Aric dan Lita mulai menarik kertas dari dalam amplop dan membukanya. Keduanya membelakkan matanya melihat hasil test itu.
Tangan keduanya terlihat gemetar dan Lita sudah mulai menangis dan memeluk sang suami.
"Dia Lily kita pah, akhirnya kita menemukan Lily..." ucap Lita dengan tangis bahagianya.
"Ya, kita menemukan putri kita mah..." ucap Aric yang tersenyum dengan mata berkaca-kaca penuh haru.
Keduanya melihat hasil di sana 99,9 persen Azura Gumilang adalah anak kandung mereka berdua. Tentu saja hal itu membuat kebahagiaan keduanya memuncak. Akhirnya 18 tahun perjuangan mereka mencari sang putri membuahkan hasil.
"Selamat kalian sudah menemukannya. Jujur saja saat aku mengobatinya, melihatnya sekilas saja aku sudah tahu dia anak kalian. Ia sangat mirip denganmu saat muda dulu, Ta" ucap Dokter Rachel tersenyum dan ikut terharu.
Ia adalah dokter keluarga dan juga sahabat Lita sejak kecil. Bahkan keduanya sekolah di tempat yang sama kecuali saat mereka kuliah. Namun karena statusnya sebagai dokter keluarga Alexander membuatnya kadang-kadang sering berbicara formal dengan sahabatnya itu.
"Ya Hel, terimakasih untuk bantuannya" ucap Lita tulus pada sahabatnya itu.
"Sama-sama, kalau begitu aku pulang dulu, sekali lagi selamat" ucap Rachel tersenyum.
Setelah Rachel pulang sepasang suami istri itu masih larut dalam euforia kebahagiaan nya menemukan putri bungsu mereka yang sudah menghilang sejak lahir.
Awalnya Lita ingin langsung pergi ke apartemen Azura, agar bisa memeluk putri kandungnya itu. Hanya saja Aric mencegahnya.
Aric mengatakan jika mereka harus menjelaskan ini lebih dulu pada Adrian tentang kebenaran Azura sebagai adiknya. Lita menahan keinginannya untuk menuruti ucapan suami yang ada benarnya.
Jadi mereka memutuskan untuk menemui Azura besok.
....
Azura saat ini berada di apartemen tengah menonton film di Netflix, di temani Arsen yang memang sejak pagi bersama dengannya. Dirinya rela membolos demi menemani Azura yang masih belum berangkat kuliah karena tidak memiliki kelas.
"Yah habis..." ucap Azura menatap gelasnya yang sudah kosong.
"Biar aku ambil, mau minum apa hm?" tanya Arsen lembut.
"Apa saja" ucap Azura
"Oke, tunggu di sini" ucap Arsen langsung beranjak menuju dapur dan mengambil beberapa minuman di kulkas.
"Makasih Sen" ucap Azura tersenyum membuat wajah Arsen memerah.
Meskipun ini bukan kali pertama ia mendapatkan senyuman Azura, yang berhasil meruntuhkan pertahanan diri menjadi cowok cool dan dingin.
Memang semenjak datang ke dunia ini, Azura yang awalnya terpuruk dan juga trauma dengan suatu hubungan dan pertemanan. Perlahan mulai menghilangkan ketakutan dalam dirinya dan mulai membuka hati untuk orang lain masuk ke dalam kehidupannya.
Meskipun memang Azura belum mencintai Arsen, namun Azura menghargai semua perlakuan lembut dan penuh cinta dari Arsen. Bukan semata-mata karena misi yang ia jalani, namun memang ia merasakan betapa tulusnya Arsen dan yang lain memperlakukan dirinya dengan baik dan tulus.
"Senang Hmm?" tanya Arsen menyelipkan rambut Azura ke belakang telinga.
"Ya, makasih udah temenin aku nonton, sampai bela-belain bolos kuliah segala" ucap Azura terkekeh
"Sekali-kali nggak apa-apa, buat temenin kamu biar nggak bosen sendirian di apartemen" ucap Arsen tersenyum manis ke arah Azura.
"Terimakasih, aduh so sweet nya" ucap Azura terkekeh untuk menutupi rasa terkejutnya saat melihat presentasi rasa suka Arsen yang kembali naik hingga 91 persen.
Tiba-tiba Azura terkejut saat tangannya di genggam lembut oleh Arsen, mau tidak mau Azura menoleh dan kedua tatapan mereka bertubrukan.
"Ra, boleh aku tahu jawaban kamu sekarang? Tapi kalau jawabnya tidak, lebih baik kamu tidak usah jawab. Aku akan sabar nunggu kamu bilang ya" ucap Arsen dengan tatapan mata yang penuh harap.
"Ya!" ucap Azura langsung.
Ia sudah memikirkan itu sejak lama, karena ia ingin merubah nasib pemilik tubuh asli. Maka ia akan mengubah semua alur Novel, menjadikan dirinya sendiri sebagai pemeran utama dan mengambil alih semuanya dari Shaila.
"Aku tahu ini sulit untuk kamu untuk mene... Eh... Apa? Kamu bilang apa tadi?" ucap Arsen terpotong saat ia menyadari Azura mengatakan sesuatu.
"Aku bilang Ya!" ucap Azura lagi
"Ya? Kamu bilang YA? Kamu terima aku?" tanya Arsen tidak percaya dengan yang ia dengar, ia kemudian melihat Azura mengangguk. Ia langsung menarik gadis yang ia cintai itu yang kini resmi menjadi kekasihnya, ke dalam pelukannya.
Azura terkesiap saat ia sudah berada di dalam pelukan Arsen yang saat ini menjadi pacarnya itu. Dapat Azura dengar dengan jelas, detak jantung Arsen yang berdetak sangat kencang.
Azura tersenyum mendengar detak jantung Arsen, ia merasa hangat berada di pelukan pacarnya saat ini. Hal yang tidak pernah Azura dapatkan di kehidupannya dulu.
Ya, anggap saja Azura ikut berbahagia dengan status baru nya kali ini. Meskipun ia menerimanya tanpa cinta, namun entah mengapa ia merasa yakin sekali. Jika pemilik tubuh asli, memiliki perasaan yang sama dengan Arsen. Jadi apa salahnya ia mencoba membantu pemilik tubuh asli, untuk mendapatkan laki-laki yang ia cintai.
Apalagi kini persentase suka Arsen terus menonjak naik hingga menjadi 99 persen. Hanya butuh satu persen lagi, Azura akan menyelesaikan misi tersembunyi.
Saking excited-nya dengan presentasi suka Arsen yang terus naik, Azura tidak menyadari jika keduanya kini tengah berhadapan. Sampai akhirnya Azura sadar dan terkejut saat bibir Arsen menyentuh bibirnya.
Awalnya hanya menempel saja, lama kelamaan Arsen mulai me**mat bibirnya. Jangan di tanya berapa terkejutnya Azura, bagi nya ini adalah ciuman pertamanya.
Meskipun ini kali kedua bibir keduanya bersentuhan, tapi yang pertama tidak bisa di hitung. Karena itu adalah sebuah pertolongan semata.
Arsen menciumnya dengan penuh kelembutan, tiba-tiba saja raga Azura seperti di tarik keluar. Hingga ia melihat sosok Azura tengah berciuman dengan Arsen. Azura kebingungan di buatnya, bagaimana mungkin ia melihat dirinya sendiri dengan Arsen sedang berciuman?
[Jangan bingung nona, yang mengambil alih tubuh adalah pemilik yang asli]
"Eh, bagaimana bisa?" tanya Azura/Zoya terkejut
[Seperti tebakan anda nona, sepertinya pemilik tubuh memiliki perasaan yang sama dengan Arsen. Perasaan nya semakin bertumbuh saat anda dan Arsen dekat]
"Jadi tugasku sesudah selesai?" tanya Zoya
[Tentu belum, ini hanya sementara pemilik tubuh mengambil alih. Anda akan segera masuk kembali, nona]
Tak lama kemudian Zoya kembali ke tubuh Azura menggantikan pemilik tubuh yang asli. Meskipun hanya sekitar lima detik sebelum ciuman itu berakhir, Azura/Zoya masih bisa merasakan betapa lembut dan penuh perasaannya ciuman yang di berikan Arsen itu.
Arsen melepaskan ciumannya dan mengusap lembut bibir Azura, ia tersenyum lembut dan mencium kening Azura sebelum ia kembali merengkuh Azura dalam pelukannya.
"Aku senang sekali Yang, terimakasih. Aku sangat bahagia dan aku janji akan membahagiakan kamu selamanya, aku mencintaimu" ucap Arsen tulus.
Azura tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya mengangguk dan membalas pelukan kekasihnya itu.
Seharian itu Arsen menemani sang kekasih di apartemen, mereka mengenang hari jadian mereka dengan penuh kebahagiaan.
"Apa ini?" tanya Azura saat Arsen memberikannya sebuah card padanya.
"Kartu" ucap polos Arsen
"Aku tahu, tapi buat apa?" tanya Azura lagi.
"Buat kamu dong sayang, ini kartu limited edition. Kamu bisa menggunakannya untuk membeli semua keperluan kamu, kamu juga bisa nyalon, shopping dan lainnya pake kartu ini" ucap Arsen tanpa beban sama sekali.
"Nggak perlu, aku punya uang sendiri" tolak Azura hendak mengembalikan card itu, namun Arsen menggelengkan kepalanya.
"Aku pernah bilang jika kamu harus menggunakan uangku setelah kita resmi pacaran dan menikah. Aku menepati janjiku sayang, ini hanya janji kecil. Jika janji kecil seperti ini saja aku tidak bisa menepatinya bagaimana bisa ucapanku sebagai laki-laki bisa di pegang nantinya" ucap Arsen, membuat Azura terdiam.
"Sayang, aku tahu kamu wanita mandiri dan kuat, tapi biarkan aku juga menjadi sandaran untuk kamu. Aku ingin berada di sisi kamu selamanya dan ada saat kamu membutuhkan ku" ucap Arsen lagi
[DING!!!]
[Terima saja Nona, ini akan membantu pemilik asli saat anda selesai melaksanakan misi]
"Tapi gimana aku ngumpulin uang dari rabat kalau aku harus menggunakan uangnya?" ucap Azura dalam hati
[Anda bisa mengaturnya sendiri nanti, nona. Sistem akan membantu mengupgrade pengeluaran nona dengan kartu milik pemeran utama pria, hingga bonus rabat masih bisa nona dapatkan]
"Bisa seperti itu Tem?" ucap Azura senang
[Tapi upgrade membutuhkan point sistem]
"Point? Berapa banyak?" tanya Azura sedikit lemas saat mendengarnya.
[200 point]
"Hais.... Banyak sekali, kan aku belum punya point sistem sama sekali" ucap Azura lagi.
[Anda bisa menggunakan sistem point pinjam (PJ), setelah anda mendapatkan point setelah misi. Point anda secara otomatis langsung terpotong]
Azura memikirkan itu, sayang sekali jika ia harus membuang point-nya. Azura tidak bisa menentukannya saat ini, ia masih sangat menyayangkan pointnya jika harus terpotong nantinya.
"Sayang, kenapa melamun!" ucap Arsen membuat Azura tersentak kaget.
"Maaf, kamu kaget ya?" ucap Arsen merasa bersalah, Azura hanya tersenyum dan menggeleng.
"Tidak apa-apa, aku yang harusnya minta maaf karena melamun" ucap Azura
"Jangan pikirkan yang berat-berat, pokoknya kamu gunakan kartu ini semua kamu. Sudah malam sayang aku pulang dulu ya, nanti besok aku jemput kamu buat kuliah. Ada kelas jam berapa besok?" tanya Arsen
"Ada kelas jam 10 pagi kayanya" ucap Azura
"Aku jemput lebih pagi, biar kita bisa sarapan bareng nanti" ucap Arsen, Azura hanya mengangguk.
"Aku pulang dulu, jangan lupa kunci pintu dan pastikan jendela dan lainnya terkunci" ucap Arsen ngingatkan.
"Hmm... Hati-hati di jalan" ucap Azura
"Aku akan mengabarimu saat sudah sampai rumah, cup.... Selamat malam sayang" ucap Arsen mencium kening Azura kemudian pulang.
...•••••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
min yoona
sweet
2025-01-18
0
ALHADI SBS
akan lebih baik diteruskan menjalani peran didalam novel nya, dibandingkan utk kembali ke raga asli
2024-07-06
3
Narimah Ahmad
so sweet, ❤️❤️💖
2024-03-15
2