Ruangan presdir

Sean masih di posisinya yaitu berbaring di sofa sambil menciumi foto Mauren. Dia begitu gemas kepada foto sang istri, dia tersenyum sendiri seperti orang gila.

Sampai ketika ia tidak menyadari kedatangan asisten Kim dan Mauren.

Karena posisi tidur Sean membelakangi pintu, ia menjadi tidak tau kehadiran mereka.

"I love you Mauren. Muah muah muah. Huh! ularku terbangun gara-gara memikirkanmu, kamu sungguh cantik sekali istriku. Muaaah," ucap Sean menciumi gambar istrinya tanpa mengetahui jika Mauren sudah berada di belakangnya.

Mauren ternganga lalu menyenggol tangan asisten Kim dengan sikunya, asisten Kim memberitahu jika Sean sedang jatuh cinta dengan Mauren.

Mauren tersenyum malu-malu sambil menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.

Setelah melakukan kegilaannya, Sean memutuskan untuk melakukan panggilan video dengan Mauren, untungnya handphone Mauren hanya bergetar tanpa mengeluarkan suara, ia segera mengangkatnya.

"Hallo Mauren sedang apa kamu barbie ku?"

Ha? Barbie ku? Imutnya.

"Kamu dimana? Sepertinya aku mengenali tempat itu?"

Mauren terdiam tidak berani bersuara, ia menahan tawa supaya tidak ketahuan jika dirinya berada di belakang Sean yang tengah tiduran di sofa.

Mauren dengan iseng mengarahkan kameranya ke wajah asisten Kim tetapi seolah asisten Kim menghindar, Sean terkejut setelah melihat wajah asistennya sekilas.

"Setan kau Kim! Kau bilang ada urusan lain ternyata malah menemui istriku di belakangku. Cepat kau gali tanah di belakang kebun! Kau ukur dulu 2 X 1 meter. Setelah itu kutendang kau ke galian itu, tidak akan ku timbun dengan tanah langsung ku timbun kau pakai semen. Matilah kau b*ngsat! Brengs*k!"

Asisten Kim mulai panik, ia segera memanggil Sean dan meminta maaf,saat itu juga Mauren tertawa terbahak-bahak.

Sean bangun dari rebahannya di sofa, ia menghadap ke belakang melihat Mauren tengah menertawainya.

Sejak kapan mereka disana?

Sial! Mereka berdua sekongkol untuk mengerjaiku.

Mauren dengan cepat memeluk Sean, Sean terkejut tetapi tetap menerima pelukan itu.

Dia bisa mencium aroma sampo yang di kenakan oleh Mauren, secara tidak sadar Sean mengendus-endus rambut Mauren.

"Oppa kenapa ada disini? Apa oppa melakukan kesalahan hingga di panggil presdir Young Group? Ku dengar dari para pegawai sini mereka mengatakan jika presdirnya galak suka motongin gaji pegawainya seenak jidat, terus presdir itu sangat sinting dan mereka juga bilang dia gay. Ah! oppa aku benci sekali dengan orang seperti itu sampai aku ingin mengajaknya ke kebun binatang terus ku dorong dia ke kandang singa, biar dia mati mengenaskan. Hahaha"

Wajah asisten Kim mulai panik, tetapi Sean masih mendengarkan celotehan istrinya dengan tersenyum menyeramkan.

Sean lalu memegang pipi sang istri, ia tersenyum kepada Mauren.

"Kau bilang ingin mendorong dia ke kandang singa?" ucap Sean masih mengelus pipi istrinya.

"Iya oppa," jawab Mauren bersemangat.

"Kau yang masuk ke kandang singa. Terus siapa yang bilang seperti itu biar ku potong gajinya. Kim. Cari siapa saja pegawai yang bilang seperti itu! Potong gaji mereka bulan ini!" ucap Sean sambil mencubit pipi Mauren dengan keras membuat Mauren kesakitan.

Setelah puas mencubit pipi istrinya, ia melepaskan cubitan itu ketika sang istri meraung kesakitan.

Mauren mengelus pipinya dengan bibir manyun setelah itu ia melirik sebuah foto di dinding, ia menelan ludah ketika melihat foto itu. Dia mengamati dengan seksama lalu menatap Sean yang terduduk di depannya, Sean tersenyum menakutkan.

Mauren beg* berpikirlah! Foto itu? Wajah Sean?

Mauren berdiri dari sofa lalu mundur perlahan tetapi asisten Kim seperti menghalanginya.

Dia tidak membiarkan Mauren untuk kabur.

"Jadi oppa itu adalah...." ucap Mauren kebingungan.

"Selingkuhannya presdir Young Group?" lanjut Mauren.

Sean merasa kesal lalu berdiri dari duduknya lalu menendang sofa di depannya tak lupa semua umpatan yang di milikinya ia keluarkan. Tiba-tiba kepalanya berdenyut sakit, ia lalu duduk di sofa dan menyuruh asisten Kim memijat kepalanya.

Mauren masih berdiri kebingungan, otaknya masih merangkai setiap kejadian tadi.

Oppa berada disini? Ada fotonya juga di ruangan presdir Young Group.

Berarti dia?

Otak Mauren yang tadinya tidak bisa berpikir sekarang kini bisa berpikir, ia tersenyum lebar menyadari fakta yang sesungguhnya tentang suaminya itu. Dia berlari girang menuju Sean, ia mendorong asistem Kim dan mulai menggantikan memijat kepala Sean yang disandarkan di sofa.

Mauren mulai tersenyum sendiri, mulai merayu Sean.

"Kenapa kau?" tanya Sean sambil menikmati pijatan Mauren.

"Oppa direktur Young Group ya?" jawab Mauren dengan suara manja.

Sean hanya terdiam dan tidak mau menjawab pertanyaan dari Mauren, Sean lalu menyuruh asisten Kim untuk keluar dan mengunci pintu supaya pegawai lain tidak masuk ke ruangannya. Sean ingin kali ini tidak ada seorangpun yang mengganggu dirinya bersama sang istri.

Setelah asisten Kim keluar dari ruangan, Sean segera menyuruh Mauren duduk di sebelahnya. Dia mencium bibir Mauren, Mauren membalas ciuman panas itu, lidah mereka saling beradu dalam sebuah kenikmatan. Setelah itu Sean melepaskan ciumannya.

"Hah! Kau matre juga ya, setelah mengetahui aku seorang direktur kau mau bermanja-manja di dekatku?"

"Uuuuuh.... Tidak seperti itu oppa," jawab Mauren malu-malu.

Sean lalu memeluk tubuh Mauren, ia merasa nyaman ketika dekat dengan Mauren. Dia menciumi kening Mauren dan tangannya mulai meraba paha istrinya yang putih.

Baru pertama kali ini setelah menikah mereka saling bermanja-manja, Mauren juga sangat menikmati setiap sentuhan dari sang suami.

Di ruangan asisten Kim.

Ruangan asisten Kim berada di sebelah ruangan Sean, ketika para pegawai atau orang lain ingin menemui sang presdir Young Group mereka harus melewati ruangan asisten Kim terlebih dahulu. Asisten Kim akan mengusir orang itu jika tuannya tidak ingin menemui orang itu.

Asisten Kim melanjutkan pekerjaannya, tetapi ia kini malah kepikiran dengan tuannya.

Anda begitu bodoh tuan.

Anda tidak menyadari jika Mauren memakai pakaian formal dan juga memakai kartu tanda pengenal milik perusahaan Young Group yang tergantung pada lehernya.

Anda dengan istri anda memang pasangan aneh.

Tiba-tiba pintu ruangan Sean di ketuk, ia menyuruhnya masuk dan ternyata itu adalah Devano. Devano mencari keberadaan Mauren yang sedari tadi bersama Kim.

"Dimana Mauren? Lama sekali? Aku ingin menyuruhnya membantu pekerjaanku," ucap Devano.

"Carilah pegawai lain, dia harus membantuku menyerahkan dokumen penting di lantai 1," jawab asisten Kim tidak menatap Devano, ia juga mengeluarkan wajah dinginnya ala seorang asisten.

Devano menatap sinis asisten Kim, ia sangat membenci asisten Kim yang selalu dingin kepadanya. Asisten Kim menyuruh Devano untuk keluar dari ruangannya, Devano hanya berdecak lalu mendekatinya.

"Kau belagak sekali ya asisten Kim?"

*****

Hallo ini author.

Terima kasih telah membaca cerita saya.

Jangan lupa like, komen, rate5 dan vote cerita ini supaya author lebih semangat mengetik.

Terpopuler

Comments

inayah machmud

inayah machmud

dasar devano udah punya istri masih kegatelan ngedeketin Mauren.

2023-12-01

0

ardan

ardan

whuahahaha 😂

2022-04-13

0

Diana Dwiari

Diana Dwiari

aduh....Sean harus bayar 100jt ke perusahaan nya sendiri

2022-01-23

0

lihat semua
Episodes
1 Nikahan sang mantan
2 Dilema
3 Perjalanan
4 Menikah
5 Tuan Sean
6 Gadis gila!
7 Kesialan
8 Wawancara
9 Tukang Parkir
10 Visual karakter di novel ini
11 Terluka
12 Fantasi liar
13 Mulai bekerja
14 Ruangan presdir
15 Melanggar aturan
16 Pulang kerja
17 Berangkat kerja
18 Hukuman
19 Marah
20 Galau
21 Kehujanan
22 Pelecehan
23 Meminta restu
24 Di pecat
25 Ternyata dia gay?
26 Marah
27 Merayu Mauren
28 Curhatan Tuan Sean
29 Kebaikan dibalas keburukan
30 Pingsan
31 Apartemen mewah
32 Semalam bersama Asisten Kim
33 Apartemen
34 Gagal lagi
35 Sean Marah
36 Ketahuan
37 Mall
38 Bertengkar
39 Sean Marah
40 Permen kah?
41 Tower of YG
42 Makan malam keluarga
43 Fucek boy
44 Akhirnyaaaaaaaa
45 Sean Bahagia
46 Shopping untuk Mauren.
47 Ingat
48 Klub motor
49 Ketahuan
50 Supir baru.
51 Hukuman
52 Sakit perut
53 Sakit perut
54 Taman
55 Meeting
56 Meeting
57 Kamar rahasia
58 Bukan update
59 Visual
60 Bab 57 : Membeli hadiah
61 Bab 58 : Kucing oren
62 Pengumuman
63 Bab 59 : Emas
64 Bab 60 : Tidak sengaja
65 Bab 61 : Karma Tuan Sean
66 Bab 62 : Firasat
67 Bab 63 : Ku menangis....
68 Bab 64 : ....... Membayangkan
69 Bab 65 : Pesta Alana
70 Bab 66 : Sean panik, Mauren menghilang?
71 Bab 67 : Orenku
72 Sean VS Asisten Kim
73 Bab 68 : Meminta maaf
74 Bab 69 : Kena prank kalian
75 Bab 70 : Mata-mata
76 Bab 71 : Sawo Sean
77 Bab 72 : Pertemuan denganmu
78 Bab 73 : Pertemuan denganmu 2
79 Bab 74 : Pertemuan denganmu 3
80 Bab 75 : Pertemuan denganmu 4
81 Bab 76 : Masa lalu ku dan Kim
82 Bab 77 : Masa laluku dan Kim 2
83 Bab 78 : Futsal
84 Bab 79 : Futsal 2
85 Bab 80 : Masa lalu ku dan Kim 3
86 Bab 81 : Masa lalu ku dan Kim 4
87 Bab 82 : Sean, Mauren dan Kim
88 Bab 83 : Persahabatan itu indah
89 Bab 84 : Hukuman lagi?
90 Bab 85 : Hukuman lagi? 2
