Pria Tua

Celine selesai mandi dan mulai mengeringkan tubuhnya dengan handuk. "Ah, kalau saja ada Pangeran di sini yang membantuku mengeringkan tubuh... Tapi tunggu, tidak, dia pasti akan menyerangku dan lari tanpa membayar," ucap Celine, sambil memikirkan situasi yang mengganggu pikirannya.

Entah kenapa, bayangan tentang Pangeran masih menghantuinya. Celine berpikir mungkin karena ia telah merasakan pahitnya karma setelah mengambil keperawanan Pangeran, dan sekarang ia terus-menerus dihantui oleh bayangan mereka berdua di malam itu.

Saat Celine melihat lemari makanannya yang kosong, perutnya mulai merasa lapar. "Hmmm, perut lapar tapi aku harus tidur," ucap Celine sambil meratapi keadaannya.

Pikiran Pangeran, di sisi lain, terus menerawang, memikirkan Celine dan membayangkan kenikmatan bersama di tengah malam.

Imajinasinya memegang kendali, membuatnya merasa puas, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pergi tidur dengan senyum puas di wajahnya.

Pagi itu membuka mata dengan cahaya matahari yang bersinar terang, memberi semangat kepada orang-orang di kota itu. Mereka bersiap-siap untuk menghadapi hari dengan penuh semangat, menantikan kebahagiaan yang datang.

Namun, suasana itu tidak berlaku untuk Pangeran dan orang-orang yang bekerja untuknya. Begitu juga dengan Celine, yang meskipun tidak sedang mencari pekerjaan, mendapat pesan dari seorang pria tua, Pak Bono, pelanggannya setia.

"Hi, cantik! Kamu bakal sibuk banget nih hari ini, kan? Bapak mau mampir ke tempatmu, Neng Celine, malam ini," demikian bunyi pesan singkat yang dikirimkan oleh Pak Bono kepada Celine.

Melihat pesan dari Pak Bono, Celine merasa terkejut. Ingatannya langsung terarah pada pertemuan malam ini antara Pangeran dan wanita misterius itu.

"Maaf, Pak, tapi hari ini gue udah ada janji nih, jadi enggak bisa deh. Mungkin lain kali ya," balas Celine, berharap bisa menghindari pertemuan yang sepertinya akan merepotkan itu.

Pagi itu, Pangeran membuka mata dengan semangat, menyambut dunia di luar dengan senyuman ceria. "Selamat pagi, dunia!" serunya, merasa penuh energi.

Tak lama kemudian, pelayan Pangeran memberikan sapaan hangat. "Tuan Pangeran, pagi yang cerah. Waktunya untuk sarapan," kata pelayan itu, meninggalkan kamar Pangeran menuju ruang makan.

Sementara itu, pesan singkat dari Pak Bono tiba di ponsel Celine. "Eh, bolehkah bapak datang pagi-pagi ke kosanmu?" tanya Pak Bono dengan santainya.

Celine merasa perlu mengingatkan tentang perubahan tarif. "Bisa, Pak, tapi ada penyesuaian harga ya. Bahan-bahan dapur lagi naik harganya, juga perawatan dan lain-lain," balas Celine dengan emotikon sedih, menyampaikan pesan kepada Pak Bono.

Pak Bono, pria tua yang kesepian, tidak mungkin dibilang kaya namun juga tidak miskin. Dengan pengalaman hidupnya yang mencapai 40 tahun, dia memiliki cukup uang untuk memesan jasa PSK.

Meskipun ada banyak pilihan wanita lain, Pak Bono tetap setia menjadi langganan Celine.

Alasannya? Selain harganya yang lebih terjangkau, Celine memiliki keahlian dan variasi dalam pelayanannya yang membuatnya unggul dari yang lain.

"Oke, Neng. Bapak akan datang," balas Pak Bono dalam pesan singkatnya kepada Celine.

Siberia membuka mata di pagi yang cerah, di temani rasa heran ketika menyadari dia sudah berada di ranjangnya. "Eh, kok bisa?" gumamnya, merasa bingung.

Seiring itu, seorang pelayan dengan senyum lembut muncul, memberi penjelasan dengan ramah, "Selamat pagi, Nona. Semalam, Pangeran membawa Anda pulang dan meletakkan Anda di sofa setelah tertidur di mobil."

Pangeran, di sisi lain, terus terlelap dalam tidurnya, tidak peduli dengan apa pun yang terjadi di sekitarnya. Sementara itu, suara notifikasi handphone-nya berdering, mengabarkan berita tentang persaingan bisnis antara perusahaan ayahnya dan perusahaan besar lainnya.

"Cling... clingg... clingggg," bunyi notifikasi itu terdengar di ruangan, menciptakan ketegangan yang menyelimuti udara.

"Tok... Tok.... Tookk," suara pintu kamar kosan Celine berdentum pelan, membuatnya bertanya, "Siapa ya?" "Ini Bono," jawab Pak Bono, tanpa menunggu izin, pintu terbuka dan pria tua berkulit gelap dengan kumisnya yang tebal melangkah masuk.

"Krekkkk," pintu ditutup, menghasilkan suara berat. Celine, meski sudah terbiasa dengan kehadiran tamunya, tetap terkejut.

"Sudah biasa aja nih, Pak Bono, masuk aja," ucap Celine sambil beranjak menuju kamar mandi. Dia berharap bisa memperoleh sedikit privasi sebelum memulai sesi layanan tamu.

Pak Bono merasa begitu santai seakan-akan dia adalah tuan rumah di tempat itu. "Ya, anggap aja rumah sendiri," katanya dengan senyum lebar.

Setelah Celine masuk ke kamar mandi, dia berbaring dengan santainya sambil mendengarkan senandung Celine yang terdengar samar dari balik pintu kamar mandi.

"Hmmm...mmm," Celine bersenandung, menciptakan suasana yang seolah mengalun dengan ritme khusus.

Celine keluar dari kamar mandi dengan tubuhnya yang bebas dari pakaian, tak ada lagi tangtop crop top yang biasanya menempel di tubuhnya, tak ada lagi celana super hot dan pendek yang menutupi keindahan tubuhnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!