Azura yang mendapat notifikasi dari sistem langsung meraba saku celananya, ia merasa ada tumpukan uang di dalam saku celananya membuatnya semangat.
"Woaaahh lumayan, eh tunggu.... Kalau uang yang aku keluarkan terus di kalikan sepuluh, bukannya uangku nggak bakal ada habisnya ya?" Gumam pelan Azura mengetuk kan jarinya ke dagu.
"Berarti nanti pas aku balik ke tubuh asli aku, bisa jadi orang kaya dong" ucap Azura cekikikan dan menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan.
Membayangkan hidupnya nanti akan bergelimang harta dan tidak lagi pusing memikirkan untuk makan dan lain sebagainya.
Tawa Azura terhenti saat ia melihat orang-orang yang kebetulan ada di sepanjang jalan itu menatapnya dengan tatapan aneh. Ia mendengar sekilas jika orang-orang mengucapkan kata kasihan karena di usia muda, dirinya sudah gila karena bicara seorang diri dan tertawa.
"****..." Azura merutuki ucapan orang-orang itu dan juga tindakannya yang tanpa sengaja itu membuat imagenya buruk.
....
Azura kini sudah berada di sebuah pasar rakyat atau sebuah pasar grosir di daerah tempat ia tinggal, setelah sebelumnya ia mandi terlebih dahulu dan memakai pakaian yang di rasa lebih baik karena tidak ada tambalan dan juga warnanya lebih cerah di banding baju lain yang sangat pudar.
Hari ini ia memutuskan untuk membeli baju baru dan barang lainnya.
Awalnya ia ingin ke mall, hanya saja ia pikir itu ide yang buruk. Jika ia pergi ke mall dengan penampilannya saat ini, ia pasti akan mendapatkan cibiran dan bisa jadi ia di usir sebelum masuk.
Meskipun ia tahu di dalam mall bukan semuanya orang kaya yang bisa masuk, setidaknya ia tidak ingin malu saat orang-orang melihatnya dengan pakaian pudar dan sangat rapuh. Yang bahkan jika di tarik sudah pasti mudah robek, apalagi sandal dan sepatu yang ia miliki sudah jebol dan juga terlihat tidak layak di gunakan.
Dan pasar rakyat atau pusat grosir seperti ini lebih cocok untuk ia kunjungi dengan penampilannya yang sekarang.
"Belanja apa dulu ya enaknya? Ponsel gitu? Ponsel satu juta dapet yang model kaya gimana?" Gumam Azura
"Nah pas banget, mending beli itu dompet sama tas dulu. Biar nih uang bisa beranak pinaknya gampang, masa iya nanti bawa duit semuanya di kantong" ucap Azura langsung beranjak menuju ke stan yang menjual beraneka dompet dan aneka tas.
Azura memilih sebuah dompet dan tas gendong dengan bahan yang cukup bagus dan lembut berwarna hitam.
"Yang ini bagus, lumayan buat sementara sambil ngumpulin duit beli yang sekalian mahal" ucap pelan Azura.
Kemudian bertanya pada penjual dan menawar harganya dan berhenti di harga 300 ribu untuk tas dan 100 ribu untuk dompet. Cukup mahal memang, karena itu tas yang Ori meskipun merek-nya bukan merek brand internasional.
Bahan yang di gunakan tas dan dompet itu juga bagus, tidak kalah dengan tas dari merek internasional yang harganya selangit.
Azura tidak sungkan langsung membayarnya dan langsung memakai tas itu.
[Ding....]
[Terdeteksi, nona sudah menghabiskan uang sebesar 400.000]
[Selamat mendapatkan bonus rabat 10x Sebanyak 4.000.000]
[Uang di letakan di dalam dompet anda]
Mendengar itu Azura tersenyum karena sudah menebak jika uang itu akan di taruh di dalam tas.
"Sekarang ayo ke toko pakaian!" Ucap Azura dengan semangat.
Ia pun seharian ini berkeliling untuk membeli keperluan sehari-hari yang ia perlukan saat ini. Ia membeli perlengkapan seperti body mask, hair mask dan serangkaian produk skincare. Tak lupa ia membeli ponsel Android untuk keperluannya nanti.
"Uangku sudah penuh di tas, lebih baik pulang dulu. Besok baru pergi ke Bank untuk bikin ATM dan cari tempat tinggal baru" ucap Azura.
....
Keesokan paginya...
"Astaga pinggangku, leher ku sakit semua" ucap Azura merasakan sakit di badannya karena tidak terbiasa tidur di atas kasur lipat tipis dengan bantal yang keras.
"Ayah.. Ibu.. Zoya kangen, ternyata ucapan ibu benar kalau hidup itu harus tetap di syukuri apapun yang kita miliki saat ini. Melihat aku jadi Azura sekarang dan tahu kehidupan nya yang jauh lebih buruk dariku, entah mengapa aku malu pada Tuhan, dulu aku sering mengeluh jika ia tidak menyayangiku dengan mengambil kalian ibu, ayah... Namun aku tidak pernah menengok ke luar, di luaran sana masih banyak yang jauh lebih menderita" Gumam Azura kala mengingat kedua orang tuanya.
[DING!!!...]
[Semangat nona, hidup itu selalu berjalan!]
"Astaga sistem bikin jantungan aja, nongol nggak bilang-bilang" ucap Azura mengelus dada.
"Tentu aku harus semangat dong, ini baru misi pertama masa udah nyerah" ucap Azura tersenyum semangat.
[Semangat yang bagus nona]
"Mandi dulu deh" ucap Azura, beranjak mengambil peralatan mandi dan baju ganti.
"Astaga, ni kamar mandi apa nggak kurang jauh ya??" Ucap Azura ngomel saat harus berjalan cukup jauh hanya untuk mandi.
Setelah berjuang untuk mandi dengan jarak cukup jauh, Azura kini sudah berada di kamarnya lagi untuk menghitung uang yang ada di Di dalam tasnya.
"Woaahhh serius ini ada 100 juta lebih dua ratus ribu?" Ucap Azura syok melihat tumpukan uang yang sudah ia hitung di sana.
"Ini mah bisa buat sewa apartemen, oke kalau gitu mari cari apartemen yang bagus yang nggak jauh dari kampus si pemilik tubuh ini nanti kuliah" ucap Azura lagi.
Azura kemudian berselancar di internet, ia mencari apartement di daerah pusat ibukota yang dekat dengan kampusnya. Setelah pencarian cukup lama, ia menemukan yang di kira cocok untuknya.
Galaxy Park, itu menjadi tujuan Azura untuk tinggal saat ini, namun ia memutuskan untuk ke Bank lebih dulu.
Saat ini ia sudah rapih dan wangi, ia mengenakan kemeja dengan warna soft dan celana jeans juga sneaker. Tak lupa ia menggunakan masker dan memesan taxi online.
Azura bertekad untuk mengubah semua tentang dirinya, baik itu dari segi penampilan dan juga gaya hidup. Ia memiliki waktu 17 belas hari sebelum ia mulai masuk sebagai mahasiswi baru di universitas.
Meskipun di kehidupan Zoya sebelumnya, ia bukanlah orang kaya, ia juga juga bukan orang miskin. Tapi ia tidak pernah menjadi diri sendiri, karena Janette selalu mengomentari nya dalam berpenampilan dan dengan bodohnya ia mengikuti saran mantan sahabat busuknya itu.
Mengingat hal itu membuat Zoya marah dan juga menyesal. Namun ia tidak ingin berlarut, ia akan membalas semuanya dengan cantik setelah ia kembali nanti.
Azura sampai di sebuah Bank swasta terbesar di negara itu, ia kemudian langsung ke customer service untuk membuka rekening baru. Setelah dua jam di sana karena mengantri, ia pun mendapatkan kartu debet yang ia inginkan.
Setelah nya ia memesan taxi kembali dan bergegas ke kantor agen properti. Ia di sambut dengan baik di sana, salah satu agen memberikan sebuah gambar apartemen yang di sewakan. Lalu ia di ajak untuk melihat langsung apartemen itu.
Azura menyukai salah satu apartemen convertible yang hanya memiliki satu kamar di dalamnya, ia hanya tinggal sendiri dan itu pas untuk kebutuhannya.
Selain itu apartemen ini memiliki pemandangan langsung ke kolam renang dan memiliki design yang cantik. Pintunya juga sudah smart lock sudah pasti aman, jadi Azura memilihnya.
Setelah menandatangani kontrak sewa dan membayarnya sebesar 65 juta untuk sewa satu tahun penuh termasuk biaya maintenance dan listrik. Azura langsung kembali ke kost an kumuhnya untuk mengambil barang-barang miliknya yang sekiranya penting saja.
[Ding....]
[Terdeteksi, nona sudah menghabiskan 65.000.000]
[Selamat mendapatkan bonus rabat 10x. Sebanyak 650.000.000]
[Hadiah sudah berhasil masuk ke akun rekening bank anda]
Ting!
Sebuah pesan masuk dari bank di ponsel Azura, ia menerima uang 650 juta. Azura tersenyum melihat notifikasi itu, kini ia tidak perlu pusing memikirkan biaya hidupnya masa kini dan masa depan.
.....
Azura melakukan rutinitas seperti biasanya selama hampir dua Minggu ini, ia melakukan olahraga, treatment kecantikan dan juga menikmati hari-harinya dengan berjalan-jalan sore.
Kulitnya yang dulu gelap karena seringnya terpapar sinar matahari sekarang sudah cerah karena perawatan mahal yang ia lakukan. Hampir setiap orang yang melihatnya yang sekarang, tidak bisa mengalihkan pandangan dari dirinya.
Di tambah tubuh ramping yang padat berisi di tempat yang memang semestinya, membuat nilai plus sendiri untuk Azura.
"Bosen juga sih kemana-mana sendiri, tapi nggak apa-apa sih. Seperti ini juga nyaman, dari pada punya teman tapi hanya manis di luar saja" gumam Azura, saat ia duduk di tepi danau di area taman dekat apartementnya di sore hari.
BYUR!!!
Suara benda jatuh di air membuat atensinya mencari keberadaan asal suara itu. Mata Azura membola saat melihat se grombolan laki-laki di tepi danau dan juga melihat ada orang yang hampir tenggelam di Danau.
Gerombolan laki-laki itu pergi membuat Azura reflek berlari dan terjun langsung ke danau untuk menyelamatkan orang yang hampir tenggelam tadi.
Dengan susah payah Azura menggapai orang itu dan menariknya kembali ke permukaan. Ia tadinya ingin minta tolong, namun keadaan di sana saat ini benar-benar sepi.
"Huuufftt... Haaahhh..." Azura mengontrol nafasnya karena menarik seorang laki-laki yang tubuhnya lebih besar dari dirinya dengan susah payah.
"Hei... Bangun!!" Ucap Azura sembari menepuk pipi dan menekan dada orang itu.
Namun orang itu tidak juga sadar, Azura pun dengan sigap memberikan nafas buatan dan menekan dada itu kembali. Ia melakukan hal itu beberapa kali hingga...
"Uhuuuukkk....." Laki-laki muda itu memuntahkan air dan sadar.
"Syukurlah..." Ucap Azura merasa lega, saat laki-laki mudan nan tampan itu sadar..
Laki-laki itu menatap Azura dengan pandangan cukup buram, perlahan pandangannya sudah mulai jelas. Dan ia bisa melihat siapa yang sudah menolongnya.
"Apa kamu tidak apa-apa?" Tanya Azura menatap laki-laki tampan, yang memiliki beberapa luka lebam di wajahnya yang baru saja ia selamatkan itu.
"Ak...." Belum sempat laki-laki tampan itu menjawab, sebuah seruan terdengar dari arah belakang.
"ARSEN!!!" Ucap tiga orang yang berjalan mendekat.
Azura memundurkan langkahnya saat teman-teman dari orang yang ia tolong itu datang. Salah satu orang yang berjalan di belakang memperhatikan Azura.
"Lu nggak apa-apa Sen? Ada yang luka? Kita ke rumah sakit yok" Tanya salah seorang dari ketiganya
"Bener kata Galang Sen, kita ke rumah sakit. Kita khawatir lu kenapa-kenapa, wajah lu udah pucet banget" ucap teman lainnya.
"Udah ayo kita bawa aja Pras!" Ucap orang yang bernama Pras.
Azura mendengar nama yang tidak asing, tapi di mana? Arsen? Galang? Pras? Tiba-tiba mata Azura membola saat mengingatnya.
"Jangan bilang yang aku tolong itu Arsenio Bagaskara, tokoh utama pria? Dan tiga cowok ini, Galang, Prasetyo dan Adrian. Ketiga sahabat tokoh utama, ya Tuhan....." Ucap Azura dalam hati.
Azura memundurkan langkahnya kemudian berbalik hendak pergi, namun tangannya di cekal oleh orang yang sejak tadi memperhatikannya.
"Mau kemana?" Ucap pelan orang yang Azura yakini bernama Adrian.
...•••••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
Erna Masliana
bahagia sekali di belanjain bukan berkurang malah bertambah... makin sering belanja makin kaya Daebak
2025-03-23
0
Sani Anisa
baca beginian aja udh seneng nyaa.. apa lagi nyata/Smirk/ jadi bahan hayalan saja yg penting hati senang /Joyful//Joyful//Joyful/
2024-09-12
1
RJ 💜🐑
keren banget ceritanya 🤗
2024-05-21
0