Chapter 3

Sepulang bekerja, Sammy tidak langsung pulang ke rumah. Melainkan, dia pergi ke Kafe Cinderella di jalan Rose, no 5 negara S ini.

" Kak Benedict. "

Merasa dipanggil, pria bernama Benedict itu menoleh. Ternyata, adik sahabatnya datang ke kantornya.

" Bolehkah saya masuk ?"

" Boleh, silakan Sam. Ada apa kok tumben kamu mengunjungi aku?"

Sammy, duduk di sofa panjang ruang kerja sahabat kakaknya tersebut. Padahal, dia belum disuruh sama sekali oleh Benedict. Pria ini memang seperti, sudah menjadi kebiasaan baginya untuk bertingkah sesukanya.

" Mau minum apa Sam?"

" Lemon Tea Kak, terima kasih. Ah iya, aku ingin yang mengantarkan minuman itu pegawaimu, Kristal Jovanka."

Benedict, mengerutkan keningnya.

" Heh, apa maksudnya itu ?"

" Sudahlah, segera buatkan pesananku. Jangan banyak bertanya, aku tidak ingin memberitahumu sebelum aku berhasil. "

Benedict, semakin tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh adik sahabatnya tersebut.

" Apa kau menyukai pegawaiku ?" tanyanya.

Sammy, menghela napasnya.

" Aku, tidak tahu Kak. Yang jelas, aku tertarik padanya."

" Baru kali ini, aku melihatmu mengejar wanita. Baiklah, tunggu sebentar Kristal sebentar lagi akan datang kemari ."

Benedict, menghubungi Kristal dan kini pria itu duduk di samping Sammy.

Tok...Tok...Tok...

" Siapa ?"

" Kristal Pak !"

" Masuk Kris, tidak dikunci kok."

Beberapa saat kemudian, seorang wanita cantik dengan pakaian pelayannya datang menghampiri keduanya dan menaruh kopi dan juga lemon teanya di atas meja. Sammy, memperhatikan wajah cantik yang sudah mengusik harinya tersebut.

" Kristal, perkenalkan dia sahabat saya, Sammy William."

Kristal, yang baru saja selesai menyajikan minuman. Akhirnya, mendongak dan mengangguk hormat.

" Halo Pak Sammy, saya Kristal Jovanka. Senang, bertemu dengan anda." kata Kristal berpura-pura tidak mengenal Sammy.

" Mengapa dia berpura-pura begitu? Kok aku jadi kesal ya ." batin Sammy.

" Baik Kristal, Sammy mungkin sedang kelelahan. Jadi, kamu boleh kembali bekerja. "

" Baik Pak Ben, saya permisi."

Benedict, mengangguk mengiyakan. Sedangkan Sammy, masih sibuk dengan pemikirannya. Sehingga, mau tidak mau Ben harus mengembalikan kesadarannya.

" Woy Sammy, kau kenapa sih sedari tadi diam saja hah ? Apa kau jatuh cinta padanya?"

Akibat teriakan Benedict, Sammy tersadar dari lamunannya.

" Astaga, kau ini membuatku kaget saja !."

" Makanya, jangan banyak melamun. Kau ini, benar-benar ya ."

" Aih, menyebalkan !"

Benedict, menggelengkan kepalanya merasa kesal dengan adik sahabatnya tersebut.

Rachel, kembali mengikuti Sammy. Dia, kemudian duduk di bangku kafe tersebut, dan memesan Coffee Latte favoritnya.

" Ah Nona, apakah anda barusan masuk ke dalam ruang kerja Owner kafe ya? "

Kristal, mengerutkan keningnya.

" Iya, memang ada apa Nona ?"

" Saya , hanya penasaran saja. Apakah disana ada Tuan Muda Choi Grup atau tidak? "

" Nona, itu privasi tidak boleh anda bertanya seperti itu. Kalau ada kenapa, kalau tidak juga kenapa

" Saya, hanya penasaran saja. Sebenarnya, saya kemari untuk bertemu dengan seseorang. "

Kristal, berpikir sejenak.

" Maksud anda, Tuan Sammy?"

" Iya, itu benar. Apakah beliau ada di sana? Kalau ada, tolong katakan padanya jika saya datang mencarinya. "

" Ah baik, tunggu sebentar ya."

Kristal, bergegas ke dapur dan menaruh nampan bawaannya.

" Barney, aku izin dulu sebentar!"

" Izin lagi? Oke silakan."

Kristal, mengetuk pintu ruangan Atasannya. Kemudian, dia diperbolehkan masuk.

" Ada apa Kristal, kok balik lagi? "

" Anu, maaf sebelumnya Pak Ben. Ini ada orang yang ingin bertemu dengan Tuan Muda Choi. Beliau, seorang gadis yang sedang menunggu di bangku kafe nomor 50 Vip. "

" Sam, kamu dengar itu? Jadi, silakan pergi. "

Sammy, menaikkan sebelah alisnya.

" Ya ampun, kau mengusirku Kak ?"

Kristal, segera berpamitan pada atasannya tersebut.

" Eh tunggu, kita jalan bersama .Temani saya keluar."

Benedict, mengerutkan keningnya.

" Apa dia menyukai Kristal?" batin Benedict.

" Wah, tidak bisa Tuan. Nantinya, akan ada gosip jika kita jalan bersama. "

" Siapa yang peduli, tenang saja. Jika ada gosip, saya yang akan bertanggung jawab."

Sammy, kemudian bangkit dari duduknya. Lalu, dia meminta izin pada Benedict dan segera pergi.

" Pak, sebaiknya anda pergi sendiri. Saya, akan kembali bekerja. "

" Ah, Nona Kristal. Bisakah bisakah anda menemani saya, jadilah pacar pura-pura saya. Sebab, wanita itu adalah istri orang. Tapi, dia sangat menyukai saya, dan ingin berselingkuh dengan saya."

Kristal, membelalakkan matanya. Dia, merasa terkejut mendengar perkataan dari Sammy.

" Astaga, itu tidak bisa dibiarkan. Ayo Tuan, kita harus menemui dia, tapi apakah ada bayaran untuk ini?"

" Tentu saja, kamu mau berapa saya bisa bayar. Tapi, harus benar-benar mendalami peranan sebagai kekasih saya. Bagaimana, setuju ?"

Kristal, menjabat tangan Sammy, dan menyetujui rencana pria itu.

" Setuju, kalau masalah uang sih saya oke. Siapa juga yang tidak butuh uang ?"

" Astaga, dia lucu sekali. Ternyata, dia menyukai uang ya? Kalau begitu, aku bisa dengan mudah mendapatkannya." batin Sammy.

Sammy, menggenggam tangan Kristal. Membuat, wanita itu refleks melepaskan tangannya.

" Eh Tuan, apa yang anda lakukan?"

" Hei, ingat kita ini sepasang kekasih. Kamu ini lupa ya? "

" Ah iya, bodoh sekali saya. Maaf Tuan, saya lupa ." kata Kristal sembari menepuk jidatnya.

" Baiklah, sekarang kita harus latihan dulu. Supaya, kamu tidak kaku . "

Sammy, dan Kristal mencoba berakting sebagai sepasang kekasih. Lalu, setelah keduanya siap, mereka segera menyudahi akting mereka.

" Ayo, kita temui dia!"

" Halo, Nona ."

Rachel, menoleh saat ada yang menyapanya. Matanya melebar saat melihat Sammy, dan pelayan tadi bergandengan tangan.

" Bolehkah kami duduk ?" tanya Sammy.

" Memangnya dia siapanya Tuan? Bukankah anda pelayan disini ya ?"

" Memangnya kenapa kalau Kristal pelayan di sini?"

" Tidak apa-apa sih , hanya saja kalian terlalu akrab. Seperti, sepasang kekasih?"

" Memang, kami ini sepasang kekasih. " ujar Kristal dan Sammy bersamaan.

" Apa? Lalu, kenapa kamu tadi begitu ramah pada saya. Kamu, bercanda kan ?" tanya Rachel pada Kristal.

Kristal, mencoba untuk bersikap tenang. Dia, kemudian menghela napasnya.

" Saya kan tidak tahu, kalau anda ingin bertemu kekasih saya. Jadi, saya hanya bersikap sewajarnya saja sebagaimana layaknya pelanggan lain."

" Baiklah, tapi Nona Kristal saya ingin berbicara empat mata dengan kekasih anda ini . Saya mohon, hanya sebentar kok ."

Kristal, dan Sammy beradu pandang. Kristal mengangguk, dan meminta izin pada Sammy untuk melanjutkan pekerjaannya. Sementara itu, Sammy duduk di bangku kafe berhadapan dengan Rachel.

" Anda sampai melakukan sandiwara, hanya karena tidak ingin menemui saya ya Tuan? Anda pikir, saya tidak tahu kebenarannya ya ?" kata Rachel sembari menghela napasnya.

" Lalu, apa yang kamu inginkan dari saya. Bukanya saya sudah bilang tadi pagi, kalau saya..."

" Saya tahu, tapi apakah saya tidak boleh berharap banyak pada anda ?"

" Saya tidak mau memberikan kamu harapan palsu, makanya saya menolaknya. Saya rasa, kamu pantas mendapatkan lelaki lain. Karena saya, jatuh cinta pada wanita lain."

" Jika memang anda tidak menyukai saya. Setidaknya, biarkan saya mengagumi anda. Sampai dimana saya bosan dengan perasaan ini. Karena, cinta yang sepihak ini begitu menyakitkan. Saya, akan menjauh dan berjanji tidak akan mengganggu anda lagi, Tuan. Selamat tinggal dan semoga bahagia dengan pilihan anda."

" Baik, jaga diri kamu baik-baik. Saya harap, kamu mendapatkan pria yang lebih mapan dan baik dari saya. Selamat tinggal, dan mari kita bahagia. "

Rachel, mengangguk dia mendorong bangkunya dan bangkit . Lalu, wanita itu berpamitan pada Sammy yang saat ini sedang bersiap-siap untuk bangun.

" Saya harap, saya tidak bertemu dengan anda lagi. Entah itu di sosial media, ataupun di dunia nyata. Semoga anda selalu bahagia, terima kasih sudah mau menerima beberapa hadiah yang saya berikan pada anda."

Rachel berbalik, dan segera meninggalkan tempat itu. Entah mengapa, air matanya mengalir begitu saja membasahi pipinya. Rachel merasa buruk sekali saat ini, dia sangat mencintai Sammy sampai-sampai dia merendahkan harga dirinya. Tapi, yang diterimanya hanyalah sebuah penolakan dari sang pujaan hati.

" Ini bukanlah akhir dari segalanya, tapi, ini merupakan awal dari segalanya. " batin Rachel.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Sesi Togala

Sesi Togala

semangat ngak sabar nunggu chap berikutnya

2023-10-11

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!