Namaku, Sammy William. Ayahku bernama David Joseph Choi, beliau seorang pemilik perusahaan multinasional di negara K ini. Sementara itu, Ibuku bernama Roxxane Lim beliau mantan selebriti ternama di negara ini. Setelah menikah dengan ayahku, beliau belajar fashion dan menjadi desainer pakaian. Aku juga memiliki seorang kakak yang bernama Francisco Choi. Dia digadang-gadang menjadi penerus keluarga Choi. Akan tetapi, kedua orang tuaku tidak ingin jika kami bertengkar, sehingga tidak hanya Kak Francisco yang bekerja di perusahaan. Akupun sama harus mengambil bagian dalam mengurus perusahaan. Kakakku, sudah menikah dengan seorang model sekaligus penyanyi terkenal bernama Irene Bae. Dia wanita yang paling cantik di negara ini, akupun sempat terpesona olehnya.
Namun, aku tidak bodoh dan segera tersadarkan. Sebab, dia adalah kekasih saudara kandungku. Irene dan aku saling kenal satu sama lainnya, sebab kami bersekolah di tempat yang sama. Hanya saja, dia Kakak kelasku. Usianya sebaya dengan Kakakku, tapi aku mengikuti kelas akselerasi sehingga aku dan dia bisa sekelas. Kami, selalu bersama kapanpun dan dimanapun, sehingga perasaan itu muncul begitu saja. Aku, pernah mengungkapkan perasaanku padanya. Sayangnya, dia sudah menerima cinta dari pria lain. Aku awalnya tidak tahu pria yang dicintainya tersebut, ternyata saat perjamuan keluarga dia datang ke rumah bersama Kak Francisco, sebagai kekasihnya.
Seperti pria kebanyakan, aku kecewa padanya. Sebab, dia lebih memilih Kakakku dibandingkan aku. Sempat, aku berpura-pura tidak mengenalnya dan berpura-pura menjadi orang Asing. Dia meminta maaf padaku, setelah perjamuan makan malam. Di sekolah, dia menangis sembari memeluk tubuhku. Sehingga, aku hanya bisa menghela napasku. Aku katakan padanya, jika aku sudah merelakan dia dengan Kakakku. Dan, aku meminta padanya supaya bersikap layaknya orang Asing. Sebab, aku tidak ingin membuat Kakakku kecewa padanya. Jadi, kami menyembunyikan kebenaran ini, dari Kak Francisco. Tapi, itu sudah berlalu, saat ini aku sudah tidak ada perasaan lagi padanya.
Sammy, telah sampai di tempat parkir perusahaan. Dia, memarkirkan mobilnya dan, segera setelahnya dia keluar dari mobil.
" Kristal Jovanka, aku harus sering mengunjungi kafe Kak Benedict. Supaya, aku bisa mengenalnya. " batin Sammy sembari tersenyum manis.
Entah mengapa, dalam perjalanan menuju kantornya ini, Sammy masih terbayang bagaimana wajah cantik pelayan kafe itu. Saat dia meminta maaf padanya, juga tersenyum sembari menampilkan matanya yang membentuk bulan sabit tersebut .
" Apakah ini yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama ya? Mengapa seolah aku tidak bisa melepaskan pandangan mata ini, padanya. Dan apa ini, mengapa jantungku berdetak lebih kencang dibandingkan sebelumnya. " batin Sammy sembari memegangi dadanya.
Baru saja Sammy membuka pintu mobilnya, tiba-tiba sudah ada yang menyapanya. Siapa lagi, kalau bukan fans garis kerasnya. Ya , dia adalah idola para wanita di kantor ini. Di depannya ini adalah penggemarnya, namanya Rachel. Wanita itu selalu menunggunya, berangkat ataupun pulang bekerja.
" Selamat Pagi, Pak Sammy."
Saat Rachel menyambut kedatangannya, sembari tersenyum manis. Seketika itu juga, Sammy yang tadinya sedang tersenyum membayangkan Kristal. Senyumnya memudar, saat menatap wajah gadis bernama Rachel tersebut.
" Pagi Rachel!"
" Pak, saya bawakan makanan untuk anda makan siang. "
" Maaf Rachel, bukannya menolak makanan tapi saya sudsh makan di kafe. Dan satu lagi, saya harus bersikap tegas. Mulai hari ini, kamu berhenti menyambut saya. Kedepannya, tidak boleh seperti ini lagi. Bekerjalah dengan baik, dengan begitu kamu akan mendapatkan pria yang lebih baik daripada saya ."
Terlihat sekali, Rachel kecewa dengan apa yang baru saja dikatakan oleh sang wakil CEO.
" Apa alasannya Pak? Saya, sungguh tidak keberatan setiap hari harus memasak, menunggu, dan, menyambut kedatangan anda."
Sammy, menggeleng
" Saya yang keberatan! "
Melihat Sammy sampai mengeluarkan urat-uratnya karena marah. Rachel, dengan perasaan menyesal akhirnya, membungkukan tubuhnya. Dia, meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya.
" Rachel, saya tidak bermaksud untuk membentak kamu. Tapi, ini harus saya sampaikan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman diantara kita. Saya, sudah memiliki kekasih, maka dari itu, tolong jangan begini lagi. Semoga, kamu bisa mendapatkan kekasih yang baik hati, yang mencintai, dan menghargai kamu. Juga bisa bangga padamu, sebab dia merasa beruntung bisa mendapatkan kamu. Baiklah, saya permisi sampai jumpa."
Rachel, menatap nanar punggung sang wakil CEO.
" Padahal, aku sangat mencintai kamu. Bahkan, aku sampai merendahkan harga diriku, untuk melamar pekerjaan ini. Ternyata, semuanya sia-sia." batin Rachel.
Kemudian, wanita itu segera menghubungi seseorang dan berbalik meninggalkan tempat parkir tersebut.
" Pagi Kak. "
" Pagi, Sam tumben kamu tidak terlambat?"
" Hei, jangan meledekku."
" Baiklah, oh iya nanti malam akan ada perjamuan makan malam keluarga. Kita, sudah lama tidak melakukan perjamuan antara keluarga Choi. "
" Malas sekali aku, harus membawa pasangan kah ?"
" Iya, tapi untukmu kami tidak akan memaksa."
Sammy, memutar bola matanya
" Terserah, aku akan segera ke ruanganku. Ada sesuatu yang harus dikerjakan."
Francisco, mengangguk kemudian dia mempersilakan adiknya untuk pergi.
" Ah iya Sam, kalau kau tidak punya kekasih. Kau boleh membawa temanmu yang wanita, supaya kau ada teman mengobrol. Kata Nenek, perjamuan kali ini akan banyak sekali orang di kediaman beliau . "
" Iya terserah ."
Sammy, segera berbalik arah dan meninggalkan Kakaknya. Dia, memasuki ruangannya dan segera duduk di kursi kerjanya. Dia, memijat pelipisnya dan sesekali menghela napasnya.
" Aku, tidak tahu harus bagaimana. Nenek dan Kakek, pasti akan menjodohkan aku dengan Sharon kan? Aku, tidak mau itu."
Sammy, menopang dagunya dia berpikir sejenak.
" Ah iya, bodohnya aku. Seharusnya, aku meminta imbalan saja padanya."
Suara ketukan pintu, membuat pria itu tersadar. Dia, mempersilakan seseorang yang sedang mengetuk pintu ruangan kerjanya tersebut masuk.
" Pak Sammy, untuk meeting kali ini anda yang memimpin. Karena, tadi ada masalah dadakan di di negara S. Jadi, Bapak Francisco akan pergi untuk melihatnya.
" Lalu, apa dia mengatakan sesuatu lagi setelah itu?"
" Ah iya, beliau mengatakan anda harus datang ke perjamuan makan malam meskipun tidak ada beliau."
" Aih baiklah, lalu bagaimana dengan meeting. Kapan kita akan melaksanakan kegiatan itu?"
" Sekitar pukul 10, kita akan mengadakan meeting. "
" Baik, terima kasih Felix!"
" Kalau begitu, saya permisi."
Sammy, mengangguk mengiyakan. Setelahnya, dia segera membaca proposal kerja tersebut dan memahaminya. Tidak terasa, kini waktunya untuk meeting, Sammy memimpin rapat kerja dengan baik. Dia, memperhatikan apa yang sedang dipresentasikan bawahannya.
" Oke cukup, bulan ini lebih bagus daripada sebelumnya. Terima kasih, Sonya."
" Sama-sama Pak Sam ."
" Baik, rapat kali ini sampai disini saja. Teruslah bersemangat, dan bekerja dengan baik ."
" Terima kasih Pak Sammy!" ujar semua staf.
" Oke, selamat beristirahat. Makan yang banyak, jangan sampai kalian tidak makan dan mengabaikan kesehatan kalian ."
Setelah mengatakan hal tersebut, Sammy meninggalkan meeting room di dampingi oleh Felix di belakangnya.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments