Sammy, duduk sembari menunggu Kristal di tempat duduk di bangku makan yang ada di minimarket tersebut. Gadis itu, belum kunjung datang, sehingga hal tersebut membuatnya menjadi kesal. Tidak berselang lama, Kristal muncul juga di pandangannya. Sammy, berniat menjahili gadis itu dan akan mengakuinya sebagai kekasihnya.
" Sayang, mengapa lama sekali?"
Kristal, yang mendengar pertanyaan Sammy secara tiba-tiba itu mengerjapkan matanya. Lalu, gadis itu memelototi Sammy, seolah mengancam pria itu agar tidak memanggilnya sayang. Sayangnya, Sammy justru meledek gadis itu, dengan menunjukan mata genitnya.
" Pak Sammy, jangan bercanda. Anda ini, benar-benar ya. "
" Sayang, tidak usah malu. Bukankah,kita sudah berencana untuk menikah ya ?"
Gadis itu, semakin membelalakkan matanya. Sammy, ini benar-benar menyebalkan pikirnya.
" Kenapa anda kemari? Bukankah anda sudah tidur ya ?"
Sammy, menggaruk kepalanya yang tidak gatal tersebut.
" Itu tidak apa-apa, saya hanya ingin menemani kamu. Bukankah, hari ini hari terakhir kamu bekerja ya ?"
" Iya memang, tapi saya benar-benar tidak masalah jika anda tidak menemani saya. Sebaiknya, anda pulang saja dan tidurlah. Saya yakin anda pasti kelelahan kan ?"
Sammy, menghela napasnya
" Saya tidak keberatan, ini sudah menjadi keputusan saya untuk menemanimu .Sebab, kamu adalah seorang wanita yang harus dijaga. "
Pipi Kristal seperti kepiting rebus saat mendengar perkataan dari Sammy. Pria ini, memang pandai sekali merayunya.
" Anda ini pandai sekali menggombal ya. Apa jangan-jangan, bukan hanya saya yang menjadi bahan rayuan anda ?"
" Tidak, asal kamu tahu sebelum ini, aku tidak pernah merayu seorang wanita."
Kristal tidak ingin terbawa perasaan, dia mengalihkan pembicaraannya.
" Anda duduk saja di sini, sepertinya tuxedo anda sangat mahal. Tidak pantas bekerja serabutan seperti kami . "
Sammy tidak suka diremehkan oleh Kristal. Dia, melepaskan tuxedo mewahnya tersebut. Melihat itu, Kristal membelalakkan matanya. Dia, kemudian menutup matanya.
" Hei, bukalah matamu. Aku masih memakai kaos dalaman kok. Sekarang, kamu bisa meminta bantuan ku ."
Arion, yang melihat putra bosnya melepaskan jas kebanggaannya dia menatap heran padanya. Akan tetapi, Sammy menempelkan jari telunjuk pada bibirnya. Supaya, Arion berpura-pura tidak mengenalnya. Kristal tidak mengindahkan perkataan dari Sammy. Dia, kemudian segera pergi ke gudang untuk mengecek stok barang yang baru datang . Sammy, yang merasa tidak dipedulikan oleh Kristal akhirnya dia mengikuti gadis itu dari belakang. Kristal mengecek barang-barang tersebut, dimulai dari makanan ringan.
" Makanan ringan sudah, tinggal minuman . Aku bantu ya."
Sammy, membantu mengecek stok minuman yang ada. Kristal hanya bisa menghela napasnya.
" T...terima kasih Tuan ."
" Tidak perlu, aku senang melakukannya. "
" Baiklah, sekarang saya akan menjadi kasir menggantikan Arion. "
" Baiklah, aku akan menunggumu. "
Arion, kini menyerahkan pekerjaannya pada Kristal.
" Aku duluan ya Kris!"
" Iya, hati-hati dijalan ya Rion ."
Arion mengangguk, dia kemudian menepuk pundak Sammy.
" Tuan Muda, jadi anda benar-benar kekasih dari Kristal?"
Sammy, menganggukkan kepalanya.
" Ssst, jangan berisik sudah sana pulang."
Arion,mengangguk dia segera berlalu dari sang Atasan.
" Jadi, setiap hari kamu sendirian Kris?"
Kristal mengangguk .
" Ya begitulah, karena minimarket ini sepi pengunjung. Jadi, kami hanya berdua saja, tapi setelah saya keluar dari sini katanya akan ditambah satu orang lagi."
" Itu bagus, surat pengunduran diri kamu sudah jadi belum?"
" Sudah Tuan, besok saya akan titipkan pada Arion. "
Di lain tempat, Rachel sedang dalam perjalanan menuju ke negara J dia benar-benar akan meninggalkan negara ini. Sebab, dia tidak ingin bertemu dengan Sammy lagi. Dia, memutuskan untuk pindah negara ke negara tetangga.
" Ayah dan ibu, pasti akan sangat merindukanmu, Nak. "
" Ayah, Ibu aku harap kalian sehat selalu. Sampai, aku kembali ke negara S ini ."
" Ketika kau kembali, kota Salmonika ini pasti akan lebih maju dibandingkan saat ini. "
" Maafkan aku harus pergi Bu, sebab aku ingin melupakan segala kenangan tentang Tuan Muda Choi. Bagiku, tidak ada lelaki yang seperti dia yang bisa menyentuh hatiku. Jadi, sebaiknya aku mengalah saja ."
" Baiklah, Ayah dan Ibu mengerti dengan apa yang kamu rasakan. Kami, akan mendukung apapun keputusanmu ."
Pesawat sebentar lagi akan take off, Rachel berpamitan pada ayah dan ibunya. Dia, segera berjalan mengikuti penumpang lainnya, dia melambaikan tangannya. Lalu, berbalik meninggalkan Ayah dan Ibunya.
" Pada akhirnya aku memang harus menyerah. Kamu, memang sulit untuk aku gapai, padahal sejak awal aku sangat mencintaimu. Tapi, kini aku sadar mencintai seseorang yang tidak menyukai kita, adalah hal yang sangat melelahkan." batin Rachel.
Sembari berjalan, tidak terasa air matanya turun membasahi pipinya. Dia benar-benar sudsh menyerah dengan perasaan yang tak terbatas ini. Yang jelas, dia sudah merelakan Sammy, bersama wanita lain.
" Tidak apa-apa Rachel, kamu pasti bisa melupakannya. " ujarnya sembari memegangi dadanya.
Sammy, dan Kristal saat ini sedang beristirahat sembari memakan roti.
" Setiap hari, kamu selalu begadang. Pantas saja kantung matamu, seperti panda. Tapi jangan khawatir, setelah kamu keluar dari sini. Aku akan membiayai kamu, untuk perawatan kecantikan. Bagaimanapun juga, kamu adalah pasanganku bukan ?"
Kristal, memutar kedua bola matanya.
" Kita hanya pasangan palsu, Pak Sammy ."
" Bagaimana kalau kamu panggil saya nama saja. Dari pagi, kamu tidak konsisten. Kadang memanggil saya Bapak, kadang Tuan. Mulai sekarang, kamu panggil saya Sammy oke ?"
" Anu, tidak bisa begitu. Itukan, tidak sopan . "
" Saya, tidak peduli. Jadi, tolong jangan membantah. Tidak ingat ya, di surat perjanjian harus bagaimana?"
Kristal, yang sedang mengunyah makanannya, hanya bisa pasrah. Dia lelah berdebat, sehingga dia hanya bisa menganggukkan kepalanya.
" Gadis pintar. " kata Sammy sembari mengusap lembut surai kecoklatan milik Kristal.
" Besok, jangan bekerja dulu. Pulang dari sini, kamu istirahat yang cukup. Saya sudah menghubungi Kak Benedict, jadi kamu tidak usah meminta izin lagi. "
" Iya saya ingat S...Sam, jadi jangan berbicara lagi . "
" Duh kamu ini, benar-benar menggemaskan ya. "
Kristal, mencoba menahan senyumnya. Sebab, saat ini dia sedang memakan roti miliknya. Selang beberapa lama, Kristal dan Sammy kembali untuk bekerja. Kristal, kemudian kembali ke tempat kasir dan duduk sembari menunggu pembeli. Tidak lama setelahnya, seorang pembeli datang. Kristal, mengucapkan salam, dan tersenyum ramah pada pembeli pria dan wanita yang baru datang tersebut. Mereka tidak lama, hanya membeli sebuah alat kontrasepsi pria. Kristal, meneguk salivanya dia benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sementara itu, Sammy membelalakkan matanya, saat dia berpura-pura memilih barang untuk dibeli.
" Totalnya 45.000 dors Tuan. "
Pria itu merogoh koceknya, lalu menyerahkannya pada Kristal.
" Terima kasih, selamat berbelanja. "
Pria itu mengangguk, kemudian dia menggandeng lengan wanita yang berada di sampingnya.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments