Perjalanan Ari dan Alia untuk mencari informasi tentang kelompok misterius yang menculik Siti berlanjut dengan berbagai tantangan yang mereka hadapi di dunia yang telah hancur ini. Mereka berdua tahu bahwa mereka harus menjadi lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih berani dalam menghadapi segala yang akan datang.
Mereka berjalan melalui kota-kota yang sunyi, menjelajahi bangunan-bangunan kosong dan merusak yang pernah menjadi tempat-tempat yang ramai oleh manusia. Di setiap tempat yang mereka singgahi, mereka mencari petunjuk atau informasi tentang aktivitas kelompok misterius itu.
Namun, mencari informasi dalam dunia yang kacau seperti ini bukanlah tugas yang mudah. Banyak dari yang mereka temui adalah bangkai manusia yang telah menjadi zombie, dan bangunan-bangunan kosong hanya menyimpan kesan-kesan masa lalu yang telah lenyap. Tetapi Ari dan Alia terus mencoba, meskipun mereka tahu bahwa peluang untuk menemukan Siti semakin tipis dengan setiap hari yang berlalu.
Selama perjalanan, Ari dan Alia menjadi semakin dekat satu sama lain. Mereka berdua telah mengalami banyak hal bersama-sama, dan perjuangan mereka yang bersama untuk mencari Siti memperkuat ikatan mereka. Mereka tumbuh lebih akrab satu sama lain, dan Alia mulai merasa perasaan yang lebih dalam terhadap Ari.
Tetapi Alia tahu bahwa ini bukan saat yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya. Dia melihat penderitaan dan keputusasaan di mata Ari setiap kali dia memikirkan adiknya yang diculik. Alia tidak ingin menambah beban pada Ari, dia hanya ingin menjadi teman yang ada untuknya, memberikan dukungan dan kekuatan dalam saat-saat sulit ini.
Mereka melewati kota-kota yang hancur, hutan yang subur, dan jalan-jalan yang sepi. Setiap hari, mereka bertemu dengan orang-orang yang selamat, dan setiap kali mereka bertanya tentang kelompok misterius yang menculik Siti. Namun, sebagian besar dari mereka tidak memiliki informasi yang berguna, atau mereka terlalu ketakutan untuk berbicara.
Dalam perjalanan mereka yang panjang, Ari juga melatih Alia dalam penggunaan senjata dan bertahan hidup di dunia yang keras ini. Alia belajar dengan cepat dan menjadi semakin terampil dalam pertarungan melawan zombie-zombie yang mereka temui di perjalanan mereka. Mereka membantu satu sama lain, menjaga satu sama lain dari bahaya, dan menjadi tim yang kuat.
Meskipun perasaan Alia terhadap Ari tumbuh lebih kuat, dia tetap memilih untuk merahasiakannya. Dia tahu bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membicarakan perasaan pribadi, dan dia tidak ingin membuat Ari merasa lebih bingung atau terbebani dengan perasaannya.
Pada suatu hari, mereka bertemu dengan seorang pria yang tampaknya memiliki informasi tentang kelompok misterius yang mereka cari. Pria tersebut mengatakan bahwa kelompok tersebut sering melakukan operasi di sebuah kota yang cukup besar yang masih tersisa. Dia memberikan petunjuk kepada Ari dan Alia tentang bagaimana mencapai kota tersebut.
Ari dan Alia merasa harapan tumbuh dalam diri mereka. Mungkin, akhirnya mereka akan mendekati jejak kelompok misterius yang menculik Siti. Mereka bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka ke kota tersebut, tidak peduli apa yang akan mereka hadapi di sana.
Di dalam hati mereka, perasaan tumbuh semakin kuat, tetapi tetap tak terucapkan. Alia terus menjaga rahasia perasaannya, dan Ari terus merasakan kehilangan yang mendalam atas Siti. Namun, mereka berdua tahu bahwa mereka akan terus bersama dalam perjuangan mereka mencari Siti, dan itu adalah yang paling penting saat ini.
Dengan informasi yang diberikan oleh pria yang mereka temui, Ari dan Alia melanjutkan perjalanan mereka menuju kota yang disebutkan sebagai tempat kelompok misterius itu sering beroperasi. Mereka merasa harapan tumbuh dalam diri mereka, karena mungkin saja informasi ini akan membawa mereka lebih dekat untuk menemukan Siti.
Selama perjalanan yang berat dan penuh risiko, Ari dan Alia menghadapi berbagai bahaya dan zombie yang mereka temui di jalan mereka. Mereka bertahan bersama-sama, menggunakan keterampilan bertahan hidup yang mereka pelajari selama perjalanan ini.
Akhirnya, setelah berhari-hari perjalanan yang melelahkan, mereka mencapai kota yang dimaksudkan. Kota itu juga telah hancur parah, tetapi mereka melanjutkan pencarian mereka dengan tekad yang tak tergoyahkan. Mereka menyelidiki bekas-bekas bangunan yang masih berdiri, mencari tanda-tanda keberadaan kelompok misterius itu.
Tidak butuh waktu lama bagi Ari untuk menemukan beberapa petunjuk. Dia menemukan tanda-tanda pertempuran yang baru-baru ini terjadi, serta jejak-jejak sepatu yang tampaknya masih segar. Ini menunjukkan bahwa kelompok misterius itu belum lama meninggalkan kota ini.
Ari dan Alia mengikuti jejak-jejak tersebut dengan hati-hati, berharap mereka akan menemukan kelompok tersebut dan dengan demikian mendapatkan petunjuk tentang keberadaan Siti. Mereka berjalan melalui gang-gang yang sempit dan bangunan-bangunan yang runtuh, selalu waspada terhadap setiap bahaya yang mungkin mengintai.
Akhirnya, mereka tiba di sebuah bangunan besar yang tampaknya menjadi markas sementara kelompok misterius itu. Mereka mendekat dengan hati-hati, bersembunyi di balik reruntuhan, dan mencoba mendengarkan percakapan di dalam.
Mereka tidak bisa mendengar percakapan dengan jelas, tetapi mereka bisa mendapatkan beberapa informasi penting. Mereka mendengar kata-kata "Semarang" dan "eksperimen" disebutkan berkali-kali. Ini memberikan petunjuk kuat bahwa kelompok tersebut sedang menuju ke Semarang, mungkin untuk melakukan eksperimen terhadap Siti.
Ari dan Alia tahu bahwa mereka tidak punya waktu untuk kehilangan. Mereka perlu mencapai Semarang secepat mungkin dan mencari cara untuk menghentikan kelompok misterius itu sebelum mereka melakukan sesuatu pada Siti.
Mereka meninggalkan markas sementara kelompok misterius tersebut dan bergegas keluar dari kota itu. Perjalanan menuju Semarang akan menjadi salah satu yang paling berbahaya yang mereka hadapi, tetapi mereka siap menghadapinya.
Di dalam hati mereka, perasaan yang tak terungkapkan tetap ada. Alia merasa semakin dekat dengan Ari seiring dengan perjalanan mereka, tetapi dia masih menyimpan rahasianya tentang perasaannya. Dia tahu bahwa saat ini adalah saat yang salah untuk mengungkapkan rasa sukanya, karena Ari masih dalam duka yang mendalam atas Siti.
Ari, sementara merasakan perasaan yang tumbuh dalam diri Alia, masih terjebak dalam kehilangan dan perasaan bersalah karena tidak bisa melindungi adiknya. Namun, dia merasa berterima kasih kepada Alia karena selalu ada di sisinya selama perjalanan ini.
Mereka berdua terus maju, menuju Semarang dengan harapan dan tekad untuk menyelamatkan Siti. Meskipun jalan yang harus mereka tempuh masih panjang dan penuh bahaya, mereka siap untuk menghadapinya bersama-sama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments