Azura menaikan sudut bibirnya saat melihat Anton Membungkuk di depannya meminta maaf padanya. Sejujurnya ia tidak masalah jika Anton menolaknya, toh itu tidak akan membuatnya merugi.
Hanya saja demi melancarkan semua rencananya, dengan cara ini Azura bisa menjadi alasan ia memiliki banyak uang. Dan juga bisa melipatkan gandakan uang yang ia miliki.
"Baiklah, silahkan duduk tuan Anton, tuan James. Kalian bisa memesan makanan atau minuman jika mau" ucap Azura.
Sejujurnya baik itu Anton dan James merasa sedikit tertekan saat bicara dengan Azura. Keduanya merasa jika gadis kecil di depan mereka memiliki aura yang luar biasa. Hal itu pula yang membuat Anton mempertimbangkan kerja sama ini.
"Tidak perlu nona, bisa langsung ke intinya?" ucap Anton kali ini dengan nada yang terdengar cukup sopan.
"Ini contoh rincian planning produk baru, dan juga di sana tertera hal apa saja yang harus di lakukan. Untuk masalah intern yang terjadi di perusahaan dan cara menanggulangi nya, semuanya ada di dokumen lainnya" ucap Azura menyerahkan dia berkas dokumen pada Anton. Malas menjelaskan, lagian semuanya sudah ia jabarkan di dokumen tersebut.
Anton menerimanya dan membuka dokumen itu satu persatu, bisa di lihat dari ekspresi raut wajah Anton terkejut dengan apa yang ia lihat.
"Ini...." ucap Anton takjub
Anton menyerahkan berkas itu untuk di lihat James, James pun sama terkejutnya dengan apa yang di berikan Azura padanya.
"Berapa banyak yang nona inginkan untuk menjual ide konsep ini pada perusahaan saya?" tanya Anton serius.
"Sangat mahal! Dengan keuangan perusahaan anda, mungkin tidak akan mampu untuk membeli ide konsep milik saya. Bahkan untuk memulai merealisasikan ide konsep ini pun akan sulit karena minimnya dana di perusahaan anda. Benar bukan tuan Anton?" ucap Azura tersenyum tipis
Terlihat Anton diam, ia juga memikirkan semua ucapan Azura yang ada benarnya itu. Tapi entah mengapa dirinya yakin untuk mengembangkan ide konsep milik Azura.
Ide itu sangat segar, kreatif, inovatif dan juga memiliki nilai besar di pasar, tentu bayangan akan income yang lebih besar juga terlintas. Anton tidak ingin melepaskan kesempatan ini.
Namun ia bingung, dari mana lagi ia harus mendapatkan dana. Seketika Anton merasa tidak enak karena sudah meremehkan Azura dari awal, padahal ia belum melihat apa yang akan Azura tawarkan padanya.
"Saya ingin mengajukan penawaran khusus, saya yakin anda pasti akan menyetujuinya" ucap Azura
"Silahkan katakan nona" ucap Anton yang kini sudah menekan ucapannya dan sangat sopan dan lembut.
"Saya tidak akan meminta bayaran dari biaya konsultasi dan ide konsep yang akan saya berikan, tapi tentu saja saya juga tidak akan memberikannya secara cuma. Saya ingin 20 persen dari total keuntungan dari produk yang di rilis ke pasar, yang artinya dia puluh persen saham perusahaan. Percaya padaku, saya pastikan dalam dua bulan omset perusahaan akan naik. Bahkan lima kali dari pendapatan tahun-tahun sebelumnya" ucap Azura dengan yakin
Anton terkejut mendengar ucapan Azura yang terdengar sungguh-sungguh, namun ia menimbang kembali. 20 persen itu tidak banyak dan juga tidak sedikit, melihat untung ruginya, Anton sama sekali tidak rugi. Namun masalahnya ia kekurangan Dana untuk merealisasikan nya.
"Saya setuju, tapi sepertinya proyek ini akan di undur beberapa waktu sampai saya berhasil menarik investor atau pinjaman bank untuk modal" ucap Anton merasa tidak enak.
"Tidak perlu khawatir tuan Anton. Kebetulan saya akan menginvestasikan uang 1 milyar sebagai dana awal proyek ini. Jika proyek sudah berjalan setidak nya mendapatkan sampel sebelum di produksi, saya akan meningkatkan investasi sebanyak 10 milyar lagi" ucap Azura membuat Anton dan James terkejut dan menatap tidak percaya. Bagai-mana mungkin seorang gadis yang kurang dari dua puluh tahun memiliki uang begitu besar.
(*Di sini kita menggunakan rupiah, bukan dolar)
"A-anda serius, yang itu sangat banyak. Bahkan lebih dari cukup" ucap Anton.m tidak percaya dengan yang ia dengar.
"Itu tidak banyak tuan Anton, di masa depan yang segitu tidak ada nilainya. Karena aku pastikan perusahaan anda akan mencapai kejayaannya Setelah ini. Tentu dengan aku sebagai salah satu pemegang saham, Saya tidak akan berpangku tangan. Saya jelas akan terus memberikan terobosan lain yang lebih besar bagi kemajuan perusahaan. Bagaimana tuan Anton, anda siap mengambil tantangan?" ucap Azura
"Ya!" ucap Anton tanpa ragu menyetujuinya.
"Deal! Saya akan mentransfer uangnya setelah penandatanganan kerjasama di depan notaris, senang bekerja sama dengan anda tuan Anton" ucap Azura menyodorkan tangannya yang di sambut baik.
"Senang bekerja sama dengan anda juga Nona Zoya" ucap Anton
Pertemuan dengan perusahaan Anton, berjalan dengan lancar. Begitu pula dengan perusahaan satunya yang ingin menggunakan Jasa Azura, setelah pertemuannya dengan Anton.
Kali ini, Azura tidak mengambil bayaran dari Konsultasi klien, tapi ia sendiri yang mengeluarkan uang. Tentu Azura sudah memikirkan untungnya.
Ya jelas untung, karena setiap yang yang keluar dari kantongnya, sudah pasti akan di lipat gandakan. Belum lagi uang yang sudah ia keluarkan akan di putar sebagai investasi. Yang artinya kan mendapatkan uangnya kembali lagi. Bukankah itu untung namanya?
....
Di ruangan lain, dua laki-laki tampan berusia dua puluh tahun itu masih terdiam mematung dengan apa yang baru saja mereka dengarkan.
Ya, keduanya adalah Arsen dan juga Adrian yang mendengar semua apa yang terjadi di dalam private room yang di sewa Azura, menggunakan alat penyadap yang ada di dalam ruangan.
Awalnya Arsen melakukan itu karena ia tidak ingin terjadi hal yang buruk pada gadis yang mulai ia sukai itu, ah sepertinya bukan mulai lagi tapi memang benar-benar dirinya sukai.
Tapi justru dirinya dan sahabatnya terkejut saat tahu apa yang di lakukan Azura di dalam sana.
"Azura seorang Buisnes Consult?" beo Arsen tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Gue udah tahu, tapi tetap saja gue masih speechless. Nggak nyangka kalau Azura sehebat ini dalam hal negoisasi dan juga meyakinkan klien dengan caranya sendiri. Meskipun gue nggak tahu ide konsep seperti apa yang ia berikan, tapi mendengar respon tuan Anton. Gue bisa menebak kalau itu luar biasa" ucap Adrian
"Lu tahu Azura Buisnes Consult?" tanya Arsen
"Ya, Azura yang mengatakannya sendiri saat aku tanya dia dari keluarga besar mana. Mengingat pakaian dan barang yang ia gunakan adalah barang branded, sedangkan dari namanya gue belum pernah denger ada Keluarga kaya dengan nama Gumilang" ucap Adrian
"Terus?" tanya Arsen penasaran, meskipun ia tidak suka Adrian lebih tahu tentang Azura di banding dirinya. Namun ia ingin tahu lebih banyak tentang Azura.
"Azura mengatakan dia bukan dari keluarga kaya, tapi dirinya sendiri yang kaya ha-ha lucu sekali kan? Dia begitu sangat percaya diri saat mengatakan nya..." ucap Adrian yang juga di sambut tawa oleh Arsen.
"Lalu dia bilang jika dirinya seorang anak tidak jelas asal usulnya yang di besarkan di panti, dan ia bekerja sebagai Buisnes Consult dan menjadi kaya dengan usahanya sendiri" ucap Adrian
"Calon pacar gue luar biasa sekali, jadi makin cinta" ucap Arsen dengan senyum penuh damba
"Diihh najis lu, lebay. Lagian emang Azura mau sama cowok playboy macam lu?" tanya Adrian
"Gue bakalan tobat yan, nggak bakal gue noleh ke cewek lain. Gila aja, kalau gue dapetin cewek spek bidadari yang cantik dan juga jeniusnya nggak ketulungan kaya Azura, tapi masih lirik sana-sini. Yang ada gue bego namanya" ucap Arsen terkekeh
"Ya, gue harap lu bener-bener tobat, gue nggak halangin lu deketin Azura. Tapi kalau lu beneran jadian sama dia, jangan pernah lu sakitin dia. Kalau itu terjadi, gue yang orang pertama yang jauhin dia dari lu" ucap Adrian serius.
"Lu bisa pegang ucapan gue" ucap Arsen tak kalah seriusnya.
"Tapi kenapa Azura mengaku namanya Zoya tadi?" tanya Arsen
"Mungkin itu nama yang ia gunakan dalam dunia Bisnis" ucap Adrian yang di angguki oleh Arsen.
"Lu beneran nggak naksir Azura kan yan?" selidik Arsen
"Gue akui Azura adalah cewe tipe gue banget, dia cantik, manis, gemesin, baik, polos dan juga pinter. Gue juga ngerasa nyaman kalau sama dia, bahkan gue nggak pernah jaga image saat bicara sama dia. Gue juga nggak terima kalau dia di sakitin dan di jadiin korban perasaan lu" ucap Adrian
Adrian terkekeh melihat raut wajah cemburu dan marah Arsen saat ia mengatakan itu.
"Tapi gue nggak ngerasain getaran cinta sama dia. Emang aneh sih, padahal gue sendiri belum pernah ngerasain jatuh cinta itu bagaimana. Tapi gue nggak bodoh, yang gue rasain sama Azura bukan cinta. Entahlah gue juga nggak paham, mungkin lebih ke rasa sayang dan nyaman seperti adik mungkin" ucap Adrian
"Pokoknya lu nggak boleh jatuh cinta sama Azura, dia punya gue!!" ucap Arsen.
"Ha-ha-ha, ya...ya... Terserah lu sen, tapi inget jangan maksain perasaan lu sama dia. Biar dia memutuskan untuk Nerima lu apa nggak" ucap Adrian
"Hmm, tapi gue bakal berusaha buat dia nerima gue dan lihat cinta gue yang tulus buat dia. Gue bakal berubah menjadi lebih baik demi dia" ucap Arsen bersungguh-sungguh.
"Semangat bro, semoga usaha lu nggak sia-sia dan nggak hanya isepan jempol belaka yang hanya sementara lalu besoknya lupa" ucap Adrian.
...•••••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
Jung kookie😘😘🥰
mngkin azura adik nya adrian kali ya..
2024-08-02
4
☠zephir atrophos☠
ni anak kok berasa jadi ke abangnya Azura ya, atau jangan-jangan......!!
2024-01-18
6
_cloetffny
masih tahan🙂
2024-01-07
1