Adrian saat ini mengerjapkan matanya saat kedua orang tuanya memberitahu dirinya jika ia sebenarnya memiliki seorang adik perempuan dan itu adalah Azura.
Otaknya langsung blank, ia berpikir bagaimana bisa ia memiliki seorang adik, bahkan ia sama sekali tidak ingat jika ia punya seorang adik sejak kecil. Kedua orang tuanya juga tidak pernah menyinggung soal anak yang lain padanya.
"Kenapa mama dan papa nggak pernah menyinggung soal ini sebelumnya?" tanya Adrian menatap kedua orang tuanya.
"Papa dan mama minta maaf karena tidak pernah mengatakan hal ini padamu dan membuatmu terkejut. Jujur sebelum bertemu seorang gadis yang kami pikir itu Lily, kami tidak pernah berharap banyak. Meskipun kami selalu mencari keberadaan adik kamu tanpa pernah lelah, tapi karena sudah lama sekali membuat kami kadang merasa pesimis jika Lily tidak pernah bisa kami temukan" ucap Aric sendu
"Saat kamu berusia dua tahun, mama melahirkan anak perempuan yang mama dan papa beri nama Lily. Waktu itu papa ada urusan bisnis yang tidak bisa di tinggalkan di kota M saat mama hamil besar. Jadi mama memutuskan untuk ikut, tapi sesampainya di sana mama mengalami kontraksi dan melahirkan. Adik kamu saat itu masih baru lahir, kami pun hanya bertemu sebentar untuk memberinya nama. Namun ia di culik oleh seseorang dan belum di temukan sampai belasan tahun lamanya" jelas Lita
"Lalu kenapa kalian yakin jika Azura itu Lily?" tanya Adrian.
Lita dan Aric saling bersitatap, kemudian Aric mengangguk mengizinkan istrinya menjelaskan semuanya.
Lita pun akhirnya menceritakan asal mula dirinya yakin putrinya masih hidup setelah ia bertemu dengan Shaila pada awalnya. Ia menceritakan awal mula ia bertemu Shaila hingga ia mengira Shaila adalah Lily.
Namun pertemuan tidak sengaja dengan Azura di mall waktu itu membuat Lita terkejut, apalagi banyak mendapati kesamaan antara dirinya dengan Azura. Terlebih Azura memiliki ciri dari Lily dan penampilan nya sangat mirip dengannya saat muda.
Lita juga menjelaskan jika diam-diam dia mengambil rambut Azura saat makan malam pertama kali dan membawanya ke dokter Rachel untuk di lakukan test DNA dan ternyata hasilnya Positif.
Jujur saja mendengar itu Adrian merasa syok, namun dalam hati ia merasa senang karena yang menjadi adiknya itu adalah sahabatnya sendiri. Pantas saja ia selalu merasa nyaman jika berada di dekat Azura, ternyata mereka berdua terikat darah dan tumbuh di rahim yang sama.
"Jadi Azura benar-benar adikku?" ucap Adrian saat ia melihat hasil test DNA Azura dan mama-nya.
"Ya" ucap Aric
"Lalu bagaimana caranya kita menjelaskan ini pada Azura Pah, mah. Iyan sangat tahu bagaimana menderitanya Azura dulu, Azura pernah bercerita jika dirinya selalu di bully di panti. Selalu di berikan makanan sisa, di pukuli dan berujung di usir saat ia masih berusia 15 tahun.
Ia luntang-lantung di jalanan tanpa tempat tinggal tetap, ia juga nekat ke ibukota untuk mengadu nasib meskipun hanya menjadi seorang pemulung. Namun karena tekad dan otaknya yang cerdas, ia masih bisa meneruskan sekolahnya dengan beasiswa. Bahkan ia menutup mata dan telinganya saat semua orang memandang rendah dirinya.
Sampai akhirnya ia memiliki tekad untuk membangun bisnis dari nol, karena ia tidak memiliki modal. Namun usaha tidak mengkhianati hasil, ia bahkan saat ini di kenal ke seluruh pelosok negeri. Meskipun dengan nama Zoya, bukan nama Azura.
Lalu kita? Kita bertiga justru menikmati hidup yang enak, tanpa kekurangan sesuatu apapun selama belasan tahun. Aku terlalu malu bertemu dengan Azura, aku takut dia tidak bisa menerima dan merasa di buang di masa lalu. Mama tahu kan Azura pernah mengatakan jika dirinya di temukan di gerobak sampah?" ucap Adrian mengingat semua cerita Azura.
"Hiks...." Lita sudah menangis saat mendengar betapa menderitanya putrinya, ia menyalahkan dirinya sendiri yang tidak becus menjaga buah hatinya.
Ia juga membayangkan betapa tidak adilnya bagi Azura, di saat keluarganya makan enak dan tidur nyaman di mansion besar. Dirinya justru kelaparan dan luntang lantung di jalanan.
"Papa tahu ini mungkin sulit di terima Azura, tapi bagaimana pun dia adalah anak perempuan papa dan mama, adik kamu juga. Meskipun kita tidak bisa mengubah masa lalunya yang kelam, namun kita masih bisa menebusnya di masa depan. Papa akan melimpahkan kasih sayang dan kehangatan keluarga yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya. Papa ingin menebus segalanya" ucap Aric bertekad untuk menebus segala sesuatu yang terjadi di masa lalu.
Tiga orang itu pun larut dalam penyesalan mereka yang tidak bisa menemukan Azura lebih awal. Ketiganya memutuskan akan bertemu dengan Azura dan mengatakan semuanya pada Azura. Mereka harap Azura bisa menerima mereka dan memaafkan mereka, atas kejadian yang tidak terduga di masa lalu.
.....
[DING!!!]
[Selamat nona, anda sudah menyelesaikan setengah dari misi misteri yang harus di pecahkan]
Ucapan sistem membuat Azura mengeryitkan keningnya.
"Apa itu?" tanya Azura
[Menjawab anda nona]
[Hasil test DNA sudah keluar dan menyatakan anda benar-benar adalah putri dari keluarga Alexander]
[Misi : Mengubah takdir dari seorang pemeran figuran (50/100), Menguak misteri tersembunyi (50/100) Membuka kedok asli pemeran utama wanita (0/100), Membuat tokoh pemeran utama pria jatuh cinta (99/100)]
"Woah... Ternyata tebakanku benar, Azura adalah putri kandung Keluarga Alexander. Tapi sistem, kenapa membuka kedok Shaila masih 0 persen? Bukankah harusnya menggagalkan dia menjadi putri kandung Alexander juga merupakan point?" ucap Azura
[Itu tidak termasuk nona, pemeran utama wanita tidak pernah mengaku sebagai anak kandung keluarga Alexander, dan memainkan peran tidak tahu apa-apa. Itu sebabnya keluarga Alexander tidak sampai curiga jika wanita itu sengaja mendekati mereka]
"Oh, jadi harus membongkar sifatnya di depan orang lain begitu?" tanya Azura
[Bisa di bilang begitu, nona harus membongkar semuanya pada semua orang. Hingga semua orang tahu wajah aslinya seperti apa]
"Oke aku mengerti" ucap Azura
Ting! Nong!
Tiba-tiba saja bel apartemen berbunyi.
"Arsen sudah sampai? Bukannya dia bilang akan sampai sini sekitar jam 8? Ini masih jam 7" gumam Azura.
Namun ia tetap beranjak keluar dari dalam kamar dan membuka pintu apartemennya. Ia mengerutkan keningnya saat ia tidak mengenali orang yang datang.
"Apa benar kamu nona Azura Gumilang?" tanya seorang wanita paruh baya yang berdiri di depannya.
"Ya saya sendiri, maaf nyonya ini siapa?" tanya Azura.
"Boleh izinkan saya masuk dulu? Ada yang ingin saya sampaikan padamu" ucap wanita itu.
Azura hanya mengangguk bingung dan mempersilahkan wanita itu masuk.
"Mau minum apa nyonya?" tanya Azura sopan.
"Tidak perlu, duduklah! Saya tidak ingin menghabiskan waktu lebih banyak" ucap wanita itu.
Azura menghela nafasnya, dalam hati ia mengoceh. Mengapa ia merasa wanita paruh baya di depannya yang merupakan tuan rumah, harusnya dia yang mengatakan itu padanya. Namun Azura tetap menurut karena harus bersikap sopan dengan orang yang lebih tua darinya.
"Ada apa nyonya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Azura lagi masih dengan tutur kata lembutnya.
"Jauhi Arseno!" ucap Wanita itu datar dan menekan nada bicaranya.
"Hah?" Azura terkejut mendengar itu.
"Aku tahu kalian sudah resmi pacaran, putuskan hubungan kalian" ucap Wanita itu
"Tapi anda ini siapa nyonya?" tanya Azura masih dengan nada herannya.
"Tania Bagaskara, ibu dari Arseno dan istri dari Juanda Bagaskara, orang terkaya di negara ini!" ucap Tania.
"Hiliihhh sombong amat... Di masa depan aku lah orang kaya itu" gumam Azura dalam hati kesal dengan ucapan ibu dari kekasihnya itu.
"Sebagai ibunya, aku minta kamu putuskan dan jauhi putra saya dan kembalikan card yang ia berikan padamu. Ah, tidak perlu di kembalikan, aku hanya perlu memblokirnya" ucap Tania
"Plin-plan sekali pemirsah..." gumam Azura dalam hati lagi.
"Tunggu sebentar nyonya" ucap Azura yang beranjak berdiri kemudian tanpa kata lagi masuk ke dalam kamar sebentar lalu keluar lagi setelah beberapa saat.
"Ini card limited edition yang di berikan Arsen padaku, aku belum pernah menggunakannya. Karena baru semalam ia memberikannya, ambillah karena aku sama sekali tidak membutuhkannya" ucap Azura dengan tenang.
"Cih, sombong sekali... Tapi itu pilihan yang bagus, kamu ternyata sadar diri akan posisimu. Kamu gadis yang cantik nona, kamu bisa mencari pemuda kaya lainnya selain putraku yang bisa kau jerat dengan kecantikan mu itu" ucap Tania menyunggingkan senyum mengejeknya.
"Terimakasih atas pujiannya nyonya. Tapi maaf aku tidak bisa meninggalkan apalagi memutuskan hubungan dengan Arsen" ucap Azura dengan yakin.
"Kau... Jangan terlalu tidak tahu malu. Gadis miskin seperti kamu tidak pantas untuk putra ku yang sempurna! Keluar kau dari apartemen ini! Aku yakin putraku yang menyewakan apartemen ini bukan?" ucap Tania marah
"Sekali lagi terimakasih atas pujiannya nyonya, aku tidak akan menghalangi anda untuk memisahkan kami. Aku juga tidak akan menolak jika Arsen yang meninggalkan aku, jadi lebih baik anda meminta putra anda yang meninggalkanku, bukan sebaliknya.
Dan mohon maaf nyonya Tania Bagaskara yang terhormat, anda tidak bisa mengusir ku dari sini. Ini adalah apartemen ku, aku menyewanya dengan uang yang ku hasilkan sendiri bukan dari orang lain apalagi putramu" ucap Azura
"Kau.... Dasar kau ja**Ng kecil murahan! Apartemen ini juga hasil kamu melebarkan kedua pahamu bukan? Cih ternyata Arseno buta dan rendah sekali seleranya, aku harus menyadarkannya" tuduh Tania
"Jaga ucapanmu nyonya, aku menghormati mu karena kamu lebih tua. Tapi aku tidak akan diam jika kau melukai harga diriku. Jika kau tidak ingin aku bersama putra kebanggaan kamu, tinggal minta ia jauhi aku. Karena dialah yang terus menempel padaku, bukan sebaliknya" ucap Azura.
"Aku akan memberikan kamu berapa pun yang kamu mau, asal kamu pergi dari kehidupan Arseno dan jangan pernah lagi muncul di hadapannya" ucap Tania melemparkan sebuah cek kosong.
"Aku juga akan memberikan berapa pun yang Anda minta nyonya, kirim nomer rekening anda, akan aku kirim sekarang juga! Asal hentikan ocehan tidak bermutu mu itu! Anda ini berpendidikan bukan? Tapi sepertinya mulut anda perlu di sekolahkan lebih lama lagi" ucap Azura dengan nada dingin dan menatap tajam, tidak peduli di depannya adalah ibu dari kekasihnya.
"Kurang ajar! Beraninya kau...." ucap Tania marah dan hampir melayangkan tamparannya, namun dengan sigap di tangkap oleh Azura.
"Keluar dari apartemen ku sekarang, nyonya! Sebelum aku menyeret mu!" ucap Azura
Dengan perasaan marah Tania pun langsung keluar dan membanting pintu dengan keras.
...••••••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
X'tine
buat mama arsen menyesel thor... gila harta dan status
2024-02-13
7
☠zephir atrophos☠
yok semangat yok, tinggal separuh lagi
2024-01-18
0
Ezar Faruq
good azura suka caramu mengusir si nenek lampir kayak ibunya arsen.
2023-12-08
4