Kini semua orang tengah berada di apartemen Azura. Apartemen yang dulu hanya di ketahui oleh Arsen kini ketiga sahabat Arsen dan orang tua Adrian juga tahu dan sekarang berada di sana.
Azura tengah berganti pakaian di dalam kamar di bantu oleh Lita, perempuan paruh baya itu memeluk Azura. Setidaknya ia melakukan ini agar gadis itu tenang dan melupakan kenangan buruk yang baru saja di alaminya.
"Jangan di ingat lagi, ingat di sini ada teman-teman mu dan Tante juga om yang selalu ada buat kamu. Jadi jangan pendam semuanya sendiri oke, Tante janji akan menghukum orang yang melakukan ini padamu dan menerima balasannya" ucap Lita memeluk Azura.
Azura mengangguk lemah, ia tidak menyangka jika akting menangis itu ternyata sangat melelahkan, mana wajahnya jadi sembab. Namun Azura memberikan applause untuk dirinya sendiri, karena berhasil mengambil perhatian semua orang padanya.
Ia berjanji akan merebut semua yang Shaila punya di dalam cerita novel. Jika sudah waktunya nanti, ia akan membongkar semua sifat asli Shaila.
Drrrtttt... Drrrtttt...
Tiba-tiba ponsel Lita bergetar, Azura sempat melihat nama Shaila Ly 💕 dengan karakter love di sana. Terlihat wajah Lita terkejut dan segera mematikan ponselnya.
"Kamu istirahat dulu, nanti kalau makanan sudah datang Tante bangunin. Tante keluar dulu ya sayang" ucap Lita mengelus kepala Azura dengan lembut.
Azura hanya mengangguk dan menatap Lita keluar dari kamarnya. Azura menegakkan duduknya dan duduk bersila.
"Tem, kamu lihat nama Shaila di kontak ponsel nyonya Alexander?" tanya Azura
[Ya Nona, Jangan khawatir. Bukan karena apa-apa, nama itu memang belum sempat di ganti oleh nyonya Alexander. Bahkan semenjak bertemu dengan anda, dia selalu mengabaikan telepon dan pesan pemeran utama wanita saat terus menghubunginya]
"Oh ya?" tanya Azura terkejut
[Benar nona, nampaknya nyonya Alexander sudah mulai membandingkan anda dan Pemeran utama wanita. Tentu saja nona lebih sangat mungkin menjadi anaknya, di lihat dari ciri-ciri anda lebih mirip dengan keluarga mereka]
"Kapan hasil test itu keluar?" tanya Azura
[Minggu depan, nona]
"Pastikan tidak terjadi sabotase atau apapun" ucap Azura
[Tenang nona, Selain Nyonya dan tuan Aderson, hanya dokter keluarga yang dekat dengan keluarga mereka yang tahu]
"Bagus! Aku ingin tahu sebenarnya pemilik tubuh ini adalah anak kandung keluarga Alexander atau bukan" ucap Azura tersenyum.
....
Lita yang keluar dari kamar Azura mendapatkan tatapan dari semua orang di ruang tamu, yang menyambung dengan dapur itu dan meja makan itu.
"Bagaimana keadaan Azura Tan?" tanya Arsen ingin tahu keadaan gadisnya.
"Sudah lebih tenang, dia sedang istirahat sekarang" ucap Lita membuat Arsen dan yang lain tenang.
"Pah, mama mungkin nginap di sini selama beberapa hari sampai keadaan Azura lebih baik" ucap Lita berbicara dengan sang suami.
"Baiklah, terserah mama saja" ucap Aric
Arsen sebenarnya tidak setuju, awalnya ia ingin dirinya sendiri yang menemani Azura di saat gadisnya itu tengah dalam keadaan terpukul. Namun ia tidak bisa egois, karena memang lebih baik Azura di rawat oleh Tante Lita yang notabene sama-sama perempuan.
"Yan, bagaimana? Apa Dokter Rachel bisa datang?" tanya Aric.
"Bisa Pah, kemungkinan setengah jam lagi sampai" jawab Adrian.
Mereka sepakat untuk memanggil dokter dan memeriksa keadaan Azura, mereka tidak ingin kejadian ini membuat Azura trauma.
.....
Beberapa hari kemudian, di apartemen Azura yang memang selalu ramai setelah kejadian yang menimpanya itu. Azura menjadi sedikit terhibur.
Jujur saja di kehidupan sebelumnya ia tidak pernah merasakan momen hangat bersama teman-temannya. Yang ada ia selalu di bodohi oleh dua orang brengsek yang selalu memanfaatkan dirinya itu.
Arsen tidak pernah absen datang ke apartemen Azura, meskipun statusnya masih di gantung dan belum resmi berpacaran. Namun Ia selalu memberikan perhatian dan cinta untuk Azura. Terlebih rasa suka Arsen saat ini sudah mendekati 90 persen, yakni 85 persen.
Di sisi lain, seorang wanita muda uring-uringan gara-gara kehilangan kontak dengan calon ibunya yang entah jadi atau tidak.
Ya, dia adalah Shaila, yang kini sedang berada di sebuah rumah kecil di sudut kota. Tubuhnya yang masih polos hanya di tutupi selimut itu menggertakkan giginya kesal , karena lagi-lagi teleponnya tidak di angkat oleh Lita.
"Aarrghh, si*lan, kenapa sih tuh nenek lampir nggak angkat-angkat telepon gue, Chat aja nggak pernah di baca padahal dia online sejak tadi" ucap kesal Shaila.
"Kenapa sayang, kenapa pagi-pagi udah marah-marah hmm?" tanya seorang laki-laki dengan tubuh yang sama polosnya dan melingkarkan tangannya di perut Shaila.
"Ini Ben, tuh lampir nggak pernah angkat atau balas chat aku sudah beberapa hari ini" keluh Shaila.
"Mungkin dia sibuk" ucap laki-laki berusia kepala tiga yang bernama Ben.
Ia tidak masalah wanita muda seperti Shaila yang masih berusia belasan tahu itu memanggilnya nama saja.
"Nggak mungkin dia sibuk, biasanya dia nggak gini. Tapi semenjak pulang dari mall waktu itu, sikapnya jadi aneh" ucap Shaila
"Mungkin itu cuma perasaan kamu aja sayang" ucap Ben lagi
"Haiss, terus bagaimana penyelidikan anak buah kamu?" tanya Shaila
"Tidak ada yang aneh, calon keluarga baru kamu itu tetap beraktivitas seperti biasanya. Tapi kalau masalah gadis yang kamu minta cari tahu itu, jujur aku belum mendapatkan informasinya" ucap Ben yang memang tidak mendapatkan informasi apapun mengenai Azura. Ya jelas, itu karena semua data tentang Azura di tutupi
"Apa dia sudah nggak ada di ibukota? Tapi bukannya informasi waktu itu dia ada di ibukota?" ucap Shaila.
"Nanti aku cari tahu lagi soal itu" ucap Ben
"Lalu bagaimana perkembangan kekasihku?" tanya Shaila
"Cih, dia bahkan belum kenal kamu apalagi jadi kekasihmu Ila! Kamu tidak menganggap keberadaan aku?" ucap Ben kesal, karena Shaila membahas laki-laki lain di depannya.
"Kamu harusnya tahu Ben, kita hanya sekedar partner di atas ranjang dan partner untuk mengeruk harta para keluarga besar itu. Jadi stop cemburu, karena sampai kapan pun pria yang aku cintai hanya Arseno Bagaskara.
Cuma dia yang pantas memilikiku, cuma seorang Arseno yang tampan, muda dan kaya raya yang pantas menjadi pacar dan suamiku kelak" ucap Shaila.
"Kamu terlalu percaya diri, mana mungkin orang sekelas dia suka dengan cewek bekas macam kamu!" ucap Ben
"Tutup mulutmu Ben!!! Jangan ikut campur mengenai perasaanku, yang terpenting aku selalu memuaskan kamu di atas tempat tidur. Kamu hanya perlu pikirkan, bagaimana caranya aku bisa masuk ke dalam keluarga itu dan dekat dengan putra tunggal keluarga Bagaskara. Bukankah setelah itu terjadi, aku akan menjadi sumber cuan untuk kamu dan kelompok mu" Ucap Shaila.
"Baiklah kamu menang, aku akan mengirimmu untuk kuliah di tempat yang sama dengan cowok idaman mu itu Minggu depan" ucap Ben mengalah.
"Pilihan yang bagus sayang, tenang saja. Aku tidak akan meninggalkan kamu, bukankah sudah cukup kamu bisa menikmati tubuhku dengan gratis dan di masa depan aku akan menjadi sumber keuanganmu? Jadi kamu bisa hidup dengan santai tanpa perlu bekerja keras dan aku akan menjadi nyonya muda Bagaskara" ucap Shaila menggerakkan jarinya secara sen*ual dan abstrak di dada Ben, hingga Ben mengerang keras saat tangan Shaila mulai bergerak ke bagian bawah.
....
Di dalam ruangan kerja Aric di kediamannya. Saat ini Aric beserta istri dan dokter Rachel yang merupakan dokter keluarganya berada di dalam satu ruangan.
Mereka membahas soal hasil test DNA yang mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi. Bahkan Adrian pun tidak tahu yang di lakukan kedua orang tuanya itu.
"Apa hasilnya sudah keluar?" tanya Lita dengan tidak sabar.
"Ya nyonya, hasilnya sudah keluar dan ada di dalam amplop itu" ucap Dokter Rachel
"Mama atau papa yang buka?" tanya Aric.
"Kita buka bareng-bareng aja pah" ucap Lita
"Semoga hasilnya seperti yang kita harapkan" ucap Aric.
Ia kemudian bersama sang istri menarik kertas dari dalam amplop dan membukanya. Keduanya membelakkan matanya melihat hasil test itu.
...•••••••...
Hai semua bonus up satu bab lagi buat kalian. Next time Sabtu-Minggu update double 😉☺️🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
Erna Masliana
ho'oh
2025-03-23
0
Sani Anisa
maap tapi aku ketawa
2024-09-12
1
☠zephir atrophos☠
sudah lebih dari ibunya sendiri
2024-01-18
1