterius
117 Bab 111 : Who is Arkan?
118 Bab 112 : Sean VS Oren
119 Bab 113 : Kejar-kejaran
120 Bab 114 : Surat cinta?
121 Bab 115 : Salah paham
122 Bab 116 : Salah paham 2
123 Pengumuman
124 Bab 117 : Penjelasan
125 Bab 118 : Mama Sean
126 Bab 119 : Berbaikan?
127 Bab 120 : Asisten Kim
128 Bab 121 : CEO jualan sayur di pasar
129 Bab 122 : CEO jualan sayur di pasar 2
130 Pengumuman
131 PENGUMUMAN INI DI HAPUS
132 Bab 123 : Pasar
133 Bab 124 : Preman pasar
134 Bab 125 : Kesialan Tuan Sean
135 Bab 126 : Deklarasi
136 Bab 127 : Gosip
137 Bab 128 : Gengsi Sean
138 Bab 129 : Bab panjang
139 Bab 130 : Mauren VS gadis SMA
140 Bab 131 : Asisten Kim
141 Bab 132 : Es krim
142 Bab 133 : Kejutan!
143 Bab 134 : Kado spesial buat Kak Kim
144 Bab 135 : Oppa merajuk?
145 Bab 136 : Surprise!
146 PENGUMUMAN INI DI HAPUS
147 Bab 137 : Bodyguard?
148 Bab 138 : Sean pening
149 Bab 139 : Touring 1
150 Bab 140 : Touring 2 (ilmu kedokteran VS ilmu kebatinan)
151 Bab 141 : Touring 3 ( Hotel )
152 Bab 142 : Touring 4 (Cerita seram)
153 Bab 143 : Touring 5 (Desa diatas awan)
154 Bab 144 : Touring 6 ( Tersesat )
155 Bab 145 : Touring 7 ( Burung )
156 Bab 146 : Touring 8 ( Akhirnya )
157 Bab 147 : Anak pungut?
158 Bab 148 : Mamaku?
159 Bab 149 : Gaun Mauren
160 Bab 150 : Pesta pernikahan (Final Episode)
161 MMSM 2 : Bab 151 - Season 2
162 MMSM 2 : Bab 152 - Aku ingin bayi itu
163 MMSM 2 : Bab 153 - Bulan Madu (Malaysia)
164 MMSM 2 : Bab 154 - Bulan madu (Malaysia)
165 MMSM 2 : Bab 155 - Bulan madu (Thailand)
166 MMSM 2 : Bab 156 - Bulan madu (Korea)
167 MMSM 2 : Bab 157 - Bulan madu (Paris)
168 MMSM2 : Bab 158 - Bad Honeymoon
169 MMSM 2 : Bab 159 - Racun Dasha
170 MMSM2 : Bab 160 - Keputusan Mauren
171 MMSM 2 : Bab 161 - Hampir saja
172 MMSM 2 : Bab 162 - Surat perceraian
173 MMSM 2 : Bab 163 - Mauren pergi?
174 MMSM 2 : Bab 164 - Ketika aku masih menjadi kekasihmu
175 MMSM 2 : Bab 165 - Mesum?
176 MMSM 2 : Bab 166 - Sean gila
177 MMSM 2 : Bab 167 - Selamat datang, Arseina.
178 MMSM2 : Bab 168 - Asisten baru
179 MMSM 2 : Bab 169 - Baju Seina
180 MMSM 2 : Bab 170 - Kabar duka
181 MMSM 2 : Bab 171 - Seina rewel
182 MMSM 2 : Bab 172 - Sera dan Ali
183 MMSM 2 : Bab 173 - Ali dan Sera
184 MMSM 2 : Bab 174 - Sera Ali
185 MMSM 2 : Bab 175 - Sean gemas
186 MMSM 2 : Bab 176 - Ali mencium Sera
187 MMSM 2 : Bab 177 - Terbongkar
188 MMSM 2 : Bab 178 - Penyakit hati
189 MMSM 2 : Bab 179 - Demi Sera
190 MMSM 2 : Bab 180 - Aku tidak mencintaimu
191 MMSM 2 : Bab 181 - Pengorbanan ibu
192 MMSM 2 : Bab 182 - Rest in peace
193 MMSM 2 : Bab 183 - Mual
194 MMSM 2 : Bab 184 - Suami siaga
195 MMSM 2 : Bab 185 - Sean puasa
196 MMSM 2 : Bab 186 - Mengidam
197 MMSM 2 : Bab 187 - Awas, Seina!
198 MMSM 2 : Bab 188 - Hampir saja
199 MMSM 2 : Bab 189 - Wasiat Tuan Askar untuk Kim
200 Hai semuanya...
201 MMSM 2 : Bab 190 - Kim dan Sera
202 MMSM 2 : Bab 191 - Sudah besar
203 MMSM 2 : Bab 192 - Kebun binatang
204 MMSM 2 : Bab 193 - Pembulian
205 MMSM 2 : Bab 194 - Cutter
206 MMSM 2 : Bab 195 - Test pack
207 MMSM 2 : Bab 196 - Papa Mauren?
208 MMSM 2 : Bab 197 - Benci
209 MMSM2 : Bab 198 - Tertabrak
210 MMSM 2 : Bab 199 - Pulang
211 MMSM 2 : Bab 200 - Rumah duka
212 MMSM 2 : Bab 201 - Maaf
213 MMSM 2 : Bab 202 - Keluarga utuh
214 MMSM 2 : Bab 203 - Hadirnya Navier
215 MMSM 2 : Bab 204 - Kebersamaan
216 MMSM 2 : Bab 205 - Tuan Muda Daleon
217 MMSM 2 : Bab 206 - Menuju terakhir
218 SEAN MAUREN TAMAT : Bab 207 - Foto keluarga
219 -
220 Ekstra part
221 -
222 -
223 -
224 Ekstra part (Kisah Sean Mauren sebelum punya anak)
225 -
226 Sorry
227 KIMSERA : Bab 209
228 Sorry 3
229 Sorry 4
230 KIMSERA : Bab 212
231 Nih..
232 Promosi novel
233 Novel baru
Episodes

Updated 233 Episodes

1
Nikahan sang mantan
2
Dilema
3
Perjalanan
4
Menikah
5
Tuan Sean
6
Gadis gila!
7
Kesialan
8
Wawancara
9
Tukang Parkir
10
Visual karakter di novel ini
11
Terluka
12
Fantasi liar
13
Mulai bekerja
14
Ruangan presdir
15
Melanggar aturan
16
Pulang kerja
17
Berangkat kerja
18
Hukuman
19
Marah
20
Galau
21
Kehujanan
22
Pelecehan
23
Meminta restu
24
Di pecat
25
Ternyata dia gay?
26
Marah
27
Merayu Mauren
28
Curhatan Tuan Sean
29
Kebaikan dibalas keburukan
30
Pingsan
31
Apartemen mewah
32
Semalam bersama Asisten Kim
33
Apartemen
34
Gagal lagi
35
Sean Marah
36
Ketahuan
37
Mall
38
Bertengkar
39
Sean Marah
40
Permen kah?
41
Tower of YG
42
Makan malam keluarga
43
Fucek boy
44
Akhirnyaaaaaaaa
45
Sean Bahagia
46
Shopping untuk Mauren.
47
Ingat
48
Klub motor
49
Ketahuan
50
Supir baru.
51
Hukuman
52
Sakit perut
53
Sakit perut
54
Taman
55
Meeting
56
Meeting
57
Kamar rahasia
58
Bukan update
59
Visual
60
Bab 57 : Membeli hadiah
61
Bab 58 : Kucing oren
62
Pengumuman
63
Bab 59 : Emas
64
Bab 60 : Tidak sengaja
65
Bab 61 : Karma Tuan Sean
66
Bab 62 : Firasat
67
Bab 63 : Ku menangis....
68
Bab 64 : ....... Membayangkan
69
Bab 65 : Pesta Alana
70
Bab 66 : Sean panik, Mauren menghilang?
71
Bab 67 : Orenku
72
Sean VS Asisten Kim
73
Bab 68 : Meminta maaf
74
Bab 69 : Kena prank kalian
75
Bab 70 : Mata-mata
76
Bab 71 : Sawo Sean
77
Bab 72 : Pertemuan denganmu
78
Bab 73 : Pertemuan denganmu 2
79
Bab 74 : Pertemuan denganmu 3
80
Bab 75 : Pertemuan denganmu 4
81
Bab 76 : Masa lalu ku dan Kim
82
Bab 77 : Masa laluku dan Kim 2
83
Bab 78 : Futsal
84
Bab 79 : Futsal 2
85
Bab 80 : Masa lalu ku dan Kim 3
86
Bab 81 : Masa lalu ku dan Kim 4
87
Bab 82 : Sean, Mauren dan Kim
88
Bab 83 : Persahabatan itu indah
89
Bab 84 : Hukuman lagi?
90
Bab 85 : Hukuman lagi? 2
91
Bab 86 : Hukuman lagi? 3
92
Bab 87 : Aku di kerjai?
93
Bab 88 : Apakah aku di prank, Dokter?
94
Bab 89 : Sabar Sean! Demi bayimu
95
Bab 90 : Sabar Sean! Demi bayimu 2
96
Bab 91 : Tolong yang sabar ya Sean!
97
Bab 92 : Obrolan malam
98
Bab 93 : Bertahanlah Mauren!
99
Bab 94 : Jangan sakiti Orenku!
100
Bab 95 : Asisten Kim
101
Bab 96 : Teman laknat
102
Bab 97 : Adik laknat
103
Bab 98 : Edukasi
104
Bab 99 : Edukasi 2
105
Bab 100 : Seanku :*
106
Bab 101 : Bertengkar
107
PENGUMUMAN
108
Bab 102 : Rencana jahat
109
Bab 103 : Kemarahan Tuan Sean
110
Bab 104 : Kemarahan Tuan Sean 2
111
Bab 105 : Kemarahan Tuan Sean 3
112
Bab 106 : Kemarahan Tuan Sean 4
113
Bab 107 : Trauma
114
Bab 108 : SPESIAL
115
Bab 109 : Orang tua egois
116
Bab 110 : Pria misterius
117
Bab 111 : Who is Arkan?
118
Bab 112 : Sean VS Oren
119
Bab 113 : Kejar-kejaran
120
Bab 114 : Surat cinta?
121
Bab 115 : Salah paham
122
Bab 116 : Salah paham 2
123
Pengumuman
124
Bab 117 : Penjelasan
125
Bab 118 : Mama Sean
126
Bab 119 : Berbaikan?
127
Bab 120 : Asisten Kim
128
Bab 121 : CEO jualan sayur di pasar
129
Bab 122 : CEO jualan sayur di pasar 2
130
Pengumuman
131
PENGUMUMAN INI DI HAPUS
132
Bab 123 : Pasar
133
Bab 124 : Preman pasar
134
Bab 125 : Kesialan Tuan Sean
135
Bab 126 : Deklarasi
136
Bab 127 : Gosip
137
Bab 128 : Gengsi Sean
138
Bab 129 : Bab panjang
139
Bab 130 : Mauren VS gadis SMA
140
Bab 131 : Asisten Kim
141
Bab 132 : Es krim
142
Bab 133 : Kejutan!
143
Bab 134 : Kado spesial buat Kak Kim
144
Bab 135 : Oppa merajuk?
145
Bab 136 : Surprise!
146
PENGUMUMAN INI DI HAPUS
147
Bab 137 : Bodyguard?
148
Bab 138 : Sean pening
149
Bab 139 : Touring 1
150
Bab 140 : Touring 2 (ilmu kedokteran VS ilmu kebatinan)
151
Bab 141 : Touring 3 ( Hotel )
152
Bab 142 : Touring 4 (Cerita seram)
153
Bab 143 : Touring 5 (Desa diatas awan)
154
Bab 144 : Touring 6 ( Tersesat )
155
Bab 145 : Touring 7 ( Burung )
156
Bab 146 : Touring 8 ( Akhirnya )
157
Bab 147 : Anak pungut?
158
Bab 148 : Mamaku?
