"Ini kamu yang buat Yan? Ide konsep ini sangat bagus, menarik dan segar. Ini sangat luar biasa!!" ucap Aric saat bersama dengan anak laki-laki nya di ruang kerja.
Mereka saat ini sedang membahas ide konsep yang sedang di garap putra satu-satunya itu, untuk proyek besar perusahaan.
Sengaja Aric membiarkan putranya itu ikut membuat ide konsep dan terlibat dalam proyek yang besar. Bagaimana pun putranya adalah pewaris dari kekayaan yang ia miliki.
Ya, Atalaric Alexander, atau biasa di panggil Aric, adalah ketua Alexander Group dan juga ayah dari Adrian Alexander. Sekaligus suami dari Lita Alexander.
"Bukan Iyan yang buat pah, ini ide konsep awal yang Iyan buat, kalau yang di tangan ayah itu bukan Iyan yang buat. Sebelum Iyan kasih ke ayah, Iyan minta pendapat dulu ke teman Iyan tentang ide konsep yang Iyan buat" ucap Adrian jujur.
"Ini idenya sangat berbeda loh dari yang kamu buat. Punya kamu bagus tadi mudah di tebak, tapi ide konsep yang di buat teman kamu sangat berbeda dan baru. Siapa teman kamu? Apa itu anak dari Juanda Bagaskara?" tanya Aric
"Bukan Pah yang buat itu namanya Azura, dia adik tingkat Adrian di kampus" ucap Adrian
"Azura..." ucap Aric terkejut, kenapa hari ini ia beberapa kali mendengar nama Azura. Tadi istrinya, sekarang putranya, apa Tuhan tengah memberikan pertanda pada keluarga nya? Apa yang di maksud Azura di sini Azura yang sama? Pikir Aric
"Iya Pah, meskipun dia masih sangat muda tapi dia sangat hebat loh pah. Papa tahu Zoya Consult?" tanya Adrian semangat
"Ya... Itu Buisnes Consult yang tengah naik daun karena bisa menaikan laba perusahaan lima kali lipat dari pendapatan tahunan perusahaan mereka tahun lalu, hanya dalam waktu dua bulan kan?" ucap Aric
"Seratus buat papa! Zoya itu nama Azura saat ia sudah bertemu klien nya. Bisa di bilang itu adalah nama brand yang dia bawa sebagai identitasnya di bidang Konsultan yang tengah ia geluti saat ini" ucap Adrian
"Dia lebih muda dari kamu?" tanya Aric terkejut dan penasaran
"Ya, dia baru masuk kuliah tahun ini. Bahkan dia masuk ke universitas karena undangan pihak kampus, karena ia mendapat nilai sempurna, dia juga mendapat beasiswa full sampai lulus" ucap Adrian begitu semangat menceritakan Azura
"Kamu menyukainya?" tanya Aric memicingkan matanya curiga.
"Tentu saja, eh.... Menyukai dalam segi apa dulu nih?" tanya Adrian mengerutkan keningnya saat sadar pertanyaan papa-nya.
"Kamu jatuh cinta padanya? Jujur saja ini kali pertama papa denger kamu cerita soal perempuan, bahkan dengan semangat dan senyum yang tidak luntur dari wajahmu. Biasanya Kamu paling ogah deket sama perempuan, jadi apa kamu menyukainya?" tanya Aric lagi
"Aku menyukainya, tapi bukan cinta. Entah lah pah, jujur saja aku merasa sangat nyaman saat bersamanya, seolah aku sudah kenal lama dengan nya. Tapi kalau cinta, sepertinya tidak, Lagian aku nggak mau rebut calon pacar sahabat sendiri" ucap Adrian menjelaskan pada papa nya itu.
"Seperti kenal lama? Memang siapa sahabat kamu yang jadi calon pacar Azura?" tanya Aric lagi, entah mengapa ia jadi penasaran.
"Arsen, Pah" ucap Adrian
"Arseno Bagaskara yang playboy itu? Kasihan dong Azura, dia pasti jadi korban kesekian Arsen" ucap Aric, ia tahu sepak terjang sahabat dari putranya itu.
"Nggak pah, Arsen sekarang udah tobat gara-gara Azura. Dia sekarang lagi berjuang dapetin hati seorang Azura, bahkan ia nggak nyerah padahal udah sering di tolak. Bahkan Arsen sempat cemburu loh pah sama Iyan, dia minta Adrian buat nggak halangin dia dan mengatakan kalau ia serius sudah jatuh dalam pesona Azura" ucap Adrian.
"Papa jadi penasaran seperti apa Azura. Kamu bisa undang dia makan malam besok? Anggap saja ini sebagai ucapan terimakasih, karena dia sudah bantuin kamu dan perusahaan" ucap Aric.
"Nanti Adrian sampein pah" ucap Adrian mengangguk.
.....
Azura tengah menikmati hari liburnya, hari ini rencananya ia ingin pedicure, medicure di salon langganannya. Terlebih Adrian meneleponnya pagi tadi, ia mengatakan papa-nya ingin mengundangnya untuk makan malam di rumah.
Tentu saja Azura menerimanya, bukankah ini salah satu tujuannya untuk mencari tahu lebih dalam lagi?
Namun saat ia hendak keluar dari apartemen, ia di kejutkan oleh Arsen yang sudah berada di depan unitnya hendak menekan bel.
"Loh, Arsen" ucap Azura terkejut.
"Hai Ra, kamu mau kemana?" tanya Arsen saat melihat Azura sudah rapih dan membawa tasnya sepertinya kau keluar.
"Mau keluar, kamu ngapain di sini?" tanya balik Azura
"Mau ajakin kamu jalan-jalan" ucap Arsen
"Kan semalam udah jalan, aku mau pergi nyalon sekarang" ucap Azura.
"Aku anterin ya" ucap Arsen.
"Aku mau nyalon Sen, emang kamu mau nungguin aku nyalon gitu?" tanya Azura, karena biasanya laki-laki tidak ada yang suka menunggu di salon.
"Nggak apa-apa, aku temenin" ucap Arsen
"Haaah... Baiklah..." ucap Azura pasrah, sedangkan Arsen tersenyum lebar saat Azura memperbolehkannya ikut.
Jujur saja ini kali pertama dirinya mengantar seorang perempuan pergi ke salon, bahkan saat mami-nya saja yang meminta di antar Arsen ogah-ogahan. Memang benar kekuatan cinta itu bisa merubah segalanya.
Akhirnya Arsen pun menemani Azura Berjam-jam di salon, Arsen tidak masalah dengan itu meskipun ia menjadi pusat perhatian di sana. Entah mengapa selama itu buat Azura, ia sangat rela melakukan nya.
Setelah nyalon dan pedi medi, keduanya pun pergi makan dan jalan-jalan sampai sore. Dan Azura pulang saat sore hari dan mulai bersiap-siap untuk pergi makan malam di keluarga Alexander.
Awalnya Arsen ingin mengajak jalan gadis yang di sukainya itu seharian, namun Azura menolak karena memiliki acara malam ini. Arsen pun hanya bisa pasrah dan mengalah, meskipun ia penasaran acara apa yang akan di hadiri Azura.
Namun ia menahan diri untuk tidak terlalu kepo dengan segala urusan Azura. Lagi pula ia sudah menemaninya sejak pagi, itu lebih dari cukup.
....
Malam harinya Azura sudah rapih dengan Dress floral Korea berwarna baby pink. Dengan make up sangat tipis, penampilannya saat ini terkesan lembut dan anggun.
*Contoh pakaian.
Adrian sudah menjemput dan berada di depan gedung apartemen, Azura segera turun dan keduanya pun langsung berangkat.
"Wow... Kamu sangat cantik Ra" ucap Adrian terdengar tulus saat mengucapkan pujian nya.
"Aku memang cantik, awas naksir!" celetuk Azura
"Ha-ha, tidak makasih. Bisa pusing tujuh keliling aku di teror Arsen, si bucin itu nggak bakal biarin ada cowo lain yang mendekatimu" ucap Adrian sembari menjalankan mobilnya menuju kediaman nya.
"Temen bucin kamu itu, berhasil di rukyah ya?" tanya Azura
"Iya bener, kan kamu yang rukyah sampe-sampe dia insyaf dari playboy jadi kang bucin dan posesif. Ngomong-ngomong kalian udah jadian belum?" ucap Adrian
"Belum Yan, menurut kamu aku terima apa nggak ya?" tanya balik Azura
"Terserah kamu, itu kan yang jalanin kamu. Tapi kalau kamu ragu karena dia dulunya playboy, aku bisa jamin dia sekarang sudah tidak lagi main-main perempuan. Dia benar-benar jatuh sejatuh-jatuhnya sama pesona kamu Ra" ucap Adrian
"Pesonaku hebat bener ya, bisa bikin tuh playboy bertekuk lutut" ucap Azura terkekeh
"Banget, jujur aku dan yang lain aja sampe nggak percaya awalnya, kok dia bisa berubah dan serius dengan satu perempuan. Tapi Ra, aku sedikit ragu satu hal, ini tentang keluarga Bagaskara. Sepertinya akan sulit bagi kalian berdua untuk mendapatkan restu keluarga Bagaskara saat kalian menjalani hubungan" ucap Adrian
"Aku tidak ada masalah dengan itu, lagian jodoh siapa yang tahu, bukan? Tenang aja, aku itu wanita tangguh yang tidak mudah di hadapi, meskipun itu Keluarga Bagaskara yang terhormat" ucap Azura
"Ha-ha baiklah, sejenak aku lupa kalau gadis cantik di sampingku adalah seorang wanita karier yang hebat. Akan sangat menyesal Keluarga Bagaskara jika menolak mu" ucap Adrian.
Azura tidak menampik ucapan Adrian, ia juga tahu itu dari jalan cerita novel. Saat Arsen dekat dengan Shaila dan orang tua Arsen tahu, orang tua Arsen menolak dengan keras bahkan sempat mendatangi dan mengancam Shaila.
Namun semua itu berubah saat orang tua Arsen tahu jika Shaila merupakan anggota keluarga Alexander dan berbalik merestui hubungan keduanya.
Lagi pula Azura tidak repot-repot memikirkan sampai sana, ia juga belum tahu dirinya sampai kapan di dunia ini. Karena begitu misi nya selesai ia akan pergi.
Mobil Adrian pun sudah masuk ke sebuah area mansion besar, Azura jujur saja tertegun sejenak melihat betapa mewahnya mansion di depannya. Namun Azura bersikap seolah biasa saja, lagian jika di pikir lagi. Azura bisa membeli mansion yang besar seperti ini juga saat ia kembali ke dunianya.
"Ayo masuk..." ucap Adrian
Azura mengangguk dan mengikuti Adrian masuk ke dalam mansion, yang ternyata kedua orang tua Adrian sudah menunggu di ruang tamu.
"Mah, pah, kenalin ini Azura, teman Adrian" ucap Adrian.
Kedatangan Azura sungguh membuat kedua orang tua Adrian tercengang, terlebih Aric seperti sedang flashback. Ia benar-benar melihat istrinya versi muda, ia lalu berpikir apa mungkin Azura yang di maksud Adrian sama dengan yang di maksud istrinya. Dan semuanya terjawab saat Lita berucap.
"Azura...." ucap Lita terkejut saat melihat Azura yang datang benar-benar Azura yang berhasil membuatnya kepikiran sejak kemarin.
...•••••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
yuce
sishaila pengen banget jadi orang kaya kali ya makanya ngaku jadi adeknya Adrian.wuih ternyata azura adeknya Adrian pantasan ada ikatan bhatinnya.
2024-09-24
1
☠zephir atrophos☠
udah kuduga sih
2024-01-18
2
lyv.vee
lanjut Thor tanggung banget ini/Plusone//Heart//Good/
2023-10-12
1