Keesokan Harinya...
" Pagi Pak Sam!"
" Pagi, Kristal. Jangan lupa hari ini kita akan mengunjungi adik kamu ya."
" Iya, Pak Sam. Saya, rindu adik saya. "
Sammy, kemudian membantu menghidangkan makanan yang telah dimasak oleh Kristal.
" Baiklah, nanti kita berangkat bersama ya. Sekalian, saya akan meminta restu pada adik kamu. "
Kristal mengangguk sebagai jawaban.
" Ya, Pak Sam kita sarapan saja dulu. "
" Baiklah, dan maaf saya tidak membantu kamu menyiapkan sarapan untuk kita. "
" Tidak apa-apa, saya paham kok . "
Sammy, menatap Kristal yang saat ini sedang menyantap makanannya. Terbesit pertanyaan, apakah Kristal mengingat kejadian semalam. Dimana, gadis itu mengigau tentang dirinya. Apakah, itu ungkapan hatinya yang paling dalam, pikirnya. Dan, jika itu benar, maka dia akan berusaha untuk menjadi pria yang baik untuknya. Tidak terasa waktu sarapan sudah selesai, keduanya mencuci piring dan membereskan meja makan bersama. Mereka, bagaikan suami istri yang baru saja menikah muda.
" Hal ini, pernah terjadi saat aku dan Samuel menjadi sepasang kekasih. Hanya saja, Pak Sammy terlihat lebih tulus, daripada Samuel. " batin Kristal.
" Kristal, kalau kamu butuh apa-apa bisa menghubungi aku ya. Mana nomor ponsel kamu?"
" Baik, Pak . "
Kristal sudah sampai, di rumah sakit Shining Bright, yang terletak di kota Salmonika. Sammy, kemudian menunjukan kamar rawat Presidensial rumah sakit tersebut. Saat pintu terbuka, Kristal menatap takjub melihat ruangan yang adiknya pakai.
" Pak Sam, ini pasti sangat mahal."
" Kamu, jangan memikirkan hal itu. Yang terpenting,adik kamu sembuh. Dan, besok saya akan antar kamu ke psikolog. Supaya, kamu bisa sembuh dari trauma masa lalu, yang sering menghantui kamu. "
Kristal,menoleh menatap wajah Sammy.
" Pak Sam, bisakah anda tidak perlu berbuat baik pada saya. Sebab, saya takut jika pada akhirnya saya jatuh cinta pada anda. "
" Kamu ini ngomong apa, jangan banyak pikiran. Sudah ya, saya mau pergi ke kantor dulu. Nanti sore, saya akan menjemput kamu. "
" Apakah dia sedang menghindar dariku? Mengapa begitu terburu-buru ke kantor, bukankah masih ada 1 jam lagi masuk kerja ya? Kristal , jangan kau pikirkan orang kaya memang seperti itu, selalu bertindak semaunya . "batin Kristal.
Setelah Sammy pergi, Kristal duduk di bangku jaga. Dia, memperhatikan wajah sang adik, lalu mengusapnya.
" Dik, cepat sembuh Kakak mohon, Kakak sangat merindukan kamu. "
James, sepertinya mendengar suara sang Kakak, dia mengeluarkan air matanya. Dia sedih, tidak bisa melindungi keluarga satu-satunya tersebut.
" Kak, do'akan saja aku agar aku bisa pulih kembali. " batinnya.
Pria itu, mencoba untuk menggerakkan jari-jemarinya. Tapi, ini sangat sulit untuknya, mungkin saja sebentar lagi. Karena, dirinya terbaring lemah di ranjang rumah sakit ini, begitu lama.
" James, saat kamu terbangun mungkin saja usiamu sudah 20 tahun. Kau ingat, saat itu kau membantu Kakak membalaskan dendam pada Samuel. Saat itu, kau masih berusia belasan tahun. James, semoga kau segera sembuh, dan kita akan hidup bahagia. Ah iya James, Kakak akan memperkenalkan kamu, pada seseorang yang sangat baik. Jadi, kau harus pulih kembali, supaya kau bisa berkenalan dengannya. "
" Siapakah orang itu Kak? Aku harap, kau tidak tertipu lagi oleh lelaki. Aku, tidak ingin kau bersedih lagi, aku harap kau bahagia dengan pasanganmu yang sekarang. " batin James.
Sammy, memarkirkan mobilnya di parkiran mobil. Dia, kemudian membuka pintu mobilnya, dan turun dari mobil. Dan, mengunci mobilnya, hingga alarmnya berbunyi.
" Astaga, aku lupa untuk meminta restu pada adiknya Kristal. Ya ampun, berapa sih usiaku, kok bisa aku pelupa begini?." batin Sammy.
" Pak Sammy!"
" Astaga, Julian keterlaluan ya kamu. Saya hampir saja terjatuh, kaget tahu. "
Julian , cekikikan melihat wajah kesal atasannya tersebut. Maklum, mereka ini dulunya adalah Kakak dan adik Kelas. Sehingga,hubungan mereka itu seperti saudara kandung. Tidak ada yang namanya canggung, keduanya begitu akrab dan tidak pernah bermusuhan.
" Aduh, saya minta maaf Pak Sammy. Bagaimana,kalau saya akan mentraktir anda makan siang ?"
" Tidak, kamu belikan saja saya jus jeruk. Saya, ingin yang segar-segar. Dengan begitu, saya akan memaafkan kamu untuk tindakan kurang ajar ini. "
Julian, mengangguk kemudian dia berpamitan dan berjalan mendahuluinya. Dia, akan membelikan minuman yang tadi sudah Sammy sebutkan.
" Aduh, punya bawahan kurang ajar sekali ya. Tapi, bagaimanapun juga aku sudah menganggapnya adik. Untung saja, jantungku ini tidak copot. " batin Sammy.
Beberapa menit kemudian
" Pak Sammy, ini minumannya. Ah iya, besok kita akan ada perjalanan ke luar negeri ke negara A. Sebab, Pak Francisco meminta anda untuk menggantikan beliau. Sebab, beliau baru saja pulang dari negara S. "
" Aduh, mengapa mendadak sih?"
" Saya tidak tahu. "
" Baiklah, kamu bantu saya packing seperti biasa. "
" Baik Pak. "
" Kalau begini, saya tidak bisa menemani Kristal ke psikolog deh. "
" Bapak kan punya Ibu Roxxane, bagaimana kalau beliau saja yang mengantarkan Nona Kristal ke psikolog. Ya, hitung-hitung perkenalan antara calon menantu dan ibu mertua. "
Sammy, memicingkan matanya.
" Oh iya, kamu benar. Baiklah, saya akan menghubungi Mama saya dulu. "
Sammy, kemudian menghubungi ibunya, dia memberitahu pada Roxxane supaya menjaga Kristal untuknya. Sebab, dia akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Dia, benar-benar mengkhawatirkan keadaan kekasih palsunya tersebut. Jadi, dia meminta bantuan ibunya, beruntungnya Roxanne mau.
" Bagaimana Pak?"
Sammy, mengangguk.
" Ya, begitulah Mama mau menjaga Kristal. Sebab, Mama juga sangat kesepian tidak ada teman. Papa kan sedang ada pertemuan,dengan para tetua, dan menginap di sana. "
Julian, mengangguk sebagai jawaban.
" Kapan kita berangkat?"
" Besok, pukul 07.30 pagi Pak. "
" Baiklah, terimakasih Julian. Berarti, hari ini saya masih bisa menghabiskan waktu dengan Kristal. "
" Pak Sammy, apakah anda serius dengan wanita itu"
" Kapan aku mempermainkan seorang wanita? Aku, begini hanya pada Kristal loh. "
Julian manggut-manggut.
" Baik Pak, saya harap anda bahagia selalu. "
Sammy, mengangguk dan menepuk pundak asisten pribadinya tersebut.
" Sekali lagi, terima kasih ya Julian ."
" Sama-sama Pak."
Malam ini, Sammy menjemput Kristal.
" Bagaimana apakah kamu senang bisa melihat adikmu?"
" Ya saya senang Pak Sam. Terima kasih, ya ."
Sammy, tersenyum tipis, dia kembali fokus pada jalanan.
" Oh iya, besok saya ada perjalanan bisnis ke kota A. Saya, inginnya sih membawa kamu . Tapi, kamu kan belum memiliki paspor. Jadi, saya terpaksa harus berangkat sendiri. "
" Bapak ini aneh, saya kan bukan siapa-siapanya Pak Sam. Kenapa harus membawa saya?"
" Kamu kan, kekasih saya. "
Kristal, membelalakkan matanya saat Sammy mengatakan jika dia adalah kekasih dari pria tersebut.
" Pak Sam, jangan bercanda. "
" Ya maksud saya, kita pasangan kekasih walaupun itu palsu. Tapi, sudah menjadi adat keluarga Choi, jika sudah memiliki kekasih. Maka, wanita itu akan mereka bawa kemana saja. Tapi, tidak boleh tidur satu kamar, sebab itu bertentangan dengan norma. "
" Oh begitu. "
Sammy, mengangguk sebagai jawaban.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments