Sean masih di posisinya yaitu berbaring di sofa sambil menciumi foto Mauren. Dia begitu gemas kepada foto sang istri, dia tersenyum sendiri seperti orang gila.
Sampai ketika ia tidak menyadari kedatangan asisten Kim dan Mauren.
Karena posisi tidur Sean membelakangi pintu, ia menjadi tidak tau kehadiran mereka.
"I love you Mauren. Muah muah muah. Huh! ularku terbangun gara-gara memikirkanmu, kamu sungguh cantik sekali istriku. Muaaah," ucap Sean menciumi gambar istrinya tanpa mengetahui jika Mauren sudah berada di belakangnya.
Mauren ternganga lalu menyenggol tangan asisten Kim dengan sikunya, asisten Kim memberitahu jika Sean sedang jatuh cinta dengan Mauren.
Mauren tersenyum malu-malu sambil menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.
Setelah melakukan kegilaannya, Sean memutuskan untuk melakukan panggilan video dengan Mauren, untungnya handphone Mauren hanya bergetar tanpa mengeluarkan suara, ia segera mengangkatnya.
"Hallo Mauren sedang apa kamu barbie ku?"
Ha? Barbie ku? Imutnya.
"Kamu dimana? Sepertinya aku mengenali tempat itu?"
Mauren terdiam tidak berani bersuara, ia menahan tawa supaya tidak ketahuan jika dirinya berada di belakang Sean yang tengah tiduran di sofa.
Mauren dengan iseng mengarahkan kameranya ke wajah asisten Kim tetapi seolah asisten Kim menghindar, Sean terkejut setelah melihat wajah asistennya sekilas.
"Setan kau Kim! Kau bilang ada urusan lain ternyata malah menemui istriku di belakangku. Cepat kau gali tanah di belakang kebun! Kau ukur dulu 2 X 1 meter. Setelah itu kutendang kau ke galian itu, tidak akan ku timbun dengan tanah langsung ku timbun kau pakai semen. Matilah kau b*ngsat! Brengs*k!"
Asisten Kim mulai panik, ia segera memanggil Sean dan meminta maaf,saat itu juga Mauren tertawa terbahak-bahak.
Sean bangun dari rebahannya di sofa, ia menghadap ke belakang melihat Mauren tengah menertawainya.
Sejak kapan mereka disana?
Sial! Mereka berdua sekongkol untuk mengerjaiku.
Mauren dengan cepat memeluk Sean, Sean terkejut tetapi tetap menerima pelukan itu.
Dia bisa mencium aroma sampo yang di kenakan oleh Mauren, secara tidak sadar Sean mengendus-endus rambut Mauren.
"Oppa kenapa ada disini? Apa oppa melakukan kesalahan hingga di panggil presdir Young Group? Ku dengar dari para pegawai sini mereka mengatakan jika presdirnya galak suka motongin gaji pegawainya seenak jidat, terus presdir itu sangat sinting dan mereka juga bilang dia gay. Ah! oppa aku benci sekali dengan orang seperti itu sampai aku ingin mengajaknya ke kebun binatang terus ku dorong dia ke kandang singa, biar dia mati mengenaskan. Hahaha"
Wajah asisten Kim mulai panik, tetapi Sean masih mendengarkan celotehan istrinya dengan tersenyum menyeramkan.
Sean lalu memegang pipi sang istri, ia tersenyum kepada Mauren.
"Kau bilang ingin mendorong dia ke kandang singa?" ucap Sean masih mengelus pipi istrinya.
"Iya oppa," jawab Mauren bersemangat.
"Kau yang masuk ke kandang singa. Terus siapa yang bilang seperti itu biar ku potong gajinya. Kim. Cari siapa saja pegawai yang bilang seperti itu! Potong gaji mereka bulan ini!" ucap Sean sambil mencubit pipi Mauren dengan keras membuat Mauren kesakitan.
Setelah puas mencubit pipi istrinya, ia melepaskan cubitan itu ketika sang istri meraung kesakitan.
Mauren mengelus pipinya dengan bibir manyun setelah itu ia melirik sebuah foto di dinding, ia menelan ludah ketika melihat foto itu. Dia mengamati dengan seksama lalu menatap Sean yang terduduk di depannya, Sean tersenyum menakutkan.
Mauren beg* berpikirlah! Foto itu? Wajah Sean?
Mauren berdiri dari sofa lalu mundur perlahan tetapi asisten Kim seperti menghalanginya.
Dia tidak membiarkan Mauren untuk kabur.
"Jadi oppa itu adalah...." ucap Mauren kebingungan.
"Selingkuhannya presdir Young Group?" lanjut Mauren.
Sean merasa kesal lalu berdiri dari duduknya lalu menendang sofa di depannya tak lupa semua umpatan yang di milikinya ia keluarkan. Tiba-tiba kepalanya berdenyut sakit, ia lalu duduk di sofa dan menyuruh asisten Kim memijat kepalanya.
Mauren masih berdiri kebingungan, otaknya masih merangkai setiap kejadian tadi.
Oppa berada disini? Ada fotonya juga di ruangan presdir Young Group.
Berarti dia?
Otak Mauren yang tadinya tidak bisa berpikir sekarang kini bisa berpikir, ia tersenyum lebar menyadari fakta yang sesungguhnya tentang suaminya itu. Dia berlari girang menuju Sean, ia mendorong asistem Kim dan mulai menggantikan memijat kepala Sean yang disandarkan di sofa.
Mauren mulai tersenyum sendiri, mulai merayu Sean.
"Kenapa kau?" tanya Sean sambil menikmati pijatan Mauren.
"Oppa direktur Young Group ya?" jawab Mauren dengan suara manja.
Sean hanya terdiam dan tidak mau menjawab pertanyaan dari Mauren, Sean lalu menyuruh asisten Kim untuk keluar dan mengunci pintu supaya pegawai lain tidak masuk ke ruangannya. Sean ingin kali ini tidak ada seorangpun yang mengganggu dirinya bersama sang istri.
Setelah asisten Kim keluar dari ruangan, Sean segera menyuruh Mauren duduk di sebelahnya. Dia mencium bibir Mauren, Mauren membalas ciuman panas itu, lidah mereka saling beradu dalam sebuah kenikmatan. Setelah itu Sean melepaskan ciumannya.
"Hah! Kau matre juga ya, setelah mengetahui aku seorang direktur kau mau bermanja-manja di dekatku?"
"Uuuuuh.... Tidak seperti itu oppa," jawab Mauren malu-malu.
Sean lalu memeluk tubuh Mauren, ia merasa nyaman ketika dekat dengan Mauren. Dia menciumi kening Mauren dan tangannya mulai meraba paha istrinya yang putih.
Baru pertama kali ini setelah menikah mereka saling bermanja-manja, Mauren juga sangat menikmati setiap sentuhan dari sang suami.
Di ruangan asisten Kim.
Ruangan asisten Kim berada di sebelah ruangan Sean, ketika para pegawai atau orang lain ingin menemui sang presdir Young Group mereka harus melewati ruangan asisten Kim terlebih dahulu. Asisten Kim akan mengusir orang itu jika tuannya tidak ingin menemui orang itu.
Asisten Kim melanjutkan pekerjaannya, tetapi ia kini malah kepikiran dengan tuannya.
Anda begitu bodoh tuan.
Anda tidak menyadari jika Mauren memakai pakaian formal dan juga memakai kartu tanda pengenal milik perusahaan Young Group yang tergantung pada lehernya.
Anda dengan istri anda memang pasangan aneh.
Tiba-tiba pintu ruangan Sean di ketuk, ia menyuruhnya masuk dan ternyata itu adalah Devano. Devano mencari keberadaan Mauren yang sedari tadi bersama Kim.
"Dimana Mauren? Lama sekali? Aku ingin menyuruhnya membantu pekerjaanku," ucap Devano.
"Carilah pegawai lain, dia harus membantuku menyerahkan dokumen penting di lantai 1," jawab asisten Kim tidak menatap Devano, ia juga mengeluarkan wajah dinginnya ala seorang asisten.
Devano menatap sinis asisten Kim, ia sangat membenci asisten Kim yang selalu dingin kepadanya. Asisten Kim menyuruh Devano untuk keluar dari ruangannya, Devano hanya berdecak lalu mendekatinya.
"Kau belagak sekali ya asisten Kim?"
*****
Hallo ini author.
Terima kasih telah membaca cerita saya.
Jangan lupa like, komen, rate5 dan vote cerita ini supaya author lebih semangat mengetik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 233 Episodes
Comments
inayah machmud
dasar devano udah punya istri masih kegatelan ngedeketin Mauren.
2023-12-01
0
ardan
whuahahaha 😂
2022-04-13
0
Diana Dwiari
aduh....Sean harus bayar 100jt ke perusahaan nya sendiri
2022-01-23
0