Misi pertama - Azura 7

Motor Arsen melaju dengan kecepatan sedang di jalan raya, sesekali Arsen melihat ke arah spion di mana Azura kini memeluknya dari belakang.

Arsen tidak bisa menyangkal hati dan jantungnya tidak aman karena selalu berdetak kencang saat berada di dekat Azura. Terlebih ia merasakan sesuatu yang menempel di punggungnya.

"****!! Kenapa aku jadi memikirkan hal yang tidak-tidak" Gumam Arsen saat merasakan sesuatu yang kenyal.

"Sen, kamu bilang apa?" tanya Azura tidak mendengar apa yang di ucapkan Arsen, karena suara angin dan juga suara kendaraan. Terlebih motor gede Arsen menggunakan knalpot racing.

Azura hendak melepaskan pelukannya karena di rasa Arsen sudah mulai menjalankan motornya dengan kecepatan sedang. Namun tangannya kembali di tarik dan di lingkarkan di perut Arsen yang terasa keras, sudah di pasti kan perut Arsen tercetak indah.

"Tidak apa-apa, Jangan di lepas Ra, tetap pegangan. Bahaya!!!" teriak Arsen.

Mau tidak mau Azura pun menurut dan diam dengan posisi memeluk Arsen dari belakang.

.....

Motor Arsen sampai di Arch Restaurant, Arch mengumpat dalam hati karena merasa terlalu cepat sampai. Padahal ia masih ingin di peluk Azura lebih lama.

"Makasih" ucap Azura tulus meskipun wajahnya masih sama datar.

"Sama-sama, kamu kerja di sini? Pulang jam berapa?" tanya Arsen, penasaran.

Kalau benar Azura bekerja di sini, maka dia akan sering datang ke salah satu restoran milik orang tua nya itu.

"Aku tidak kerja di sini, hanya bertemu mitra kerja saja. Kenapa?" ucap Azura

"Aku sepertinya akan makan di sini juga, bagaimana kalau pulang nya nanti aku antar" ucap Arsen.

Azura tidak bodoh, ia tahu Arsen sedang berusaha mendekatinya. Anggap saja ia terlalu percaya diri, mengira Arsen tengah mengejar nya.

"Tidak perlu, aku pulang naik taxi" ucap Azura menolak secara langsung.

Jujur saja, ia tidak memiliki perasaan pada siapapun di dunia yang ia tempati saat ini. Baginya keberadaan nya di sini hanya untuk sebuah misi, agar ia kembali ke dunianya. Jadi ia tidak ingin membawa perasaan ke dalamnya, yang nantinya akan membuat penyesalan yang tidak perlu dalam dirinya.

Mengingat identitas Arsen yang merupakan pangeran keluarga Bagaskara dan juga seorang playboy. Azura berusaha bersikap seperti biasa saja, meskipun persentase suka Arsen padanya tinggi. Namun bukan berarti Azura akan luluh dengan mudah hanya karena tahu orang itu menyukainya.

Misi tersembunyi pun Azura hanya menjalankannya seperti air mengalir, meskipun ia tergiur dengan hadiahnya. Namun ia tidak akan merendahkan harga dirinya untuk mengejar seorang laki-laki.

"Tidak menerima penolakan! Aku akan mengantarmu pulang" ucap Arsen

Azura menghela nafas. Sepertinya nya Arsen tidak pantang menyerah dan juga tidak bisa di ganggu gugat.

"Terserah" ucap Azura yang hendak masuk, namun tangannya di cekal Arsen.

Ia melihat Arsen menyodorkan ponselnya, Azura teringat Adrian yang melakukan hal yang sama padanya waktu itu.

"Apa?" tanya Azura pura-pura tidak mengerti.

"Tulis nomor ponselmu" ucap Arsen

"Mau apa? Isiin kuota? Pulsa? Dompet digital?" ucap Azura

Arsen terkekeh mendengar itu, entah mengapa ia merasa sangat gemas dengan gadis di depannya. Ingin sekali ia memeluk dan menciumnya saat ini juga.

"Boleh juga, nanti aku isi. Tulis nomor mu, aku tidak akan bisa menghubungimu saat pulang nanti, jika aku tidak memiliki nomor ponselmu" ucap Arsen

Azura mengambil ponsel itu dan mengetikan nomernya dan memberikannya kembali pada Arsen.

"Masuklah, nanti kalau sudah selesai telepon aku, oke" ucap Arsen mengusap lembut kepala Azura, Azura pun hanya mengangguk malas kemudian segera masuk.

....

"Arsen! lu di sini?" sapa seseorang.

"Adrian, lu juga ngapain di sini?" ucap Arsen terkejut melihat sahabatnya itu keluar dari restoran.

"Gue baru selesai menemani ayah bertemu klien" jawab Adrian

"Oh..." Arsen hanya mengangguk

"Sedang apa lu di sini? Tumben?" tanya Adrian menelisik curiga.

"Anterin calon pacar" ucap Arsen

"Si*lan!! Bukannya kemarin lu kemarin bilang ke gue kalau lu beneran suka sama Azura, mana sumpah sumpah segala dan minta gue nggak halangin lu deketin dia. Sekarang apa hah? Lu mau jadiin Azura sama seperti cewe lain, jadi korban perasaan lu?" ucap Marah Adrian.

Ia tidak terima jika Azura, sahabat barunya itu akan di jadikan korban perasaan sahabatnya yang lain.

"Sembarangan lu ngomong, gue serius lah sama Azura. Gue kan udah sumpah kalau gue sekarang benar-benar yakin cinta sama dia" ucap Arsen.

"Terus lu ngapain masih cari mangsa lain hah?" ucap Adrian lagi kesal.

"Siapa yang cari mangsa sih?" ucap Arsen ikut kesal

"Tadi lu bilang ke sini anterin calon pacar?" ucap Adrian

"Iya, terus salah gue di mana?" tanya Arsen

"Ya salah lah, lu bilang kalau lu beneran jatuh cinta sama Azura, sekarang lu jalan sama cewe lain. Sehat lu?" ucap Adrian emosi

"Cewe lain apa sih? Orang gue nganter Azura" ucap Arsen

"Azura?" beo Adrian

"Iya, emang siapa lagi. Kan gue bilang calon pacar. Ya jelas Azura lah, kan gue udah bilang sejelas-jelasnya sama lu kemarin. Gue serius sama Azura, hati gue udah jatuh pada pesonanya seorang Azura. Makanya gue mohon-mohon sana lu buat nggak halangin gue ngejar dia" ucap Arsen.

"Terus Azura mana?" tanya Adrian

"Di dalem katanya mau ketemu Klien. Ini gue mau masuk, gue mau jagain dia dari jauh" ucap Arsen masuk, namun ternyata Adrian juga mengikuti dari belakang.

"Ngapain lu ngikutin gue?" tanya Arsen

"Ikut jagain Azura dari lu" ucap Adrian

"Si*lan, gue udah bilang kalau gue serius sama Azura, lu masih nggak percaya?" tanya Arsen kesal

Adrian hanya mengedikan bahunya, sedangkan Arsen berdecih mau tidak mau hanya bisa membiarkan sahabat nya itu mengikutinya.

....

Di ruangan yang di gunakan Azura untuk bertemu dengan Klien nya, Azura ternyata datang lebih dulu sampai dan duduk dengan tenang setelah memesan minuman sembari menunggu kliennya itu.

[DING!!!]

[Nona, sistem mendeteksi adanya alat penyadap suara di dalam ruangan]

Azura mengeryitkan keningnya saat mendapat peringatan dari sistem. Ia pun menghela nafasnya, ia akan mengabaikan apapun itu. Karena ini sama sekali tidak merugikannya dalam hal apapun.

"Kau tahu siapa Tem?" tanya Azura dalam hati

[Target misi Anda dan juga sahabatnya, nona]

"Oh, Arsen kah? Biarkan saja" ucap Azura tidak peduli

[Sepertinya nona tidak peduli]

"Tentu saja aku peduli, tapi sayangnya aku tidak ingin melibatkan perasaan dalam misiku Tem" gumam Azura

[Jadi anda menolak misinya?]

"Memang bisa di tolak? Nggak kan? Jadi biarkan saja mengalir seperti air, tapi aku tidak ingin memberikan harapan palsu padanya. Kalaupun gagal, aku tidak masalah, lagian aku juga mendapatkan hukuman kan?" ucap Azura lagi.

Seorang pelayan pun masuk membawa pesananan Azura, lalu tak lama dua orang paruh baya yang Azura yakini sebagai klien dan juga seorang asisten datang. Pria paruh baya yang masuk lebih dulu mengerutkan keningnya saat menatap Azura.

"Kamu yang bernama Zoya?" tanya pria paruh baya yang melangkah lebih dulu itu.

Azura memang menggunakan nama aslinya sebagai identitas usahanya. Jadi jangan aneh jika Klien Azura mengenalnya sebagai Zoya, seorang Buisnes Consult.

"Ya, hallo tuan Anton, senang bertemu dengan anda" ucap Azura dengan sopan, meskipun ia tahu ada tatapan mengejek dari lawan bicaranya.

"Sepertinya keputusan ku untuk menggunakan jasamu salah, maaf saya harus membatalkan menggunakan jasamu nona Zoya. Anda tenang saja, tagihan ruangan dan juga biaya konsultasi selama satu jam akan saya kirim ke rekening anda. James ayo pergi!" ucap Anton dan berbalik dan meminta asisten nya itu ikut pergi.

"Pantas saja perusahan anda tidak pernah berkembang menjadi lebih maju tuan Anton, bagaimana bisa maju kalau pemimpinnya orang yang berpikiran sempit, yang hanya suka menilai sesuatu hanya dari tampilan luarnya saja" ucap Azura dengan tenang menyeruput kopi latte miliknya.

Anton yang hendak pergi menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Azura.

"Kau terlalu tinggi menilai dirimu sendiri nona Bukankah harusnya anda bersyukur saya tetap membayar anda" ucap Anton mencebikkan bibirnya.

"Tentu harus tinggi, karena value yang saya miliki juga tinggi. Apa yang salah dengan ucapanku? Saya tidak mengharapkan uang receh dari jasa konsultasi saya. Harus saya katakan, anda memang berpikiran sempit tuan Anton. Anda bahkan belum melihat apa rancangan ide konsep yang akan saya perlihatkan pada anda. Tapi anda sudah menilainya nya buruk" ucap Azura

"Anton Zaquen, saya tebak perusahaan industri menengah milik anda sedang mengalami kemunduran karena kehabisan ide baru. Produk lamamu sudah tidak laku lagi di pasaran. Ada banyak masalah intern yang terjadi hingga membuat goyah dari dalam. Banyak sekali orang yang tidak berkompeten hanya menjadi benalu di perusahaan anda, yang membuat harga saham pun turun drastis hingga 15 point dalam satu bulan belakangan.

Keuangan perusahaan juga dalam kondisi hampir failed, pengajuan pinjaman bank mu di tolak karena tidak memenuhi syarat dan kemungkinan besar gaji karyawan bulan ini akan di pending karena tidak adanya dana Kass di perusahaan. Karena Dana Kass perusahaan sudah di bawa kabur oleh orang kepercayaan mu, benar bukan?

Sayang sekali, awalnya saya optimis dengan rancangan dan juga ide konsep bisnis yang akan saya tawarkan, kemungkinan besar akan menghasilkan setidaknya lima kali lipat dari apa yang sudah perusahaan mu hasilkan dalam satu tahun, hanya dalam dua bulan saja. Itu bisa menutupi krisis keuangan yang ada di perusahaan. Dan saya juga memberikan solusi apa yang harus di lakukan agar memperbaiki intern di perusahaan mu." ucap Azura dengan tenang.

Sedangkan Anton terlihat terkejut mendengar ucapan Azura, ia tidak menyangka Azura bisa dengan detail mengetahui apa yang terjadi dalam perusahaan nya.

Karena memang benar perusahaan nya saat ini sedang di terjang gelombang besar dari dalam dan luar. Bahkan terancam gulung tikar karena tidak bisa menggaji karyawan.

Ia menatap tidak percaya pada Azura yang sudah mengetahui semuanya, bahkan sangat detail.

"Ekhmmm... Baiklah, mana rancangan produk dan ide yang kamu buat. Saya akan melihatnya dan menimbang apakah kerja sama kita bisa di lakukan" ucap Anton berdeham agar menghilangkan kecanggungan di antara keduanya.

"Ah, sayangnya saya sudah tidak tertarik lagi. Anda bisa keluar, pintunya ada di sebelah sana" ucap Azura santai menunjuk ke arah pintu keluar.

"Si*lan, Kau.... Jangan keterlaluan!!!" ucap Anton marah saat secara tidak langsung Azura mengusir nya.

"Apa yang keterlaluan? Bukankah anda sendiri yang tidak ingin menggunakan jasaku tuan Anton? Apa anda tidak punya cermin di rumah? Mau saya pesankan yang paling besar, agar anda bisa berkaca diri?" ucap Azura tanpa ada rasa tertekan atau terintimidasi sama sekali.

"Tuan, jangan sampai emosi. Mungkin nona Zoya adalah jawaban dari keputusasaan anda, tidak ada salahnya melihat apa yang ingin nona Zoya tawarkan" ucap James bijak

"Haaahhh... Apa maumu nona?" tanya Anton menghela nafas dan berusaha menekan emosinya.

"Minta maaflah! Atau silahkan pergi dari sini..." ucap Azura melipat kedua tangannya menatap datar ke arah Anton.

Anton mengetatkan rahangnya, namun ia menutup mata dan mencoba untuk tenang. Ia juga memikirkan bahwa ia harus bersikap profesional. Setelah tenang ia pun membuka mata dan membungkuk di depan Azura.

"Saya minta maaf sudah bicara yang tidak-tidak dan menilai anda tanpa melihat kebenaran nya nona, tolong maafkan ketidaksopanan Saya" ucap Anton menekan egonya dan meminta maaf pada Azura

...••••••...

Terpopuler

Comments

Erna Masliana

Erna Masliana

betul..misi adalah misi jangan pake perasaan nanti gagal misinya

2025-03-23

0

☠zephir atrophos☠

☠zephir atrophos☠

pikiran kotor anda tolong dikondisikan🗿

2024-01-18

0

_cloetffny

_cloetffny

please deh ceritanya enak loh, tpi penggunaan bahasanya campur-campur /Toasted/

2024-01-07

2

lihat semua
Episodes
1 Zoya
2 Misi pertama - Azura
3 Misi Pertama - Azura 2
4 Misi pertama - Zoya 3
5 Misi Pertama - Azura 4
6 Misi pertama - Azura 5
7 Misi pertama - Azura 6
8 Misi pertama - Azura 7
9 Misi Pertama - Azura 8
10 Misi pertama - Azura 9
11 Misi pertama - Azura 10
12 Misi pertama - Azura 11
13 Misi pertama - Azura 12
14 Misi pertama -Azura 13
15 Misi Pertama - Azura 14
16 Misi pertama - Azura 15
17 Misi pertama - Azura 16
18 Misi pertama - Azura 17
19 Misi pertama - Azura 18
20 Misi pertama - Azura 19
21 Misi pertama - Azura 20
22 Misi Pertama - Azura 21
23 Misi Pertama - Azura 22
24 Misi Pertama - Azura 23
25 Misi Pertama - Azura 24
26 Misi Pertama - Azura 25
27 Misi Pertama -Azura 26
28 Misi Pertama - Azura 27
29 Misi pertama - Azura 28
30 Misi pertama - Azura 29
31 Misi Pertama - Azura 30
32 Misi Pertama - Azura 31 (End)
33 Misi Kedua - Jessi 1
34 Misi kedua - Jessi 2
35 Misi Kedua - Jessi 3
36 Misi kedua - Jessi 4
37 Misi kedua - Jessi 5
38 Misi kedua - Jessi 6
39 Misi kedua - Jessi 7
40 Misi kedua - Jessi 8
41 Misi Kedua - Jessi 9
42 Misi kedua - Jessi 10
43 Misi kedua - Jessi 11
44 Misi kedua - Jessi 12
45 Misi kedua - Jessi 13
46 Misi Kedua - Jessi 14
47 Misi kedua -Jessi 15
48 Misi kedua - Jessi 16
49 Misi Kedua - Jessi 17
50 Misi kedua- Jessi 18
51 Misi kedua - Jessi 19
52 Misi kedua - Jessi 20
53 Misi kedua -Jessi 21
54 Misi kedua - Jessi 22
55 Misi kedua - Jessi 23
56 Misi kedua - Jessi 24
57 Missi kedua - Jessi 25
58 Misi kedua -Jessi 26
59 Misi kedua - Jessi 27
60 Misi kedua - Jessi 28
61 Misi kedua - Jessi 29 (End)
62 Misi ketiga - Krystal 1
63 Misi ketiga - Krystal 2
64 Misi ketiga - Krystal 3
65 Misi ketiga - Krystal 4
66 Misi Ketiga - Krystal 5
67 Misi ketiga - Krystal 6
68 Misi ketiga - Krystal 7
69 Misi Ketiga - Krystal 8
70 Misi ketiga - Krystal 9
71 Misi ketiga - Krystal 10
72 Misi ketiga - Krystal 11
73 Misi ketiga - Krystal 12
74 Misi ketiga - Krystal 13
75 Misi ketiga - Krystal 14
76 Misi ketiga - Krystal 15
77 Misi ketiga - Krystal 16
78 Misi ketiga - Krystal 17
79 Misi ketiga - Krystal 18
80 Misi ketiga - Krystal 19
81 Misi ketiga - Krystal 20
82 Misi ketiga - Krystal 21
83 Misi ketiga - Krystal 22 (end)
84 Misi Keempat - Avariella 1
85 Misi keempat - Avariella 2
86 Misi keempat - Avariella 3
87 Misi Keempat - Avariella 4
88 Misi keempat - Avariella 5
89 Misi keempat - Avariella 6
90 Misi keempat - Avariella 7
91 Misi Keempat - Avariella 8
92 Misi Keempat - Avariella 9
93 Misi Keempat - Avariella 10
94 Misi keempat - Avariella 11
95 Misi keempat - Avariella 12
96 Misi Keempat Avariella - 13
97 Misi Keempat - Avariella 14
98 Misi Keempat - Avariella 15
99 Misi keempat - Avariella 16
100 Misi keempat - Avariella 17
101 Misi Keempat - Avariella 18
102 Misi keempat - Avariella 19
103 Misi keempat - Avariella 20
104 Misi Keempat - Avariella 21
105 Misi keempat - Avariella 22
106 Misi keempat - Avariella 23
107 Misi Keempat - Avariella 24.
108 Misi Keempat - Avariella 25
109 Misi keempat - Avariella 26
110 Misi Keempat - Avariella 27
111 Misi Keempat - Avariella 28
112 Misi Keempat - Avariella 29
113 Misi Keempat - Avariella 30
114 Misi keempat - Avariella 31
115 Misi Keempat - Avariella 32
116 Misi Keempat - Avariella 33 (End)
117 Misi Kelima - Kiara 1
118 Misi Kelima - Kiara 2
119 Misi Kelima -Kiara 3
120 Misi Kelima - Kiara 4
121 Misi Kelima - Kiara 5
122 Misi Kelima - Kiara 6
123 Misi Kelima - Kiara 7
124 Misi Kelima - Kiara 8
125 Misi Kelima - Kiara 9
126 Misi Kelima - Kiara 10
127 Misi Kelima - Kiara 11
128 Misi Kelima - Kiara 12
129 Misi Kelima - Kiara 13
130 Misi Kelima - Kiara 14
131 Misi Kelima - Kiara 15
132 Misi Kelima - Kiara 16
133 Misi Kelima - Kiara 17
134 Misi Kelima - Kiara 18
135 Misi Kelima - Kiara 19 (End)
136 Kembali
137 Memperbaiki kesalahan di kehidupan awal
138 Berbelanja dengan Maura
139 Dreamsvile
140 Zoyaa_SQ
141 Belum bisa melupakan
142 Ospek
143 Datang ke perusahaan
144 Memotong sumber masalah
145 Live streaming pertama
146 Di hadang?
147 Di tangkap polisi
148 Lulus
149 Menangkap penjahat
150 Jodoh Maura?
151 Pria dengan Lamborghini
152 Terus menempel
153 si pemaksa
154 Sifat Dariel yang lain
155 Stampel?
156 Bertemu lagi
157 Penjelasan Dariel
158 Menolak dengan tegas
159 Sedikit mengacak dengan nama Nona
160 Bermanja dengan Dariel
161 Resmi
162 Identitas Zoya
163 Menjemput kekasih
164 Sampai di Singapura
165 Ke perusahaan Hwang
166 Mengumbar kemesraan
167 Zoya turun tangan
168 Jeremy babak belur
169 Melamar?
170 Bucin tidak tertolong
171 Keanu di Bully
172 Menantu Potensial
173 Izin jalan-jalan
174 Tawaran
175 Go publik
176 Dua kata
177 Patah hati terbesar
178 Tentang Diey
179 Pengumuman
180 Bertemu calon mertua
181 Misteri
182 Memperkenalkan
183 Kepergok
184 Mengetahui sesuatu...
185 Restu
186 Bertemu Alice
187 Dengan Alice
188 Zoya galau
189 Tentang Jessi - Bertemu Ben
190 Alice tahu Zoya pemilik RMA
191 Ben khawatir - Tentang Ibu Ben
192 Tom dan Jerry
193 Akting Alice
194 Alice Ben - Makan siang bareng calon suami
195 Penyebab Joana koma
196 Joanna Sadar
197 Ben Frustasi - meminta bantuan
198 Fitting baju - Zoya keceplosan
199 Kasih sayang Dariel pada Alice
200 Restu
201 Pernikahan Zoya dan Dariel
202 Resepsi dan MP
203 Pagi ku Cerahku, matahari bersinar ....
204 Ben pulang
205 Ben tiba-tiba di Paris
206 Alice mereog
207 Pria misterius?
208 Ben ke perusahaan
209 Rencana Ben untuk parasit
210 Uang di alam kartu hilang!
211 Hama frustasi
212 Intuisi Zoya - Kejutan pertama untuk hama
213 Awal balas dendam
214 Alice ke Paris
215 Julia tidak tahu diri
216 Julia Gila!
217 Obat tidur
218 Ternyata kamu....
219 Tentang kelahiran kembali
220 Si bucin Ben
221 Launching butik Alice
222 Zoya di periksa
223 End....
224 Ekstra part 1
Episodes

Updated 224 Episodes

1
Zoya
2
Misi pertama - Azura
3
Misi Pertama - Azura 2
4
Misi pertama - Zoya 3
5
Misi Pertama - Azura 4
6
Misi pertama - Azura 5
7
Misi pertama - Azura 6
8
Misi pertama - Azura 7
9
Misi Pertama - Azura 8
10
Misi pertama - Azura 9
11
Misi pertama - Azura 10
12
Misi pertama - Azura 11
13
Misi pertama - Azura 12
14
Misi pertama -Azura 13
15
Misi Pertama - Azura 14
16
Misi pertama - Azura 15
17
Misi pertama - Azura 16
18
Misi pertama - Azura 17
19
Misi pertama - Azura 18
20
Misi pertama - Azura 19
21
Misi pertama - Azura 20
22
Misi Pertama - Azura 21
23
Misi Pertama - Azura 22
24
Misi Pertama - Azura 23
25
Misi Pertama - Azura 24
26
Misi Pertama - Azura 25
27
Misi Pertama -Azura 26
28
Misi Pertama - Azura 27
29
Misi pertama - Azura 28
30
Misi pertama - Azura 29
31
Misi Pertama - Azura 30
32
Misi Pertama - Azura 31 (End)
33
Misi Kedua - Jessi 1
34
Misi kedua - Jessi 2
35
Misi Kedua - Jessi 3
36
Misi kedua - Jessi 4
37
Misi kedua - Jessi 5
38
Misi kedua - Jessi 6
39
Misi kedua - Jessi 7
40
Misi kedua - Jessi 8
41
Misi Kedua - Jessi 9
42
Misi kedua - Jessi 10
43
Misi kedua - Jessi 11
44
Misi kedua - Jessi 12
45
Misi kedua - Jessi 13
46
Misi Kedua - Jessi 14
47
Misi kedua -Jessi 15
48
Misi kedua - Jessi 16
49
Misi Kedua - Jessi 17
50
Misi kedua- Jessi 18
51
Misi kedua - Jessi 19
52
Misi kedua - Jessi 20
53
Misi kedua -Jessi 21
54
Misi kedua - Jessi 22
55
Misi kedua - Jessi 23
56
Misi kedua - Jessi 24
57
Missi kedua - Jessi 25
58
Misi kedua -Jessi 26
59
Misi kedua - Jessi 27
60
Misi kedua - Jessi 28
61
Misi kedua - Jessi 29 (End)
62
Misi ketiga - Krystal 1
63
Misi ketiga - Krystal 2
64
Misi ketiga - Krystal 3
65
Misi ketiga - Krystal 4
66
Misi Ketiga - Krystal 5
67
Misi ketiga - Krystal 6
68
Misi ketiga - Krystal 7
69
Misi Ketiga - Krystal 8
70
Misi ketiga - Krystal 9
71
Misi ketiga - Krystal 10
72
Misi ketiga - Krystal 11
73
Misi ketiga - Krystal 12
74
Misi ketiga - Krystal 13
75
Misi ketiga - Krystal 14
76
Misi ketiga - Krystal 15
77
Misi ketiga - Krystal 16
78
Misi ketiga - Krystal 17
79
Misi ketiga - Krystal 18
80
Misi ketiga - Krystal 19
81
Misi ketiga - Krystal 20
82
Misi ketiga - Krystal 21
83
Misi ketiga - Krystal 22 (end)
84
Misi Keempat - Avariella 1
85
Misi keempat - Avariella 2
86
Misi keempat - Avariella 3
87
Misi Keempat - Avariella 4
88
Misi keempat - Avariella 5
89
Misi keempat - Avariella 6
90
Misi keempat - Avariella 7
91
Misi Keempat - Avariella 8
92
Misi Keempat - Avariella 9
93
Misi Keempat - Avariella 10
94
Misi keempat - Avariella 11
95
Misi keempat - Avariella 12
96
Misi Keempat Avariella - 13
97
Misi Keempat - Avariella 14
98
Misi Keempat - Avariella 15
99
Misi keempat - Avariella 16
100
Misi keempat - Avariella 17
101
Misi Keempat - Avariella 18
102
Misi keempat - Avariella 19
103
Misi keempat - Avariella 20
104
Misi Keempat - Avariella 21
105
Misi keempat - Avariella 22
106
Misi keempat - Avariella 23
107
Misi Keempat - Avariella 24.
108
Misi Keempat - Avariella 25
109
Misi keempat - Avariella 26
110
Misi Keempat - Avariella 27
111
Misi Keempat - Avariella 28
112
Misi Keempat - Avariella 29
113
Misi Keempat - Avariella 30
114
Misi keempat - Avariella 31
115
Misi Keempat - Avariella 32
116
Misi Keempat - Avariella 33 (End)
117
Misi Kelima - Kiara 1
118
Misi Kelima - Kiara 2
119
Misi Kelima -Kiara 3
120
Misi Kelima - Kiara 4
121
Misi Kelima - Kiara 5
122
Misi Kelima - Kiara 6
123
Misi Kelima - Kiara 7
124
Misi Kelima - Kiara 8
125
Misi Kelima - Kiara 9
126
Misi Kelima - Kiara 10
127
Misi Kelima - Kiara 11
128
Misi Kelima - Kiara 12
129
Misi Kelima - Kiara 13
130
Misi Kelima - Kiara 14
131
Misi Kelima - Kiara 15
132
Misi Kelima - Kiara 16
133
Misi Kelima - Kiara 17
134
Misi Kelima - Kiara 18
135
Misi Kelima - Kiara 19 (End)
136
Kembali
137
Memperbaiki kesalahan di kehidupan awal
138
Berbelanja dengan Maura
139
Dreamsvile
140
Zoyaa_SQ
141
Belum bisa melupakan
142
Ospek
143
Datang ke perusahaan
144
Memotong sumber masalah
145
Live streaming pertama
146
Di hadang?
147
Di tangkap polisi
148
Lulus
149
Menangkap penjahat
150
Jodoh Maura?
151
Pria dengan Lamborghini
152
Terus menempel
153
si pemaksa
154
Sifat Dariel yang lain
155
Stampel?
156
Bertemu lagi
157
Penjelasan Dariel
158
Menolak dengan tegas
159
Sedikit mengacak dengan nama Nona
160
Bermanja dengan Dariel
161
Resmi
162
Identitas Zoya
163
Menjemput kekasih
164
Sampai di Singapura
165
Ke perusahaan Hwang
166
Mengumbar kemesraan
167
Zoya turun tangan
168
Jeremy babak belur
169
Melamar?
170
Bucin tidak tertolong
171
Keanu di Bully
172
Menantu Potensial
173
Izin jalan-jalan
174
Tawaran
175
Go publik
176
Dua kata
177
Patah hati terbesar
178
Tentang Diey
179
Pengumuman
180
Bertemu calon mertua
181
Misteri
182
Memperkenalkan
183
Kepergok
184
Mengetahui sesuatu...
185
Restu
186
Bertemu Alice
187
Dengan Alice
188
Zoya galau
189
Tentang Jessi - Bertemu Ben
190
Alice tahu Zoya pemilik RMA
191
Ben khawatir - Tentang Ibu Ben
192
Tom dan Jerry
193
Akting Alice
194
Alice Ben - Makan siang bareng calon suami
195
Penyebab Joana koma
196
Joanna Sadar
197
Ben Frustasi - meminta bantuan
198
Fitting baju - Zoya keceplosan
199
Kasih sayang Dariel pada Alice
200
Restu
201
Pernikahan Zoya dan Dariel
202
Resepsi dan MP
203
Pagi ku Cerahku, matahari bersinar ....
204
Ben pulang
205
Ben tiba-tiba di Paris
206
Alice mereog
207
Pria misterius?
208
Ben ke perusahaan
209
Rencana Ben untuk parasit
210
Uang di alam kartu hilang!
211
Hama frustasi
212
Intuisi Zoya - Kejutan pertama untuk hama
213
Awal balas dendam
214
Alice ke Paris
215
Julia tidak tahu diri
216
Julia Gila!
217
Obat tidur
218
Ternyata kamu....
219
Tentang kelahiran kembali
220
Si bucin Ben
221
Launching butik Alice
222
Zoya di periksa
223
End....
224
Ekstra part 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!