Celine tampil tanpa sehelai kain menutupinya, memamerkan kecantikan alaminya yang memikat. "Wah, makin cantik aja kamu, neng," bisik Bono dengan nada mesum, matanya terus terpaku pada tubuh Celine.
Celine mengikat rambutnya ke belakang, tindakan yang sudah menjadi ritual sebelum memulai sesi layanan tamu.
"Seperti biasa, Pak. Kita mulai, ya?" kata Celine dengan wajah tenang, tapi matanya penuh dengan keberanian yang tak terbendung.
Dengan gerakan liarnya, ia mulai menari nari asemlehoyy. Pak Bono benar benar menikmati tarian yang dimainkan Celine.
"Hebat kamu, neng," puji Bono, melihat Celine dengan mata penuh kagum. Namun, tanpa sebab yang jelas, Celine malah membandingkan performa Bono dengan Pangeran dalam benaknya.
"pria tua ini langsung lemas setelah keluar," gumam Celine dalam hati, merasa jijik dengan apa yang baru saja terjadi.
Beberapa menit kemudian, Bono mendapatkan kembali energinya, dan sekarang giliran Celine yang menjadi objek permainannya. Bono mulai berdansa bersama Celine dengan energi nya yang kini pulih.
Meskipun tua, tetap bergairah, dan berdansa dengan sarung tangan yang sudah disiapkannya dari rumah.
Namun, di tengah kenikmatan, pikiran liar Celine mengemuka. "beri aku uangmu!1!1!1" pikir Celine licik, membayangkan Pangeran sebagai pengganti dalam benaknya.
Setelah ******* dalam waktu lima belas menit, Bono meluapkan pujian. "Luar biasa kamu, neng," katanya sambil merasa segar dan muda kembali.
Dengan riang, ia merogoh dompetnya yang ada di lantai dan memberikan uang sejumlah 5 juta kepada Celine. "Nah, uangnya, sama bonus buatmu," ucap Bono dengan riang.
Celine, terkejut dengan jumlah yang begitu besar, tak bisa menahan diri. "Wah, banyak amat. Kok tumben Pak Bono gak mau pindah ke PSK lain kan?" goda Celine, mencoba menyindir.
Namun, Bono hanya tertawa sambil menjawab, "Ya enggak dong, kamu yang terenak," ucapnya dengan nada meyakinkan.
Siberia tengah menikmati momen berendam dalam bathtub, merasakan air hangat mengalir membelai kulitnya.
“HAHAHAA!” tawanya terdengar riang, meskipun sebenarnya ia hanya tertawa pada bayangan dirinya sendiri, membayangkan Pangeran memasuki dunianya dengan penuh gairah.
Tertawaan itu mencampur dengan rintihan kesenangan saat ia menggosok punggungnya, menikmati sensasi yang meluap-luap.
"Nona, apa nona baik-baik saja?" tanya pelayan Siberia, mendengar teriakan Siberia yang tak tertahankan.
"aku baik-baik saja, ahhhh," desah Siberia dengan napas yang memburu, hampir mencapai puncak kenikmatan.
Cairannya bercampur dengan air rendaman di bathtub, menciptakan momen keintiman yang tidak terlupakan.
Di sore yang sudah tiba, Pangeran bersiap-siap dengan cermat untuk menghabiskan malam bersama Siberia di Hewyss.
"Hmm, sudah siap, semuanya tampak rapih," pikir Pangeran, memeriksa penampilannya dalam cermin.
"Aku harus menjemput Pangeran," ucap Siberia yang sudah duduk nyaman di dalam mobil, siap memulai perjalanan menuju destinasi mereka.
Celine yang penuh emosi merasa senang bisa bertemu Pangeran, tetapi di balik senyumannya, tersimpan dendam yang membara. Ia tidak sabar untuk melabrak Pangeran atas perlakuannya yang tak termaafkan, di mana Pangeran dengan seenaknya tidak membayar Celine.
“Sudah jamnya, aku harus segera berangkat,” gumam Celine dalam hati, semangat membara memenuhi jiwa dan pikirannya.
Dia merencanakan untuk membalas dendam dengan cara yang berani, bahkan ia bermimpi untuk menamparnya di tempat umum, di depan banyak orang, agar Pangeran merasakan malu sebesar-besarnya.
Sementara itu, Pangeran dijemput oleh Siberia di kediamannya. Di tempat lain, Gunnefer, sang ibu Pangeran, baru tiba dari luar negeri untuk menemui anaknya.
Ia datang dengan penerbangan tengah malam, pada jam 24:00 tepat waktu, tanpa henti bekerja meskipun di malam hari.
"Aku harus segera membersihkan semua manipulasi keuangan itu agar tidak terlihat," ucap Gun, sibuk merapikan laporan keuangan perusahaan di tengah malam yang gelap gulita.
Rasa cemas dan tekadnya yang kuat mendorongnya untuk menyelesaikan segala urusan dengan cepat dan akurat.
Siberia tiba dengan gayanya yang memesona menjemput Pangeran. "Ayok, bro, kita gaspol!" ujar Siberia dengan senyum khasnya, matanya bersinar memandang Pangeran yang mengenakan pakaian mewah dan rapih.
"Kamu kelihatan keren banget, deh," puji Pangeran sambil mengamati Siberia yang mengenakan gaun biru yang begitu mempesona, memperlihatkan keindahan tubuhnya yang berbentuk seperti gitar Spanyol, lengkungan tubuh sempurna yang tidak bisa diabaikan.
Dan tidak lupa, wajahnya yang imut manis, mampu membuat mata siapa pun tertuju padanya. "Hadeuh, beruntung banget aku punya sahabat secantik dan seramah dirimu," tambah Pangeran dengan senyum lebar, membuat Siberia merasa tersipu malu.
"Yuk, bro, kita mesti buru-buru nih," kata Siberia, masih dengan malu-malu bahagia setelah mendapat pujian dari Pangeran.
Sementara itu, Celine yang berjalan di ujung gang tengah mencari ojek untuk mengantarnya ke tempat tujuannya. Meskipun tujuannya bukan untuk pesta, Celine memilih berpakaian menawan malam ini.
"Mas, bisa anterin gue ke Jalan Beytach 307, sebelah Restoran Irjen Haeti Munik," pinta Celine kepada seorang tukang ojek dengan raut wajah yang amat sangat menawan.
Rekan-rekan tukang ojek yang melihat Celine langsung memberi komentar. "Hoki banget sih bapak itu, bisa nganterin model kayak gini, kayak artis," ucap salah seorang rekan tukang ojek dengan penuh iri.
Celine memakai rok pendek yang menampilkan paha mulusnya, dengan sedikit bantalan busa di dadanya agar terlihat lebih montok. Rambutnya yang terurai sempurna, lembut dan wangi, menambah kesan elegan pada penampilannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments