" Dalam mimpi kamu, sepertinya kamu sangat merindukan anakmu. Bagaimana kalau kita mendatangi pemakaman, anak kamu ? "
Kristal, menoleh menatap wajah pria tampan berkulit putih tersebut.
" Iya saya merindukan Seed, dia juga pasti sedang merindukan saya. "
" Namanya unik sekali, kok bisa kamu menamainya Seed ?"
Kristal, tersenyum mengingat tentang anaknya.
" Saat saya keguguran, usianya baru 3 minggu. Saya, memeriksakan dia, dan dokter bilang dia masih sebesar biji wijen. Alhasil, saya memberikannya nama Seed. Tidak disangka, ayahnya justru tidak menginginkan dia. Kalau saja saat itu saya, tidak di dorong, dan perut saya tidak di tendang, mungkin Seed sudah berusia 2 tahun."
" Apakah kamu sedang merindukannya ?"
Kristal, mengangguk
" Saya akan datang ke makamnya, sudah lama saya tidak mengunjungi Seed . "
" Kalau begitu, izinkan saya ikut. Saya, ingin meminta restu darinya. "
Kristal, menyipitkan matanya.
" Maksud anda apa ?"
" Oh itu, tentu rahasia antara saya dan Seed. Sudahlah, jangan dipikirkan, sekarang kita makan siang dulu ya, saya akan buatkan makanan untuk kamu."
Kristal mengangguk,
" Pak eh Tuan Sam, saya boleh membantu anda tidak ?"
" Boleh, kalau kamu mau. "
" Yey, tentu saja saya mau. " ujar Kristal kegirangan.
Sammy, menatap takjub atas perubahan sikap Kristal tersebut. Bisa-bisanya, gadis itu kembali ceria, padahal sebelumnya menangis terguguk. Karena, mengingat kembali kejadian buruk di masa lalu, yang menimpanya.
" Dia memang unik ." batin Sammy.
Kristal, dan Sammy memasak bersama. Keduanya, begitu kompak dalam berbagi tugas. Sammy yang memasak makanannya, sementara itu Kristal yang menyiapkan bahan-bahannya. Beberapa saat kemudian, masakan mereka sudah jadi dan dihidangkan di meja makan. Kini, keduanya makan siang bersama. Karena suasana begitu canggung, akhirnya Sammy memulai pembicaraan.
" Harapan saya, tidak muluk-muluk hanya ingin memiliki keluarga. Saya ingin, membantu istri saya mengurus rumah. Kalau kamu apa harapan kamu Kristal?" ujar Sammy sembari menatap wajah Kristal.
" Kalau saya..." Kristal, tampak berpikir sejenak.
Sammy memahami itu, dia dengan sabar menunggu jawaban dari Kristal.
" Saya juga sama, tapi untuk saat ini saya masih takut memulai suatu hubungan. "
" Maukah saya temani kamu ke psikolog? Saya, khawatir dengan kondisi mental kamu. "
" Mau bayar pakai apa saya pergi ke sana? James, lebih penting daripada saya."
" Saya kan pacar kamu, ya walaupun hanya pacar kontrak. Jadi, jangan khawatir masalah biaya. Kamu lupa surat perjanjian kita ya?"
Kristal, menepuk jidatnya.
" Tapi, saya malu P....Tuan. "
" Pasti kamu mau memanggil saya Pak lagi kan? Sudahlah, senyamannya kamu saja. Saya, sampai pusing mendengar kamu salah panggil terus. Kenapa harus malu sih, belajarlar menjadi berani Kris. Kamu, sudsh tertipu satu kali, ke depannya jangan sampai tertipu lagi."
Kristal,tertawa sembari menutup mulutnya. Kemudian, dia mencoba memahami kata dem8 kata yang Sammy sampaikan padanya.
" Terima kasih, Pak. Saya, akan berusaha menjadi orang yang pemberani."
Sammy, mengangguk mengiyakan, kemudian dia memakan stik yang barusan di siapkan, lalu dia mengunyah makanannya.
" Kalau saya boleh tahu, siapa nama lengkap mantan kekasih kamu?"
Kristal, yang sedang meminum sup ayam, tiba-tiba terbatuk mendengar pertanyaan Sammy.
" Ya ampun Kristal hati-hati, kamu ini. "
Sammy, dengan sigap berdiri dan menghampiri Kristal. Kemudian, dia menepuk punggungnya, setelah dirasa Kristal sudah mendingan dia memberikan air minum untuk Kristal.
" Kalau kamu tidak mau menjawab, saya tidak berhak memaksa kamu. Maafkan saya, sudah membuat kamu seperti ini. "
Kristal, mengangguk kemudian dia mempersilakan Sammy untuk duduk dan menyantap makanannya kembali. Sebab, pria tampan itu belum selesai menyantap makanannya.
" Terima kasih Pak Sammy. "
" Sama-sama, ayo makan lagi setelah makan kita berjalan-jalan dulu sebentar. Sebab, orang suruhanku, akan menata barang-barang milik kamu dan James, di kamar kalian. Mereka, akan datang 1 Jam lagi. Kamu mau kemana setelah ini?"
" Ke makam Seed saja, kalau sore tidak bisa. Sebab, jarak dari mansion ini ke makam Seed sangat jauh."
" Baiklah, saya akan antar kamu. Jadi, jangan khawatir oke?"
Kristal, mengeluarkan senyum manisnya. Dia menganggukkan kepalanya, seraya mengucapkan rasa terima kasih pada pria tampan berhidung mancung tersebut.
Beberapa menit kemudian...
" Ayo kita siap-siap dulu, kamu kan tadi bilang kalau lokasi pemakaman Seed sangat sejuk . Jadi, kita memakai pakaian berbahan sedikit tebal, supaya tidak masuk angin. "
Sammy, benar-benar perhatian pada Kristal. Seperti kekasih sesungguhnya, dia tidak ingin Kristal sakit karena perjalanan jauh dari kota Salmonika ke kota Milkfishtorika memerlukan waktu 1 jam lamanya. Dan, disana cuacanya agak dingin. Jadi, harus memakai pakaian sedikit tebal.
" Kristal, apa kamu mau pergi ke psikolog dengan saya ?"
Kristal, menatap wajah tampan itu.
" Saya ingin sembuh dari trauma ini. Kalau bapak tidak keberatan, saya mau mendatangi psikolog bersama anda. "
" Bagus, kamu harus sembuh pokoknya."
Kristal mengangguk mengiyakan.
Singkat cerita, Kristal dan Sammy sampai di pemakaman Seed. Sammy, menggandeng tangan wanita cantik itu. Dia, juga berusaha membuat Kristal tenang, karena sejak dalam perjalanan wanita itu seperti sedang menahan rasa sakitnya. Sementara tangan kanannya menggenggam tangan Kristal, tangan kirinya dia gunakan untuk membawa bucket bunga tulip hitam, dan mawar warna merah. Bunga tersebut menandakan cinta Kristal yang begitu besar untuk anak yang belum diketahui jenis kelaminnya tersebut. Lalu, dia juga seolah sedang memberikan kekuatan pada dirinya sendiri. Dimana, dia harus berjuang keras dalam beberapa tahun ini.
Sammy, merasa iba dengan kondisi Kristal saat ini. Dimana gadis itu, memiliki banyak trauma. Dia sudah menghubungi Francisco kemarin, dia ingin kakaknya tersebut merekomendasikan psikolog yang bagus untuk kekasihnya. Akhirnya, Francisco merekomendasikan, Kenzo sahabat baiknya. Jadi, rencananya setelah dia dan Kristal sudah 1 bulan menjalin hubungan kontrak. Dia, akan mengantar gadis itu untuk konsultasi dengan ahli jiwa tersebut.
" Pak Sammy, ini makam Seed. "
Sammy, tersadar dari lamunannya. Dia, kemudian melepaskan genggaman tangannya pada Kristal. Lalu, dia meletakan bunga tulip dan mawar itu pada pusara anak dari kekasih palsunya. Lalu, dia memejamkan matanya dan berdoa.
" Nak, saya minta izin padamu. Jika saya, ingin sekali merawat ibumu dan memberikan adik untuk kamu. Nak, walaupun kita tidak pernah bertemu, saya harap kamu bahagia disana. Jangan khawatir, Papa Sammy akan merawat Mama Kristal. Dan, Papa akan mencari Papa kandungmu, juga memberikannya hukuman. Karena, sudah membunuh kamu. " batin Sammy.
" Bapak berdoa untuk Seed? Kenapa lama sekali ?"
Sammy, menatap wajah lugu gadis itu. Dia, mengangguk sebagai jawaban.
" Saya sedang meminta izin dari Seed. Saya ingin menjaga kamu, semoga Seed menyetujui permintaan saya. "
Kristal,menatap heran wajah kekasih palsunya.
" Seandainya, saya bertemu anda terlebih dahulu sebelum Samuel. Mungkin, saya sudah memiliki anak dengan anda Pak Sammy. Aih, apa yang kau pikirkan Kristal, sadarlah. " batin Kristal.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments