Zoya mendengar dengan jelas suara dalam kepalanya itu, namun ia tidak tahu apa itu. Saat ia ingin membuka matanya. Itu terasa sangat berat seperti ada lem kuat yang merekat di kedua kelopak matanya, hingga membuatnya tidak bisa membukanya sedikit pun.
Akhirnya Zoya hanya pasrah, sampai akhirnya ada perasaan aneh yang ia rasakan. tubuhnya menjadi sangat ringan dan ia sama sekali tidak lagi merasakan sakit. Zoya berfikir mungkin saat ini ia sudah berada di alam akhirat, namun ia terkejut saat ada sebuah suara robot yang memintanya untuk segera bangun.
[Tuan, ayo bangun! Jangan menjadi pemalas!]
Zoya pun mau tidak mau mencoba membuka matanya lagi, namun anehnya kali ini ia dengan mudah membuka kelopak matanya. Namun ia merasa silau dan mengerjapkan matanya beberapa kali.
Saat sudah menyesuaikan cahaya itu masuk ke dalam matanya, Zoya pun akhirnya bisa melihat dengan jelas di sekelilingnya. Zoya bingung, karena ia hanya melihat sekeliling nya adalah putih semua dan tanpa terlihat ujungnya. Tak ada apapun di sana selain warna putih di sekelilingnya.
[Selamat datang Tuan]
Sebuah suara datang ke telinga Zoya, membuat nya sangat terkejut dan hampir jatuh terduduk saling kagetnya.
"Si..siapa di sana?" Tanya Zoya menoleh ke kanan dan ke kiri, namun ia tidak mendapatkan sosok suara itu.
[Tuan jangan takut, perkenalkan saya adalah sistem iOX. Saya yang yang membangunkan anda tuan dan mengikat tuan sebagai agen atau host sistem]
"Sistem? Agen? Host?" Beo Zoya
[Ya tuan, saya adalah sistem dari planet zeoxfxt dan memilih anda menjadi agen atau dari sistem iOX di bumi]
Zoya berpikir dengan keras tentang apa yang sebenarnya terjadi, tiba-tiba ia terlintas suatu hal yang sangat mustahil.
Apa ini salah satu sistem yang sering ia baca di Novel-novel? Yang mendapatkan kekayaan dan juga kemampuan super? Begitu kira-kira yang di pikirkan Zoya.
Mengingat kemungkinan itu ada perasaan senang di dalam hati Zoya, ia berpikir jika ia mungkin masih hidup karena sudah memiliki sistem bersama dengannya.
"Aku mengerti, jadi aku sekarang masih hidup kan sistem?" Tanya Zoya.
[Ya]
Jawaban sistem membuatnya sangat senang, akhirnya ia masih bisa menuntut balas pada dua orang pengkhianat itu.
"Kalau begitu bagaimana caranya aku keluar dari sini? Aku ingin segera menjadi kaya dan membalaskan pada dua pengkhianat itu" ucap Zoya menggebu.
[Anda tidak bisa kembali ke tubuh anda sekarang tuan]
"Eh kenapa?" Tanya Zoya, seketika euforia dalam dirinya meredup, bahkan padam.
[Tujuan sistem di sini memang untuk membantu tuan hidup kembali dan memiliki kehidupan lebih baik di kehidupan kedua. Tapi sebelumnya tuan harus menjalankan beberapa misi dan mengumpulkan point agar bisa kembali ke tubuh asli anda]
"Aku harus menjalankan beberapa misi? Misi apa itu? Tapi kalau tidak kembali ke tubuhku, lalu bagaimana aku menjalankan misinya Tem?" Tanya Zoya lagi.
[Tuan tidak perlu khawatir, tuan akan di tempatkan ke tubuh secara acak dari berbagai belahan dunia dan menjalankan misi itu di sana]
"Ah, sepertinya aku paham sekarang" ucap Zoya manggut-manggut
"Sistem bisa kah kau mengganti panggilan mu padaku? Aku merasa seperti laki-laki jika kau panggil tuan, bos kek, nona kek, atau yang enak di dengar gitu" ucap Zoya menggerutu.
[DING!!!]
[Permintaan di terima]
[Sistem akan mengubah panggilan.... Nona]
"Nah, itu lebih baik" ucap Zoya puas.
"Kalau begitu jangan sia-sia kan waktu, mari kita lakukan misi yang pertama, Tem" ucap Zoya tidak sabar.
[Ding!!!]
[Permintaan Nona sedang di proses...]
[Ding!!!]
[Tugas pertama : Mengubah takdir dari seorang pemeran figuran, menguak misteri tersembunyi dan membuka kedok asli pemeran utama wanita dari novel yang berjudul Pelabuhan Terakhir]
[Cerita dari novel akan di transfer setelah anda masuk]
[Hadiah misi : 2.000 poin, Tubuh yang sempurna, Skill Taekwondo level master]
[Sistem rabat 10x di aktifkan.....]
[Sedang memproses....]
[1%...15%...28%...50%...71%...89%....100%... Pemasangan sistem Rabat selesai]
[Note : Hadiah kemampuan, barang, Jumlah uang atau kekayaan dan hadiah lainnya yang sudah di kumpulkan nona di setiap misi. Akan di akumulasi dan bisa di gunakan di misi selanjutnya dan bisa di gunakan saat kembali tubuh asli anda di dunia nyata.]
"Hah?" Zoya tidak bisa tidak bengong melihat deretan huruf dan angka dan juga ucapan dari sistem.
"Tunggu sistem!!" Ucap Zoya
[Ya, nona]
"Apa maksudnya sistem Rabat 10x? Dan berapa point yang aku butuhkan agar bisa agar bisa bereinkarnasi ke tubuh asli ku?" Tanya Zoya.
Sebenarnya ia tahu dan pernah melihat itu di sebuah novel tentang sistem, yakni SISTEM DEWI yang di tulis oleh Wiindy Aras di sebuah platform Novel online, yang pernah ia baca. hanya saja ia ingin memastikannya lebih jelas lagi.
[ Sistem Rabat adalah Setiap pengeluaran biaya yang anda lakukan, akan di kembalikan sebanyak 10 kali lipat]
"Jadi maksudmu, aku bisa mengumpulkan uang juga di setiap misi? Uangnya bisa aku gunakan juga di misi berikutnya dan juga saat aku kembali ke tubuhku nanti" Tanya Zoya dengan semangat
[Benar nona]
"Oke aku mengerti. Ayo kita lakukan sekarang sistem!!" Ucap Zoya dengan energi full dan semangat tinggi.
Tiba-tiba tubuh Zoya seperti tersedot ke sebuah ruangan hampa, dan itu hanya membutuhkan waktu kurang satu detik.
.....
Saat ini Zoya sudah berada di sebuah kamar kecil berukuran 2 x 3 meter, ruangan itu tampak rapih meskipun terlihat semua barang di sana sudah sangat jelek dan usang.
"Aaakkhhh....!!" Zoya berteriak kecil saat dua kepingan memori yang berbeda masuk ke dalam kepalanya. Nafasnya tersengal saat rasa sakit itu mulai menghilang.
"Gila sistem, nggak pake permisi lagi mau masukin memori. Sakit banget tahu nggak...." Ucap Zoya menggerutu.
"Jadi aku sekarang masuk ke tubuh seorang pemeran figuran novel yang bernama Azura Gumilang... Sepertinya kisahmu lebih menyedihkan dari kisahku di dunia nyata Zura, haaaahhh... Dulu aku merasa aku yang paling menderita, sampai aku lupa jika di luar sana banyak yang lebih menderita dari diriku" ucap Zoya tersenyum pahit.
Azura Gumilang, adalah sosok gadis yatim piatu yang di buang sejak bayi merah di sebuah gerobak sampah dan di temukan oleh orang lewat kemudian di serahkan ke sebuah panti asuhan.
Selama hidup Azura di panti, ia merasa sangat tertekan karena selalu di bandingkan dengan anak asuh lainnya. Banyak teman sebayanya mendapatkan orang tua karena di adopsi, meninggalkan dirinya tidak ada yang menginginkan dirinya untuk menjadikannya anak.
Apalagi dia di cap sebagai pembawa sial oleh ibu asuh dan penghuni panti lain, hingga membuatnya selalu terabaikan di sana. Ia hanya mendapat makanan sisa dari anak-anak panti setiap harinya, namun Azura selalu sabar menjalaninya..
Sampai akhirnya ia di usir saat dirinya masih berusia 15 tahun, ia yang tidak memiliki tempat tinggal sampai tidur di jalanan. Ia yang masih kelas satu SMA pada saat itu, tapi harus menopang dirinya sendiri untuk tetap menjalani hidup.
Beruntung ia mendapatkan beasiswa karena kepintaran nya, jadi ia tidak memikirkan biaya sekolah. Ia memulung untuk menyambung hidup dan saat ini ia berusia 18 tahun, ia sudah lulus sekolah menengah dan akan melanjutkan kuliahnya di ibukota.
Dan di sinilah Azura berada, berbekal uang yang ia kumpulkan dari memulung, yang hanya mendapatkan paling banyak 500 ribu dalam sebulan. Ia menyewa sebuah kontrakan kecil di sudut pinggiran ibukota, biasa sewanya 200 ribu perbulan, itu berada di wilayah yang kumuh hingga harganya masihlah sangat murah.
Ia tidak memiliki pilihan lain, sudah beruntung ia mendapatkan kost dengan harga murah. Jika di ibukota, yang murah saja di atas 500 ribu, bahkan yang mewah bisa jutaan perbulannya.
Itu adalah memori milik Azura yang Zoya dapat, sedangkan di memori alur cerita Novel. Azura yang menjadi pemeran figuran, hanya muncul satu atau dua kali di dalam cerita itu. Ia kemudian memiliki akhir yang tragis yang sangat misterius, ia di temukan meninggal tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan tak berbusana dan luka lebam di sekujur tubuhnya.
Ya, sepertinya Azura mendapatkan pelecehan sebelum kematiannya jika di tilik dari cerita di dalam novel. Lalu misteri tersembunyi apa tentang dirinya? Itu yang harus Zoya cari tahu dan kematian harus Zoya hindari. Karena keberadaannya di sini memiliki misi untuk mengubah akhir tragis itu dan berakhir bahagia.
Selain itu ia harus membongkar kebusukan pemeran utama wanita dan juga sebuah misteri yang terjadi, lalu apa hal ini ada hubungannya dengan kematian Azura? Entahlah....
....
Zoya yang kini kita sebut Azura, tengah melihat sekeliling kamar kost yang ia tinggali, ia menghela nafas saat melihat betapa sempitnya itu. Apalagi di sana hanya ada kasur lantai dan satu bantal yang begitu tipis.
Saat melihat cermin kecil di atas meja kayu usang ia terkejut, ia kini melihat penampilan dirinya yang jauh dari kata cantik. Sama seperti dirinya dulu yang menutupi kecantikannya.
"Ini PR sekali..." Azura lagi-lagi menghela nafas melihat penampilannya.
Azura memiliki tinggi 163 Cm, kulitnya sedikit gelap karena pekerjaan yang ia geluti adalah mencari barang bekas dan sudah pasti setiap saat terpapar sinar matahari. Kacamata bulat yang sebenarnya tidak minus sama sekali, jangan lupakan rambut yang di kepang satu ke belakang.
Pakaian? Jangan di tanya, bukan hanya gaya pakaiannya kuno tapi juga usang karena warnanya sudah pudar. Azura mengambil dompet kecil usang nan tipis yang sudah hampir jebol jahitannya di atas meja, ia kemudian mengeluarkan semua isinya.
Di sana hanya ada kartu identitas dan uang sebanyak seratus dua puluh ribu. Tidak ada yang lain lagi! Bahkan ponsel pun ia tidak punya. Entah sudah berapa kali Azura menghela nafasnya hari ini. Ia tidak habis pikir bagaimana hidup Azura bisa semenyedihkan ini.
"Nasibmu Ra... Tapi nggak apa-apa, aku bakal ubah hidupmu menjadi lebih baik dari ini. Kita mulai lakukan dari penampilan, dan sepertinya memang harus aku rombak sedemikian rupa" gumam Azura yakin.
"Tapi sebaiknya aku cari makan dulu, perutku meminta di isi. Aku tidak bisa mikir kalau perutku dalam keadaan kosong" ucap Azura.
Ia lalu mengambil KTP dan uang itu dari dompet dan mengantonginya di saku celana, lalu ia pun keluar dari kamar kost nya. Bau semerbak memenuhi indra penciumannya.
Ah, memang di daerah ini terdapat sampah di mana-mana hingga baunya begitu menusuk. Azura bergegas keluar dan mencari penjual makanan. Ia menemukan warung nasi setelah berjalan sepuluh menit, beruntung di sana tidak lagi tercium bau sampah itu.
Azura pun segera memesan makanan, ia makan dengan lahap karena lapar. Entah sudah berapa lama Azura asli tidak makan, hingga ia begitu lahap makan, hingga makanan di piring kosong tak bersisa. Ia pun nyeruput es teh manis itu hingga tandas.
"Ah kenyangnya... Eh banyak sekali aku makan" ucap Azura terkejut sendiri saat melihat setidaknya ada da tiga piring dan tiga gelas kosong di depannya.
Ia melihat orang di samping kanan kirinya beberapa orang menatapnya aneh, mungkin mereka tidak menyangka jika gadis kurus sepertiku bisa menghabiskan begitu banyak makanan.
"Berapa semuanya Bu?" Tanya Azura, ia ingin segera pergi karena malu.
"Semuanya jadi 99 ribu neng" ucap ibu penjual.
Azura kaget saat mendengar harganya yang nyaris mendekati 100 ribu kurang seribu perak, tapi ia teringat jika ia makan tiga porsi dengan lauk ayam dan juga daging. Jadi wajar harganya hampir seratus ribu.
"Ini Bu uangnya" ucap Azura menyodorkan uang seratus ribu dari kantongnya.
"Kembaliannya nggak ada neng, seribunya pake permen atau kerupuk aja ya" ucap ibu penjual.
Azura hanya mengangguk namun hati nya berdecih, ternyata di dunia nyata dan novel sama aja.
[Ding....]
[Terdeteksi, nona sudah menghabiskan uang sebesar 100.000]
[Selamat mendapatkan bonus rabat 10x. Bonus anda sebanyak 1.000.000]
[Hadiah sudah di letakan di saku kanan celana]
Suara sistem terdengar dalam benaknya.
...••••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
Erna Masliana
ya kali pemulung cantik bisa bisa jadi sasaran preman cabul.. kalo ke kampus baru dah boleh sedikit rapi
2025-03-23
0
Rui neko
astoge thor /Facepalm//Facepalm/
2025-02-01
0
yuce
mungkin zoyanya lagi koma kali ya di dunia nyata.
2024-09-24
2