Chapter 12

Dino, begitu khawatir saat ini. Sebab, adik kesayangannya tidak kunjung datang. Padahal, waktu saat ini menunjukkan pukul 08.00. Artinya, Kristal sudah terlambat masuk bekerja.

" Kak Dino, kamu pasti sedang mencari seseorang kan ?"

" Iya benar, Kristal ke mana?"

" Kristal? Ah ternyata Kakak mengkhawatirkan dia ya? Ya ampun. "

" Tadi Pak Benedict bilang, Kristal tidak berangkat bekerja. "

" Tidak berangkat? Tumben sekali. "

Pria itu mengangkat kedua tangannya, seolah memberi jawaban pada Dino.

" Kak, mari kita bekerja!"

" Ayo, Dave."

Kedua pria tampan itu, kemudian mulai menaruh barang di loker masing-masing. Lalu, keduanya kembali dengan pakaian kerja.

" Kak Dino, apakah kamu menyukai Kristal?"

Dino, menyipitkan matanya, kemudian dia menggelengkan kepalanya.

" Tidak, aku hanya menganggap dia adikku. Entah mengapa, dia begitu menggemaskan. Aku, ingin sekali memiliki Adik perempuan sejak dulu. Lalu, ketika bertemu dengannya, semua harapanku seolah terwujud.

" Aku kira kau menyukainya? ."

" Kau pikir cincin di jemarku ini hanya pajangan? jangan mengarang cerita Dave."

" Maaf Kak, aku hanya bercanda hehehe!." ujar Dave sembari menggaruk kepalanya.

" Iya, tidak apa-apa. "

 Sammy Mansion.

Kristal, berdiri mematung menatap takjub pada ruang tamu kediaman Sammy ini. Sampai-sampai, Sammy keheranan pada gadis itu. Sehingga, dia berbalik dan memeriksa gadis itu.

" Mansion Pak Sammy lebih mewah daripada punya Samuel. Ya Tuhan, aku jadi semakin takut. " batin Kristal.

" Kristal, ayo masuk kok melamun sih ?"

Kristal, tersenyum kaku, saat Sammy menghampiri dirinya yang masih berada di depan pintu.

" Maaf, saya tadi ... "

Kristal tidak melanjutkan perkataannya, sehingga dia hanya bisa tertawa hambar.

" Tadi kenapa hayo?" tanya Sammy penasaran.

" Anu, tadi saya kepikiran mantan saya. " ceplos Kristal.

Sammy, menghela napasnya.

" Mengapa harus mantan, yang ada dalam pikiran kamu sih ?" ujar Sammy tidak suka.

Gadis itu, menghela napasnya

" Entahlah, saya masih belum bisa melupakannya. "

" Sudahlah, ayo kita masuk. "

Sammy, menggandeng tangan Kristal, gadis itu benar-benar terkejut dengan perlakuan yang Sammy berikan padanya.

" Kita ke lantai 5 sekarang!"

Kristal, mengangguk sebagai jawaban. Dia, mengikuti langkah kaki Sammy yang berjalan mendahuluinya. Keduanya segera memasuki lift, dan segera menekan tombol angka 5. Tidak berselang lama keduanya telah sampai di kamar mereka. Kristal, dipersilakan masuk.

" Nah, ini kamar kamu, dan disana kamarku. " ujar Sammy sembari menunjukkan kamar sebelah.

" Ya Tuhan, apa ini? Bahkan dia sudah menyiapkan kamar tidur persis seperti yang aku mau. Orang kaya, memang menyeramkan ya . " batin Kristal.

" Hei, aku tahu apa yang ada dalam hadan pikiran kamu itu. Nona, jangan pernah ragu padaku. Sebagai kekasihmu, aku sudah pasti tahu bagaimana seleramu. Ah iya, mau istirahat dulu atau makan siang dulu ? "

" Saya ikut saja, Tuan. "

" Sepertinya, kamu kelelahan. Jadi, sebaiknya kita istirahat dulu. Nanti aku bangunkan kamu, kita tidur satu atau dua jam mungkin cukup. "

Kristal mengangguk,

" Baiklah kalau begitu, selamat beristirahat. "

" Terima kasih, Tuan . "

Sammy, mengusap lembut puncak kepala Kristal.

" Sama-sama. "

Kristal, merebahkan tubuhnya di ranjang milik Sammy. Dia, kemudian mencoba untuk memejamkan matanya, di kamar barunya ini. Beberapa saat kemudian, dia mulai tertidur karena benar-benar kelelahan.

" Sayang, kamu benar-benar cantik aku sangat mencintaimu. " ujar Samuel pada Kristal.

Gadis itu merona, mendengar perkataan sang kekasih. Samuel, membelai wajah cantiknya. Kemudian, dia memberikan sebuah cincin berlian pada gadis polos itu. Kristal menangis haru, dia benar-benar tidak menyangka jika Samuel akan memberikan cincin yang terkenal mahal tersebut.

" Sayang, aku sudah memberikan segalanya untukmu. Bisakah, kamu memberikan apa yang selama ini aku mau?"

Mulut manis pria itu seolah menghipnotis Kristal. Sampailah, keduanya berhubungan layaknya suami istri. Ketika gadis itu terbangun, dia mendapati dirinya tidak mengenakan sehelai benangpun. Hanya sebuah selimut, yang menutupi tubuhnya.Dia meraba ranjangnya , ternyata Samuel sudah tidak ada lagi di sampingnya. Dan semenjak kejadian itu, Kristal dan Samuel tidak pernah bertemu lagi. Sampai suatu ketika, dia hamil anak Samuel dan bermaksud untuk meminta pertanggungjawaban.

Namun, yang didapatkanya adalah kenyataan pahit. Dia diusir dari mansion mewah tersebut, Samuel memintanya untuk tidak datang dan menemuimya lagi. Sebab, dia tidak mencintainya lagi.

" Kamu memang bodoh Kristal, selama ini aku tidak pernah mencintaimu. Sebab, aku dan Alexander menjadikan kamu sebagai taruhan kami. Dan, akulah pemenangnya, kamu memang benar-benar bodoh ya. Mana ada aku mencintaimu yang seorang wanita miskin, dan tidak punya masa depan . Jelas-jelas, aku memiliki tunangan seperti Aera yang jauh lebih cantik dan pastinya setara denganku. Pergilah, dan gugurkan anak itu, aku tidak mau memiliki anak dari wanita bodoh sepertimu. "

Samuel, memberikan cek seharga 100 juta dors. Tapi, Kristal justru menyobeknya, dia benar-benar kesal pada pria itu. Merasa tidak dihargai, Samuel mencekik leher Kristal. Dia juga, menghempaskan wanita itu ke jalanan, membuatnya terluka. Kristal, memegangi perutnya, dia takut terjadi sesuatu pada calon anaknya. Dia berlari, secepat yang dia bisa . Samuel yang hendak mengejar dirinya, ternyata kedatangan sang kekasih. Kemudian, dia mengurungkan niatnya. Begitu sampai rumah, Kristal langsung memasuki kamarnya, dan memegangi perutnya. Dia, menggenggam sebuah test pack sembari menangis. Dia berniat memberi kejutan, pada sang kekasih. Nyatanya, justru sebaliknya. Kristal hendak pergi ke kamar mandi, dia ingin mencuci mukanya supaya lebih segar .

Namun, setelah mencuci mukanya. Kristal justru merasakan sakit luar biasa pada perutnya. Dia, memegangi perutnya, lalu meinta tolong pada sang adik. Nyatanya, James tidak mendengarkan dirinya. Alhasil, dia hanya bisa menangis, dan dari situ dia kehilangan kesadarannya.

" Anakku..., Nak maafkanlah aku, Ibu tidak bisa melindungi kamu. Samuel, kau benar-benar brengsek, kau sudah membunuh Anakku!." teriak Kristal.

Sammy, dengan sabar membangunkan Kristal sembari mengelap keningnya yang penuh dengan keringat dingin.

" Kristal, bangunlah, ini aku. "

Kristal, perlahan membuka matanya, tubuhnya penuh dengan keringat dingin. Gadis itu, perlahan membuka matanya, dan bangun dari tidurnya. Sammy, meninggikan bantalnya, dan membantu Kristal bersender pada bantal yang telah di susun olehnya.

" Kamu kenapa? Untungnya pintu kamarku tidak dikunci. Jadi, aku bisa dengan mudah mendengar teriakan kamu. "

Sammy, kemudian memberikan air putih yang sudah dibawanya barusan. Kristal, meneguk air putih tersebut. Kemudian, dia berterima kasih pada Sammy, yang sudah memberinya air putih.

" Maaf Pak Sammy, saya benar-benar takut dengan semua perlakuan manis anda. Ini, mengingatkan saya pada Samuel, dia juga seperti ini sebelum pada akhirnya menghamili saya, dan membuangnya layaknya sampah. "

" Ya ampun Kristal, saya tidak sama dengannya. Jadi, jangan dibanding-bandingkan. "

" Jujur, saya benar-benar trauma dengan apa yang dinamakan cinta. Saya, takut jika pada akhirnya saya salah jatuh cinta. "

Sammy, menatap nanar wajah cantik Kristal.

" Kamu terluka karenanya, tapi, kamu menyamakan dia dengan pria lain. Sungguh itu tidak layak Kristal, tapi aku paham dengan apa yangkamurasakan kok."

Bersambung.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!