Setelah berhasil membersihkan area sekitar rumah dari zombie-zombie level 2, Ari, Siti, dan Alia menemukan kedamaian yang sementara di tempat perlindungan mereka. Mereka merasa sangat bersyukur atas rumah ini yang memberi mereka tempat untuk istirahat dan merencanakan langkah selanjutnya dalam perjalanan mereka ke markas pusat di Jakarta.
Hari-hari berlalu dengan relatif tenang. Mereka menghabiskan waktunya untuk beristirahat, memperbaiki perlengkapan mereka, dan melatih keterampilan yang akan membantu mereka bertahan hidup. Ari memutuskan untuk lebih fokus pada penggunaan senjata api. Dia merasa penting untuk menguasai senjata ini dengan baik, mengingat potensi bahaya yang bisa datang dari zombie-zombie level lebih tinggi.
Ari membongkar senjata api yang mereka temukan di mobil ambulans, membersihkannya, dan mulai berlatih menembak. Dia memanfaatkan peluru yang mereka temukan selama perjalanan untuk melatih ketepatan dan kecepatannya dalam menembak. Siti membantunya dengan memberikan tips dan panduan tentang penggunaan senjata api dengan aman dan efektif.
Di sisi lain, Alia merasa bahwa dia perlu lebih ahli dalam menguasai katana yang dia temukan. Dia mencoba berbagai gerakan yang dia lihat di video di YouTube, mencoba mengikuti latihan-latihan yang dia temukan. Dengan tekun dan semangat, dia mulai mengembangkan keterampilan pedangnya. Setiap gerakan yang dia lakukan terasa semakin tajam dan presisi.
Siti, yang selalu mencari cara untuk memberikan kontribusi yang berguna, memilih untuk belajar lebih lanjut tentang obat-obatan yang mereka temukan di mobil ambulans. Dia menghabiskan waktu membaca label obat-obatan, mengidentifikasi fungsinya, dan menghafal nama-nama obat tersebut. Kemampuan ini akan menjadi berharga jika mereka menghadapi situasi darurat yang memerlukan perawatan medis.
Selama tiga hari berikutnya, mereka menjalani latihan dan persiapan yang serius. Ari semakin mahir dengan senjata api, Alia semakin terampil dengan katana, dan Siti semakin memahami berbagai jenis obat-obatan dan cara penggunaannya.
Kehidupan mereka di rumah itu menjadi semakin teratur. Mereka membuat jadwal untuk berlatih, memasak, dan menjaga kebersihan rumah. Meskipun situasi di dunia luar mungkin tidak akan pernah kembali normal, mereka mencoba untuk menjaga semangat dan rutinitas sebaik mungkin.
Namun, ketenangan mereka tiba-tiba terganggu oleh suara ledakan yang besar yang terdengar dari selatan, sekitar 12 kilometer dari tempat mereka berada. Suara ledakan itu mengguncang rumah mereka, dan ketiganya segera berdiri dan berlari ke jendela untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Mereka melihat awan asap hitam yang menggulung di kejauhan, menjulang tinggi ke langit. Ledakan itu tampaknya sangat besar, dan mereka tahu bahwa sesuatu yang serius harus terjadi.
Siti memeriksa peta yang telah dia pelajari dengan cermat. Dengan mata yang cepat mengamati, dia mencoba mencari tahu lokasi pasti ledakan itu. Setelah beberapa saat, dia menemukannya.
"Ledakan itu terjadi di sekitar kota lain, tidak terlalu jauh dari sini," kata Siti dengan nada yang cemas. "Kita perlu tahu apa yang terjadi."
Ari, Alia, dan Siti bergegas merapatkan kepala mereka untuk berdiskusi tentang tindakan selanjutnya. Mereka merasa terkejut dan khawatir, dan pertanyaan pun melonjak dalam pikiran mereka. Apakah ledakan itu disebabkan oleh zombie? Atau mungkin ada kelompok manusia lain yang bertanggung jawab?
Mereka tahu bahwa mereka harus tetap waspada dan siap menghadapi apa pun yang mungkin terjadi. Kehidupan yang tenang yang mereka nikmati sebelumnya tampaknya semakin jauh, dan mereka harus siap untuk menghadapi tantangan baru yang akan datang dalam perjalanan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments