Sammy, duduk sembari menonton televisi. Sementara itu, Kristal benar-benar tertidur pulas. Memang tidur sore hari itu tidak baik, tapi Kristal benar-benar kurang tidur. Dia bercerita pada Sammy, demi menyambung hidup dirinya kerja di dua tempat. Pagi hingga sore dia akan bekerja di Kafe milik Benedict. Lalu malam mulai pukul 20.00 hingga pukul 05.30 dia akan bekerja di minimarket. Sammy, merasa iba dengan keadaan wanita itu. Dan, Sammy meminta Kristal untuk berhenti bekerja di minimarket. Awalnya dia tidak setuju dengan usulannya. Tetapi, Sammy tidak mau kalah sampai akhirnya mereka berdebat panjang. Dan, Kristal terpaksa menuruti keingannya. Sammy, berhasil membujuk gadis itu. Dengan begitu, dia akan bekerja keras di perusahaan ayahnya. Supaya, dia bisa memberikan uang gajinya sebagian untuk Kristal.
" Ah Ya ampun, sudah pukul 18.00 . Sebaiknya, aku bangunkan Kristal. Acara perjamuan, masih ada 1 jam 30 menit lagi. "
Sammy bangkit dari duduknya, dia kemudian menghampiri Kristal dan duduk di samping ranjang. Lalu, dia membangunkan Kristal, dengan perlahan menggoyangkan lengan gadis itu.
" Nona, bangun yuk, kita mandi dan segera pergi ke salon. Sebentar lagi acaranya akan mulai."
" Baik Tuan, tapi izinkan saya untuk memulihkan kesadaran saya terlebih dahulu."
" Oke, aku tunggu . "
Selang beberapa menit, Kristal dan Sammy sudah mandi dan memakai pakaian casual. Mereka ,berjalan bergandengan tangan agar sandiwara ini terlihat sempurna.
" Eh kalian, mau ke salon juga ya? Bagaimana kalau kita pergi bersama?"
Sammy, menggaruk kepalanya yang tidak gatal tersebut. Dia, menghela napasnya sembari tersenyum kaku melirik Kristal. Sementara itu, gadis itu menyipitkan matanya mendongak menatap wajah pria jangkung tersebut.
" Emh, itu terserah Kristal. Dia mau tidak, kita pergi bersama?"
" Kok aku sih ?" batin Kristal.
Ane, menatap wajah Kristal.
" Apakah boleh kita berjalan bersama, Nak?"
Kristal mengangguk ,. " Boleh tante, silakan ."
" Tuh, Kristal saja tidak keberatan. Kamu, malah mikir dulu benar-benar ya ." sindir Ane pada putra bungsunya.
" Aih, sudahlah Mama ini, bisanya hanya menyindir saja."
" Eh dasar anak kurang ajar ."
" Istriku, jangan mengganggu mereka. Sudahlah, sebaiknya kita pergi sendiri. Biarlah mereka, menikmati kebersamaan mereka. Nak Kristal, maafkan Tante ya, Om akan membawanya. Jadi, nikmatilah kebersamaan kalian."
Kristal, menatap wajah pria paruh baya yang masih sangat tampan tersebut.
" Kami tidak keberatan kok, mengapa Om seolah menghindari kami?"
" Nak, kalian itu masih muda. Om paham betul apa yang kalian rasakan, untuk itu Om akan pergi membawa Tante . Sam, jaga kekasihmu baik-baik. Ayo sayang ." ujar David sembari menggenggam tangan istrinya berlalu pergi.
Kristal, menatap wajah Sammy dia merasa heran dengan tingkah kedua orang tua pria jangkung tersebut.
" Merek memang seperti itu, jangan dipirkan. Ayo, kita pergi. "
Sammy, menggenggam erat tangan Kristal. Membuat gadis itu membelalakkan matanya.
" Tuan, ayah dan ibu anda sudah tidak ada. Jadi, tidak usah kita saling bersentuhan seperti ini. "
" Ah baiklah, maafkan saya ."
Kristal, mengangguk sebagai jawaban.
" Ayo Kristal, kita harus segera bergegas pergi."
Kristal tersadar dari lamunanya, dia segera berjalan mengikuti langkah kaki Sammy.
" Silakan masuk." ujar Sammy sembari membukakan pintu mobil.
Kristal, menatap wajah tampan itu. Tanpa sadar, gadis itu menyunggingkan senyumnya.
" Terima kasih, Tuan ."
" Tidak perlu sungkan. "
Sammy, kemudian memakaikan sabuk pengamannya pada Kristal. Setelah itu, dia segera menutup pintu mobil, dan segera menaiki mobilnya.
" Sikapnya yang lembut seperti ini, pasti dia sangat disukai banyak wanita. Selain itu, dia juga tampan, tapi mengapa dia tidak memiliki kekasih?" batin Kristal.
Jarak dari mansion Keluarga Choi dan salon Shining Star sekitar 15 menit. Kristal, dan, Sammy sampai di salon kecantikan ini dengan selamat. Sammy, segera turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk kekasih palsunya tersebut. Kemudian, keduanya berjalan bergandengan tangan.
" Selamat malam, Tuan Sam. Oh ini kekasih anda ya? Mari , silakan masuk. "
" Gaun milik kekasihku sudah dikirim kemari belum?"
" Sudah Tuan, tempatnya ada di lantai atas ya khusus pelanggan Vip. "
" Baik, terima kasih Jessica. "
Wanita bernama Jessica itu mengangguk, dia adalah Owner salon ini. Karena Sammy adalah pelanggan vip, jadi, secara khusus dia menyambut Tuan Muda Ke-dua keluarga Choi tersebut dengan senang hati.
" Ah iya, riasan untuk wajah kekasihku beri sentuhan alami saja. Jangan sampai terlalu berlebihan, dia tidak suka make up yang berlebihan. "
" Baik Tuan Muda, jangan khawatir. "
" Oke ."
Setelah berdandan selama 1 jam lamanya. Kristal keluar, Sammy yang sedang menunggunya dibuat terpana, sehingga tanpa sadar dia berdiri. Jessica, membuka kipasnya dan bertanya pada Sammy yang saat ini terlihat kesal. Sebab, Jessica menghalanginya melihat wajah Kristal.
" Bagaimana Tuan, kekasih anda cantik kan ?"
" Ya Jessica, saya sangat puas. Jadi, bisakah kamu menyingkir dari hadapanku sekarang?"
" Oh Maaf, saya terlalu bersemangat Tuan. Baik, kepuasan pelanggan adalah prioritas kami."
" Sayang, sudah kan? Ayo tunggu apalagi lagi, kita sudah ditunggu keluarga. "
Deg...
" Apa itu? Mengapa dia memanggilku Sayang? Aku kan, jadi grosir." batin Kristal.
Sammy, menghampiri kekasih palsunya tersebut. Dia, menggenggam tangannya dan membawanya pergi menuju parkiran.
" Jessica, terimakasih ya. Saya sudah membayar tagihannya barusan."
" Terima kasih, Tuan. Saya, percaya kok !"
Wanita cantik itu, mengangkat tangannya sembari membentuk huruf O. Yang artinya, Oke.
Kediaman Tetua Keluarga Choi.
" Hai Sammy!"
" Hai Nenek, Kakek dan para Pamanku yang terhormat. " ujar Sammy membungkuk.
Melihat Sammy membungkuk, Kristal mengikuti membungkukan tubuhnya.
" Siapa dia Sam, cantik sekali."
" Dia kekasihku, Kakek Nenek ."
" Tuh kan, apa yang aku katakan adalah kebenaran. Jadi, jangan lagi Ayah dan Ibu menjodohkan Sammy, dengan anak dari keluarga Lee ."
Seolah tidak peduli dengan ucapan David, Nenek Sammy menghampiri cuci kesayangannya tersebut. Dia, tidak sengaja membuat Kristal hampir terjatuh . Untungnya, Sammy bergererak cepat dan akhirnya Kristal tidak jadi terjatuh.
" Apa pekerjaannya?"
Kristal, membungkuk hormat. ." Saya bekerja sebagai pelayan di restoran milik Pak Benedict. "
" Oh Benedict Edward Jung ya? Tapi maaf, kamu bulan levelku. Kalau kamu ingin menjadi calon menantu keluarga Choi, minimal kamu harus bekerja sebagai pekerja kantoran. "
Melihat Kristal digertak seperti itu, Sammy melepaskan pelukan Neneknya . Dia, kemudian bersiap membawa Kristal pergi. Akan tetapi, Neneknya itu menahan pergelangan tangannya.
" Hei, aku bercanda saja kok. Kemarin malam, aku menonton drama tentang cinta tak direstui. Jadi, aku mencoba untuk mempraktekannya. Ternyata, berhasil kan hahahaha,."
David dan Ane, menggelengkan kepalanya.
" Benar-benar ya, ibumu semakin tua semakin bertingkah ya."
" Sayan berisik, biar bagaimanapun juga dia adalah mertuamu ."
" Aku tahu, tapi ibumu bercandanya membuatku spot jantung tahu." Ane mengusap dadanya sembari menarik napasnya.
" Baiklah, semuanya kita mulai saja makan malam kita. Sekalian, aku akan memperkenalkan kekasih Sammy pada kalian. Nak, kemarilah."
Kristal menatap wajah Sammy, seolah memintanya jawaban. Dan, Sammy menganggukkan kepalanya.
" Iya, perkenalkan dirimu Nak. "
Kristal mengangguk mengiyakan, kemudian dia memperkenalkan diri sebagai kekasih dari Sammy. Sementara itu, Sammy dan kedua orang tuanya menatap bangga pada Kristal yang sudah resmi diterima menjadi bagian dari keluarga Choi ini.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments