Kedatangan Azura sungguh membuat kedua orang tua Adrian tercengang, terlebih Aric seperti sedang flashback. Ia benar-benar melihat istrinya versi muda, ia lalu berpikir apa mungkin Azura yang di maksud Adrian sama dengan yang di maksud istrinya. Dan semuanya terjawab saat Lita berucap.
"Azura...." ucap Lita terkejut saat melihat Azura yang datang benar-benar Azura yang berhasil membuatnya kepikiran sejak kemarin.
"Loh Tante kan yang...." ucap Azura terhenti pura-pura terkejut saat melihat Lita.
Tentu saja pura-pura, karena Azura sudah menebak semuanya. Termasuk apa motif Shaila mendekati keluarga Alexander, yang bahkan di dalam cerita novel menuliskan. Jika Shaila, sang pemeran utama wanita itu adalah putri dari keluarga Alexander.
"Bagaimana bisa mereka percaya saja jika Shaila itu adalah anak mereka, hais... Mereka pintar tapi tidak menggunakan otaknya dengan baik, harusnya mereka sadar. Di lihat dari wajahnya saja, Shaila sangat berbeda dengan mereka. Jika mengandalkan cerita sudah cukup, maka banyak orang yang bisa mengaku-ngaku sebagai anaknya bukan?" gumam Azura dalam hati.
"Mama kenal Azura?" tanya Adrian terkejut melihat mama-nya seperti sudah kenal Azura..
"Ah nggak kok Yan, cuma kebetulan kemarin aku nggak sengaja nabrak Tan eh maksudku nyonya Alexander saat sedang memilih baju di mall. Apa kaki nyonya sudah tidak apa-apa? Aku minta maaf kemarin buru-buru pergi karena temanku panik nyariin aku yang tiba-tiba ngilang" ucap Azura dengan nada bersalahnya.
"Jangan panggil nyonya, panggil Tante aja. Nggak apa-apa kok sayang, kaki tante udah nggak sakit lagi" ucap Lita
"Syukurlah kalau begitu" ucap Azura tersenyum tipis.
Namun yang ia lakukan justru membuat sepasang suami istri itu tertegun lalu saling berpandangan. Aric melihat tatapan sang istri yang mulai berkaca-kaca.
"Kenapa jadi pada diem di sini, nggak mau masuk nih?" ucap Adrian membuat kedua orang tuanya sadar dan mempersilahkan Azura masuk.
Mereka pun masuk dan mulai makan malam, di sana terlihat Lita antusias menawarkan dan mengambilkan makanan untuk Azura. Hal itu membuat Adrian mengeryitkan keningnya, terlebih saat sodoran piringnya di abaikan oleh mamanya.
"Ma, aku nggak di anggap ada nih?" ucap Adrian cemberut
"Kamu itu udah besar, ambil sendiri Yan!" ucap Aric.
"Papa lebih tua dariku, tapi mama tetep ambilin makanan tuh buat papa" ucap Adrian
"Uhuuuukkk.... Uhuuuukkk...." Aric tersedak Saliva nya sendiri saat mendengar ucapan putranya itu.
"Minum pah, udah makanya jangan ribut mulu. Mana piringnya Yan! Kamu ini malu-maluin, padahal lagi ada tamu loh ini. Maaf ya Azura, mereka kalau bertemu suka seperti itu" ucap Lita tersenyum manis pada Azura.
"Iya nggak apa-apa Tante, justru itu terlihat hangat dan menyenangkan" ucap Azura.
....
Setelah selesai makan malam, Azura dan yang lainnya mengobrol di ruang tamu.
"Om ingin bilang terimakasih, kamu udah mau di repotin bantuin putra om ini membuat ide konsep yang sangat brilian. Sebagai rasa terima kasih, kamu mau minta apa nak? Om akan berusaha mewujudkan nya" tanya Aric
"Tidak perlu om, makan malam saja ini sudah lebih dari cukup kok. Lagian Adrian itu temanku, jadi semuanya tidak merepotkan sama sekali" ucap Azura. Adrian mengacungkan jempol padanya dan menggerakkan mulutnya mengatakan terimakasih.
"Kamu tinggal di mana Ra?" Tanya Lita penasaran
"Di apartemen dekat kampus Tan" Jawab Azura
"Orang tua kamu di sini juga?" tanya Lita lagi.
Seketika Azura memasang wajah sendunya, Adrian yang melihat itu entah mengapa merasa ikut sedih. Karena ia tahu jika Azura tinggal sendiri dan tidak memiliki orang tua, ia pun menepuk-nepuk pelan kepala Azura.
"Azura tinggal sendiri mah" jawab Adrian.
"Apa mereka ada di kampung?" tanya Lita lagi
"Aku juga tidak tahu Tante" ucap Azura lebih sendu lagi.
"Eh..." ucap Lita terkejut
"Aku sejak bayi merah sudah berada di panti asuhan, jadi aku tidak tahu siapa orang tuaku" ucap Azura
DEG!
Lagi-lagi, jantung Lita dan Arch berdetak dengan kencang saat mendengar itu, mereka saling berpandangan seolah saling berkomunikasi.
"Apa kamu ada yang mengadopsi?" tanya Arch penasaran.
"Nggak ada yang mau adopsi aku om, banyak yang bilang aku ini sumber kesialan bagi orang pain. Bahkan aku di usir dari panti saat berusia 15 tahun, entah apa salahku" ucap Azura
Mendengar ucapan Azura itu, Adrian beserta kedua orang tuanya merasakan sakit.
"Lalu kamu tinggal di mana saat di usir?" tanya Arch yang jujur saja sangat ingin mengetahui apa yang di lalui gadis di depannya itu.
"Di mana aja yang bisa buat berteduh, saat itu aku merantau ke ibukota dan melanjutkan sekolahku di sini. Aku bekerja sambilan menjadi pemulung untuk makan sehari-hari, kalau sekolah kebetulan aku mendapatkan beasiswa. Baru setahun ke belakang aku iseng mulai buat jasa konsultasi dengan modal seadanya dan juga PC di warnet, dari sana kehidupanku mulai lebih baik. Maaf jika ceritaku membuat kalian tidak nyaman" ucap Azura.
"Hiks..." tiba-tiba Lita menangis mendengar itu dan memeluk suaminya.
Entah mengapa hatinya terasa teriris mendengar gadis yang sangat mirip dengan dirinya masih muda itu, melalui hidup yang sangat sulit. Aric bagaimana pun mencoba menenangkan istrinya yang masih terisak.
"Berapa usiamu sekarang nak?" tanya Aric
"18 tahun, baru tiga bulan kemarin tanggal 30 Juni aku ulang tahun" jawab Azura
"A-apa tanggal lahir kamu tgl 30 Juni 18 tahun yang lalu?" tanya Lita yang sudah berhenti menangis saat mendengar tanggal lahir Azura.
"Aku nggak tahu sih kapan sebenarnya aku lahir, tapi menurut salah satu ibu panti. Aku di temukan di gerobak sampah oleh penduduk dan di berikan ke panti saat tanggal itu, jadi ibu panti menjadikan tanggal itu sebagai hari lahirku" jawab Azura lagi
"Di panti asuhan mana?" tanya Lita meremas tangan suaminya, agar ia kuat mendengarkan ucapan Dara.
"Di Kota C, Ada apa Tan?" tanya Azura
"Nggak apa-apa kok, oh iya Tante baru ingat. Tante punya aksesoris yang baru Tante beli. Kayanya salah satunya cocok deh buat kamu, ikut Tante ke kamar yuk" ucap Lita
Azura hanya pasrah saja saat dirinya di tarik menuju kamar orang tua Adrian. Jujur ia sangat kikuk masuk ke kamar orang lain, jadi Azura hanya bisa diam saja saat ini.
"Lihat ini Tante beli ini di Luar negeri, apa ada yang kamu suka? Ayo pilih jangan sungkan" tanya Lita
"Harus Tan? Aku bingung, itu bagus semua Tante" ucap Azura merasa tidak enak.
"Kalau gitu Tante kasih semua buat kamu" ucap Lita
"Ah nggak-nggak Tante, jangan semua. Aku pilih ini saja kalau gitu" ucap Azura memilih dengan acak dan mengambil satu.
Itu adalah penjepit rambut, meskipun penjepit rambut itu terlihat biasa. Namun Azura yakin itu dari brand ternama internasional dengan harga yang tidak cocok untuk kelas bawah.
"Tante pakaikan, boleh ya" ucap Lita.
Azura hanya mengangguk saja, ia bukan tidak mengerti apa yang di lakukan Lita. Wanita paruh baya itu menyisir rambut panjang Azura, diam-diam ia mengambil beberapa helai rambut milik Azura. Azura hanya tersenyum tipis saat mengetahui itu.
"Sistem, bisa kah kau pastikan nyonya Alexander, mendapatkan hasil yang sebenarnya? Jujur aku penasaran, apa hasilnya juga seperti tebakanku atau tidak!" ucap Azura dalam hati.
[DING!!!]
[Di mengerti nona, sistem akan memastikan keamanan keaslian hasil test nya]
Azura tersenyum mendengar itu, nanti ia hanya perlu sabar menunggu dan terus pantau pergerakan Shaila dan lainnya.
.....
Keesokan harinya Azura pulang dari kampus tanpa di antar Arsen seperti biasa. Karena Arsen masih memiliki kelas, jadi Azura pulang menggunakan taksi online.
[DING!!!]
[Nona, mobil di belakang mengikuti anda]
Azura yang mendengar itu memutar kepalanya dan benar ia melihat sebuah mobil yang mengikutinya.
"Kau tahu itu siapa?" tanya Azura dalam hati.
[Mendeteksi....]
[DING!!!]
[Itu adalah kakak dari antagonis wanita, Nona]
Azura menghela nafas saat mendengarnya, ternyata tebakannya benar. Sasaran yang di lancarkan antagonis wanita harusnya untuk pemeran utama wanita. Namun karena alur sudah berubah dan saat ini dia yang sedang dekat dengan pemeran utama pria, jadi target beralih padanya.
"Pak, bisa berhenti dulu di minimarket depan, saya mau beli camilan dulu. Nanti saya tambah tipsnya" ucap Azura pada supir taksi online itu dan di jawab anggukan olehnya.
Azura tidak menghindari orang yang tengah menargetkannya, tapi ia juga tidak tinggal diam. Jadi saat ia masuk ke minimarket, ia tahu mobil yang di belakangnya juga berhenti tidak jauh dari sana untuk mengamati dirinya di dalam sana.
Jika di cerita asli, Shaila yang saat itu jadi target hampir di lecehkan oleh kakak dari Amel. Tapi beruntung Arsen dan yang lain datang dan menyelamatkannya dan menjebloskan kakak Amel beserta teman-temannya ke penjara.
"Kenapa kita tidak membiarkan ceritanya berjalan sama seperti novel aslinya. Hanya saja tokoh utama wanita nya sekarang berubah jadi aku. Hah... Oke mari kita lakukan sebuah drama" ucap Azura.
Ia kemudian mendial nomor Arsen, meskipun jujur ia ragu Arsen akan mengangkatnya. Karena saat ini dia tengah ada kelas dan juga waktu kejadian ini lebih cepat dari waktu seharusnya.
Namun ternyata Arsen mengangkatnya saat Azura akan mematikan sambungan teleponnya karena tidak kunjung di angkat.
"Hallo Ra, ada apa? Maaf tadi aku izin keluar dulu dari kelas" tanya Arsen
"Maaf mengganggumu, tapi aku bingung harus apa. Sen, bisa tolong aku" ucap Azura dengan nada di buat ketakutan.
"Kamu kenapa?" tanya Arsen panik mendengar nada ketakutan gadis yang di cintainya..
"Sepertinya ada yang mengikuti ku sejak tadi, bisakah kamu meminta kenalan atau siapapun yang kamu untuk membantuku? Jujur aku takut orang di mobil belakang berniat yang tidak baik" ucap Azura
"Kamu di mana sekarang?" tanya Arsen makin panik.
"Aku lagi di minimarket di jalan AA, Aku harus bagaimana, aku takut?" tanya Azura sedikit memainkan lakonnya.
"Berapa plat mobil yang kamu naiki dan mobil yang mengikuti mu?" tanya Arsen
"B.xxxx yang mengikutiku mobil MPV warna hitam, plat nya B.xxxx" jawab Azura
"Kamu tenang dulu oke, kamu diam di sana sebentar lagi, kamu bisa pura-pura belanja dulu. Kalau sudah cukup lama kamu bisa mulai lanjutkan perjalanan lagi, kalau tidak orang itu akan curiga kamu di dalam sangat pama. Aku akan segera sampai di tempat kamu secepat mungkin" ucap Arsen.
"Hmm..." ucap Azura
Setelah sambungan telepon terputus, Azura mulai belanja dengan tenang. Ia sudah meminta Sistem untuk memperkirakan kedatangan Arsen, jadi ia bisa bertindak sesuai rencananya.
...•••••••|...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
Elisabeth Carla
up yg bnyk lh thor.
2023-10-12
3
silent reader🤫
semoga azura gk kenapa²
2023-10-12
1
cathezra joe
double up nya thor...please/Grievance/
2023-10-12
1