Chapter 7

Saat Makan Malam Bersama

" Nak Kristal, kamu jangan takut dan khawatir. Keluarga kami, tidak pernah memandang status sama sekali. Kalau Keluarga kami seperti itu, mungkin saja Irene Bae tidak akan diterima menjadi menantu kami. "

Mendengar perkataan dari Nenek Sammy, Kristal yang sedang memakan kepiting rebus tersedak karenanya. Sammy, dengan cekatan menepuk punggungnya dan memberikan kekasih palsunya minum.

" Astaga, Nenek sudahlah jangan bahas yang tidak-tidak dulu. Kekasihku jadi tersedak kan ? "

Bukannya sedikit tenang, Kristal justru semakin terbatuk-batuk mendengar suara Sammy.

" Aduh, aku kenapa sih ?" batinnya.

" Bibi, ambilkan air hangat untuk kekasihku!"

" Baik Tuan Muda."

" Kris, sabar ya. Sebentar lagi, Bibi akan membawakan air hangat untukmu. "

Kristal mengangguk sebagai jawaban. Lalu, salah satu maid yang dipanggil Bibi Jinan akhirnya muncul membawa sebuah nampan berisi air putih hangat.

" Terima kasih ya Bi. Sayang, minum dulu ." ujar Sammy sembari menyodorkan segelas air hangat untuk Kristal.

" Terima kasih, S...sayang ." ujar Kristal terbata-bata.

Sammy, menyunggingkan senyumnya. Dia merasa gemas dengan Kristal yang saat ini sedang salah tingkah tersebut.

" Saya, sudah kenyang. " ujar David.

" Baiklah, kamipun sama. "

Kristal membelalakkan matanya, dia merasa heran padahal dia belum kenyang sama sekali. Orang kaya memang aneh pikirnya.

" Sayang, kamu sudah kenyang belum?"

Kristal, menghela napasnya.

" I...iya sayang, aku sudah kenyang. "

" Sam, ajak Kristal keliling taman dulu. Kalian pasti jenuh kan?"

Sammy, mengangguk." Iya Mama, kalau begitu aku akan mengajaknya berkeliling dulu. "

" Oke. " Ane mengedipkan matanya sembari jari-jarinya membentuk huruf O.

" Aduh Ma, apaan sih. Jangan genit bisa tidak ?"

" Sudahlah Sam, jangan diperbesar masalahnya. Mama, pusing mendengar ocehan kamu itu. "

" Pa lihat tuh istri anda, menyebalkan sekali. "

" Heh anak kurang ajar, jangan sampai Mama melempar sepatu Mama ini padamu ya."

Kristal, tertawa kecil melihat keluarga bahagia itu. Tanpa terasa, air matanya kini mengalir kembali. Tapi, dengan cepat gadis itu menghapus air matanya. David, memperhatikan calon menantu masa depannya tersebut. Akan tetapi, sesaat kemudian dia mengalihkan pandangannya. Tidak berselang lama, Sammy meminta izin padanya untuk pergi ke taman di belakang rumah ini.

" Kak Sammy!"

Seorang gadis memeluk tubuh Sammy, tanpa sengaja Kristal jadi terjatuh karena perbuatannya.

" Angela, apan yang kau lakukan. Kau tidak lihat ya, kekasihku jatuh karena tingkahmu yang berlebihan itu. "

Sammy, benar-benar menyesal sebab dia tidak menggandeng tangan Kristal. Kalau saja dia menggandeng tangan wanita itu, maka Kristal tidak akan jatuh seperti ini.

" Maaf." ujarnya.

Kristal, mengangguk dan berkata " Jangan khawatir, aku baik-baik saja Kok."

" Aduh, maaf aku tidak tahu jika ada wanita di sampingmu Kak . "

Angela, kemudian meminta maaf pada wanita cantik tersebut. Anak kecil berusia 5 tahun itu, berkata jika Sammy baru pertama kalinya membawa seorang wanita ke dalam acara keluarga sama.

" Tidak apa Nona Angela, saya baik-baik saja kok."

" Syukurlah, Kak Sammy dia benar-benar pacar kakak?"

" Tentu saja." jawab Sammy tanpa ragu.

Gadis kecil itu mengangguk mengiyakan, dia menatap wajah Kristal lalu tersenyum manis.

" Kak Kristal, cantik sekali ya. Kalau Angel sudah besar, Angel ingin seperti Kakak."

" Angela !"

" Ah Kak Sam, Mama sudah memanggil aku. Kak Kristal, aku pergi dulu ya."

" Baik, hati-hati sayang."

Gadis itu, tersenyum sembari memperlihatkan giginya.

" Dia lucu sekali ya, cantik pula. "

" Emh, dia putri sulung dari adik Papa, Bibi Choi . Putra pertamanya berusia sama seperti aku. Dan yang tadi, adalah putri bungsunya. Aku heran, mengapa dia cepat akrab denganmu. Biasanya, dia tidak akan menyukai teman kencanku. "

Kristal mengangguk paham,

" Emh, tapi aku tidak pernah makan malam selain dengan kamu."

" Aih, mengapa anda berkata seperti itu. Saya kan hanya, kekasih....Emmmp ."

Sammy dengan segera, membekap mulut Kristal. Dia takut, jika gadis itu keceplosan, mengungkapkan jati dirinya.

" Jangan berisik, kalau orang mendengar perkataan kamu, mereka akan mengusirku dari kediaman Choi. "

Kristal mengangguk, dia paham.

" Baik, Saya minta maaf ."

" Oke, sekarang kita ke taman ya. Sebab, kedua orang tuaku sedang ada rapat tahunan keluarga. Memang kedengarannya aneh, tapi inilah keluarga Choi. "

Kristal manggut-manggut.

" Memang orang kaya tuh diluar nalar. Meraka, sangat aneh selalu saja berbeda dengan kami yang rakyat miskin ini. "

" Jangan begitu, aku tidak pernah memandang statusmu, kita semua sama kok."

" Anda berupaya untuk menghibur saya ya ?"

Sammy, mengusap surai kecoklatan kekasih palsunya tersebut.

" Anggap saja begitu, kedepannya kamu jangan pernah merendahkan dirimu sendiri. Aku harap, kamu bisa lebih percaya diri lagi, mengerti ?"

Kristal mengangguk, tanpa sadar dia menangis sembari memeluk tubuh Sammy. Pria tampan itu kemudian mengajaknya untuk duduk di bangku panjang taman tersebut. Sammy, mengusap lembut puncak kepalanya.

" Menangislah sampai kamu tenang ."

" Terima kasih, Tuan. "

" Kamu boleh kok, bercerita padaku . Aku siap mendengarkan curahan hati kamu ."

" Saya... "

Kristal, menceritakan semuanya pada Sammy. Tentang bagaimana kehidupannya selama ini. Dia adalah anak yatim piatu, dan dibesarkan di panti asuhan. Bahkan, tidak ada yang mau mengadopsinya hingga dewasa. Dia juga harus berjuang sendirian, itulah yang membuatnya merasa kesepian. Ditambah lagi, nasib cintanya benar-benar kurang baik. Sampai-sampai dia trauma, dan tidak mau memiliki kekasih.

" Kalaupun anda bosan pada saya, saya sudah siap dengan semua konsekuensi yang ada."

" Saat ini memang aku masih belum mencintai kamu. Tapi, aku yakin kita akan saling mencintai begitu kita selalu bersama. "

Kristal, melepaskan pelukan Sammy padanya. Dia, menggeser tubuhnya menjaga jarak dari pria tersebut.

" Tidak Pak Sammy, saya tidak pantas untuk anda ."

" Apa alasan kamu mengatakan itu padaku?"

" Tidak ada alasan, hanya saja saya benar-benar tidak cocok dengan anda. Saya..."

" Kamu apa?"

Kristal, menghela napasnya dia menatap wajah tampan tersebut.

" Karena saya, tidak suci lagi!"

Sammy, mendekati Kristal, pria itu menggenggam tangannya.

" Saya tidak peduli dengan itu, janganlah kamu menceritakan tentang masa lalu kamu. Cukup kamu tutup rapat-rapat, dan jauhkan semua pikiran buruk yang ada dalam pikiran kamu. Sudah saatnya kamu bangkit, mari kita bangkit bersama Kris."

Kristal terharu mendapatkan perhatian seperti itu dari Sammy.

" Hei, jangan menangis lagi. Ayo tersenyum, iya seperti itu. Kamu cantik Kristal, aku harap kamu harus banyak-banyak tersenyum seperti ini, okey ?"

Kristal manggut-manggut, dia tersenyum begitu manis membuat sammy ikut tersenyum bersamanya. Suasana malam ini begitu romantis, Sammy semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Kristal. Begitupun dengan Kristal, dia memejamkan matanya . Saat Sammy hendak menempelkan bibirnya pada sang wanita. Tiba-tiba saja, perut Kristal berbunyi. Sehingga, keduanya mulai sadar dengan apa yang mereka perbuat.

" Ah, Maaf saya sebenarnya masih lapar Pak Sammy. "

" Kamu ini tidak konsisten, kadang Pak kadang Tuan. Panggil saja saya, Sammy supaya kamu terbiasa dengan nama tersebut. "

" Baik, Tuan em maksudnya Sammy."

" Oke, kita pulang duluan ya. Ayo, kita masuk dan meminta izin pada tetua."

Kristal mengangguk, kemudian Sammy mengulurkan tangannya. Dan, Kristal menyambutnya dengan senang hati. Lalu, keduanya kini berjalan bergandengan tangan. Hal ini, membuat Kristal merasa aneh dengan dirinya sendiri. Padahal, biasanya dia tidak suka bersentuhan dengan lawan jenis. Kini, Sammy adalah pria pertama yang membuatnya seperti ini.

Bersambung...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!