Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta

Helikopter terus melayang di atas langit yang penuh dengan awan mendung saat Ari dan Siti meninggalkan Surabaya yang telah menjadi ladang kengerian. Mereka telah kehilangan Kapten Rina, pemimpin kuat kelompok mereka, dalam sebuah pengorbanan yang tragis untuk memungkinkan mereka selamat. Kendaraan udara ini adalah satu-satunya peluang mereka untuk mencapai Jakarta, di mana mereka berharap bisa menemukan tempat yang lebih aman dan bantuan yang mereka butuhkan.

Perjalanan menuju Jakarta tidak akan mudah. Mereka harus melewati wilayah yang penuh dengan zombie-zombie bermutasi dan berbagai ancaman lain yang tak terduga. Semakin jauh mereka melaju, semakin jelas terlihat betapa besarnya pengorbanan Kapten Rina dan betapa sulitnya perjalanan ini.

Tak lama setelah lepas landas, helikopter itu mendekati hutan yang luas. Ari berusaha mempertahankan keseimbangan helikopter, dan Siti memeriksa peta dan peralatan navigasi. Mereka tahu bahwa hutan ini bisa menjadi tempat yang berbahaya, karena mungkin penuh dengan zombie yang lebih ganas dan bahkan predator liar yang terkena dampak virus.

Namun, ketika mereka mendekati hutan, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Dari dalam hutan, terbanglah sekelompok burung besar yang tampak sangat aneh. Mereka memiliki sayap yang membusung, paruh yang tajam, dan bulu-bulu yang berwarna gelap. Yang paling mencolok adalah mata mereka yang terlihat kosong, sepenuhnya hitam, seperti mata zombie.

"Burung zombie?" Siti berkata dengan suara gemetar. "Aku tidak pernah mendengar tentang ini sebelumnya."

Ari harus segera mengambil tindakan. Dia tahu bahwa helikopter mereka bisa berada dalam bahaya jika burung-burung tersebut menyerang dengan paruh tajam mereka. Dia mencoba menghindari mereka, mengubah arah helikopter untuk menjauh dari kawanan burung zombie tersebut.

Namun, burung-burung tersebut dengan cepat mengejar helikopter, terbang dalam formasi yang terkoordinasi. Mereka mengeluarkan suara melengking yang menakutkan dan terus mendekati helikopter dengan cepat. Mereka tampaknya sangat terganggu oleh suara bising helikopter dan berusaha menghentikannya.

Ari dan Siti segera melihat bahwa mereka harus melakukan sesuatu untuk melindungi helikopter. Ari mengambil senjata dari laci helikopter dan menembakkan beberapa peluru ke arah burung-burung zombie tersebut. Beberapa burung jatuh, tetapi sisanya terus menyerang.

Siti mencoba membantu dengan mengambil senjata lain dan menembak ke arah burung-burung itu. Mereka berhasil mengusir beberapa burung, tetapi kawanan yang tersisa tetap mengejar helikopter dengan ganas.

Mereka melihat bahwa helikopter semakin terdesak. Beberapa burung zombie tersebut mulai mencoba merusak sayap helikopter dengan paruh mereka yang tajam. Ari harus terus berjuang untuk menjaga keseimbangan dan menghindari serangan burung-burung tersebut.

Ketika situasi semakin memburuk, Siti melihat tombol darurat di kokpit helikopter. Tanpa ragu, dia menekannya, dan beberapa peluncur peluru otomatis muncul dari badan helikopter. Dengan cepat, dia mengarahkan peluncur tersebut ke arah kawanan burung zombie dan menembakkan peluru-peluru tersebut.

Peluru-peluru tersebut meledak di antara burung-burung zombie tersebut dengan suara ledakan yang keras. Beberapa burung terpental oleh ledakan tersebut, dan yang lain terbakar menjadi abu. Siti dan Ari merasa lega saat melihat kawanan burung tersebut mundur dan pergi.

Namun, helikopter mereka juga mengalami kerusakan. Sayapnya terluka parah, dan mesinnya mulai mengalami masalah. Mereka tahu bahwa mereka harus segera mencari tempat untuk mendarat sebelum helikopter itu jatuh.

Siti mencari peta dan menemukan area yang terbuka di dalam hutan yang tampaknya cocok untuk mendarat. Mereka harus bergerak dengan hati-hati, karena hutan itu masih penuh dengan zombie dan bahaya lainnya.

Ari dengan penuh keterampilan mendaratkan helikopter dengan lembut di area terbuka tersebut. Mereka turun dari helikopter dengan hati-hati, membawa senjata-senjata mereka, dan memeriksa kerusakan pada helikopter. Sayap helikopter itu tidak bisa diperbaiki, dan mesinnya juga rusak cukup parah.

Mereka tahu bahwa mereka harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Siti memeriksa peta dan menemukan bahwa mereka masih cukup jauh dari Jakarta, dan perjalanan itu akan menjadi perjuangan yang panjang dan berbahaya.

Namun, sebelum mereka dapat melanjutkan perjalanan, mereka mendengar suara bising yang mendekat dari kejauhan. Mereka bersembunyi di semak-semak dan melihat dengan hati-hati.

Tiba-tiba, kelompok tentara berseragam hitam muncul dari hutan. Mereka memiliki senjata-senjata canggih dan tampaknya sangat terlatih. Ari dan Siti merasa lega karena mendapatkan bantuan yang tak terduga.

Salah satu dari mereka, seorang perwira tinggi, mendekati Ari dan Siti. "Kami menerima panggilan darurat dari Kapten Rina sebelum dia pergi," kata perwira tersebut. "Kami diutus untuk menyelamatkan kalian dan membantu mencapai Jakarta."

Ari dan Siti merasa terharu dan bersyukur. Mereka tahu bahwa Kapten Rina telah mengatur bantuan ini sebelum pergi. Perasaan sedih mereka atas kepergiannya tidak bisa dihapus, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka harus meneruskan perjalanan mereka untuk menghormati pengorbanan Kapten Rina. Dengan bantuan kelompok tentara tersebut, mereka melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Perjalanan itu tetap penuh dengan tantangan, tetapi kehadiran tentara tersebut memberikan mereka perlindungan yang sangat dibutuhkan. Mereka melewati hutan, sungai, dan kota-kota yang hancur dengan hati-hati, selalu siap menghadapi zombie-zombie dan ancaman lain yang mungkin muncul.

Ari dan Siti juga mendapatkan kesempatan untuk istirahat secara fisik dan mental, sesuatu yang mereka sangat butuhkan setelah semua yang telah mereka alami. Mereka berbicara dengan anggota kelompok tentara tersebut, mendengarkan berita tentang situasi di luar, dan merencanakan langkah selanjutnya.

Mereka tahu bahwa perjalanan mereka masih jauh dari selesai, dan bahaya selalu mengintai. Tetapi dengan bantuan dari pusat dan semangat yang mereka miliki, mereka akan terus berjuang untuk mencapai Jakarta, mencari tempat yang lebih aman, dan mencari solusi untuk mengatasi pandemi zombie yang melanda dunia mereka.

Episodes
1 Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2 Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3 Bab 3: Penculikan Siti
4 Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5 Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6 Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7 Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8 perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9 Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10 Bab 9: Tempat Perlindungan
11 Bab 10: Mencari Sumber Daya
12 Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13 Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14 Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15 Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16 Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17 Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18 Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19 Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20 Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21 Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22 Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23 Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24 Bab 23: Rencana Baru
25 Bab 24: Markas Penculik
26 Bab 25: Ingatan yang Hilang
27 Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28 Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29 Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30 Bab 29: Membuat Keputusan
31 Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32 Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33 Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34 Bab 33: pasar gelap
35 Bab 34: Pertempuran
36 Bab 35 : Kembalinya Siti
37 Bab 36 : Pemulihan ingatan
38 Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39 Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40 Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41 Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir
Episodes

Updated 41 Episodes

1
Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2
Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3
Bab 3: Penculikan Siti
4
Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5
Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6
Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7
Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8
perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9
Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10
Bab 9: Tempat Perlindungan
11
Bab 10: Mencari Sumber Daya
12
Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13
Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14
Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15
Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16
Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17
Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18
Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19
Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20
Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21
Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22
Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23
Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24
Bab 23: Rencana Baru
25
Bab 24: Markas Penculik
26
Bab 25: Ingatan yang Hilang
27
Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28
Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29
Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30
Bab 29: Membuat Keputusan
31
Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32
Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33
Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34
Bab 33: pasar gelap
35
Bab 34: Pertempuran
36
Bab 35 : Kembalinya Siti
37
Bab 36 : Pemulihan ingatan
38
Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39
Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40
Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41
Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!