[Anda tidak apa-apa, nona?]
"Menurut ngana?" ucap Azura mencebikkan bibirnya, ia melangkahkan kakinya ke dapur mengambil minuman dingin dari kulkas dan menenggak nya langsung untuk mendinginkan kepala dan otaknya.
"Hah, kalau bukan karena aku berada di tubuh Azura dan sekarang jadi pacar Arsen. Boleh nggak sih tuh mulut emak-emak satu itu aku remes aku jadiin rujak tumbuk" oceh Azura
[Sabar nona]
"Tenang Tem, stok sabar aku masih banyak" gumam Azura menghela nafas panjang.
Azura kemudian masuk kembali ke kamar dan rebahan, ia membuka chat di ponselnya. Ada chat dari Adrian yang menanyakan keberadaan nya, Azura tersenyum tipis.
"Sepertinya Adrian sudah tahu hasil test DNA aku dan orang tuanya" ucap Azura
^^^🗨️ Aku mau berangkat ke kampus : _Azura^^^
Tak lama ada balasan dari Adrian yang mengatakan jika ia dan orang tuanya mau bertemu untuk membahas sesuatu. Tentu Azura mengiyakannya, bukankah ini yang selama ini ia tunggu.
Ting! Nong!
Kembali bel terdengar, Azura pun beranjak malas ke luar kamar membuka pintu.
"Pagi sayangnya aku..." ucap Arsen dengan senyum di wajahnya yang tampan itu.
"Pagi, masuk!" ucap Azura.
"Kita jalan sekarang Yang?" tanya Arsen sembari memeluk Azura yang baru saja menutup pintu apartemennya.
"Hmm... Aku ambil tas dulu" ucap Azura melepaskan pelukan Arsen.
Arsen cemberut saat pelukannya di lepas, namun ia tidak mengatakan apa-apa dan menunggu kekasihnya yang sedang mengambil tasnya.
"Sudah?" tanya Arsen
"Hmm, ayo..." ucap Azura yang hendak membuka pintu.
Namun Arsen dengan cepat membalik tubuh Azura dan memepetnya ke pintu.
Cup!
Arsen kembali mencium bibir Azura dan me**mat nya dengan lembut namun menuntut. Azura menepuk dada Arsen karena kesulitan bernafas, hingga Arsen melepaskan bibir yang membuatnya candu itu..
"Kamu mau bunuh aku?" ucap Azura saat ciuman itu terlepas.
"He-he, maaf sayang. Aku terlalu kangen meskipun baru semalam kita udah ketemu dan resmi jadian, rindu ku sudah beraaat bangeeett. Kamu pake pelet apa sih Yang, aku bisa sampe klepek klepek kaya ikan kekurangan air kaya gini sama kamu" ucap Arsen
Azura yang mendengar itu menahan senyumnya, awalnya ia kesal karena kedatangan ibu dari kekasihnya itu. Hanya saja sifat Arsen yang membuatnya nyaman, membuat ia lupa akan kekesalannya itu.
"Ayo berangkat, aku lapar..." ucap Azura untuk mengalihkan perhatian Arsen.
"Maaf sayang, aku datang nya nggak lebih pagi. Yuk jalan sekarang, aku sudah booking restoran untuk kita breakfast" ucap Arsen
Azura mengangguk dan keduanya pun keluar dari apartemen dengan bergandengan tangan.
....
Di restoran, Arsen selalu mepet ke arah Azura. Ia sangat senang sekali berdekatan dengan kekasihnya itu, seolah ada magnet tersendiri yang membawanya untuk terus mendekat.
"Jangan mepet-mepet ih, makan yang bener Arsen" ucap Azura
"Tubuh kamu wangi Yang, aku suka" ucap Arsen.
"Makan atau aku pulang aja deh" ucap Azura.
"Iya Yang, iya... Ini aku makan, hmm" ucap Arsen nurut dan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
Mereka berdua pun menghabiskan sarapan mereka dengan di iringi celotehan dan perhatian Arsen yang sedang di mabuk cinta.
"Tadi nyonya Tania datang ke apartemen" ucap Azura tiba-tiba.
Mendengar nama ibunya di sebut, tentu saja Arsen terkejut, untung mereka sudah selesai makan. Kalau tidak, bisa saja Arsen tersedak saat ini. Arsen menoleh ke arah kekasihnya itu dan memeriksa keadaan Azura.
"Kamu nggak apa-apa kan? Mama nggak ngapa-ngapain kamu kan Yang?" tanya Arsen khawatir, karena ia sangat mengenal sifat mama-nya itu
"Nggak kok, aku baik-baik aja" ucap Azura
"Syukurlah..." ucap Arsen bernafas lega saat Azura mengatakan itu.
"Tapi beliau bilang, ingin aku memutuskan hubungan denganmu" ucap Azura sontak membuat Arsen membolakan matanya.
"Nggak!!! Aku nggak mau kita putus!!!" ucap Arsen sedikit berteriak.
"Jangan teriak Arsen, malu di lihat banyak orang" ucap Azura yang membekap mulut kekasihnya itu. Karena saat ini mereka makan di restoran dengan venue terbuka dan bergabung dengan pelanggan lain.
"Pokoknya aku nggak mau putus, kamu tahu kan Yang kalau aku cinta mati sama kamu" ucap Arsen menggenggam tangan Azura erat.
"Maafin mama ya sayang, mama memang sedikit kolot dan masih melihat seseorang dari bibit, bebet dan bobot untuk menjadi pasangan. Tapi aku janji akan yakinin mama buat nerima kamu dan hubungan kita" ucap Arsen bersungguh-sungguh
"Kalau ternyata tetep nggak setuju bagaimana?" tanya Azura
"Aku akan tetap berusaha, tapi aku mohon jangan menyerah. Tetap di samping aku apapun yang terjadi, aku nggak mau kehilangan kamu Yang. Bisa gila aku..." ucap Arsen
"Hmm..." Azura hanya menganggukkan kepalanya
"Makasih sayang" ucap Arsen mencium tangan sang kekasih.
Setelah sarapan keduanya pun berangkat ke kampus. Arsen yang hanya ada kelas siang, ia rela berangkat pagi agar bisa berangkat bersama sang kekasih.
Tapi kenyataan jika mama-nya yang datang menemui Azura sedikit membuatnya gelisah. Ia sangat tahu jika mama nya adalah orang tua kolot yang selalu melihat kasta seseorang, itu sebabnya Kedua orang tuanya terlihat tidak terlalu akur.
Mama dan papanya setahu Arsen menikah karena perjodohan kakek dan neneknya, entah keduanya memiliki rasa cinta atau tidak. Namun jika itu terkait dengan urusan Arsen, semuanya mencoba melakukan yang terbaik untuk putra semata wayang mereka.
Jadi Arsen yakin jika Tania memiliki hati yang baik pada dasarnya, apalagi menyangkut dirinya. Ia tahu mamamanya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk dirinya, hanya saja mungkin caranya yang salah.
Azura juga tidak berkeinginan untuk masuk lebih dalam, toh di dalam cerita juga Shaila pernah mendapatkan penolakan dari orang tua Arsen. Hanya saja semua berubah saat Tania tahu ia adalah putri dari keluarga Alexander.
Ia juga tidak ingin membahas perihal card Arsen yang ia kembalikan pada ibu kekasih nya. Baginya itu tidak masalah, toh ia sama sekali tidak rugi. Uangnya akan tetap bertambah banyak setiap ia mengeluarkan uang nya.
Toh pemasukannya bukan hanya dari sana saja, tapi juga dari perusahaan yang sudah ia investasi kan uang di dalamnya. Azura juga berencana akan membuat akun bank lain khusus untuk pemilik tubuh asli saat ia sudah menyelesaikan misi.
.....
Malam harinya, Azura sudah rapih dan menyiapkan makanan enak di atas meja apartemennya. Ia akan menyambut kedatangan keluarga Alexander.
Awalnya nyaris gagal, karena Arsen kekeh ingin ikut pertemuan itu. Karena Arsen takut kedatangan Adrian dan keluarganya untuk melamar Azura. Namun Azura meyakinkan kekasihnya itu bahwa itu hanya pertemuan bisnis dan silahturahmi saja.
Setelah bel berbunyi Azura mempersilahkan Adrian dan orang tuanya masuk. Mereka bertiga melongo saat melihat makanan lezat tersaji di atas meja.
"Ini kamu yang masak sendiri sayang?" tanya Lita
"Iya tan, kita makan malam bersama nggak keberatan kan?" tanya Azura lembut
"Tentu tidak dong, kapan lagi mam- eh Tante bisa icip masakan kamu" ucap Lita menahan diri tidak langsung memeluk putri kandung yang baru saja ia temukan itu.
Ia tidak ingin Azura terkejut karena tingkahnya yang tiba-tiba memeluk gadis cantik namun terlihat rapih dan kuat secara bersamaan itu.
"Ayo kita makan, semoga sesuai dengan selera kalian" ucap Azura tersenyum.
Semuanya pun makan dengan khidmat, tidak ada yang bersuara saat makan malam berlangsung. Namun baik itu Adrian ataupun orang tuanya, sesekali melirik ke arah Azura.
Mereka sama-sama menahan diri untuk tidak memeluk gadis yang tengah menikmati makan malam hasil buatannya sendiri itu
Setelah makan malam selesai, semuanya duduk di ruang tamu, Lita, Aric dan Adrian berterima kasih atas makan malam yang sangat lezat dan memuji betapa piawainya Azura memasak juga rasanya yang enak.
Sampai akhirnya ketiganya menyiapkan diri untuk mengatakan tentang kebenaran status Azura.
"Ra, ada yang ingin kita sampaikan padamu" ucap Adrian
"Ya, katakan saja" ucap Azura.
"Nak, maafkan papa yang baru bisa menemukan kamu selama belasan tahun pencarian" ucap Aric menatap manik putri kandungnya itu.
"Maksud om?" ucap Azura pura-pura tidak mengerti.
Memang aktingnya sangat terlihat alami, sepertinya ia memang memiliki bakat akting yang bisa menyaingi aktris papan atas.
"Hiks, kamu putri kandung kami yang hilang belasan tahun yang lalu. Maafkan mama yang baru menemukan kamu dan membiarkan kamu hidup dalam penderitaan selama ini" ucap Lita yang tidak kuasa menahan airmata nya.
"Tunggu, maksud kalian aku putri kalian, begitu? Bagaimana bisa?" tanya Azura dengan ekspresi terkejut.
"Dek, mas tahu kamu menderita sangat banyak sejak kecil. Tapi bisakah kamu memaafkan mama, papa dan mas? Jujur mas pun baru mengetahui jika mas punya seorang adik dan lebih terkejut lagi saat tahu adik mas itu kamu" ucap Adrian yang sudah mulai mengubah panggilannya sendiri.
"Kalian sedang nge-prank aku ya?" tanya Azura polos.
Adrian menghela nafas saat mendengar ucapan adiknya itu, sedangkan kedua orang tuanya menangis melihat putri mereka tidak percaya dengan yang mereka ucapkan.
Kemudian Adrian menyodorkan kertas hasil test DNA itu pada Azura, Azura pun menerima dan membukanya. Terlihat raut wajah terkejut dan tidak percaya.
"Bagaimana bisa?" tanya Azura lirih, namun masih bisa di dengar oleh Adrian dan yang lain.
"Kamu putri kami yang menghilang karena di culik 18 tahun yang lalu. Kami sudah berusaha mencari keberadaan kamu, tapi kami gagal. Tapi akhirnya kami menemukan kamu di sini" ucap Aric
Syuuuttt....
"Eh.... Kenapa in.." ucap Azura terkejut saat raganya kembali di tarik keluar, ia melihat kini Azura asli tengah menangis di bawah sana.
"Jadi aku masih punya keluarga hiks.... Lalu di mana kalian saat aku kesusahan? Di mana kalian saat aku di pukuli? Saat aku dj usir dan di caci maki hiks, Di mana kalian saat aku mengais tempat sampah hanya untuk makan? Kalian sedang makan enak dan tidur di tempat mewah kan? Kalian tidak pernah berpikir jadi aku, yang hidup sendirian tanpa ada satupun orang yang bisa aku jadikan sandaran" ucap Azura menangis tersedu.
Zoya yang melihat itu hanya diam, ia mengerti mengapa ia tiba-tiba ia di tarik dan di gantikan Azura yang asli. Mungkin pemilik tubuh yang asli ingin meluapkan semua perasaan yang ia rasakan saat ini saat bertemu dengan keluarganya.
Xoya juga memahami apa yang di rasakan Azura, pasti sulit menghadapi semuanya yang ia lalui sendirian.
...•••••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ᭄
bisa gitu ya tukeran roh seenaknya, mau juga dong 🤣
menyala bosskuu 🥳
2024-09-03
1
black Kim
🤣🤣🤣
2024-05-04
0
Alfaris Crispy
kan lg dicari belum ketemu makanya ga bisa bantu..pas azura susah...beuhh...
2024-04-05
0