Chapter 16

" Kamu bisa ya memanggil saya sayang sekencang itu?"

Kristal, terkekeh mendengar perkataan Sammy.

" Saya begini, karena ingin memanfaatkan status saya yang menjadi kekasih palsu anda. Karena, Bapak-bapak penjaga itu menyebalkan sekali. Jadinya, saya tidak bisa berpikir jernih. Ya sudah, ketika anda datang saya teriak saja. Dan, berhasil dong mereka akhirnya meminta maaf pada saya ."

Sammy, manggut-manggut

" Baiklah-Baiklah, jadi tujuan kamu ke sini mau apa? Saya kan, tidak meminta kamu untuk membuatkan makan siang loh. Apa jangan-jangan kamu sedang merindukan saya ya?"

Kristal, merasa terkejut mendengar pertanyaan Sammy. Sebab, dia juga bingung mengapa dia bisa membuatkan makan siang pada Tuan Muda ke-dua Choi tersebut.

" Iya juga ya, nah sebenarnya aku kenapa ?"

" Ah saya tahu, kamu pasti merindukan saya ya?"

" Apa? tidak-tidak, anda terlalu percaya diri. "

Sammy, tersenyum tipis dia tahu Kristal saat ini sedang mencoba menutupi rasa groginya.

" Baiklah, kamu sudah makan kan? Kamu boleh beristirahat di kamar. Saya, mau kembali bekerja, sebab saya kan belum jadi CEO. Jadi, saya harus rajin bekerja. "

" Memangnya boleh Pak?"

" Boleh, sudah sana istirahat. Nanti, saya bangunkan kalau kalau mau pulang. "

" Tidak Pak, saya bisa bangun sendiri kok. "

" Baiklah, kalau begitu saya tinggal ya. Saya, akan kembali bekerja. "

Kristal mengangguk, kemudian dia membawa kotak makanan yang tadi Sammy makan. Kemudian, dia mencucinya di tempat cuci piring yang sudah di sediakan oleh Sammy. Pria ini, sepertinya benar-benar rapi, dan, selalu menjaga kebersihan. Bisa dilihat, dari ruangannya yang tidak berantakan dan juga terasa sejuk.

" Aku istirahat dulu lah, nanti pulangnya aku akan memijat punggung Pak Sammy sebagai rasa terima kasih aku padanya. "

Kristal, pergi ke kamar yang sudah Sammy tunjukkan padanya. Dia, kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang tersebut.

Di sebuah negara, tepatnya di negara S, Rachel, saat ini sedang belajar tentang fashion. Dia, bertekad untuk melupakan mantan atasan yang sangat dicintainya. Rachel, berkutat dengan pensil dan buku gambarnya. Dia, sedang mendesain pakaian untuk ke pesta. Cita-citanya sedari dulu,memanglah menjadi seorang desainer. Tapi, karena dia menyukai Sammy, alhasil dia menjadi seorang model di perusahaan milik keluarga Choi tersebut. Dia, mengikuti serangkaian lomba modeling dan akhirnya dia berhasil menjadi model di sana. Kebetulan sekali, Sammy sebagai penanggung jawab di bidang entertainment. Sehingga, dia dan pria tersebut sering bertemu.

Namun, semua usahanya seolah sia-sia. Sebab, pria tampan tersebut tidak pernah membalas perasaannya. Dia tahu, Sammy seperti itu karena wanita cantik yang merupakan seniornya di dunia model. Siapa lagi, kalau bukan Irene Adler Bae . Dia wanita yang sangat mendekati sempurna, berkulit putih,langsing dan juga memiliki senyum yang indah. Hanya saja, wanita itu lebih pendek darinya. Maka dari itu, dia bertekad untuk menyembuhkan luka batin Sammy. Sayangnya, Sammy menolaknya terus menerus. Sehingga, dia pada akhirnya harus menyerah dengan perasaan cintanya.

" Sayang, makan dulu yuk. Dari tadi loh, kamu begitu fokus dengan kertas dan pensilmu itu. "

Rachel, menoleh menatap wajah bibi tercintanya. Ya, selama di negara ini dia tinggal bersama bibinya. Sebab, bibinya ini sudah janda, dan anak-anaknya sudah menikah dan ikut suaminya masing-masing. Kebetulan, bibinya ini, tidak memiliki anak lelaki. Jadi, semuanya tidak ada yang tinggal di rumahnya. Bibinya ini, merupakan adik dari ayahnya .

" Baik Bi, sebentar lagi ya Rachel harus menyelesaikan bagian kerahnya. "

" Baiklah, jangan lama-lama nanti makanannya keburu dingin. "

" Baik Bi, segera. "

Malam hari ini, Sammy dan Kristal sedang duduk santai sembari menonton acara televisi. Acara yang mereka tonton tidak jauh dari berita, dalam berita tersebut banyak sekali informasi yang bisa mereka dapatkan. Sehingga, keduanya sangat menyukai Acara tersebut.

" Pak Sam, apakah anda lelah?"

Kristal, menoleh menatap pria di sampingnya. Sammy, dengan senang hati mengangguk dan menatap wajah cantik kekasih palsunya.

" Saya lelah, tapi sudah biasa Kris. Nantinya setelah saya tertidur, maka sakitnya akan hilang. "

" Saya bantu pijat ya?"

Kristal, kemudian berdiri dia lalu memijat pundak Sammy. Membuat, Sammy merasa merinding, dia kemudian menyentuh tangan Kristal dan memintanya berhenti.

" Loh, kenapa Pak?"

Sammy berdiri, dia menggendong tubuh Kristal dan membaringkan wanita itu pada sofa panjangnya. Dia, kemudian menindih tubuh sang gadis.

" Kristal dengarkan saya, kaku jangan memancing gairah seorang lelaki sembarangan. Tadi kamu menyentuh titik itu, saya jadi... "

" M... Maaf Pak , saya tidak sengaja. " ujar keduanya sembari memejamkan matanya.

Sammy, kemudian turun dari tubuh Kristal. Dia, meminta maaf pada gadis itu, karena sudah bertindak kasar padanya.

" Kalau kamu mau memijat tubuh saya, sebaiknya tunggu kita menikah.

" Sebentar, apa hubungannya memijat pundak dengan menikah. Apa tadi aku salah menyentuh titik sensitif tubuhnya ya? Aduh, kok jadi begini sih." batin Kristal.

Sementara itu, Sammy pamit pergi ke kamarnya. Pria itu, sangat benci dengan apa yang barusan dilakukannya pada Kristal. Sebab, saat Kristal memijat pundaknya, dan menyentuh titik sensitifnya. Sehingga, memancing hasrat kelelakiannya. Sammy, memutuskan untuk mandi air dingin, agar meredakan gairahnya.

Beberapa jam kemudian

Malam, kian larut Sammy terbangun dari tidurnya. Dia lupa, belum memeriksa Kristal, alhasil dia bangkit dan berjalan ke kamar sebelah.

" Bagaimana keadaannya ya? Aku, merasa tidak enak sudah memperlakukan Kristal dengan tidak baik. " batin Sammy.

Dia, melihat pintu kamar Kristal tidak tertutup sama sekali. Kemudian, dia masuk ke dalam kamar Kristal. Dilihatnya, Kristal sedang tertidur di meja belajarnya. Melihat itu, Sammy segera menggendong tubuh gadis itu ke ranjangnya. Lalu, dia menyelimuti tubuh Kristal, dan duduk di samping ranjang.

" Wanita secantik kamu, mengapa bisa menghadapi banyak masalah . Saya ingin melindungi kamu, maafkan saya sudah membuat kamu kaget. Saya begini, ini demi kebaikan kamu, saya tidak ingin menyentuh kamu selama kamu masih jadi kekasih saya. Saya ingin, kamu menjadi istri saya, barulah kita bisa melakukan itu. " batin Sammy.

" James, Kakak sangat merindukan kamu. " ujar Kristal sembari memeluk tubuh Sammy.

Mendapatkan perlakuan seperti itu, Sammy terkejut. Dia, berusaha untuk melepaskan pelukan Kristal. Tapi, pria itu tidak berhasil, alhasil dia membiarkan saja. Sampai Kristal tiba-tiba mengendurkan tangannya sendiri dari tubuh Sammy.

" Pak Sam, kenapa anda baik sekali pada saya. Saya takut, kalau saya nantinya jatuh cinta pada anda. Pak Sam, anda itu tampan, kenapa harus memilih saya yang miskin dan tidak cantik ini?" kata Kristal dalam mimpinya.

Mendengar ucapan Kristal yang sedang mengigau,Sammy merasa bahagia. Ternyata, gadis itu juga menyukainya. Hanya saja, sepertinya Kristal ini memang selalu jaga image. Sehingga, dia bisa menyembunyikan perasaannya.

Bersambung

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!