Sammy, dan Kristal sampai di apartemen milik Kristal. Sammy, menatap sekeliling, apartemen ini benar-benar sempit dan hanya muat untuk 2 orang saja. Saat ini, keduanya sedang berada di kamar milik adiknya.
" Kamu tidak kepanasan, tinggal di apartemen yang sempit seperti ini?"
Kristal menggeleng,
" Mana mungkin saya tidak kepanasan? Mau bagaimana lagi, saya harus tinggal disini. Karena, gaji saya satu bulan hanya cukup untuk membayar sewa apartemen ini. Ditambah, adik saya kini masih belum sadarkan diri di rumah sakit. Sehingga, saya tidak memiliki tabungan sama sekali, karena saya sudah buka tabungan saya untuk James semuanya. Sekarang, saya harus memulai dari awal lagi. "
Mendengar perkataan Kristal, Sammy segera menghubungi seseorang. Dia, menjauhkan diri dari Kristal supaya gadis itu tidak mendengar perkataannya. Lalu, selang beberapa waktu dia kembali.
" Pak, ah Tuan anda dari mana? Saya tadi mencari ada, ternyata sedang di balkon ya ?"
Sammy menganggukkan kepalanya,
" Ah iya, pukul berapa kamu bekerja?"
" Sebentar lagi, sekitar 2 jam lagi. Tuan, jika anda ingin membersihkan diri silakan kamar mandi di sebelah sana. Masih banyak waktu kok, jadi bisa bersantai sejenak. Dan, untuk pakaianboleh memilih di lemari milik James. Saya rasa, ukurannya sama dengan anda."
Sammy mengangguk
" Ah iya, kalau begitu saya mandi dulu ya. "
" Baik, Saya akan siapkan air hangat untuk anda."
" Tidak usah, saya bisa melakukannya sendiri. "
" Baik, kalau begitu silakan. Saya tinggal ke kamar saya dulu, sampai jumpa 2 jam lagi. "
Sammy, segera pergi ke kamar mandi guna membersihkan tubuhnya. Sementara itu, Kristal bersantai sejenak di kamar miliknya.
" Hari ini sungguh melelahkan, aku tidak ingin pergi bekerja. Tapi, aku sadar diri, orang sepertiku tidak boleh bermalas-malasan. " ujarnya.
Gadis itu, tidur pulas sembari kedua tangannya menopang kepala.
Beberapa menit kemudian, Sammy keluar dari kamar mandi, dia berjalan ke arah lemari pakaian milik James. Dilihat, lemari tersebut hanya tersimpan beberapa pakaian.
" Kasihan sekali mereka, tapi berhubung sekarang aku adalah kekasihnya Kristal. Aku, akan membuatnya bahagia, dan hidup dengan nyaman. " ujar Sammy sembari memilih pakaian.
Selesai memilih pakaian, Sammy merasa haus. Dia, ingin mencari Kristal dikamar sebelah, tapi yang dia lihat kamar sebelah tidak ditutup sama sekali. Sehingga, dia masuk dan hendak mencari gadis itu. Dilihatnya Kristal sedang tertidur pulas, gadis itu tidur dengan gaya seperti laki-laki dewasa. Membuat Sammy, tidak sadar tertawa kecil sembari menahan suaranya.
" Astaga, dia ini benar-benar sesuatu ya." batinnya.
Sammy, kemudian menghidupkan AC nya, dan menyelimuti tubuh Kristal.
" Sebaiknya, aku mengambilnya sendiri . Aku, tidak boleh mengganggunya. " batin Sammy.
Pria itu berjalan menuju dapur, dan mencari air putih. Dia mencari kemana-mana, tapi nihil. Sehingga, pilihan terakhir adalah lemari pendingin. Dan, benar saja jika di sana terdapat beberapa minuman bersoda dan mengambil air mineral tersebut lalu meneguknya.
" Dua jam ya? masih ada banyak waktu. Sebaiknya, aku mengerjakan laporan dulu . "
Sammy, kembali ke kamar James dan membuka laptopnya. Dia, mengerjakan beberapa pekerjaannya yang tertunda.
" Akhirnya beres juga, masih ada 1 jam lagi. Sebaiknya, aku beristirahat sejenak!" ujar Sammy sembari meregangkan ototnya.
Pria itu kemudian, merebahkan tubuhnya di ranjang sederhana milik James, adik kandung Kristal. Dia memasang alarm, dan meletakan ponselnya pada nakas.
Sementara itu, Kristal terbangun dari tidurnya. Merasa heran mengapa dia memakai selimut, dan AC kamar ini sudah dinyalakan. Tapi, dia ingat mungkin saja Sammy, yang melakukan itu padanya. Lalu, dia yang merasa haus itu , akhirnya bangkit. Dan, dengan segera mengambil air putih untuk diminum.
" Ah masih ada 30 menit lagi, sebaiknya aku bersiap-siap "
Kristal, kembali ke kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaiannya. Tidak lama setelahnya, dia keluar kamar mandi dan memakai pakaiannya.
" Sebaiknya, aku harus segera berangkat. Takutnya seperti kemarin lagi, aku terlambat." ujarnya.
Gadis itu, melihat kamar sebelah, ternyata Sammy sedang tertidur pulas. Dia, memberikan selimut dan menyalakan AC supaya Sammy tidak kepanasan.
" Dengan begini, aku dan Tuan impas. Dan sebaiknya, anda tidak boleh ikut. Saya takut, anda yang orang kaya ini tidak terbiasa dengan pekerjaan saya. " batin Kristal.
Kristal, memakai hoodie dan sneakers miliknya.
Dengan langkah perlahan, Kristal menuju pintu keluar, dan, segera menutup pintunya kembali. Gadis itu, menyusuri jalan setapak. Sekitar 15 menit lamanya dia berjalan, akhirnya dia sampai di minimarket D.J.C. Begitu tiba di sana, sudah ada Arion yang sedang makan malam dengan mie instan nya.
" Malam Rion."
" Malam Kris, tumben kamu tidak terlambat lagi?"
" Ah itu, karena hari ini adalah hari terakhir aku bekerja. "
( Menggunakan aku, dan kamu karena sudah akrab )
" Kenapa?"
" Nanti aku ceritakan, kamu makanlah terlebih dahulu. Aku, harus melepas hoodie ini dulu ."
" Ah, baiklah ."
Sammy, terbangun dari tidurnya dia menggeliat dan mematikan alarm ponselnya. Dia, memulihkan kesadarannya, pria itu mengerjapkan matanya beberapa kali. Lalu, dia segera bangun dan pergi ke wastafel guna mencuci mukanya. Dirasa sudah merasa segar, pria itu berniat untuk membangunkan Kristal. Ternyata, di dalam kamar wanita tersebut tidak ada. Akhirnya, Sammy mencari ke beberapa tempat, dan nihil. Hingga dia menyadari, jika ada sesuatu yang berbeda yaitu gantungan pakaian. Disana, hoodie Kristal yang tadinya ada di sana kini telah tidak ada.
" Astaga, jadi dia berangkat duluan? Celaka. "
Sammy, kemudian menghubungi Kristal. Ya, karena mereka sudah bertukar nomor Ponsel. Jadi, Sammy, sudah tahu kontak nomor Kristal. Ternyata, ponselnya tidak dibawa sama sekali. Mungkin saja, Kristal lupa karena saking terburu-buru.
" Gadis itu, benar-benar ceroboh."
Dia, membawa ponsel milik Kristal yang ada di kamarnya tersebut. Kemudian, memakai jas kebanggaan miliknya.
" Felix, apakah kau tahu Kristal bekerja di mana ?"
Sembari berjalan kaki, Sammy menghubungi seseorang yang bernama Felix.
" Nona Kristal, bekerja di minimarket keluarga Choi, D.J.C minimarket. "
" Baik, terima kasih Felix. "
" Sama-sama Pak, ah bonus saya bagaimana?"
" Bonus kepalamu! Sudah aku transfer kan tadi siang, dasar tidak bersyukur. "
" Hehehe, maaf saya bercanda Pak ."
Sammy, mengangguk meskipun Felix tidak melihatnya. Dia, kemudian mematikan sambungan ponselnya.
" Berarti 15 menit dari sini ya. Aku harus segera sampai ditempat kerjanya ."
Lima belas menit berjalan kaki, membuat Sammy kelelahan. Maklum saja, dia orangnya agak malas untuk berolahraga. Sehingga, dia kelelahan hanya dengan berjalan 15 menit saja.
" Selamat malam Tuan, selamat berbelanja. "
" Kau tahu seorang gadis yang bernama Kristal tidak?"
Tanpa basa-basi, Sammy menanyakan tentang Kristal pada pria bernama Arion tersebut.
" Ah, Maaf. Anda siapanya ya ?"
" Saya kekasihnya. "
" APA?"
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments