Keesokan harinya setelah Arsen menyatakan cintanya pada Azura, keduanya menjalani hubungan mereka seperti biasanya. Arsen tetap menunggu jawaban dan juga terus berjuang untuk meyakinkan Azura jika dirinya benar-benar jatuh cinta padanya.
Saat berada di kantin, seperti biasa Arsen dan tiga sahabatnya ikut bergabung di meja Azura. Itu sudah menjadi hal biasa bagi orang-orang di kampus, walaupun awalnya mereka terkejut saat seorang wanita bisa dengan bebas berdekatan dengan empat most wanted kampus.
Namun ada satu orang yang menatap ke arah mereka, khususnya pada Azura dengan tatapan tajam dan bencinya.
[DING!!!]
[Di arah jam dua, sepertinya wanita itu marah pada anda Nona, dan ia sepertinya merencanakan sesuatu]
Azura yang mendengar ucapan sistem hanya diam, ia tahu jika yang melihatnya terus adalah Amel. Azura menghela nafas, karena harusnya yang mendapatkan kebencian dari tokoh antagonis adalah pemeran utama wanita bukan dirinya.
Namun karena kedatangannya yang mengubah alur, justru membuat dirinya yang di benci oleh tokoh antagonis dan sangat mungkin saat ini dirinya di incar oleh Amel sama seperti pemeran utama dalam cerita novel.
Otomatis Azura harus lebih berhati-hati sekarang, ia tidak bisa lengah sedikit pun. Ia juga berencana meminta Satria untuk mencarikannya seseorang yang memantau pergerakan Amel.
"Ra, kamu ada waktu nggak? Aku ingin bicara empat mata" ucap Adrian
"Mau ngomong apaan lu?" ucap Arsen yang menjawab dan menatap tajam Adrian.
"Biasa aja natep gue oncom, gue nggak bakal ambil Azura dari lu. Gue mah makannya nasi bukan makan temen, SERET!" celetuk Adrian
"Ha-ha-ha...." Galang dan Pras tertawa mendengar ucapan Adrian, sedangkan Arsen hanya melotot di buatnya.
"Ada sih, kebetulan aku ada kelas lagi jam dua jadi ada waktu kosong dua jam. Mau ngobrol di mana?" tanya Azura
"Di kafe depan kampus aja gimana?" tanya Adrian.
"Gue ikut!" ucap Arsen tiba-tiba menimpali
"Gue mau ngomong empat mata sama Azura bege, ngapain lu ikut!" ucap Adrian kesal dengan tingkah sahabatnya itu
"Ya, pokoknya gue ikut! nggak mungkin gue biarin Azura berduaan sama cowo lain" ucap Arsen di lanjut dalam hatinya. Ia nggak rela kalau Azura hanya ngobrol berdua dengan pria lain meskipun itu sahabat nya.
"Ini urusan bisnis Arseno Bagaskara, pinjem bentar gebetan lu elah. Lu belum jadi pacar aja posesif gimana jadi pacar. Ra, lu mau hidup lu di kekang sama nih bocah?" ucap Adrian sengaja menjahili sahabatnya itu.
"Lu jangan ngajarin dan provokasi Azura yang nggak-nggak woy..." ucap Arsen marah.
"Kayanya ucapan kamu bener deh Yan" celetuk Azura yang ikut bersama dengan Adrian Menjahili Arsen. Yang sukses membuat Arsen kalang kabut saat mendengarnya.
"Ra, jangan dengerin ucapan Adrian, aku janji nggak akan ngekang kamu kok, suer. Asal kalau mau ketemuan sama orang bilang dulu biar aku nggak khawatir" ucap Arsen seperti anak kucing yang mengiba.
"Njiiirrr, merinding gue" ucap Galang melihat betapa bucinnya seorang Arsen sekarang.
"Ha-ha...." Adrian tertawa renyah melihat sahabatnya yang nyalinya langsung menciut jika itu menyangkut tentang Azura.
"Sungguh lain dari pada yang lain" Celetuk Pras yang ikut tertawa.
Begitulah mereka berlima, selalu ramai saat mereka tengah berkumpul. Dan dengan terpaksa Arsen mengizinkan Adrian untuk berbicara empat mata dengan Azura.
....
Di kafe depan kampus, Adrian dan Azura memilih untuk duduk di kursi paling ujung. Beruntung jarak meja satu sama lain cukup berjauhan, jadi di sana cukup nyaman untuk mengobrol tanpa di dengar orang lain.
"Kamu mau ngomong apaan Yan?" tanya Azura.
"Aku mau minta tolong boleh?" tanya balik Adrian.
"Tergantung, soal apa dulu" jawab Azura.
"Aku mau minta tolong kasih penilaian tentang ide konsep yang aku buat untuk proyek yang akan di garap di perusahaan ayah" ucap Adrian langsung to the point.
"Wani Piro?" ucap Azura
"Kamu minta berapa? Aku transfer sekarang" tanya Adrian serius.
"Ha-ha, aku cuma bercanda Yan. Coba mana aku mau lihat ide konsep dan tema konsep yang sedang kau garap" ucap Azura terkekeh
"Ini" ucap Adrian memberikan laptop miliknya.
"Hmm..." ucap Azura memfokuskan dirinya melihat ide konsep yang tengah di garap Adrian.
"Bagaimana Ra?" tanya Adrian
"Bagus kok, tapi kalau boleh jujur bagus saja tidak cukup Yan" ucap Azura.
"Katakan saja aku akan mendengarkannya, tenang saja aku akan membayar biaya konsultasi padamu" ucap Adrian serius.
"Santai aja, uang aku udah banyak kok. Kalau aku tebak, sasaran yang kamu pilih itu adalah seluruh kalangan. Itu karena lokasi proyek ada di posisi strategis yang akan berkembang pesat masa depan, ya paling cepat dalam beberapa bulan ke depan" tanya Azura dengan yakin.
"Bagaimana kamu tahu?" tanya balik Adrian takjub dengan analisa Azura yang sangat tepat.
Padahal proyek ini sangat rahasia, bahkan hanya pemerintah dan keluarganya yang tahu. Mengingat keluarga Alexander selain berkecimpung di dunia bisnis, tapi sebagian besar dari kaum pejabat elite di pemerintahan.
"Sangat mudah, aku lihat semuanya di sini. Aku mengambil dari berbagai sudut dan juga perhitungan sendiri. Mengingat lokasi ini merupakan lokasi yang ramai dan juga akan ada proyek pembangunan kereta bawah tanah dan juga terminal bus trans kota dalam beberapa bulan lagi kan?" ucap Azura.
Adrian lagi-lagi terkejut dengan pengetahuan Azura dan analisanya.
"Ide yang kamu buat, namun tidak segar dan mudah di tebak oleh kompetitor. Harusnya kamu bisa membuat Nya seperti ini agar lebih menarik...." ucap Azura menjelaskan pada Adrian apa yang harus ia buat.
Keduanya pun larut membicarakan tentang bisnis, Adrian sedikit malu pada Azura. Ini bukan hanya memperbaiki ide konsepnya, namun merombaknya secara total.
Ia takjub betapa lugas dan piawainya seorang Azura membuat konsep segar dan baru. Seolah ia berusaha mendobrak tren baru di kalangan masyarakat.
Tidak heran nama Zoya di dunia bisnis saat ini sedang menjadi trending topik, karena bisa mengubah sebuah perusahaan kecil, menengah menjadi sukses dalam penjualan dengan ide menarik dan baru.
Ya, Zoya! Karena di dunia bisnis, Azura menggunakan nama aslinya di dunia nyata sebagai nama Brand yang ia miliki.
Siapa yang tidak mengenal Zoya Consult? Larena kesuksesannya menaikan dua perusahaan, membuat nya menerima banyak kerja sama. Bahkan tak jarang perusahaan memintanya menjadi konsultan bisnis pribadi di perusahaan besar mereka.
Hanya saja Azura menolaknya dan tidak ingin di ikat oleh perusahaan manapun. Toh Azura tidak kekurangan uang sama sekali.
Setelah selesai keduanya pun kembali ke kampus karena Azura harus masuk untuk mengikuti kelas.
.....
Azura tengah berada di pusat perbelanjaan, Arsen mengajaknya untuk menonton film di bioskop. Ternyata Azura sangat beruntung saat Arsen izin ke toilet, ia melihat orang yang ia kenali berada tak jauh dari tempatnya berdiri.
Terlihat seorang wanita paruh baya tengah memilih pakaian dengan seorang wanita muda di sampingnya, yang di perkirakan seumuran dengan Azura di sebuah toko pakaian dengan brand ternama.
Azura menyeringai, lalu ia mengambil masker dari dalam tasnya dan mengenakannya. Ia pun masuk ke dalam toko setelah melihat wanita muda itu masuk ke ruang ganti dan menghampiri wanita paruh baya itu.
Tentu Azura melakukannya dengan sealami mungkin dan tidak membuatnya terkesan seperti sengaja mendekatinya. Ia berpura-pura memilih baju dan membuat kejadian dirinya tidak sengaja menabrak wanita paruh baya itu, hingga keduanya sama-sama jatuh terduduk di lantai.
"Ah maafkan aku, aku tidak sengaja. Anda tidak apa-apa nyonya" ucap Azura dengan nada bersalahnya segera berdiri dan mengulurkan tangannya pada wanita paruh baya itu.
"Sshh... Ya, lain kali kamu harus hati-ha..." ucap wanita paruh baya yang bernama Lita terpotong karena ia terperangah saat melihat wajah Azura.
Masker yang di kenakan Azura terlepas hingga wanita itu bisa melihat wajah cantik Azura dengan sangat jelas di depannya.
Deg!!!
Jantung wanita paruh baya itu berdegup kencang saat melihat Azura.
"Nyonya, apa anda tidak apa? Ayo saya bantu berdiri" ucap Azura.
Lita hanya mengangguk, ia meringis sakit saat merasakan pergelangan kakinya sedikit ke kilir.
"Apa kaki anda kekilir, biar saya bantu pijat nyonya" ucap Azura saat ia mendudukkan Lita di kursi.
Azura kemudian memijat ringan kaki Lita, untungnya tidak kenapa-napa. Lita masih melihat wajah Azura, jantungnya juga terus berdetak dengan cepat. Ia bisa melihat Azura terkejut saat memegangi kakinya.
"Ada apa?" tanya Lita penasaran
"Tidak ada apa-apa nyonya, saya hanya tidak sengaja melihat tanda lahir di kaki anda. Kok bisa kebetulan, bentuk dan warnanya sama dengan tanda lahir yang saya punya. Hanya saja saya bukan di kaki, tapi di sini" ucap Azura memperlihatkan tanda lahir yang berbentuk sama di dekat tulang selangkanya sebelah kiri.
Terlihat jelas di mata Azura, Lita membolakan matanya dan sangat terkejut saat ia menunjukan tanda lahir yang ia punya. Bahkan mata Lita terlihat berkaca-kaca, Azura menarik tipis sudut bibirnya melihat ekspresi Lita tanpa ada yang menyadarinya.
"Gotcha! Tebakanku benar!" seru Azura dalam hati
"Siapa?" tanya Lita
"Maksudnya nyonya?" tanya Azura mengerutkan keningnya berpura-pura tidak paham.
"Nama kamu siapa? Berapa umur kamu dan di mana kamu tinggal?" tanya Lita dengan suara bergetar.
"Nama saya Azura, delapan belas tahun dan saya tinggal di ibukota. Ada apa nyonya? Saya merasa sedang melakukan interview kerjaan" tanya Azura terkekeh.
"Kamu..." ucap Lita, namun terpotong.
Azura melihat dari bayangan di cermin, kalau wanita muda yang tadi bersama dengan Lita sudah keluar dari Fitting Room. Kebetulan juga Arsen menelepon nya, jadi Azura punya alasan untuk segera pergi.
"Nyonya, maafkan saya. Sepertinya saya harus pergi sekarang, ini kartu namaku. Jika kaki anda masih sakit, anda bisa menghubungiku. Saya akan menanggung semua biayanya, maaf saya permisi nyonya" ucap Azura dengan nada bersalahnya karena harus pergi.
Lita yang hendak menahan Azura tidak bisa berbuat apa-apa saat Azura langsung pergi dari sana. Azura langsung mengenakan Maskernya dan segera berjalan keluar toko.
"Tante, aku cariin kemana-mana nggak tahu nya Tante di sini" ucap lembut seorang wanita muda menghampiri Lita.
Namun wanita muda itu merasa heran saat melihat Lita yang tengah menatapnya dengan ekspresi yang rumit.
...•••••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
yuce
mungkin lita ibu kandung azura kali ya.
2024-09-24
1
RJ 💜🐑
daebak ❤❤🤗👍🏻
2024-05-21
0
☠zephir atrophos☠
kang drama🗿
2024-01-18
0