{¹⁶} Who is Al?

...Dunia ini penuh dengan orang-orang kejam. Mau kita cantik atau tidak mau kita baik atau tidak pada akhirnya kita tetap akan di perlakukan buruk....

...•...

...•...

...•...

...•...

"Sayang, kamu udah pulang?" Saat Lingga membuka pintu seorang gadis tengah menangis tersedu-sedu di sofa empuknya. Sudah pasti itu Ayu.

Manik coklat Lingga dapat melihat jika apartemen miliknya sudah di penuhi dengan lautan tissue. Segera dia menghampiri Ayu, gadis itu sedang dalam masa tidak baik-baik saja.

"Kamu kenapa, sayang?" Lingga menyentuh pundak Ayu. Seketika gadis itu mendongak. Mata mereka beradu. Mata hazel Ayu memerah dengan kantung matanya yang membengkak.

Dan oh! Di lehernya juga ada bekas cekikan yang memerah.

"Kenapa, sayang? Kamu cekik siapa?"

Lingga meringis. Bagaimana bisa Ayu terlihat se demikian rupa dalam waktu singkat. Padahal pagi tadi gadis itu masih cantik dengan senyum manisnya. Tapi kenapa sore  Ini dia malah datang ke apart dalam keadaan yang sangat berantakan.

"Sayang.... Dia yang cekik aku," ucap Ayu dengan isaknya.

Okay. Lingga paling benci mendengar Isak tangis wanita jadi Lingga membawa gadis itu ke dalam dekapannya. Entah siapa yang berbuat jahat pada gadisnya tapi yang jelas nanti akan dia tanyakan setelah Ayu berhenti menangis.

"Ssttt, sstt, jangan sedih lagi, 'ya." Lingga mengusap pucuk kepala Ayu dengan penuh kasih sayang berharap isak tangis nya mereda.

Tapi keinginan Lingga bahkan tidak terpenuhi. Ayu malah menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Lingga. Hal itu membuat Lingga kelabakan setengah mati seperti orang yang kebakaran janggut.

"Sayang, aku mohon jangan nangis lagi aku janji bakal kasih apa pun yang kamu inginkan asal kamu berhenti menangis," bujuk Lingga. Pria itu tidak tahan mendengar tangisan Ayu yang menyayat hati.

Gagal. Nyatanya Ayu masih setia dengan tangisnya. Lingga sudah mencoba berbagai hal untuk mendiamkan tangis Ayu, tapi sepertinya gadis ini malah makin meraung dalam pelukannya. Lingga frustasi! Selama ini baru kali ini pria itu mendiamkan wanita menangis. Bahkan saat Nasya--tunangannya menangis saja Lingga biarkan dan dia tinggalkan.

Karna Lingga paling membenci air mata wanita. Dia benci saat melihat wanita menangis. Dulu saat dia berusia sembilan tahun dimana dia harus menyaksikan bagaimana hancurnya keluarga harmonisnya dalam waktu sekejap.

Ayahnya Lingga berselingkuh dengan gadis lain. Tentu saja itu membuat ibunya tidak terima dan berujung pertengkaran yang membisingkan. Ibunya harus menerima fakta bahwa suaminya main belakang dengan wanita lain. Karna tidak terima di permainkan, ibunya Lingga mendatangi ruangan ayahnya.

Melempar semua bukti perselingkuhannya dengan wanita lain. Tapi seolah acuh ayah Lingga bahkan terkesan menantang ibunya Lingga. Dia bahkan mengatakan jika ibu Lingga tidak bisa apa-apa tanpanya. Berakhir ibunya Lingga yang harus mengalah demi kebaikannya. Dia membiarkan ayah Lingga berselingkuh dengan wanita lain di depannya.

Faktanya, jika mereka menikah karena di jodohkan dan perjodohan ini semata untuk bisnis. mereka menikah bukan karna saling cinta.

Setelah Lingga berusia lima belas tahun ibunya memilih berpisah. Sakit hati menggerogoti relung jiwa ibu Lingga. Jujur saja siapa yang akan tahan melihat orang yang di cintai malah beradu bibir.

Maka dari itu dari sekian lamanya Lingga memperhatikan semuanya. Lingga mengambil satu pesan moral dari kisah kedua orang tuanya yaitu : jangan pernah mau menjalin hubungan dengan orang yang bahkan tidak pernah kau cintai karna pada akhirnya kalian akan berpisah.

Karna itu Lingga menentang keras pertunangannya dengan Nasya. Sebab dia benci dia kekang, dia benci mengulangi kejadian yang serupa dengan ayahnya. Dia tidak ingin menyakiti Nasya lebih jauh lagi tapi nyatanya gadis itu bahkan masih bertahan sampai sekarang. Lingga akui jika Nasya memang hebat. Dia bahkan rela melakukan apa saja agar tidak di siksa ayahnya.  Lingga tau bagaimana kehidupan Nasya meski hanya cuil remahan biskuit.

Tanpa Lingga sadari jika dia sudah menyakiti Nasya lebih jauh. Bahkan gadis itu sampai hampir bunuh diri karna ucapannya. Lingga menyadari jika dia sudah kelewat batas atas Nasya. Tapi Lingga juga ingin bebas memilih pasangannya dia ingin lepas dari ikatan konyol yang berkedok tunangan ini.

Kembali pada saat ini. Ayu masih dengan tangisnya dan Lingga masih berusaha menghentikan tangis Ayu.

"Ssttt....ssttt..udah, 'ya." Elusan itu masih lembut dan Lingga masih dalam batas sabar sebelum elusan itu berubah jadi jambakan yang membuat Ayu semakin menangis karna gadis itu menyebut nama orang lain.

"Al.... Nasya....." Ucap Ayu terbata-bata. "Dia..... Fitnah..... Aku.... Al...."

Kerutan di dahi Lingga tak tertahan.

Al? Siapa Al? Apakah Ayu berselingkuh darinya? Apakah Ayu selama ini main belakang dengan pria bernama Al--itu?

Rahangnya mengetat dia sadar Ayu tidak pernah menyebut namanya dengan panggilan Al  "Al? Siapa, Al?"

Ayu membeku. Dia tanpa sadar menyelipkan nama Alanza tadi. Ayu menyembulkan kepalanya dari dada bidang Lingga. Mata merah masih mendominasi wajahnya.

"Itu.." Ayu bingung harus mengatakan apa jika salah-salah maka nyawanya akan lenyap detik itu juga.

"Kamu nggak selingkuh dari ku, 'kan sayang!?" Terdengar dari nada bicaranya saja Lingga menahan amarah yang membuncah.

Mampus! Ayu merutuki dirinya dalam hati.

"Eng-eng-nggak! Aku nggak mungkin selingkuh dari kamu sayang." Ayu menangkup sisi wajah Lingga memaksa pria itu agar bertatap mata. Jika sudah bertatap mata maka Lingga akan kalah. Itu pasti dan Ayu yakin pria itu akan melemah.

"Jadi itu siapa!?!!" Emosi di dadanya tak tertahan. Dia paling benci di khianati. Dia benci menangis karna cinta. Tangannya menekan kuat rambut Ayu. Andai saja dugaannya benar maka Lingga akan menyeret Ayu keluar dengan menjambaknya.

"Itu.... " Ayu berpikir keras supaya Lingga tidak mencampaknya. Jambakan di rambutnya sudah menjadi tanda jika amarah Lingga membara.

"Itu cuma teman aku! Iya, itu temen aku Namanya, Alana! Iya Alana." Ayu mencoba tersenyum tapi yang ada malah senyum terpaksa.

"Benarkah? Kau tidak sel....."

"Hey.. kenapa, kamu berpikir begitu? Aku tidak mungkin mencari pria lain jika dirimu saja sempurna."

Huek!

Ayu rasanya ingin memuntahkan seisi perutnya. Ayu benci mengatakan itu. Dia sebenarnya paling tidak suka mendrama tapi agar Lingga tidak marah maka Ayu terpaksa berbohong dari pada mati di tangan pria itu.

"Oh, ya?" Bulu di kening Lingga naik satu.

Dia ingin melihat seberapa benar ucapan Ayu. Jika gelagapan berarti dia berbohong. Lingga tidak sebodoh itu sampai percaya di bohongi. 

"Iya, sayang kuuu." Ayu tersenyum semanis gula aren. Mencoba agar tidak gelagapan walau dalam hati ketar-ketir di tatap se serius itu.

Cup!

Jengah berada di tatap serius oleh Lingga, akhirnya Ayu mengambil jalan pintas. Dia mencium singkat pipi tirus Lingga dan membisikkan kata cinta.

"Aku nggak akan berada di sini jika aku selingkuh, sayang." bisiknya tepat di telinga Lingga. Lalu menarik bibirnya dari sana.

Lingga tersenyum manis. Ayu memang paling tau bagaimana merayu nya.

Cup!

Lingga membalas ciuman Ayu di pipi gadis itu. Senyuman tak tertahan akhirnya tercipta di bibir Lingga. Dia paling suka di rayu dengan kata manis Ayu.

"Jangan pernah selingkuh dari ku, 'ya." Lingga menyiumi sisi wajah Ayu bertubi-tubi.

Ayu mengangguk cepat. " Aku nggak pernah selingkuh dari kamu."

"Jadi, princess Lingga, kenapa menangis?" tanya Lingga sembari merapihkan rambut Ayu yang berantakan.

Ayu menyeringai penuh kemenangan. 'gue pastiin cewek j*l*ng itu bakalan menangis kejer.' batinnya kesenangan.

"Aku...." Ayu sengaja menjeda kalimatnya tak lupa agar Lingga, percaya dia mengeluarkan air matanya.

"Kamu kenapa,  sayang? Ngomong aja sama aku biar aku kasih pelajaran orang itu." Lingga memberi tatapan teduhnya.

"Aku di fitnah..." Ayu kembali terisak.

mendengar Isak tangis Ayu Lingga jadi pening. "Sama siapa? Siapa, yang berani fitnah kamu?" Lingga berusaha menghentikan isakan itu.

Ayu menggeleng. "Aku nggak akan kasih tau karna nanti kamu pasti nggak per...."

"Aku percaya!" potong Lingga cepat.

"Nasya..." Kepala Ayu tertunduk. "Dia fitnah aku karna nggak terima aku ngambil kamu dari dia." Penuturan Ayu seolah dialah korban atas kejahatan Nasya.

Rahang Lingga mengetat, giginya bergemelatuk marah.

"Aku....aku nggak ngerebut kamu dari Nasya, 'kan sayang? Aku nggak perusak hubungan kamu sama dia, 'kan sayang? Aku.....aku....."

"Sayang." Lingga menangkup wajah khawatir Ayu. "Kamu bukan perebut. Kamu itu pemilik hati aku sayang."

Ayu tersenyum dalam hati. Jika dia kalah saing atas Revan, maka Nasya kalah saing atas Lingga yang bernorabene-nya tunangan Nasya.

Ayu menggeleng kuat. "Nggak! Aku pasti udah nyatikin hati dia. Aku pasti penjahat hati."

Lingga tidak tahan mendengar ke khawatiran Ayu terhadap Nasya. "Sayang! Liat aku." Pria itu menunjuk wajahnya sendiri.

"sayang dengar, Dia bisa punya ragaku tapi nggak sama hatiku sayang. Pemilik hatiku itu kamu. Cuma Rahayu Mahendra, yang memenuhi relung hatiku."

Benarkah? Benarkah gue di cintai sehebat ini? Haha~~ rasanya seperti mendengar dongeng. Batin Ayu tersenyum getir.

Sedari dulu Ayu di cintai tapi tidak pernah ada yang bertahan dengannya. Karna orang yang mencintainya tidak benar-benar mencintainya setulus hati. Mereka hanya menyukai wajah rupawan Ayu selebihnya jika Ayu bersikap tidak sesuai wajahnya maka dia di campakkan. Menyedihkan memang tapi itulah kenyataannya.

Dunia ini penuh dengan orang-orang kejam. Mau kita cantik atau tidak mau kita baik atau tidak pada akhirnya kita tetap akan di perlakukan buruk.

Banyak orang beranggapan jika yang cantik akan mengendalikan dunia ini. Tapi pada kenyataannya itu tidak juga. Banyak wanita-wanita cantik yang pada akhirnya mati tragis karena pelecehan. Banyak artis-artis cantik yang mati karna di bunuh temannya sendiri atas dasar benci.

Lantas apakah cantik pembawa keberuntungan? Jika yang cantik saja di perlakukan tidak baik maka  bagaimana dengan si buruk rupa?

Mereka bilang harus cantik supaya di hargai tapi sedangkan pria, mereka tidak harus tampan untuk mendapatkan wanita cantik. Dunia tidak adil untuk para wanita. That right?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!