Sebuah perkampungan di pinggir kota ketika mereka menginjakan kaki mereka.
Mauren segera berjalan kerumahnya membawa Sean yang nampak yakin dan tenang, tetapi Mauren tidak yakin dengan orang tuanya akan setuju dengan pernikahannya yang mendadak terlebih lagi pada bapaknya.
Bapaknya memiliki sifat tegas dan galak jika berhubungan dengan cowok yang dibawa Mauren ke rumahnya.
Kalau bapak tidak setuju bagaimana ya?
Apa aku harus melakukan cara itu?
Mauren berpikir keras agar bapaknya merestui pernikahannya itu, ia tak lupa melantunkan doa setiap melangkahkan menuju rumahnya.
Rumah sederhana bercat kuning nampak terlihat, ya.. itu adalah rumah Mauren. Terlihat beberapa anak kecil bermain di teras rumahnya, ia juga melihat ibu Mauren tengah bersantai di depan teras.
"Emaaaak!" ucap Mauren berteriak memanggil ibunya.
Ibu Mauren nampak biasa saja, ia malah asyik memandangi cowok dibelakang Mauren. Sean sangat tampan, tubuhnya yang tinggi dan berotot membuat para wanita yang melihatnya terkesima.
Mauren memeluk ibunya yang masih memandangi Sean, cowok itu tersenyum dengan ramah membuat ibu Mauren meleleh.
Ibunya melepaskan pelukan Mauren, ia mendekati Sean. Sean lantas mencium tangan calon ibu mertuanya itu.
“Kamu siapa nak? Kamu tampan sekali!”
“Saya Se....” belum selesai menjawab tiba-tiba bapak Mauren datang membawa parang.
"Siapa kau?" tanya bapak Mauren sambil mengarahkan parang ke arah Sean.
Nyali Sean seakan ciut melihat wajah calon mertuanya yang nampak garang apalagi parang yang berada di tangan bapak Mauren membuat wajah Sean semakin panik dan takut.
Mauren memeluk bapaknya erat dan menyuruh Sean masuk rumah, ibu Mauren mengajak Sean segera masuk dan membuatkannya minuman.
Matilah Aku! Bapaknya garang amat!
Gimana nasibku nanti bapaknya mengetahui jika aku akan menikahi anaknya.
Sean duduk di sofa, ia menundukan kepala.
Ibu Mauren segera membuatkan minuman untuk Sean.
Bapak Mauren ikut duduk diseberang Sean, ia menatap Sean dengan muka garang di campur penasaran.
Mauren adalah anak perempuan satu-satunya, ia tidak pernah membawa sekalipun seorang cowok.
Parang yang dibawa oleh Bapak Mauren diletakkan diatas meja dengan mengeluarkan bunyi nyaring. Mauren lebih memilih duduk di dekat Sean membuat bapaknya semakin marah.
"Apa tujuanmu kemari?" tanya bapak sambil memelintir kumisnya yang panjang.
"Sa.. sa.. saya..," jawab Sean terbata-bata.
"Kita mau menikah!" celetuk Mauren.
Bapaknya seketika mengangkat parang dan diarahkannya ke wajah Sean. Mauren melindunginya sambil mengelus-elus perutnya sendiri.
"Jangan-jangan kau"
Mauren menganggukan kepala, Sean masih terbingung. Darah seketika mendidih di kepala bapak, ia tidak menyangka putrinya hamil di luar nikah padahal Mauren hanya berbohong supaya bapak merestui pernikahannya.
Bapak meletakkan parangnya, ia memegang kepalanya sendiri, ia kini cukup kecewa dengan dirinya sendiri karena gagal mendidik sang anak.
Tiba-tiba ibu datang dengan membawa 4 cangkir teh, ibu melihat situasi menjadi saling diam, akhirnya ia membuka pembicaraan.
"Ada apa ini?"
"Saya hamil mak," jawab Mauren.
Sean terkejut dan seketika membuka mulut untuk berbicara yang sebenarnya tetapi Mauren menginjak kakinya dengan keras membuat dirinya merasa kesakitan.
"Kita harus cepat nikahkan sebelum perutnya membesar"
Setelah ucapan dari sang bapak, mereka memutuskan untuk menikahkan Mauren hari ini juga dengan prosesi akad nikah sederhana. Sean masih terbingung dengan situasi ini terlebih lagi Mauren mengaku jika dirinya hamil. Padahal sebelumnya Sean hanya sebatas berpegangan tangan dengan Mauren dan belum pernah melakukan uhuk-uhuk.
Apa dia hamil dengan cowok lain?
Kenapa begitu bodohnya aku tiba-tiba mengajaknya menikah?
Bapak dan emak segera mengurus akad nikah mereka yang akan dilakukan siang ini juga, mereka harus menikahkan putrinya jika tidak cowok itu akan kabur.
Sean masih menatap Mauren dengan tatapan kosong, ia melihat gadis itu menyeringai.
"Batalkan pernikahan ini, kau tidak bilang jika sedang hamil?"
"Kau mau mati hah? Lagipula aku cuman berbohong supaya bapak dan emakku menyetujui pernikahan ini"
"Cih! Tidak bilang dari tadi"
2 jam kemudian mereka melaksanakan prosesi ijab qobul. Acara berjalan lancar sesuai yang diinginkan, tetangga mulai ramai membicarakan pernikahan Mauren yang mendadak. Rumor tentang kehamilan Mauren tersebar di seluruh desa, memang mulut tetangga secepat kilat jika bergosip hal yang negatif. Mereka suka mencibir padahal jika dicibir mereka tidak terima. Benar kan?
"Kau sudah menjadi suami dari putriku, aku serahkan semua tanggung jawab putriku kepadamu. Oh ya pekerjaanmu apa?" tanya bapak.
"Eeem... Saya hanya tukang parkir di sebuah mall besar di kota sebelah"
Mauren berubah ekspresi menjadi syok, bayangan akan bos besar lenyap seketika.
Dia memandang dari atas sampai bawah tubuh suaminya itu yang memakai barang branded semua. Mulut Mauren menganga dan menggelengkan kepala seakan tidak percaya, Sean yang menyadari hal itu menjelaskan jika barang yang dikenakan hanya barang palsu kualitas paling rendah yang ada di pasaran, seketika Mauren pingsan.
___________________________________
Pagi hari terlihat cerah, ayam sedang bernyanyi seperti kaset rusak membuat telinga yang mendengarnya seakan berdengung kesakitan.
Mauren terbangun dari pingsannya, ia pingsan selama 10 jam. Itu bukan pingsan tapi tidur!
Mauren melirik pria yang ada di sebelahnya, ia kaget sampai tak sadar mundur lalu terjatuh dari tempat tidur.
Gubraaak...
Ah! Bok*ngku yang berharga!
Dia mengelus bok*ngnya karena kesakitan akibat terjatuh tadi, ia melihat Sean menatapnya tersenyum sambil memegang handphonenya. Sean menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Mauren yang konyol.
Mauren dengan cepat meraih semprotan anti nyamuk dan mengarahkannya kearah Sean seperti tengah menodongkan pistol.
"Apa yang kau lakukan tadi malam dengan tubuhku?" tanya Mauren yang siap menyemprotkan semprotan anti nyamuk.
"Hahaha... percaya diri sekali kau! Dengan tubuh sekurus itu tidak mungkin kau membuatku nafsu dan juga 2 bolamu hanya sebesar bola ping pong"
Mauren tersentak lalu melihat dadanya dan menutupi dengan kedua tangannya.
Dia merasa gagal menjadi seorang wanita seutuhnya, ia menatap kaca dan memperhatikan tubuhnya dengan seksama.
Postur tubuhnya tinggi dan kurus dengan tulang dibawah lehernya terlihat menonjol.
Sean mendekatinya lalu memeluknya dari belakang, Mauren menatapnya dari pantulan cermin dengan tatapan membunuh.
"Aku menikahimu bukan karena bentuk tubuhmu, aku menikahimu karena untuk kepentinganku sendiri. Jadi cepat kita selesaikan pernikahan ini lalu berpisah dan seolah tidak terjadi apa-apa," ucap Sean menyeringai.
Mauren tidak terkejut dengan ucapan Sean, justru sebaliknya ia merasa tertantang.
Dia malah teringat akan mantan pacarnya yaitu Reza, ia ingin membalas dendam kepada Reza dengan menunjukan jika ia sudah menikah dengan orang tampan walaupun hanya seorang tukang parkir.
"Kupikir kau seorang tuan muda kaya seperti novel yang sering kubaca ternyata hanya tukang parkir. Baiklah tak masalah yang terpenting tampangmu masih berharga untukku," jawab Mauren sambil memegang pipi Sean.
Huh! Semua wanita memang matre!
Apa salahnya menjadi tukang parkir? Batin Sean.
Bagaimana kau bisa memenuhi semua kebutuhan skincareku? Huh! Aku harus segera bekerja di Young Group. Batin Mauren.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 233 Episodes
Comments
inayah machmud
konyol banget kelakuan nya Mauren. 🤣🤣
2023-12-01
0
Ganuwa Gunawan
uhuk uhuk mh batuk atuh thor..
ada ge ...ehem ehem..
2022-10-30
1
Ganuwa Gunawan
aaaaah jdi inget sm mas Adam nya mba Inul
2022-10-30
0