Keesokan harinya, Azura sudah siap berangkat ke kampus. Hari ini adalah hari pertama ia kuliah, ada kegiatan ospek hari ini untuk mahasiswa baru. Beruntungnya di Brain University, ospek hanya di adakan sehari dan itu pun hanya pengenalan saja. Tidak ada ospek seperti di dunianya dulu.
Saat ini Azura sudah bersiap, ia menggunakan celana panjang berwarna cream dan juga kaos lengan pendek berwarna hitam. Tak lupa sepatu sneakers hitam, tas berwarna Cream dan mengikat tinggi rambut hitam panjangnya.
Ia memakai cincin kecil di jari telunjuk dan jari manis tangan kirinya, ia juga memakai kalung yang sangat simpel, juga jam tangan hitam melingkari tangan kirinya. Tak lupa ia memoleskan sun screen dengan sedikit bedak tabur dan juga lip balm agar bibirnya lembab, bibir merah alaminya membuatnya terlihat cantik alami nak boneka yang hidup.
Setelah selesai berdandan, Azura langsung berangkat setelah memesan taxi. Jarak kampus dengan apartemennya hanya 5 menit perjalanan jadi ia tidak terlalu terburu-buru untuk berangkat.
Gerbang universitas sudah di buka, terlihat banyak muda mudi masuk ke sana. Azura menghela nafasnya, di misi kali ini ia kembali kuliah dan ia bertekad untuk bisa menjalankan misi ini dengan sempurna.
"Eh, siapa itu cewek? Cantik bener...."
"Waaaahhh, sepertinya anak baru bro... Lihat body nya! Meskipun pakaiannya nggak terbuka, tapi bisa gue pastiin di dalamnya gitar spanyol. mana tinggi semapai..."
"Fix, ini mah bisa masuk list cewek idaman kampus...."
"Sumpah, boleh nggak sih daftar. Jangankan daftar pacar, daftar jadi suami juga Yok gass keun..."
"Kok gue insecure ya lihat dia cantik, kenapa tuhan sangat tidak adil padaku?...."
Begitu kira-kira bisik-bisik semua mahasiswa yang melihat Azura masuk, Azura menulikan telinganya. Ia di sini hanya berperan sebagai Azura untuk misi, jadi ia tidak berniat tebar pesona atau apapun.
....
Beberapa saat kemudian semua mahasiswa dan mahasiswi baru di kumpulkan di dalam aula tengah kampus. Di sana acara di mulai dari perkenalan pihak BEM dan acara lainnya.
Arsen tak sengaja melihat ke arah Azura yang tengah duduk di antara para mahasiswa baru yang ada. Matanya membola, jantungnya berdetak dengan kencang saat melihat gadis yang selalu ia impikan itu ada di depan matanya.
Arsen yang tak lain adalah ketua BEM kampus, tentu memberikan sambutan - sambutan. Ia sama sekali tidak menyangka jika gadis yang ia cari kuliah di tempat yang sama dengannya.
"Sen kenapa lu bengong aja?" Tanya Galang saat melihat sahabatnya itu tengah melamun.
Ya, selain Arsen, ketiga sahabatnya juga merupakan anggota organisasi kemahasiswaan itu.
"Ketemu" ucap Arsen dengan senyum tipis di wajahnya.
"Hah? Ketemu apanya? Nggak mudeng gue, sakit lu?" Tanya Galang
"Gadis danau itu" jawab Arsen
"Hah, mana??" Tanya Galang dan Pras bersamaan. Sedangkan Adrian tidak terkejut, namun ia sedikit gelisah saat Arsen menyadari keberadaan Azura. Namun ia menyadari, dirinya tidak bisa menutupi lagi tentang Azura dari sahabatnya.
"Baris ke tiga dari kanan nomor lima" ucap Arsen
Kedua sahabatnya pun menoleh ke arah yang di maksud Arsen. Mata mereka membola saat melihat betapa cantiknya seorang Azura, di sisi lain Adrian hanya diam dan sedikit gelisah.
Karena ia sangat mengenal Arsen, ia tidak ingin sahabat barunya itu akan menjadi target korban ke sekian Arsen.
Sedangkan Azura tampak acuh dengan orang sekitarnya, ia tampak tenang. Meskipun sebenarnya dalam alur ia juga akan memberikan beberapa kata juga, sebagai mahasiswi berprestasi tahun ini yang mendapat nilai penuh.
Namun sebelumnya ia sudah meminta Adrian agar dirinya tidak naik ke podium, ia tidak ingin menjadi pusat perhatian karenanya.
Acara penyambutan pun selesai dan mereka semua beristirahat. Setelah satu jam nanti akan di adakan tour keliling kampus.
.....
Suara riuh di kantin kampus terdengar kala keempat pria tampan Most wanted itu masuk. Azura tidak menggubris, ia sibuk memakan siomay yang berada di depannya. Ia tidak menyangka jika rasa siomay di sini sangat lezat.
Melihat Azura, Arsen dan yang lain melangkah ke sana.
"Ra sendirian aja, boleh gabung di sini?" Tanya Adrian membuat seluruh orang di kantin terkejut, termasuk ketiga sahabatnya.
"Duduk aja Yan, masih kosong kok" ucap Azura dengan nada cuek namun terdengar sangat manis di telinga semua orang.
"Yan lu kenal dia?" Tanya Arsen terkejut setelah mereka begitu pun dengan Galang dan Pras.
"Dia temen gue" jawab Adrian santai.
"Si*lan lu! Kenapa lu nggak bilang ke gue nyet? Lu tahu kan gue nyari-nyari in dia kaya orang bego beberapa hari ini, padahal lu tahu siapa dia tapi lu nggak pernah ada bilang ke gue" ucap Arsen marah dan kesal.
"Lu nya nggak nanya" jawab Adrian mengangkat kedua bahunya, hal itu membuat Arsen geram.
"Kan lu bisa inisiatif buat cerita bege..." ucap gemas Arsen.
Kedua sahabatnya yang menghela nafas dan tidak menyangka jika Adrian sebenarnya kenal dengan Gadis yang sedang di cari-cari Arsen selama ini.
Mereka tahu kenapa Adrian melakukan ini, karena mereka bertiga sangat mengenal Arsen. Playboy kakap itu selalu mempermainkan perasaan wanita, jadi mereka paham kalau Adrian tidak ingin temannya merasakan sakit hati di masa depan karena menjadi salah satu korban perasaan Arsen.
"Kalian ributin apa?" Tanya Azura pada Adrian.
"Nggak kok, cuma....." ucap Adrian ke potong.
"Dia sembunyikan lu dari gue" celetuk Arsen, Azura mengeryitkan keningnya.
"Gue Arsen..." ucap Arsen mengulurkan tangannya
"Azura..." ucap Azura tanpa repot-repot membalas uluran tangan Arsen, ia masih lanjutkan makan siomay yang sangat lezat itu.
Adrian terkekeh saat melihat uluran tangan Arsen di abaikan, begitu juga Galang dan Pras. Namun Arsen tidak marah karena uluran tangannya di abaikan.
"Nama yang cantik, oh iya makasih ya udah selametin gue pas di danau" ucap Arsen sama sekali tidak tersinggung karena ucapan Azura.
"Sama-sama..." balas Azura.
"Hai Azura, kenalin gue Galang" ucap Galang
"Kalau gue Pras" ucap Pras
Melihat Azura tidak menatap ke arah mereka sama sekali, seolah makanan di depannya lebih menarik membuat mereka penasaran.
"Enak ya makanannya, lahap banget?" tanya Arsen
"Hmm..." Azura mengangguk
"Mau dong" ucap Arsen membuat yang lain menatap ke arahnya, terutama Adrian yang menatap horor ke arah Azura, namun gadis itu tidak menyadarinya..
"Mau?" tanya Azura mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan Arsen. Tentu saja Arsen langsung mengangguk antusias.
"Tuh yang jualannya di sana, kamu bisa pesan di sana bilang aja buat yang mirip sama Azura!" ucap Azura masih memakan siomay di depannya.
"Ha-ha-ha...." Adrian, Galang dan Pras tidak kuat menahan tawanya. Terlebih melihat ekspresi konyol Arsen yang awalnya seperti menang Jackpot namun ternyata Zonk.
"Ra, kamu gemesin banget sih? Polos banget" ucap Galang, ingin cubit pipi Azura namun tangannya langsung di tampol oleh Adrian dan Arsen secara bersamaan.
"Nggak boleh nyentuh!" ucap keduanya kompak kemudian mereka saling bertatap saling melemparkan tatapan tajam..
"Kompak bener? Ssshh... geplakan kalian nggak main-main, pedes!" ucap Galang mengelus tangannya yang terasa pedas..
Kelakuan mereka di saksikan semua mahasiswa di kantin, mereka tidak menyangka jika ke empat prince Most wanted kampus mengenal salah satu murid baru yang sangat menyita perhatian di hari pertama masuk kuliah itu.
.....
Azura kini sudah berada di apartemennya, ia merebahkan dirinya ke kasur empuk miliknya itu. Ia membayangkan kejadian di kampus, mana kala Adrian dan Arsen berebut ingin mengantarnya pulang.
"Kenapa mereka mudah sekali akrab denganku? Padahal di cerita aslinya tidak seperti itu" gumam Azura.
Mengingat pemeran utama pria dan juga para sahabatnya sangat menerima kehadirannya. Apalagi mereka selalu ribut terutama Arsen dan Adrian. Padahal di cerita mereka tidak pernah berdebat.
Bahkan saat Arsen berpacaran dengan pemeran utama wanita yang tak lain adalah adik dari Adrian, Adrian tidak pernah menghalangi kisah mereka. Tapi kenapa Adrian sangat marah jika Arsen mendekati nya.
"****! Bego... Aku lupa kalau Tuh cewek jadi-jadian adiknya Adrian" ucap Azura memakai dirinya sendiri.
[DING!!!]
[Mereka belum bertemu Nona]
"Astaga Tem, ngagetin Mulu kalau nongol, permisi dulu kek" ucap Azura mengelus dada karena terkejut.
[.....]
"Tem... Kok aku ngerasa ada yang aneh ya, apa ini cuma sekedar tebakanku aja atau benar yang aku pikirin?" ucap Azura saat mengingat sesuatu.
[Tentang apa nona?]
"Misteri itu? Dan Pemeran utama wanita itu. Apa kamu mengetahui sesuatu?" tanya Dara
[Ini tugas anda mencari tahu kebenarannya nona]
"Hais... Kau tidak asik, kan bantu sebentar nggak apa-apa Tem" gerutu Azura.
"Kalau begitu mari kita bekeja, biar nanti urusan pemeran utama wanita aku cari tahu lagi" ucap Azura lagi.
Ia kemudian membuka Laptop miliknya, Sebuah Blog yang ia cantumkan untuk Bisnis konsultan yang di kembangkan Azura di salah satu Website khusus tentang periklanan, yang baru ia buat malam tadi.
Ia melihat hanya ada dua permintaan yang masuk lewat email miliknya. Azura menyeringai, ini pekerjaan yang mudah. Dengan otak jeniusnya ia akan membuat bisnis kecil itu tambah meluas.
Dan mimpi itu akan terwujud di masa depan, siapa yang akan mengira jika akun dengan nama Zoya Buisnes Consult itu akan segera booming dan mendapatkan perhatian yang sangat luas.
"Beres!" ucap Azura saat membalas email masuk. Ia berjanji untuk bertemu dengan Klient pertama dan keduanya besok sore.
"Meskipun itu hanya Perusahaan kecil dan menengah, tidak ada masalah. Justru ini akan menjadi gebrakan besar untukku muncul ke publik dengan status baru" ucap Azura terkekeh.
Saat ia menjelajah internet, ia menemukan sesuatu yang membuat matanya berbinar.
"Gotcha.... Kenapa aku nggak kepikiran, Kalau begitu kita mulai sekarang juga biar misi cepat selesai dan point segera terkumpul banyak" ucap Azura.
...••••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
Erna Masliana
karena kamu merubah penampilan..coba masih buluk gak bakal dilirik
2025-03-23
1
RJ 💜🐑
kamu keren azura 🤗❤👍🏻
2024-05-21
0
☠zephir atrophos☠
🗿, elu ngaca!! dulu dirumah, tu body elu kek mana
2024-01-18
4