91 Bab 86 : Hukuman lagi? 3
92 Bab 87 : Aku di kerjai?
93 Bab 88 : Apakah aku di prank, Dokter?
94 Bab 89 : Sabar Sean! Demi bayimu
95 Bab 90 : Sabar Sean! Demi bayimu 2
96 Bab 91 : Tolong yang sabar ya Sean!
97 Bab 92 : Obrolan malam
98 Bab 93 : Bertahanlah Mauren!
99 Bab 94 : Jangan sakiti Orenku!
100 Bab 95 : Asisten Kim
101 Bab 96 : Teman laknat
102 Bab 97 : Adik laknat
103 Bab 98 : Edukasi
104 Bab 99 : Edukasi 2
105 Bab 100 : Seanku :*
106 Bab 101 : Bertengkar
107 PENGUMUMAN
108 Bab 102 : Rencana jahat
109 Bab 103 : Kemarahan Tuan Sean
110 Bab 104 : Kemarahan Tuan Sean 2
111 Bab 105 : Kemarahan Tuan Sean 3
112 Bab 106 : Kemarahan Tuan Sean 4
113 Bab 107 : Trauma
114 Bab 108 : SPESIAL
115 Bab 109 : Orang tua egois
116 Bab 110 : Pria misterius
117 Bab 111 : Who is Arkan?
118 Bab 112 : Sean VS Oren
119 Bab 113 : Kejar-kejaran
120 Bab 114 : Surat cinta?
121 Bab 115 : Salah paham
122 Bab 116 : Salah paham 2
123 Pengumuman
124 Bab 117 : Penjelasan
125 Bab 118 : Mama Sean
126 Bab 119 : Berbaikan?
127 Bab 120 : Asisten Kim
128 Bab 121 : CEO jualan sayur di pasar
129 Bab 122 : CEO jualan sayur di pasar 2
130 Pengumuman
131 PENGUMUMAN INI DI HAPUS
132 Bab 123 : Pasar
133 Bab 124 : Preman pasar
134 Bab 125 : Kesialan Tuan Sean
135 Bab 126 : Deklarasi
136 Bab 127 : Gosip
137 Bab 128 : Gengsi Sean
138 Bab 129 : Bab panjang
139 Bab 130 : Mauren VS gadis SMA
140 Bab 131 : Asisten Kim
141 Bab 132 : Es krim
142 Bab 133 : Kejutan!
143 Bab 134 : Kado spesial buat Kak Kim
144 Bab 135 : Oppa merajuk?
145 Bab 136 : Surprise!
146 PENGUMUMAN INI DI HAPUS
147 Bab 137 : Bodyguard?
148 Bab 138 : Sean pening
149 Bab 139 : Touring 1
150 Bab 140 : Touring 2 (ilmu kedokteran VS ilmu kebatinan)
151 Bab 141 : Touring 3 ( Hotel )
152 Bab 142 : Touring 4 (Cerita seram)
153 Bab 143 : Touring 5 (Desa diatas awan)
154 Bab 144 : Touring 6 ( Tersesat )
155 Bab 145 : Touring 7 ( Burung )
156 Bab 146 : Touring 8 ( Akhirnya )
157 Bab 147 : Anak pungut?
158 Bab 148 : Mamaku?
159 Bab 149 : Gaun Mauren
160 Bab 150 : Pesta pernikahan (Final Episode)
161 MMSM 2 : Bab 151 - Season 2
162 MMSM 2 : Bab 152 - Aku ingin bayi itu
163 MMSM 2 : Bab 153 - Bulan Madu (Malaysia)
164 MMSM 2 : Bab 154 - Bulan madu (Malaysia)
165 MMSM 2 : Bab 155 - Bulan madu (Thailand)
166 MMSM 2 : Bab 156 - Bulan madu (Korea)
167 MMSM 2 : Bab 157 - Bulan madu (Paris)
168 MMSM2 : Bab 158 - Bad Honeymoon
169 MMSM 2 : Bab 159 - Racun Dasha
170 MMSM2 : Bab 160 - Keputusan Mauren
171 MMSM 2 : Bab 161 - Hampir saja
172 MMSM 2 : Bab 162 - Surat perceraian
173 MMSM 2 : Bab 163 - Mauren pergi?
174 MMSM 2 : Bab 164 - Ketika aku masih menjadi kekasihmu
175 MMSM 2 : Bab 165 - Mesum?
176 MMSM 2 : Bab 166 - Sean gila
177 MMSM 2 : Bab 167 - Selamat datang, Arseina.
178 MMSM2 : Bab 168 - Asisten baru
179 MMSM 2 : Bab 169 - Baju Seina
180 MMSM 2 : Bab 170 - Kabar duka
181 MMSM 2 : Bab 171 - Seina rewel
182 MMSM 2 : Bab 172 - Sera dan Ali
183 MMSM 2 : Bab 173 - Ali dan Sera
184 MMSM 2 : Bab 174 - Sera Ali
185 MMSM 2 : Bab 175 - Sean gemas
186 MMSM 2 : Bab 176 - Ali mencium Sera
187 MMSM 2 : Bab 177 - Terbongkar
188 MMSM 2 : Bab 178 - Penyakit hati
189 MMSM 2 : Bab 179 - Demi Sera
190 MMSM 2 : Bab 180 - Aku tidak mencintaimu
191 MMSM 2 : Bab 181 - Pengorbanan ibu
192 MMSM 2 : Bab 182 - Rest in peace
193 MMSM 2 : Bab 183 - Mual
194 MMSM 2 : Bab 184 - Suami siaga
195 MMSM 2 : Bab 185 - Sean puasa
196 MMSM 2 : Bab 186 - Mengidam
197 MMSM 2 : Bab 187 - Awas, Seina!
198 MMSM 2 : Bab 188 - Hampir saja
199 MMSM 2 : Bab 189 - Wasiat Tuan Askar untuk Kim
200 Hai semuanya...
201 MMSM 2 : Bab 190 - Kim dan Sera
202 MMSM 2 : Bab 191 - Sudah besar
203 MMSM 2 : Bab 192 - Kebun binatang
204 MMSM 2 : Bab 193 - Pembulian
205 MMSM 2 : Bab 194 - Cutter
206 MMSM 2 : Bab 195 - Test pack
207 MMSM 2 : Bab 196 - Papa Mauren?
208 MMSM 2 : Bab 197 - Benci
209 MMSM2 : Bab 198 - Tertabrak
210 MMSM 2 : Bab 199 - Pulang
211 MMSM 2 : Bab 200 - Rumah duka
212 MMSM 2 : Bab 201 - Maaf
213 MMSM 2 : Bab 202 - Keluarga utuh
214 MMSM 2 : Bab 203 - Hadirnya Navier
215 MMSM 2 : Bab 204 - Kebersamaan
216 MMSM 2 : Bab 205 - Tuan Muda Daleon
217 MMSM 2 : Bab 206 - Menuju terakhir
218 SEAN MAUREN TAMAT : Bab 207 - Foto keluarga
219 -
220 Ekstra part
221 -
222 -
223 -
224 Ekstra part (Kisah Sean Mauren sebelum punya anak)
225 -
226 Sorry
227 KIMSERA : Bab 209
228 Sorry 3
229 Sorry 4
230 KIMSERA : Bab 212
231 Nih..
232 Promosi novel
233 Novel baru
Episodes

Updated 233 Episodes

1
Nikahan sang mantan
2
Dilema
3
Perjalanan
4
Menikah
5
Tuan Sean
6
Gadis gila!
7
Kesialan
8
Wawancara
9
Tukang Parkir
10
Visual karakter di novel ini
11
Terluka
12
Fantasi liar
13
Mulai bekerja
14
Ruangan presdir
15
Melanggar aturan
16
Pulang kerja
17
Berangkat kerja
18
Hukuman
19
Marah
20
Galau
21
Kehujanan
22
Pelecehan
23
Meminta restu
24
Di pecat
25
Ternyata dia gay?
26
Marah
27
Merayu Mauren
28
Curhatan Tuan Sean
29
Kebaikan dibalas keburukan
30
Pingsan
31
Apartemen mewah
32
Semalam bersama Asisten Kim
33
Apartemen
34
Gagal lagi
35
Sean Marah
36
Ketahuan
37
Mall
38
Bertengkar
39
Sean Marah
40
Permen kah?
41
Tower of YG
42
Makan malam keluarga
43
Fucek boy
44
Akhirnyaaaaaaaa
45
Sean Bahagia
46
Shopping untuk Mauren.
47
Ingat
48
Klub motor
49
Ketahuan
50
Supir baru.
51
Hukuman
52
Sakit perut
53
Sakit perut
54
Taman
55
Meeting
56
Meeting
57
Kamar rahasia
58
Bukan update
59
Visual
60
Bab 57 : Membeli hadiah
61
Bab 58 : Kucing oren
62
Pengumuman
63
Bab 59 : Emas
64
Bab 60 : Tidak sengaja
65
Bab 61 : Karma Tuan Sean
66
Bab 62 : Firasat
67
Bab 63 : Ku menangis....
68
Bab 64 : ....... Membayangkan
69
Bab 65 : Pesta Alana
70
Bab 66 : Sean panik, Mauren menghilang?
71
Bab 67 : Orenku
72
Sean VS Asisten Kim
73
Bab 68 : Meminta maaf
74
Bab 69 : Kena prank kalian
75
Bab 70 : Mata-mata
76
Bab 71 : Sawo Sean
77
Bab 72 : Pertemuan denganmu
78
Bab 73 : Pertemuan denganmu 2
79
Bab 74 : Pertemuan denganmu 3
80
Bab 75 : Pertemuan denganmu 4
81
Bab 76 : Masa lalu ku dan Kim
82
Bab 77 : Masa laluku dan Kim 2
83
Bab 78 : Futsal
84
Bab 79 : Futsal 2
85
Bab 80 : Masa lalu ku dan Kim 3
86
Bab 81 : Masa lalu ku dan Kim 4
87
Bab 82 : Sean, Mauren dan Kim
88
Bab 83 : Persahabatan itu indah
89
Bab 84 : Hukuman lagi?
90
Bab 85 : Hukuman lagi? 2
91
Bab 86 : Hukuman lagi? 3
92
Bab 87 : Aku di kerjai?
93
Bab 88 : Apakah aku di prank, Dokter?
94
Bab 89 : Sabar Sean! Demi bayimu
95
Bab 90 : Sabar Sean! Demi bayimu 2
96
Bab 91 : Tolong yang sabar ya Sean!
97
Bab 92 : Obrolan malam
98
Bab 93 : Bertahanlah Mauren!
99
Bab 94 : Jangan sakiti Orenku!
100
Bab 95 : Asisten Kim
101
Bab 96 : Teman laknat
102
Bab 97 : Adik laknat
103
Bab 98 : Edukasi
104
Bab 99 : Edukasi 2
105
Bab 100 : Seanku :*
106
Bab 101 : Bertengkar
107
PENGUMUMAN
108
Bab 102 : Rencana jahat
109
Bab 103 : Kemarahan Tuan Sean
110
Bab 104 : Kemarahan Tuan Sean 2
111
Bab 105 : Kemarahan Tuan Sean 3
112
Bab 106 : Kemarahan Tuan Sean 4
113
Bab 107 : Trauma
114
Bab 108 : SPESIAL
115
Bab 109 : Orang tua egois
116
Bab 110 : Pria misterius
117
Bab 111 : Who is Arkan?
118
Bab 112 : Sean VS Oren
119
Bab 113 : Kejar-kejaran
120
Bab 114 : Surat cinta?
121
Bab 115 : Salah paham
122
Bab 116 : Salah paham 2
123
Pengumuman
124
Bab 117 : Penjelasan
125
Bab 118 : Mama Sean
126
Bab 119 : Berbaikan?
127
Bab 120 : Asisten Kim
128
Bab 121 : CEO jualan sayur di pasar
129
Bab 122 : CEO jualan sayur di pasar 2
130
Pengumuman
131
PENGUMUMAN INI DI HAPUS
132
Bab 123 : Pasar
133
Bab 124 : Preman pasar
134
Bab 125 : Kesialan Tuan Sean
135
Bab 126 : Deklarasi
136
Bab 127 : Gosip
137
Bab 128 : Gengsi Sean
138
Bab 129 : Bab panjang
139
Bab 130 : Mauren VS gadis SMA
140
Bab 131 : Asisten Kim
141
Bab 132 : Es krim
142
Bab 133 : Kejutan!
143
Bab 134 : Kado spesial buat Kak Kim
144
Bab 135 : Oppa merajuk?
145
Bab 136 : Surprise!
146
PENGUMUMAN INI DI HAPUS
147
Bab 137 : Bodyguard?
148
Bab 138 : Sean pening
149
Bab 139 : Touring 1
150
Bab 140 : Touring 2 (ilmu kedokteran VS ilmu kebatinan)
151
Bab 141 : Touring 3 ( Hotel )
152
Bab 142 : Touring 4 (Cerita seram)
153
Bab 143 : Touring 5 (Desa diatas awan)
154
Bab 144 : Touring 6 ( Tersesat )
155
Bab 145 : Touring 7 ( Burung )
156
Bab 146 : Touring 8 ( Akhirnya )
157
Bab 147 : Anak pungut?
158
Bab 148 : Mamaku?
159
Bab 149 : Gaun Mauren
160
Bab 150 : Pesta pernikahan (Final Episode)
161
MMSM 2 : Bab 151 - Season 2
162
MMSM 2 : Bab 152 - Aku ingin bayi itu
163
MMSM 2 : Bab 153 - Bulan Madu (Malaysia)
164
MMSM 2 : Bab 154 - Bulan madu (Malaysia)
165
MMSM 2 : Bab 155 - Bulan madu (Thailand)
166
MMSM 2 : Bab 156 - Bulan madu (Korea)
167
MMSM 2 : Bab 157 - Bulan madu (Paris)
168
MMSM2 : Bab 158 - Bad Honeymoon
169
MMSM 2 : Bab 159 - Racun Dasha
170
MMSM2 : Bab 160 - Keputusan Mauren
171
MMSM 2 : Bab 161 - Hampir saja
172
MMSM 2 : Bab 162 - Surat perceraian
173
MMSM 2 : Bab 163 - Mauren pergi?
174
MMSM 2 : Bab 164 - Ketika aku masih menjadi kekasihmu
175
MMSM 2 : Bab 165 - Mesum?
176
MMSM 2 : Bab 166 - Sean gila
177
MMSM 2 : Bab 167 - Selamat datang, Arseina.
178
MMSM2 : Bab 168 - Asisten baru
179
MMSM 2 : Bab 169 - Baju Seina
180
MMSM 2 : Bab 170 - Kabar duka
181
MMSM 2 : Bab 171 - Seina rewel
182
MMSM 2 : Bab 172 - Sera dan Ali
183
MMSM 2 : Bab 173 - Ali dan Sera
184
MMSM 2 : Bab 174 - Sera Ali
185
MMSM 2 : Bab 175 - Sean gemas
186
MMSM 2 : Bab 176 - Ali mencium Sera
187
MMSM 2 : Bab 177 - Terbongkar
188
MMSM 2 : Bab 178 - Penyakit hati
189
MMSM 2 : Bab 179 - Demi Sera
190
MMSM 2 : Bab 180 - Aku tidak mencintaimu
191
MMSM 2 : Bab 181 - Pengorbanan ibu
192
MMSM 2 : Bab 182 - Rest in peace
193
MMSM 2 : Bab 183 - Mual
194
MMSM 2 : Bab 184 - Suami siaga
195
MMSM 2 : Bab 185 - Sean puasa
196
MMSM 2 : Bab 186 - Mengidam
197
MMSM 2 : Bab 187 - Awas, Seina!
198
MMSM 2 : Bab 188 - Hampir saja
199
MMSM 2 : Bab 189 - Wasiat Tuan Askar untuk Kim
200
Hai semuanya...
201
MMSM 2 : Bab 190 - Kim dan Sera
202
MMSM 2 : Bab 191 - Sudah besar
203
MMSM 2 : Bab 192 - Kebun binatang
204
MMSM 2 : Bab 193 - Pembulian
205
MMSM 2 : Bab 194 - Cutter
206
MMSM 2 : Bab 195 - Test pack
207
MMSM 2 : Bab 196 - Papa Mauren?
208
MMSM 2 : Bab 197 - Benci
209
MMSM2 : Bab 198 - Tertabrak
210
MMSM 2 : Bab 199 - Pulang
211
MMSM 2 : Bab 200 - Rumah duka
212
MMSM 2 : Bab 201 - Maaf
213
MMSM 2 : Bab 202 - Keluarga utuh
214
MMSM 2 : Bab 203 - Hadirnya Navier
215
MMSM 2 : Bab 204 - Kebersamaan
216
MMSM 2 : Bab 205 - Tuan Muda Daleon
217
MMSM 2 : Bab 206 - Menuju terakhir
218
SEAN MAUREN TAMAT : Bab 207 - Foto keluarga
219
-
220
Ekstra part
221
-
222
-
223
-
224
Ekstra part (Kisah Sean Mauren sebelum punya anak)
225
-
226
Sorry
227
KIMSERA : Bab 209
228
Sorry 3
229
Sorry 4
230
KIMSERA : Bab 212
231
Nih..
232
Promosi novel
233
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!