Azura yang baru selesai bertemu dua kliennya keluar dari restoran, saat ia hendak membayar tagihan. Ia mendapati tagihan nya sudah di bayar oleh Arsen dan ia tahu jika Arsen masih menunggunya di depan.
Meskipun Azura tahu jika Arsen adalah putra pemilik restoran yang ia masuki dan bisa dengan mudah membayar tagihan, ia tidak menyangka jika Arsen masih menunggui nya bahkan saat ini sudah sore hari.
"Ra, kamu sudah selesai?" tanya Arsen menghampiri Azura yang baru saja keluar dari restoran dengan wajah ceria.
"Kamu masih di sini?" tanya balik Azura.
"Aku kan udah bilang kalau aku nungguin kamu, kenapa nggak telepon kalau udah selesai? Yuk aku antar pulang! Atau kamu mau jalan-jalan dulu?" usul Arsen.
"Pulang aja" jawab Azura, ia tidak enak menolak Arsen yang sudah menunggunya berjam-jam itu.
"Ya udah ini pakai dulu helm nya ya" ucap Arsen dengan senyum yang tidak pernah luntur. Ia pun memakaikan Helm untuk Azura dan keduanya pun langsung beranjak menuju ke apartemen Azura.
Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit, keduanya sampai di salah satu apartemen mewah di daerah komersial yang merupakan pusat kota dan apartemen itu tidak jauh dari kampus berada.
"Kamu tinggal di sini?" tanya Arsen
"Hmm..." Azura mengangguk.
"Terimakasih dan hati-hati di jalan" ucap Azura setelah mengembalikan helm kemudian berbalik pergi, namun tangannya di tahan oleh Arsen.
"Mmm, boleh aku mampir sebentar? Aku sangat haus" ucap Arsen memberikan alasan, padahal ia ingin tahu di unit mana Azura tinggal.
Ia juga ingin tahu gadis yang di sukainya itu tinggal nyaman dan aman atau tidak di sana.
Azura yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya, namun ia menghela nafas dan mengangguk mengizinkan Arsen untuk mampir ke unitnya.
Tit! Tit! Tit! Ceklek!
Kira-kira begitu bunyi smart lock apartemen Azura.
Kamar unit apartement convertible milik Azura terlihat rapih, wangi dan juga bersih. Warna Cream dengan corak coklat kayu membuat apartemen itu terlihat sejuk dan juga nyaman.
"Silahkan duduk!" ucap Azura
Arsen pun langsung duduk di sofa tamu, ia melihat Azura beranjak ke dapur dan mengambil minuman dingin dari dalam kulkas dan memberikan itu padanya.
"Maaf, hanya ada ini" ucap Azura merasa tidak enak karena ia belum sempat belanja.
"Tidak apa, terimakasih Ra" ucap Arsen tersenyum sangat manis.
"Kamu mau langsung pulang?" tanya Azura
"Kalau boleh jujur, belum mau sih he-he. Aku masih mau di sini, mau numpang makan malam" ucap Arsen dengan senyum lebar di wajahnya.
Azura menghela nafasnya lagi, ia ingin Arsen pulang sebenarnya. Namun ia tidak enak mengusirnya karena kasihan, lagian Arsen sudah mengantarnya pulang dan menunggunya selama berjam-jam di restoran. Jadi tidak ada salahnya jika Arsen ingin main sebentar di tempatnya bukan?
"Aku akan masak makan malam kalau begitu, tapi aku mau mandi dulu. Kamu bisa menonton TV" ucap Azura langsung beranjak ke kamarnya.
Arsen tidak bisa tidak terkejut dan juga jantungnya berdegup dengan kencang, saat Azura mengatakan jika ia akan memasak makan malam untuknya. Arsen pikir ia akan memesan makanan dari luar, namun ternyata ia mendapatkan Jackpot.
Siapa pula yang menolak jika di masakin oleh perempuan yang ia sukai, tidak ada yang lebih bahagia dari pada hal ini.
Setelah menunggu dua puluh menit, Arsen melihat Azura keluar dari kamarnya menggunakan piyama karakter longgar berlengan pendek dan celana hanya sebatas paha. Hingga membuat nya terlihat sangat menggemaskan sekaligus se*si di mata Arsen.
"Kamu mau makan apa? Apa kamu ada alergi sesuatu?" tanya Azura
"Tidak ada, aku suka makan apa aja tidak pilih-pilih" ucap Arsen, mencoba untuk berbicara tenang saat melihat Azura.
"Aku masak ayam rica-rica, kamu suka?" tanya Azura lagi.
"Suka" jawab Arsen
Namun fokusnya bukan pada pertanyaan Azura tentang makanan, tapi pada wajah polos Azura tanpa make up, dengan rambut yang di ikat asal menyisakan beberapa helai rambut jatuh.
Kesan cantik alami juga se*si sangat pantas di sandang Azura, bahkan saat Azura tidak memoles wajahnya dengan make up dan menggunakan pakaian yang longgar.
Azura tidak sadar jika sejak tadi Arsen menatapnya, ia sudah mulai mengeluarkan bahan masakan dari dalam kulkas. Ia pun mulai memasak untuk makan malam mereka berdua.
Melihat Azura yang sangat piawai memasak, membuat Arsen tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari dara cantik tersebut. Wangi masakan menguar di indra penciuman, yang membuat siapa saja mendadak merasa lapar.
"Cuci tanganmu dan ayo makan!" ucap Azura saat makanan sudah siap di sajikan.
Jantung Arsen tidak berhenti berdetak kencang, ia merasa ribuan kupu-kupu menggelitik di perutnya. Rasanya sungguh sangat menyenangkan. Ia seperti mendengar seorang istri yang meminta suaminya bersiap makan.
"Makasih Ra" ucap Arsen tulus saat Azura mengambilkan makanan untuknya.
Tiba-tiba saja perasaan suka Arsen melonjak naik, membuat Azura yang melihat angka yang melayang di atas kepala Arsen tidak percaya.
"Tem, kenapa perasaan suka Arsen naiknya cepet banget?" tanya Azura yang melihat persentase suka Arsen sudah mencapai nilai 65 persen.
[DING]
[Itu karena target merasa terharu dan juga bahagia bisa makan malam bersama anda, Nona]
Azura tidak menyahut lagi, mereka berdua sibuk menikmati makan malam keduanya. Bahkan Arsen tidak berhenti melontarkan pujian karena masakan yang di buat Azura sangat enak.
....
Waktu berlalu sangat cepat, kini sudah dua bulan lamanya Zoya menjalankan misi sebagai Azura. Selama itu pula Arsen terus mendekatinya dan beberapa kali menyatakan perasaannya pada Azura, tapi sayangnya Azura selalu menolaknya.
Arsen tidak pantang menyerah mendapatkan hati gadis yang ia cintai, ia tahu jika predikat playboy yang dulu ia sandang membuat Azura enggan menerimanya. Jadi ia ingin membuktikan pada Azura, jika cintanya pada Azura benar-benar tulus.
Azura saat ini sedang berada di sebuah kafe di dekat apartemennya, ia hari ini memiliki janji dengan seseorang.
"Maaf membuat anda menunggu nona" ucap seseorang itu sopan.
"Ya, tidak masalah. Bagaimana?" tanya Azura langsung
"Ini hasil penyelidikan saya selama ini, silahkan di lihat!" ucap orang itu menyerahkan sebuah map coklat.
Azura segera mengambil amplop berisi dokumen yang di sodorkan orang itu padanya. Keningnya mengeryit saat membacanya semua isinya, bahkan ada beberapa photo yang di lampirkan di sana.
"Dia melakukan semua ini Bang?" tanya Azura lagi tidak percaya dengan yang ia lihat
"Ya, saya tebak dia memiliki suatu tujuan dan yang membuat saya heran. Setelah kejadian itu mereka terlihat dekat dan juga saya terkejut saat dia mulai menyuruh orang untuk menggali informasi tentang anda" ucap orang yang bernama Bang Satria itu.
"Menggali informasi tentang aku ya? Jadi begitu rencananya, sepertinya aku sudah bisa menebak apa yang ia rencanakan" ucap Azura terkekeh.
"Nona harus hati-hati, sepertinya ia juga dekat dengan seseorang dari geng yang cukup terkenal di ibukota dan memiliki niat buruk pada anda" ucap Bang Satria.
"Aku tahu, tetap pantau mereka bang terutama wanita itu. Abang bisa kan mengumpulkan bukti semua kelakuan wanita itu?" ucap Azura.
Memikirkan alur cerita, kurang dari satu bulan pemeran utama wanita akan masuk ke dalam cerita. Ya, yang sedang di cari tahu Azura adalah pemeran utama wanita.
"Tentu, sepertinya anda harus mencari pengawal Nona. Saya takut dia berbuat yang tidak-tidak pada anda nanti, mengingat hubungan anda dekat dengan Tuan muda dari keluarga Bagaskara" ucap bang Satria
Ya memang di dalam data yang di berikan Bang Satria, ada satu fakta. Bahwa ternyata pemeran utama sudah menyukai Arsen sangat lama. Entah sejak kapan, namun yang jelas pemeran utama ini sangat terobsesi dengan Arsen.
"Haaah, tidak perlu bang. Aku memiliki rencanaku sendiri" ucap Azura
"Baiklah yang penting anda harus tetap hati-hati" ucap Bang Satria mengingatkan
"Hmmm, aku mengerti" ucap Azura mengangguk
.....
Kabar tentang perusahaan Zaquen industry dan Abadi sejahtera yang tengah meroket, membuat geger semua orang di kalangan pengusaha.
Banyak dari mereka sangat terkejut melihat grafik penjualan produk milik dua perusahaan itu terus meroket naik. Bahkan data keuntungan penjualan mereka berkali lipat lebih tinggi dari data penjualan tahun lalu.
Berita itu tidak luput dari perhatian Arsen dan Adrian. Mereka tahu jika dua perusahaan itu yang bekerja sama dengan menggunakan Ide konsep yang di berikan oleh Azura dan kini Azura memiliki setidaknya dua puluh persen saham di kedua perusahaan tersebut.
Mereka sama tercengang seperti orang-orang, bahkan lebih tercengang saat mereka tahu orang di balik itu semua adalah orang yang mereka kenal.
"Pacar gue hebat kan yan!!" ucap Arsen menggoyangkan lengan sahabatnya itu sembari berteriak bangga, membuat Adrian jengah dan dua sahabat lainnya menatap heran.
"Pacar, emang kapan jadiannya?" ucap Adrian mencibir
"Isshh, jangan di ingetin! Kan lagi berusaha ini tuh! Harusnya kasih semangat kek" ucap Arsen merajuk. Membuat dua sahabat lainnya mengerutkan keningnya.
"Sehat lu sen? Kenapa tiba-tiba lu merajuk di depan Adrian. Lu pindah haluan ngejar Adrian sekarang? Njiirrr, merinding gue!!" ucap Galang beringsut mundur.
"Si*lan, gue masih normal!" ucap Arsen menggeplak kepala Galang.
"Hiiss,, ya kali, syukur kalau lu masih normal" ucap Galang
"Eh Sen, lu masih deketin si Azura kan?" tanya Pras
"Ya masih lah, kan lu semua tahu Azura udah ambil hati gue dan jiwa gue. Gue nggak bakal nyerah buat dapetin cintanya" ucap Arsen semangat empat lima jika menyangkut soal Azura, yang hanya di balas anggukan Pras.
"Mending lu jagain Azura Sen, kemarin gue nggak sengaja dengar. Kakaknya Amel beberapa hari lagi mau balik dari luar kota dan sepertinya Amel masih nyimpen rasa ame lu dan nggak terima ku Deket sama Azura. Gue juga sempet dengar kalau Amel mau kasih pelajaran buat Azura" ucap Pras
"Gila mantan pacar lu masih terobsesi sama lu Sen, hati-hati! Gue takut Azura terluka karena jadi sasaran Amel, terlebih gue lihat semenjak lu terus deketin Azura. Amel kelihatan nggak suka gitu" ucap Galang
"Si*l, gue nggak akan biarin Amel atau orang lain nyakitin Azura gue" ucap Arsen mengepalkan tangannya.
...••••••...
Maaf awalnya hari ini author mau up double. Karena weekend Author jadwalin double up. Tapi ternyata kemarin sibuk dan cuma sempet nulis satu BAB. Besok Senin author ganti double up nya🙏
Selamat membaca.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
istrinya jimin
wah mau juga dong.. makanan kesukaan nih 🤤
2024-02-21
3
RJ 💜🐑
aku baca ulang thor soalnya bagus ❤❤❤😍😍💪🏻💪🏻
2024-01-21
1
☠zephir atrophos☠
masih?
2024-01-18
0