Chapter 19

Baru saja, Kristal membersihkan tubuhnya dia kemudian bersiap untuk makan malam. Karena sendiri di mansion ini, dia meminta agar maid rumah ini hanya bersih-bersih saja, kemudian pulang. Sebab, untuk urusan makan dia bisa memasak sendiri. Sekarang, dia memasak mie instan, sebab dia sedang malas makan.

" Sudah makan, aku jalan-jalan dulu sebentar. "

Saat dia selesai mencuci piring, dia kemudian berjalan-jalan ke taman di mansion ini. Lalu, Kristal dusuk di bangku panjang, dia menatap lurus ke depan. Tiba-tiba saja, dia dikejutkan dengan suara nada dering ponselnya. Disana, tertera nama Sammy sedang memanggilnya. Kristal, segera mengangkat panggilan masuk tersebut.

" Halo, ada apa Pak Sam?"

" Kamu sepertinya tidak senang ya saya hubungi?"

" Ya ampun, mengapa anda berpikir seperti itu?"

" Ya saya hanya menebak saja, kamu sepertinya tidak senang ya dihubungi oleh saya?"

" Tidak, saya tidak seperti itu. "

" Lalu, mengapa kamu terdengar tidak ramah?. "

" Saya hanya kaget Pak Sammy, anda kan sedang ada bisnis di sana. Bisa jadi, anda saat ini sedang sibuk kan ?"

" Ah baiklah, saya paham. Kalau begitu, maafkan saya ya ."

Kristal, mengangguk sebagai jawaban, ya meskipun Sammy tidak melihatnya. Sebab, itu hanyalah respon spontan tubuhnya saja.

" Kristal, mengapa kamu tidak menjawab permintaan maaf saya?"

" Ah itu, saya kan tadi sudsh mengangguk mengiyakan. Itu artinya, saya sudsh memaafkan Pak Sammy. "

" Kamu ini ada-ada saja sih, saya kan tidak melihat kamu. Bagaimana bisa, kamu menjawab hanya dengan anggukan kemudian saya tahu. Kan, kamu dengar saya tidak sedang berkomunikasi lewat panggilan video loh."

Kristal terkekeh mendengar ocehan kekasih palsunya tersebut. Dia, kemudian meminta maaf pada Sammy atas apa yang sudah dilakukannya.

" Ya sudah, kalau begitu saya tutup dulu ya. Jangan lupa, kunci pintu kamar kamu. Dan, kalau ada apa-apa, beritahu saya. "

" Baik Pak Sammy, duh saya jadi terharu. Anda ini, benar-benar perhatian pada saya. "

" Sebagai kekasih kamu, sudah menjadi kewajiban saya untuk peduli terhadapmu. "

" Baiklah Pak Sam, terima kasih ya. Selamat malam, sampai bertemu Minggu depan. "

" Iya, selamat malam. "

Setelah Sammy, menutup panggilannya. Kristal, tersenyum lebar dia juga spontan melompat kegirangan. Entah mengapa, dirinya begitu bahagia saat menerima panggilan masuk dari Tuan Muda ke-dua Choi tersebut. Penjaga keamanan yang tidak sengaja melihat Kristal, dia menahan tawanya. Pria paruh baya itu, berbalik dan segera pergi memeriksa tempat yang lain.

Keesokan harinya, Sammy dan juga asistennya saat ini sedang mengadakan meeting dengan klien. Dan, pada hari ini sudsh ada keputusan tentang proyek yang akan mereka tangani, di distrik M, Kabupaten Mangkuo negara A ini. Mereka akan mengembangkan brand fashion mereka di sini. Sammy, akan bertanggung jawab penuh memegang proyek ini. Sehingga, dia nantinya akan sangat sibuk dan tidak akan ada waktu untuk berkencan dengan kekasihnya. Dan, rencananya Sammy, akan melamar Kristal. Pastinya dengan sebuah ancaman, Sammy yakin gadis itu mau menerima lamarannya.

" Baiklah, karena tidak ada yang protes . Maka dengan ini, rapat resmi selesai. Setelah ini, kita harus semangat agar bisnis kita ini berjalan dengan baik. "

" Baik, terima kasih Pak Roger. "

" Sama-sama. "

" Pak Sam, bagaimana dengan rencana anda ?"

" Maksud kamu, menikah dengan Kristal?"

Julian, mengangguk

" Ya, benar sekali!"

" Kamu jangan khawatir, saya sudah menyiapkan sesuatu. Dia , sebentar lagi akan menjadi Nyonya kamu. Jadi, bersiaplah Julian. "

" Heh, percaya diri sekali Bapak ini. "

" Jangan kurang ajar kamu Julian . "

Julian, terkekeh melihat Sammy yang mulai kesal padanya.

" Baik Pak, maafkan saya. "

Jam menunjukan pukul 12.00 waktu setempat, Kristal baru saja mandi . Dia, bangun begitu siang sebab, semalaman dia gelisah. Entah apa yang membuatnya seperti itu, apa jangan-jangan karena Sammy tidak ada sehingga dia menjadi gelisah. Tapi, dia singkirkan pikiran buruk tentang Sammy .

" Selamat siang Nona, Pak Sammy bilang jika nona tidak mengangkat panggilan masuk darinya. Sehingga, saya harus menyampaikan pesan dari beliau. Tapi, saya katakan pada beliau jika anda masih tidur, dan ternyata setelahsaya cek anda memang masih belum bangun "

" Ya ampun Bi, terima kasih ya . "

" Baik, Sama-sama Nona. Oh iya, Pak Sammy juga meminta saya untuk membuatkan makan siang untuk anda. Dan, saya sudah selesai memasak. "

Kristal, mengangguk dan mengucapkan terima kasihnya.

" Baik Nona, kalau begitu saya permisi. "

" Baik, terima kasih Bibi Kim . "

" Kembali kasih, Nona . "

Bibi Kim kemudian memberitahukan Kristal, jika mulai malam ini dia akan menginap di sini. Sebab, Sammy sangat mengkhawatirkan Kristal yang sendirian di mansion ini. Kristal, benar-benar terharu mendengar perkataan dari asisten rumah tangga Sammy itu. Pria tampan itu, benar-benar sangat perhatian padanya. Dia kemudian, mengajak Bibi Kim untuk makan siang bersama. Begitu selesai makan, Kristal membantu Bibi Kim membereskan meja makan, sementara itu Bibi Kim mencuci piring-piring yang kotor.

Siang kini berganti malam, Kristal kemudian berpamitan tidur pada Bibi Kim. Kemudian, saat Sammy, menghubunginya dia mengangkat panggilan masuk tersebut. Dia, tidak ingin membuat Sammy kecewa karena dia pernah tidak sengaja mengabaikan panggilan masuk darinya.

" Suara kamu begitu parau, sepertinya kamu sedang mengantuk ya? "

Kristal, mengangguk sebagai jawaban.

" Emh, iya Pak Sam. Saya mengantuk, tapi saya bisa kok menahan rasa kantuk ini. "

" Jangan begitu, kamu tidur saja dulu. Nanti besok, saya bangunkan kamu. Supaya, kamu bisa mengunjungi James, Bibi Kim bilang , hari ini kamu kesiangan ya? ."

" Benar Pak Sam, saya tidak bisa tidur kemarin malam?"

" Kenapa, ingat mantan kamu lagi ya ?"

" Iya, saya gelisah tak menentu. "

" Baiklah, kalau kamu tidak bisa tidur coba saja hubungi Bibi Kim. Mintalah beliau untuk menemani kamu. Saya takut, jika kamu tidak bisa tidur . "

" Baik Pak Sam, kalau begitu saya tidur dulu ya. Selamat malam . "

Sammy, mengangguk " Selamat malam, Kristal. Mimpi indah ya, jangan gelisah lagi. "

Kristal, menutup panggilannya dia memegangi dadanya.

" Jantungku berdetak tak menentu, Pak Sam mengapa kamu membuatku seperti ini. Bagaimana jika pada akhirnya saya jatuh cinta kepada anda?" batin Kristal.

" Ah ini tidak benar, sebaiknya aku tidur. Tidak boleh memikirkan yang tidak-tidak. Kristal, ingatlah kamu dan Pak Sam tidak mungkin bisa bersama sebab, kamu dan dia tidak setara. "

Kristal, kemudian mematikan lampu kamarnya. Dia, mencoba untuk memejamkan matanya, sebab dia harus beristirahat. Besok pagi, dia akan mengunjungi James, di rumah sakit. Dia, ingin tahu kondisi tubuh sang adik.

" Ya Tuhan, semoga adikku James segera pulih. Agar, aku yang lemah ini bisa kembali bersemangat. Samuel, ingatlah kamu pasti akan mendapatkan balasan dari semua yang telah kamu buat untuk kami. " ujar Kristal.

Bersambung

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!