159
Bab 149 : Gaun Mauren
160
Bab 150 : Pesta pernikahan (Final Episode)
161
MMSM 2 : Bab 151 - Season 2
162
MMSM 2 : Bab 152 - Aku ingin bayi itu
163
MMSM 2 : Bab 153 - Bulan Madu (Malaysia)
164
MMSM 2 : Bab 154 - Bulan madu (Malaysia)
165
MMSM 2 : Bab 155 - Bulan madu (Thailand)
166
MMSM 2 : Bab 156 - Bulan madu (Korea)
167
MMSM 2 : Bab 157 - Bulan madu (Paris)
168
MMSM2 : Bab 158 - Bad Honeymoon
169
MMSM 2 : Bab 159 - Racun Dasha
170
MMSM2 : Bab 160 - Keputusan Mauren
171
MMSM 2 : Bab 161 - Hampir saja
172
MMSM 2 : Bab 162 - Surat perceraian
173
MMSM 2 : Bab 163 - Mauren pergi?
174
MMSM 2 : Bab 164 - Ketika aku masih menjadi kekasihmu
175
MMSM 2 : Bab 165 - Mesum?
176
MMSM 2 : Bab 166 - Sean gila
177
MMSM 2 : Bab 167 - Selamat datang, Arseina.
178
MMSM2 : Bab 168 - Asisten baru
179
MMSM 2 : Bab 169 - Baju Seina
180
MMSM 2 : Bab 170 - Kabar duka
181
MMSM 2 : Bab 171 - Seina rewel
182
MMSM 2 : Bab 172 - Sera dan Ali
183
MMSM 2 : Bab 173 - Ali dan Sera
184
MMSM 2 : Bab 174 - Sera Ali
185
MMSM 2 : Bab 175 - Sean gemas
186
MMSM 2 : Bab 176 - Ali mencium Sera
187
MMSM 2 : Bab 177 - Terbongkar
188
MMSM 2 : Bab 178 - Penyakit hati
189
MMSM 2 : Bab 179 - Demi Sera
190
MMSM 2 : Bab 180 - Aku tidak mencintaimu
191
MMSM 2 : Bab 181 - Pengorbanan ibu
192
MMSM 2 : Bab 182 - Rest in peace
193
MMSM 2 : Bab 183 - Mual
194
MMSM 2 : Bab 184 - Suami siaga
195
MMSM 2 : Bab 185 - Sean puasa
196
MMSM 2 : Bab 186 - Mengidam
197
MMSM 2 : Bab 187 - Awas, Seina!
198
MMSM 2 : Bab 188 - Hampir saja
199
MMSM 2 : Bab 189 - Wasiat Tuan Askar untuk Kim
200
Hai semuanya...
201
MMSM 2 : Bab 190 - Kim dan Sera
202
MMSM 2 : Bab 191 - Sudah besar
203
MMSM 2 : Bab 192 - Kebun binatang
204
MMSM 2 : Bab 193 - Pembulian
205
MMSM 2 : Bab 194 - Cutter
206
MMSM 2 : Bab 195 - Test pack
207
MMSM 2 : Bab 196 - Papa Mauren?
208
MMSM 2 : Bab 197 - Benci
209
MMSM2 : Bab 198 - Tertabrak
210
MMSM 2 : Bab 199 - Pulang
211
MMSM 2 : Bab 200 - Rumah duka
212
MMSM 2 : Bab 201 - Maaf
213
MMSM 2 : Bab 202 - Keluarga utuh
214
MMSM 2 : Bab 203 - Hadirnya Navier
215
MMSM 2 : Bab 204 - Kebersamaan
216
MMSM 2 : Bab 205 - Tuan Muda Daleon
217
MMSM 2 : Bab 206 - Menuju terakhir
218
SEAN MAUREN TAMAT : Bab 207 - Foto keluarga
219
-
220
Ekstra part
221
-
222
-
223
-
224
Ekstra part (Kisah Sean Mauren sebelum punya anak)
225
-
226
Sorry
227
KIMSERA : Bab 209
228
Sorry 3
229
Sorry 4
230
KIMSERA : Bab 212
231
Nih..
232
Promosi novel
233
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!