Saat Ari, Siti, dan Alia berada di kamar mereka di markas pusat, terjadi getaran tiba-tiba yang membuat mereka goyah. Semua barang di kamar mereka bergerak dengan hebat, dan suara gemuruh menggema di seluruh markas. Mereka tahu itu adalah gempa bumi, dan yang lebih buruk, gempa ini cukup besar.
Mereka segera berusaha mencari tempat yang aman dalam kamar. Mereka meraih barang-barang penting mereka dan berusaha berdiri tegak di bawah ambang pintu. Gempa ini terasa sangat kuat, membuat mereka khawatir akan runtuhnya bangunan markas.
Setelah beberapa saat yang terasa seperti selamanya, getaran mereda dan suara gemuruh pun reda. Mereka masih di dalam kamar, takut untuk bergerak keluar karena mungkin ada bahaya lebih lanjut. Namun, tiba-tiba, cahaya terang memasuki kamar melalui jendela yang retak. Mereka melihat keluar dan muncul pemandangan yang mengerikan.
Monster raksasa dengan tinggi lebih dari 100 meter berdiri di tengah markas yang hancur. Monster itu memiliki kulit yang keras seperti batu, tubuh yang kekar, dan mata yang merah menyala. Ini bukan sesuatu yang pernah mereka lihat sebelumnya. Mereka melihat pasukan markas pusat berjuang dengan heroik melawan monster itu, tetapi tampaknya sia-sia.
Tidak hanya monster raksasa, para zombie juga berkeliaran di sekitar markas. Mereka ada dalam berbagai tingkatan, dari level 2 hingga 5, dan bergerak dengan ganas. Markas pusat yang selama ini menjadi tempat perlindungan mereka kini berubah menjadi medan pertempuran yang kacau balau.
Ari, Siti, dan Alia tahu bahwa mereka harus segera keluar dari markas. Mereka tahu bahwa mereka tidak bisa membantu dalam pertempuran ini, dan risiko untuk tetap berada di sana sangat tinggi. Dengan cepat, mereka meraih tas mereka yang berisi barang-barang yang telah mereka kumpulkan dan bergerak menjauh dari markas.
Mereka melihat orang-orang yang mereka kenal, termasuk Pak Agus dan tentara lainnya, berjuang mati-matian melawan monster dan zombie. Teriakan dan suara tembakan memenuhi udara, tetapi tampaknya tidak ada yang bisa menghentikan monster raksasa itu.
Mereka melarikan diri melalui lorong-lorong yang penuh dengan kekacauan. Bangunan-bangunan di sekitar mereka runtuh, dan asap hitam mencekam menutupi langit-langit. Mereka bisa mendengar suara tangisan dan teriakan orang-orang di sekitar mereka yang berjuang untuk bertahan hidup.
Saat mereka mencapai pintu keluar markas, mereka melihat monster raksasa itu menghancurkan salah satu bangunan besar markas dengan satu pukulan besar. Puing-puing beton beterbangan, dan panik melanda orang-orang di sekitarnya.
Tapi Ari, Siti, dan Alia tidak punya waktu untuk berhenti dan menonton. Mereka tahu bahwa keberadaan mereka di luar markas saat ini adalah satu-satunya peluang untuk bertahan hidup. Mereka berlari sejauh mungkin dari markas, mencoba mencari tempat yang aman.
Mereka berhenti sejenak di tempat yang tersembunyi, mencoba menangkap napas mereka dan memproses apa yang baru saja mereka saksikan. Markas pusat yang selama ini menjadi tempat perlindungan mereka telah hancur dalam sekejap, dan mereka telah kehilangan banyak teman dan rekan di sana.
Siti menangis, dan Ari memeluknya erat-erat. Alia juga merasa terpukul oleh kejadian ini. Mereka tahu bahwa mereka harus tetap bergerak dan mencari tempat perlindungan baru, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka harus mengenang orang-orang yang telah berjuang bersama mereka di markas pusat.
Dalam kegelapan dan kegelisahan yang mendalam, Ari, Siti, dan Alia melanjutkan perjalanan mereka menuju pusat tengah Jakarta. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka temui di luar sana, tetapi mereka harus tetap kuat dan berjuang untuk bertahan hidup di dunia yang telah berubah menjadi tempat yang lebih mengerikan dari yang pernah mereka bayangkan.
Ari, Siti, dan Alia melanjutkan perjalanan mereka dengan hati yang berat. Mereka bergerak menjauh dari reruntuhan markas pusat yang telah menjadi medan pertempuran yang mengerikan. Cahaya matahari perlahan mulai tenggelam, dan mereka tahu bahwa mereka harus mencari tempat perlindungan untuk beristirahat.
Beberapa kilometer jauhnya, mereka melihat sebuah toko Indomaret yang berserakan dan tampak sepi. Meskipun toko itu mungkin telah dirampok dan ditinggalkan, itu adalah tempat yang mereka butuhkan untuk berlindung sementara dan merencanakan langkah selanjutnya.
Mereka memasuki toko dengan hati-hati, memeriksa setiap sudut untuk memastikan tidak ada ancaman tersembunyi. Rak-rak kosong dan barang-barang yang berserakan menjadi bukti bahwa toko ini telah diganggu. Mereka mencari area yang aman, yang tersembunyi dari pandangan luar, dan mulai menjatuhkan tas-tas mereka.
Setelah mereka meletakkan barang-barang mereka, Ari, Siti, dan Alia duduk bersama di lantai toko. Mereka merasa lelah, terluka oleh apa yang telah mereka saksikan, dan merasa tertekan oleh ketidakpastian masa depan. Tapi mereka juga merasa bersyukur bahwa mereka masih hidup dan memiliki satu sama lain.
Ari mengambil beberapa barang makanan dari tas mereka dan membagikannya kepada Siti dan Alia. Meskipun makanan itu tidak lebih dari camilan instan, rasanya seperti hidangan lezat bagi mereka yang telah lama tidak makan dengan nyaman.
Mereka duduk bersama, berbicara dengan suara yang lembut. Ari mencoba memberikan semangat kepada adiknya dan Alia, meskipun dia sendiri merasa terbebani oleh tanggung jawab sebagai pemimpin kelompok.
"Kita harus terus maju," kata Ari. "Kita harus mencari tempat yang lebih aman dan mencari tahu apa yang terjadi di luar sana."
Siti menatap kakaknya dengan mata penuh kepercayaan. "Kami akan selalu bersama, Ari," ucapnya dengan lembut.
Alia juga mengangguk. "Kita telah melewati banyak hal bersama, dan kita akan melewati ini juga."
Dalam keheningan malam yang sepi, mereka merasa bahwa satu-satunya hal yang mereka miliki adalah satu sama lain. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka temui di masa depan, tetapi mereka siap untuk menghadapinya bersama-sama. Mereka beristirahat di toko Indomaret yang berserakan, merencanakan langkah selanjutnya dalam perjalanan mereka, sementara dunia yang telah berubah menjadi kengerian masih terus berputar di luar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments