Setelah melalui perjalanan yang penuh bahaya dan kehilangan kelompok Sanjaya, Ari, Siti, dan Alia tiba di pinggiran Jakarta. Mereka merasa perlu untuk beristirahat sejenak dan mencari tempat perlindungan yang aman. Hari-hari yang penuh dengan pertempuran dan ketidakpastian telah menguras tenaga mereka, dan mereka perlu waktu untuk memulihkan diri.
Ari memimpin kelompoknya saat mereka menjelajahi daerah tersebut. Mereka mencari tempat yang aman, di luar jangkauan zombie-zombie berbahaya, di mana mereka bisa istirahat dan merencanakan langkah selanjutnya. Setelah beberapa waktu, mereka menemukan sebuah rumah yang tampaknya bisa menjadi tempat perlindungan sementara.
Rumah itu terletak di pinggiran kota, dan tampaknya tidak ada banyak zombie yang berkeliaran di sekitarnya. Mereka berjalan menuju rumah tersebut dengan hati-hati, tetapi merasa lega ketika melihat bahwa hanya ada beberapa zombie level 1 dan 2 yang bergerak lambat di sekitarnya.
Mereka memutuskan untuk memeriksa rumah itu dengan lebih teliti. Ketika mereka masuk, mereka menemukan bahwa rumah tersebut dalam keadaan cukup baik. Barang-barang di dalamnya masih utuh, meskipun debu dan kekacauan telah menghiasi sebagian besar bagian rumah.
Alia, yang selalu bersemangat untuk menemukan barang-barang yang berguna, mulai menjelajahi rumah itu. Dia mencari-cari di dalam lemari dan laci, mencari sumber daya yang bisa membantu mereka bertahan hidup.
Tiba-tiba, Alia berteriak girang. Dia menemukan sebuah katana yang tersimpan dengan baik di bawah tempat tidur. Senjata itu terlihat dalam kondisi yang baik, dan Alia dengan cepat mengambilnya, merasa senang memiliki senjata yang lebih kuat dalam pertempuran melawan zombie.
Di tempat lain, Siti sedang mencari-cari di luar rumah. Dia melihat sebuah mobil ambulans yang terparkir di dekatnya. Dengan hati-hati, dia mendekati mobil ambulans itu dan membuka pintunya. Di dalamnya, dia menemukan kotak obat yang lengkap dengan berbagai jenis obat-obatan dan peralatan medis.
Siti segera membawa kotak obat tersebut kembali ke rumah. Mereka sekarang memiliki persediaan obat-obatan yang cukup untuk merawat luka-luka kecil atau mengatasi masalah kesehatan yang mungkin timbul dalam perjalanan mereka.
Dengan senjata baru dari katana Alia dan persediaan obat-obatan yang mereka temukan, kelompok ini merasa sedikit lebih siap menghadapi ancaman di dunia yang berubah ini.
Mereka mulai membersihkan rumah tersebut dan membuatnya menjadi tempat yang lebih nyaman. Mereka menutup jendela-jendela dan pintu-pintu dengan kayu dan benda-benda yang mereka temukan di sekitar rumah. Ini adalah langkah pertama mereka untuk membuat rumah ini aman dari ancaman luar.
Selama beberapa minggu berikutnya, mereka menjadikan rumah itu sebagai tempat istirahat sementara. Mereka tidur dengan tenang di kamar-kamar yang nyaman, berusaha memulihkan energi mereka yang telah terkuras dalam perjalanan yang sulit ini.
Ari memimpin dalam merencanakan langkah selanjutnya. Mereka tahu bahwa mereka harus terus bergerak, tetapi mereka juga perlu memastikan bahwa mereka siap untuk menghadapi ancaman yang ada di luar sana.
Dengan katana Alia dan persediaan obat-obatan yang mereka temukan, mereka merasa lebih siap menghadapi zombie dan bahaya lainnya. Mereka juga merencanakan perjalanan mereka ke markas pusat di Jakarta, tempat yang mereka harapkan akan memberikan perlindungan dan mungkin jawaban atas pertanyaan mereka tentang virus ini.
Selama beberapa minggu itu, mereka menjalani kehidupan yang sederhana di rumah itu. Mereka memasak makanan dari sisa-sisa yang mereka temukan di dapur, dan berbagi cerita dan kenangan tentang perjalanan mereka.
Ari dan Siti menjalani peran sebagai kakak beradik yang menjaga dan melindungi Alia. Mereka juga mengajarkan Alia cara menggunakan katana dengan aman dan efektif, mempersiapkannya untuk pertempuran yang mungkin akan datang.
Alia dengan cepat belajar dan menjadi ahli dalam menggunakannya. Katana tersebut memberikan mereka keuntungan dalam pertempuran melawan zombie, dan Alia menjadi penguasa senjata tersebut.
Namun, kebahagiaan mereka di rumah itu terusik ketika mereka mendengar suara-suara aneh dari luar. Suara-suara itu semakin mendekat, dan mereka tahu bahwa mereka harus waspada.
Mereka melihat keluar melalui jendela dan melihat sekelompok zombie level 2 yang mendekati rumah mereka. Kelompok zombie ini tampaknya terdorong oleh suara mereka yang berisik di dalam rumah.
Ari, Siti, dan Alia bersiap-siap untuk pertempuran. Mereka tahu bahwa mereka harus melindungi rumah mereka, tempat mereka telah menemukan tempat perlindungan sementara dan sumber daya yang berharga. Tantangan baru telah muncul, dan mereka harus bersatu dan bersiap untuk menghadapinya.
Pembersihan zombie di sekitar rumah dimulai dengan cepat. Ari, Siti, dan Alia mengambil posisi mereka di depan pintu dan jendela yang mungkin menjadi jalur masuk zombie. Mereka memiliki senjata-senjata yang mereka temukan selama perjalanan: katana Alia, senjata api yang masih berfungsi, dan tongkat bisbol.
Zombie-zombie level 2 yang mendekati rumah semakin banyak, dan suara mereka yang gemetar dan nafas mereka yang busuk memenuhi udara. Ari memimpin serangan dengan membidik zombie pertama yang mendekati pintu. Dengan satu gerakan yang terampil, dia memenggal kepala zombie tersebut dengan katana Alia. Siti mengikuti, menggunakan senjata api yang mereka temukan untuk menembak zombie-zombie yang mendekati dari jarak jauh.
Alia, yang semakin terampil dengan katana, mengikuti jejak kakaknya. Dengan ketajaman dan kecepatan yang luar biasa, dia menghabisi zombie-zombie yang mendekati mereka satu per satu. Senjata api yang dimiliki Siti juga membantu dalam mengurangi jumlah zombie yang harus mereka hadapi.
Meskipun pertempuran ini berlangsung dengan keras, kelompok ini sangat terampil dalam mengatasi zombie-zombie level 2. Mereka memiliki pengalaman dari pertempuran-pertempuran sebelumnya dan bekerja sama sebagai tim yang solid. Ketika sekelompok zombie telah dihabisi, mereka langsung bersiap menghadapi yang berikutnya.
Pembersihan tersebut berlangsung dengan cepat, dan dalam waktu singkat, area sekitar rumah itu menjadi lebih aman. Mereka menyingkirkan mayat-mayat zombie yang tersisa dan memeriksa sekitar rumah untuk memastikan tidak ada zombie yang tersisa.
Setelah pertempuran selesai, mereka kembali ke dalam rumah dengan perasaan lega dan puas. Mereka menyadari bahwa rumah itu sekarang lebih aman daripada sebelumnya, dan mereka bisa melanjutkan istirahat mereka dengan lebih tenang.
Malam itu, mereka duduk bersama di dalam rumah, mengobrol tentang pertempuran tadi dan apa yang mungkin akan terjadi selanjutnya. Mereka merasa lebih dekat satu sama lain setelah melewati berbagai perjuangan bersama, dan kepercayaan satu sama lain semakin kuat.
Ari, Siti, dan Alia merasa bersyukur atas tempat perlindungan ini yang mereka temukan. Mereka tahu bahwa mereka masih memiliki perjalanan panjang menuju markas pusat di Jakarta, dan ancaman zombie dan bahaya lainnya selalu mengintai di luar sana.
Namun, mereka juga tahu bahwa mereka adalah tim yang tangguh dan bersatu. Dengan senjata-senjata yang mereka miliki, persediaan obat-obatan, dan semangat yang kuat, mereka siap menghadapi apa pun yang datang.
Malam itu, mereka tidur dengan tenang, merasa aman di dalam rumah yang mereka jadikan tempat perlindungan sementara. Mereka tahu bahwa esok hari adalah hari baru dalam perjalanan mereka, dan mereka harus siap menghadapinya dengan tekad dan semangat yang tidak tergoyahkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments